
Qing Yue'er hendak pergi menemui ibunya. Dia ingin bertanya mengenai identitas ayahnya, tapi tiba-tiba Xie Yang datang menemuinya. Orang tua itu adalah adik dari kakeknya, yang berarti dia juga mungkin memanggilnya kakek.
“Aku ingin berbicara denganmu, Yue'er,” ucap Xie Yang.
Qing Yue'er mengangguk dengan paksa dan membiarkan orang itu masuk ke dalam kediamannya. Dia tidak tahu apa tujuan Xie Yang. Namun, dia tetap harus menghormatinya selama dia tidak menemukan ada maksud buruk di baliknya.
Xie Yang duduk dengan santai sambil memperhatikan guguran bunga prem di luar halaman. Setelah beberapa saat dia membuka mulutnya. “Bagaimana kamu bisa mencapai alam surgawi secepat itu? Apa ibumu diam-diam sudah turun ke bawah untuk membantumu?”
Qing Yue'er tersenyum. Tidak menyangka Xie Yang ini akan langsung bertanya seperti itu. “Bagaimanapun juga di benua Tongxuan ada banyak harta yang bisa digunakan. Kenapa Kakek berpikir ibuku datang membantuku?”
“Yaa, meskipun ada harta pasti itu hanya harta kelas rendah. Bagaimana itu bisa banyak membantu?”
“Kakek, apa Kakek tahu berapa kali aku bertemu ibuku?” tanya Qing Yue'er yang hanya dibalas dengan deheman.
“Aku tidak tahu apakah ibuku diam-diam membantuku atau tidak. Yang jelas aku selalu melakukan upayaku sendiri,” ucap Qing Yue'er. Bahkan, ketika ibunya datang dia tidak menerima banyak bantuan. Ibunya hanya mendorongnya masuk ke Jurang Iblis, yang meskipun pada akhirnya dia mendapatkan beberapa keuntungan.
Namun, tetap saja dia melakukan perjuangannya sendiri. Jika dia tidak bisa keluar dari Jurang Iblis, apa yang akan terjadi? Jika saat itu dia menyerah melawan ratusan iblis, mungkin sekarang dia tidak akan berada di istana Tianjun.
“Kakek, dari pada berbicara tentang masalah ini, kenapa kita tidak berbicara hal yang lebih penting saja?”
“Hal penting apa?” tanya Xie Yang.
“Aku merasa heran, siapakah yang berdiri di sisi klan Liu? Kenapa tidak ada yang mau ikut campur pada masalah ini? Sudah jelas klan Liu yang rakus ingin merebut harta klan Xie. Kenapa orang lain hanya diam saja?”
Xie Yang menatap Qing Yue'er dengan serius. “Karena klan Liu memiliki seseorang yang sudah memiliki nama besar,” ucapnya sambil mengawasi sekitar. Dia takut ada seseorang yang mungkin mendengar pembicaraannya.
Melihat kehati-hatian Xie Yang, Qing Yue'er menjadi semakin penasaran. “Siapa orang itu? Kenapa Kakek harus berhati-hati hanya untuk membicarakannya? Di sini tidak ada siapa-siapa.”
Xie Yang menghela napasnya. “Kamu tidak tahu ini. Tetap saja tidak bisa sembarangan.”
“Apa Kakek percaya dengan kemunculan Taotie?” Qing Yue'er bertanya pada topik yang berbeda, membuat Xie Yang merasa heran.
“Taotie? Aku tidak yakin. Namun, selama makhluk besar itu tidak menyebabkan masalah pada klan Xie, maka aku tidak akan merasa resah,” ucap Xie Yang dengan jujur.
Qing Yue'er menyandarkan tubuhnya. “Bagaimana jika Taotie benar-benar ada?”
“Kenapa kamu bertanya seperti itu? Gadis, sebaiknya jangan membicarakan Taotie. Itu adalah legenda yang menjadi mimpi buruk bagi orang-orang di Celestial.” Xie Yang sedikit memperingatkan Qing Yue'er.
“Baiklah. Karena Kakek tidak mau mendengar sesuatu yang penting maka aku juga tidak akan mengatakannya,” ucap Qing Yue'er sambil tersenyum. Xie Yang ini benar-benar menyia-nyiakan kesempatan. Padahal dia ingin mengatakan bahwa kemunculan Taotie merupakan sebuah kenyataan.
“Kakekmu menyembunyikan identitasmu. Itu berarti dia tidak ingin kamu berada pada situasi berbahaya. Jangan membuat masalah,” ujar Xie Yang.
“Aku tahu, tapi aku ingin bertanya satu hal lagi.”
“Apa? Awalnya aku yang ingin menemuimu untuk berbicara beberapa hal. Ternyata malah kamu yang ingin memeras informasi dariku.” Xie Yang sedikit menyindir Qing Yue'er. Namun, gadis itu tidak banyak bereaksi.
“Apa Kakek mengetahui informasi tentang ayahku?” tanya Qing Yue'er.
Xie Yang sedikit terdiam. “Aku tidak tahu. Aku hanya bertemu beberapa kali dengannya.”
Qing Yue'er menjadi lebih senang. “Bagaimana? Orang seperti apa ayahku?”
Senyum tipis muncul di bibir Xie Yang. “Aku rasa ibumu telah mendapatkan suami yang baik. Bahkan, aku harus memuji pria itu. Bukan hanya penampilannya yang cukup tapi sikapnya juga luhur.”
Perasaan Qing Yue'er menjadi lebih antusias. Dia ingin bertanya banyak hal lagi tapi Xie Yang langsung memelotot padanya. “Jangan banyak bertanya padaku mengenai ini. Apalagi bertanya tentang keberadaannya. Kakek tua ini benar-benar tidak tahu.”
“Bagaimana Kakek bisa tua? Kakek masih muda, pasti masih akan hidup selama jutaan tahun lagi,” puji Qing Yue'er untuk sedikit merayu agar Xie Yang mau memberikan informasi lain.
Namun, Xie Yang tetap mengatakan tidak tahu. Dia menggelengkan kepalanya lalu berkata, “Percuma saja kamu merayuku. Bahkan, jika mulutmu berbusa aku masih tidak akan mengatakan apa-apa.”
“Tidak sekarang.”
“Kenapa?”
“Xie Ying Fei masih belum pulih seperti sedia kala. Dan ... ah, kamu tidak tahu ini, tapi dia akan sedih jika mengingat tentang suaminya. Jadi, tunggulah sampai dia mau mengungkapkannya sendiri padamu.”
Qing Yue'er mengangguk meskipun merasa sedikit kecewa. Mungkin dia harus bersabar sedikit. Lagi pula saat ini dia masih harus fokus dengan klan Liu. “Baiklah. Aku tahu.”
“Kalau begitu aku akan pergi sekarang.” Xie Yang berkata sambil berdiri dari duduknya. Dia berjalan keluar diikuti oleh Qing Yue'er. Namun, gadis itu malah ikut pergi dari kediamannya. Dia pun merasa heran. “Ke mana kamu pergi?”
“Aku, sepertinya aku akan keluar istana. Kakek tenang saja, aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar. Tentu saja aku ingin melihat-lihat keadaan Celestial,” ucap Qing Yue'er.
“Kalau begitu kenapa kamu pergi sendiri? Aku akan menyuruh Linxi mengantarmu,” ucap Xie Yang.
Qing Yue'er menghela napas. Linxi yang dimaksud pasti Xie Linxi yang bertemu dengannya saat pertama kali datang ke istana Tianjun. Merepotkan. Seharusnya dia pergi dengan Mo Jingtian saja, dari pada harus dengan wanita itu.
Dia ingin keluar dari istana untuk pergi ke penginapan besar yang ada di dekat istana Tianjun. Siapa tahu bawahan klan Liu yang menjadi penjaga gerbang, yang berada di bawah kendali trisulanya, sudah menunggunya dengan informasi penting. Jika ada Xie Linxi maka akan sulit menyembunyikan hal ini.
“Tidak perlu, aku tidak akan tersesat juga,” ucap Qing Yue'er menolak Xie Yang. Namun, pria tua itu tampak tidak memedulikan penolakannya. Dengan gerakan cepat dia sudah pergi memanggil Xie Linxi.
“Huh!” Qing Yue'er membuang napasnya. Bahkan sebelum dia bisa mengatakan apa-apa Xie Linxi sudah muncul di hadapannya dengan ekspresi menyelidik. Sepertinya perempuan itu masih tidak menyukainya.
“Aku heran kenapa ayahku harus menyuruhku untuk menemaniku. Jangan pikir aku sudah berdamai denganmu.” Xie Linxi berkata dengan nada tidak senang.
“Jika kamu tidak mau maka tidak perlu pergi menemaniku,” ucap Qing Yue'er. “Lagi pula aku juga tidak ingin pergi dengamu,” lanjutnya dengan lirih.
“Jika bisa maka aku akan menolak keinginan ayahku!”
Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia lebih memilih berlalu pergi dan menutup telinga pada apa yang dikatakan oleh Xie Linxi. Wanita itu hanya salah satu dari tipe nona muda sombong dari keluarga terkemuka.
“Tunggu! Kamu berani mengabikanku?!” Xie Linxi berteriak tapi tetap tidak dipedulikan oleh Qing Yue'er. Akhirnya dengan marah dia pergi menyusul Qing Yue'er hingga keluar dari wilayah istana Tianjun.
Qing Yue'er berhenti dan berbalik menatap Xie Linxi. “Di mana penginapan terbesar yang tidak jauh dari tempat ini?”
“Cih, aku tidak akan memberi tahu padamu sebelum kamu memohon maaf atas sikapmu yang semena-mena padaku!”
“Jika kamu tidak mau memberi tahu maka aku bisa bertanya pada orang lain.” Qing Yue'er berkata dengan tenang. Setelah itu dia langsung menghentikan seseorang yang kebetulan sedang lewat di dekatnya.
“....”
Xie Linxi benar-benar ingin menendang Qing Yue'er. Bagaimana bisa ada gadis yang bersikap seperti itu padanya? Benar-benar membuatnya marah. Lihat saja nanti, dia tidak akan membiarkan gadis itu merasa tenang.
“Terima kasih,” ucap Qing Yue'er pada seorang remaja laki-laki yang sudah memberi tahunya.
Remaja itu tersenyum manis pada Qing Yue'er. Wajah polosnya tampak memerah setelah melihat betapa cantiknya Qing Yue'er. “Aku senang membantumu, Nona Cantik.”
“....”
Qing Yue'er hanya bisa terdiam. Ada saja remaja yang bersikap seperti itu. Akhirnya dia sedikit tersenyum sebelum berlalu pergi. Sedangkan Xie Linxi di belakang langsung pergi mengikutinya juga.
“Berhenti! Kenapa kamu terlihat begitu mencurigakan?!” teriak Xie Linxi. Tiba-tiba saja dia memelotot saat bayangan Qing Yue'er menghilang. Dia mencari di sekitar tapi sosok Qing Yue'er benar-benar tidak ada.
“Ke mana dia pergi? Benar-benar mencurigakan,” gumam Xie Linxi. “Sepertinya dia pergi ke Rumah Shui. Aku akan pergi ke sana juga.”
Tanpa menunda lagi Xie Linxi langsung melesat dengan kecepatan kilat menuju Rumah Shui yang diketahui sebagai penginapan besar bagi orang-orang kaya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Qing Yue'er. Pantas saja ayahnya meminta dia untuk menemani gadis itu. Pasti ayahnya sudah merasa curiga juga.