Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Danau Kunpeng


Pertempuran tidak bisa dihindari. Jiang Yu kini menyerang Jiang Luo tanpa menahan sama sekali. Namun setelah mereka lama beradu tinju, tidak ada tetua klan yang muncul. Apa mereka tidak tahu kalau situasi di sini sedang kacau?


Jiang Luo menyeringai saat menebak apa yang Jiang Yu pikirkan. Saat ini para tetua klan sedang melakukan tugas lain yang lebih penting. Mereka tidak memiliki waktu untuk memperhatikan keadaan di luar lebih jauh.


"Heh, jangan berpikir para penatua akan memperhatikanmu. Mereka sedang sibuk saat ini," ucap Jiang Luo.


Jiang Yu merasakan firasat buruk. Apakah mereka sudah mulai membuka harta klan Jiang?


Tiba-tiba tanah bergetar dengan keras. Jiang Luo dan Jiang Yu menjauh satu sama lain. Wajah kedua orang itu memiliki perbedaan yang sangat jauh. Jika Jiang Yu terlihat cemas maka Jiang Luo sedang tersenyum penuh kemenangan.


"Apa yang kau pikirkan memang benar. Saat ini mereka sedang membuka tempat itu." Jiang Luo berkata dengan seringaian.


Jiang Yini yang mendengar perkataan Jiang Luo hanya bisa menghela napas. Sekarang semuanya mungkin sudah terlambat untuk menghentikan malapetaka yang akan terjadi.


Apa yang dia takutkan bukan tentang kehilangan tempat berharga itu, melainkan prosesi yang salah dalam pembukaan gerbang. Dibalik manfaatnya, ada beberapa hal berbahaya yang orang lain tidak tahu.


"Aahh!!"


Tiba-tiba ada suara teriakan dari kedalaman klan. Jiang Luo langsung menegang. Dengan kecepatan kilat dia berlari masuk ke dalam kediaman. Sepertinya dia harus memeriksa apakah semuanya baik-baik saja.


Jiang Yu dan Jiang Yini saling menatap. Pikiran mereka sama. Malapetaka itu benar-benar datang. Meskipun begitu, mereka tidak mau terlalu peduli. Yang memulai adalah Jiang Luo, jadi dia juga yang harus menghadapinya.


***


Saat ini Jiang Luo telah tiba di depan gerbang yang sudah hancur. Ini benar-benar mengejutkan. Gerbang yang terbuat dari batuan khusus itu sangat mustahil untuk dihancurkan. Lalu kenapa sekarang bisa seperti ini?


Bukan hanya itu yang membuatnya terkejut. Ketika melihat di kedalaman gerbang, wajahnya langsung memucat. Dia mundur beberapa langkah ke belakang.


Saat ini mayat para penatua bergelimpangan di tanah. Tubuh mereka memiliki darah yang menodai seluruh tubuh. Jumlahnya mungkin tidak banyak, sekitar 8 orang. Namun itu adalah para ahli yang selalu menjaga klan dengan baik.


Hal yang menakutkan adalah sosok iblis berdarah yang berdiri tinggi menjulang. Bentuknya hanya bisa dianggap menjijikkan. Permukaan kulit iblis itu memiliki banyak otot-otot yang keluar dan menggeliat-geliat seperti cacing.


Kedua matanya sangat besar dan menyorot seperti bola lampu. Tangannya memiliki cakar-cakar yang sangat panjang dan tajam. Jika seseorang diserahkan pada iblis itu mungkin mereka akan robek dalam sekejap mata.


Jiang Luo menelan ludahnya. Tubuhnya bergetar penuh ketakutan. Dia memang tahu kalau tempat ini memiliki risiko saat pembukaan. Namun dia tidak pernah berpikir kalau mereka akan melakukan kesalahan saat membuka gerbang.


"Ggrrrrr!"


Makhluk menakutkan itu menggeram. Tanpa bisa dicegah dia mengangkat tangannya. Kemudian sebuah pusaran tornado muncul di hadapan Jiang Luo. Pusaran itu bergerak dengan cepat, menelan Jiang Luo tanpa memberinya kesempatan untuk melarikan diri.


"Aahhh!"


Jiang Luo berteriak keras. Namun tak ada seorang pun yang berniat untuk menolongnya. Siapa pun yang mendengar teriakannya pasti akan berpikir tentang rasa sakit yang diderita olehnya.


"Ggrrrr!"


Makhluk itu kembali menggeram. Setelah itu dia meraup mayat para penatua sebelum memasukkannya satu demi satu ke dalam mulut. Dia seperti sedang memakan makanan ringan yang tidak berarti.


***


Jiang Yini dan Jiang Luo menyaksikan ini dari jauh. Qing Yue'er dan Jing Ling pun ikut melihatnya. Mereka semua hanya menatap ngeri dengan apa yang baru saja terjadi.


Tempat itu mungkin bisa dikatakan sebagai harta, namun orang lain tidak bisa membukanya dengan semudah itu.


Danau Kunpeng memiliki makhluk pelindung yang berupa iblis. Jumlahnya tidak hanya satu, tapi memang tidak diketahui dengan pasti. Mereka hanya akan keluar jika kepala klan memanggilnya atau jika seseorang menginjak array jebakan yang disembunyikan.


Dalam hal ini pasti para penatua telah menginjak salah satu array itu, menyebabkan salah satu iblis keluar dari tempat persembunyiannya.


Beruntung iblis itu tidak bisa keluar dari batas suci gerbang, kalau tidak mungkin iblis itu juga akan menghancurkan seluruh klan Jiang ini.


"Aku tidak tahu kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh klan Jiangku hingga menyebabkan hal semacam ini bisa terjadi," ucap Jiang Yu penuh penyesalan.


"Tidak ada kesalahan yang dibuat. Mereka hanya terlalu serakah." Jiang Yini berkata dengan tenang. Dia sama sekali tidak menyesalkan ini.


Seseorang akan menuai apa yang mereka tabur. Ini adalah pepatah yang dia tahu dengan sangat pasti. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, maka sebaliknya pun terjadi dengan keburukan.


"Tidakk! Ayah!"


Tiba-tiba seseorang berteriak dari arah belakang. Itu adalah Jiang Xuan yang kini tengah memendam rasa sedihnya. Dia baru kehilangan ayah, bagaimana dia tidak bisa sedih?


Namun dia juga menatap Jiang Yini penuh kebencian. Jika gadis itu melakukan sesuatu untuk membantu, pasti semuanya tidak akan berakhir seperti ini! Ini semua gara-gara Jiang Yini!


"Kamu j*lang sialan!" Jiang Xuan berteriak dengan marah. Dengan sekali lompat dia telah tiba di hadapan Jiang Yini. Tangannya terkepal dan bersiap untuk menyerang Jiang Yini.


Sayangnya sebelum kepalan tangan itu menghantam, tubuhnya sudah terlebih dahulu terlempar jauh ke belakang. Seseorang memberikan serangan tunggal dengan mantap.


Jiang Yini menatap Qing Yue'er dengan penuh terima kasih. Gadis itu lagi-lagi telah menolongnya. Mereka hanya orang asing, kenapa dia mau melakukan hal baik untuknya?


"Nona Xinyu, sebagai ucapan terima kasih maukah kalian berdua ikut masuk ke Danau Kunpeng? Kami tidak memiliki sesuatu yang lebih baik dari itu. Aku percaya harta dan tahta tidak akan bisa menebus kebaikanmu," ucap Jiang Yini.


Kedua mata Qing Yue'er langsung berbinar. Meskipun dia baru pertama kali mendengar nama Danau Kunpeng namun dia sudah bisa mencium energi spiritual yang sangat padat. Pasti akan ada hal baik di dalam sana.


"Aku akan menerimanya dengan senang hati." Qing Yue'er berkata dengan antisipasi terpendam.


Jiang Yini menatap Jiang Yu sebentar. Lelaki itu menganggukkan kepala.


"Kalau begitu ikutlah denganku," ucap Jiang Yini.


Qing Yue'er dan Jing Ling langsung setuju tanpa merasa sungkan sama sekali. Ini adalah berkah, mereka tidak mungkin menolaknya 'kan?


***


Jangan lupa selalu berikan vote, like serta komen ya.