Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Peri Jamur II


“Apa kamu takut sekarang?! Lepaskan aku!”


Qing Yue'er melonggarkan cengkeramannya tapi dia masih belum melepaskan peri jamur itu. Dia menatap rombongan peri jamur yang sudah berada tak jauh darinya. Mereka semua menatapnya dengan penuh permusuhan.


“Aiya, aku benar-benar tidak ingin membuat permusuhan dengan kalian,” ucap Qing Yue'er. Namun, mereka tentu saja tidak percaya begitu saja.


“Lepaskan dia! Tidak ada siapa pun yang boleh melukai salah satu dari kami!” teriak salah satu peri jamur yang langsung diangguki oleh yang lainnya.


Ying Jun mendengus. Dia menatap Qing Yue'er dan berkata, “Biarkan aku yang menghadapi mereka semua, tapi kamu sepertinya harus melepaskan yang satu itu.” Dia menunjuk pada tangan Qing Yue'er yang masih menahan peri jamur.


“Oh.” Qing Yue'er baru sadar dan langsung melepasnya.


“Benar-benar manusia tidak bermoral!” rutuk peri jamur yang baru saja dibebaskan oleh Qing Yue'er.


Ying Jun maju dan berdiri di depan Qing Yue'er. Dia menyilangkan tangannya dengan ekspresi wajah bijaknya. “Apa kalian masih ingin menganggap kami musuh dan melawanku?”


“Lagi pula apa istimewanya kamu hingga kami tidak boleh melawanmu? Selain itu kalian harus tahu, tidak ada seorang pun yang diperbolehkan memasuki wilayah Pulau Langit ini. Kalian benar-benar mencari kematian!”


“Huh.” Ying Jun mendengus. Kemudian sosoknya langsung diselimuti cahaya biru sebelum akhirnya berubah wujud menjadi phoenix.


Para peri jamur langsung tertegun setelah melihat Blue Phoenix di hadapan mereka. Sebelumnya mereka benar-benar tidak mendeteksi sama sekali. Mereka pikir lelaki itu hanya manusia, bukan makhluk lain seperti binatang ilahi.


“Bagaimana mungkin?”


“Apa kalian terkejut?” Ying Jun tertawa terbahak-bahak. Kemudian dia berputar beberapa kali untuk mengitari rombongan peri jamur. “Masih ada kesempatan untuk berdamai. Apa yang kalian pikirkan?”


Mereka langsung saling menatap. Tentu saja mereka merasa sedikit ragu. Meskipun mereka memusuhi manusia mereka juga harus menpertimbangkan keselamatan. Terutama karena saat ini keberadaan ras mereka yang mulai punah.


Tiba-tiba peri jamur yang baru saja dibebaskan oleh Qing Yue'er berteriak, “Jangan takut! Kita memiliki formasi kuat untuk menghadapinya!”


“Oh. Jadi, kalian masih memilih untuk bertempur? Baik, baik. Aku akan melayani kalian dengan senang hati,” ucap Ying Jun dengan perlahan.


Qing Yue'er hanya mengamati ini dengan diam. Tiba-tiba dia mendengar suara Mo Jingtian di kepalanya. Pria itu berkata, “Jangan musnahkan mereka. Ras peri berada di pihak yang sama dengan kita.”


“Maksudmu?” Qing Yue'er tidak mengerti dengan ucapan Mo Jingtian. Berada di pihak yang sama? Apakah mereka memiliki musuh yang sama? Tapi siapa?


“Gali lagi tentang mereka. Mungkin kamu akan menemukan beberapa hal yang tidak boleh dilewatkan.”


“Aku akan mendengarkanmu, Jingtian. Akan tetapi, bisakah kamu memberiku bocoran sedikiiitt saja ....”


Sayang sekali Mo Jingtian tidak menjawab permintaan Qing Yue'er. Ini sungguh membuat dia merasa bingung. Namun, karena pria itu melarangnya maka dia akan menurutinya. Dia tidak akan melenyapkan peri-peri jamur itu


“Ying Jun, mundur sekarang,” ucap Qing Yue'er.


“Mundur? Kenapa?” Ying Jun bertanya dengan bingung. Jarang sekali gadis itu memintanya untuk mundur. Ya, selama ini tidak ada kata mundur dalam kamus hidup Qing Yue'er. Namun, itu tidak dengan sekarang.


Qing Yue'er melambaikan tangannya yang mengisyaratkan agar Ying Jun segera bergerak ke sisinya. Mau tidak mau Ying Jun hanya bisa menuruti perintah itu. Mungkin ada niat tertentu di dalam kepala Qing Yue'er.


“Aku tidak akan mengukir permusuhan dengan kalian,” ucap Qing Yue'er dengan santai. Dia menatap rombongan peri jamur dengan wajah ramah.


“Itu terserah kalian, tapi aku pikir jika kalian terus-menerus bersembunyi di tempat dingin ini mungkin ....” Qing Yue'er menggantung ucapannya.


“Mungkin apa?!”


“Mungkin kalian hanya akan berakhir menjadi onggokan pupuk untuk makanan jamur. Ah, betapa menyedihka,” ucap Qing Yue'er sambil berpura-pura menerawang ke kejauhan.


“Kurang ajar!”


Qing Yue'er berdehem. “Bukankah begitu? Sepanjang hidupku, ini adalah pertama kalinya aku melihat keberadaan peri jamur. Aku bahkan tidak pernah berpikir jika kalian ada. Ini hanya menandakan dua hal.”


Para peri jamur tidak membalas ucapan Qing Yue'er. Jadi, dia pun melanjutkan, “Pertama, peri jamur memang hidup di tempat-tempat terpencil. Kedua, peri jamur memiliki keberadaan yang mulai berkurang atau bisa dikatakan punah.”


“Jadi kenapa kalau kami memang punah?! Itu semua karena kaum kalian! Manusia-manusia licik yang berniat untuk menggunakan esensi kami. Benar-benar berhati iblis!”


Qing Yue'er mengistirahatkan tangannya di belakang. Jadi, seperti itu. Peri jamur ini membenci manusia karena mereka ingin mengambil esensi dari tubuh mereka? Memangnya apa manfaat dari itu? Dan Mo Jingtian mengatakan mereka berada di pihak yang sama, apa maksudnya?


Dia berpikir beberapa saat. “Hmm, tapi kalian harus bisa membedakan bukan? Apakah gadis polos sepertiku bisa memiliki niat sejahat itu? Aiya, bagaimana pikiran kalian begitu buruk. Hatiku benar-benar terluka mendengarnya.”


Sudut bibir Ying Jun sedikit berkedut. Gadis polos omong kosong. Bahkan, dia yakin sekarang gadis itu pasti sedang bermain trik.


“Ah, aku memiliki hati yang besar. Bahkan, jika aku memiliki sahabat lalu sahabatku berada dalam kesulita pasti aku akan membantunya. Bukankah begitu, Ying Jun?”


Kalau yang ini Ying Jun setuju. Qing Yue'er memang tidak akan segan untuk membantu sahabatnya jika berada dalam kesulitaan. Namun, sepertinya tidak semua orang bisa menjadi sahabatnya. Jadi, itu hanya segelintir.


Peri jamur menjadi sedikit lunak. Mereka tidak begitu mengeluarkan permusuhan seperti sebelumnya. Namun, tetap saja mereka masih waspada kalau-kalau gadis itu tiba-tiba menyerang mereka.


“Apa yang kamu inginkan? Kenapa kalian datang ke sini?” tanya mereka.


“Aku hanya ingin melihat-lihat Pulau Langit yang katanya berbahaya. Apa itu benar?”


Para peri jamur tidak langsung menjawab. Setelah beberapa saat barulah mereka berkata, “Sebenarnya tidak ada yang begitu berbahaya di sini. Mereka yang masuk ke sini memang tidak bisa keluar terutama yang sudah menemukan keberadaan kami.”


Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. “Kenapa kalian bisa seketat itu? Apa kalian benar-benar takut? Atau mungkin orang yang memburu kalian itu masih mencari kalian?”


“Ah, ini memang sedikit memalukan,” ucap salah satu peri jamur. “Banyak yang sudah terjadi dan itu tidak bisa diabaikan begitu saja.”


“Kenapa kalian tidak menceritakannya pada kami? Tentunya kami tidak akan membocorkan pada siapa pun,” ucap Ying Jun.


“Memangnya apa untungnya memberi tahu kalian tentang masalah kami?”


Ying Jun terkekeh. “Tidak ada keuntungannya. Aku tidak ingin berbicara berlebihan. Namun, jika suatu saat nanti aku bertemu dengan musuh kalian ... mungkin aku akan menghabisinya.”


Mereka tampak berdiskusi menggunakn tatapan mata. Setelah beberapa saat akhirnya salah satu dari mereka mengangguk. “Ikutlah denganku. Aku akan menceritakan beberapa hal pada kalian.”


Qing Yue'er mengangguk senang. Dia dan Ying Jun segera mengikuti ke mana peri jamur itu pergi. Mungkin mereka akan mendengarkan sebuah cerita yang bagus.