
Malam ini, Qing Yue’er datang ke dalam dimensinya. Dia memeriksa setiap anggota dimensi dan melepas kerinduannya pada mereka. Bagaimanapun juga, ini sudah lama sejak dia bermain-main dengan binatang-binatang di sana.
Dia duduk di bawah pohon Persik Surgawi yang tengah berbuah. Bulu Terang memberikan beberapa buah persik yang sudah matang padanya. Senyumnya mengembang. “Kau sangat baik.”
“Ini bagus untuk meningkatkan kultivasimu. Mungkin kau bisa menerobos,” ucap beruang itu dengan polos.
Qing Yue’er tersenyum masam. Buah persik itu sudah tidak banyak membantunya. Semakin tinggi level kultivasinya, akan semakin sulit untuk menerobos. Mungkin dia membutuhkan puluhan keranjang persik.
Dulu Mo Jingtian pernah memberinya akses ke dimensi yang berisi persik surgawi. Namun, dia tidak mungkin pergi untuk memintanya lagi. Itu terlalu serakah.
“Nona, aku memiliki ide.” Tiba-tiba Jinlong berbicara. Naga emas itu mengubah wujudnya menjadi pria muda berjubah emas dengan aura dan pembawaan yang sangat berkarisma. Seolah ada darah bangsawan yang mengalir di tubuhnya.
“Ide?” Qing Yue’er memerhatikan Jinlong dengan penuh rasa ingin tahu. Dia penasaran dengan pemikiran binatang ilahi yang terlihat seperti seorang raja muda itu.
“Dengan tingkatmu yang sekarang, kau pasti akan membutuhkan banyak persik jika ingin menerobos. Sayangnya hanya ada satu pohon Persik Surgawi di sini. Jadi, mungkin kita harus mengekstrak dan mengumpulkan sarinya hingga jumlahnya cukup. Setelah itu, kau bisa membuat pil dengan itu.”
“Pil dari Persik Surgawi?”
Kedua mata Qing Yue’er berbinar. Itu gagasan yang bagus. Dia bisa menambahkan elemen dan bahan lain untuk meningkatkan kandungan energi spiritualnya. Mungkin itu bisa membantunya menerobos.
“Jangan bergitu berharap. Satu kali panen pasti tidak akan cukup. Ini akan memakan waktu yang lama.” Suara Taotie yang penuh dengan energi negatif tiba-tiba terdengar. Binatang iblis itu memang tidak bisa membiarkan orang lain hidup dengan nyaman.
“Lalu? Apa kau punya solusinya?” tanya Qing Yue’er. Dia menatap pria berjubah hitam yang tersenyum menyeringai padanya. Sosok Taotie yang berubah menjadi Wu Hei’an benar-benar memiliki ketampanan yang keji.
“Solusi? Tentu saja ada,” kata Wu Hei’an sambil berjalan mendekat. Dia tiba-tiba membungkuk di depan Qing Yue’er dan menatap gadis itu dalam jarak yang sangat dekat.
“….”
Qing Yue’er langsung meninju ke depan. Namun, pria itu dengan cepat menangkap tinjunya. “Nona Cantik, kenapa kau begitu kejam kepadaku? Lihat, sekarang dewa kejam itu tidak memiliki kekuatan lagi. Kenapa kau tidak menjadi kekasihku saja?”
Pada saat itu, tiba-tiba sebuah persik matang menghantam kepala Taotie dengan keras. Daging buahnya langsung pecah dan menjadi jus yang membasahi rambutnya. Binatang iblis itu menggeram marah.
“Siapa yang berani—”
“Aku!” Suara Ying Jun terdengar dengan sengit. “Kenapa? Apa kau pikir aku takut dengan iblis rakus sepertimu? Berani-beraninya menggoda calon istri Dewa Kehancuran!”
Taotie mendengkus lalu melangkah mundur dari Qing Yue’er. Ekspresinya menjadi muram. Meskipun dia berani merayu gadis itu, tapi dia tidak berani menghadapi kecemburuan dan amarah Mo Jingtian.
“Tidak menyenangkan sama sekali,” gerutunya sambil menyilangkan tangan di dada.
Qing Yue’er tersenyum. “Jadi, solusi apa yang kau pikirkan?”
“Bukankah kau menyimpan Vermillion wanita yang jahat itu di sini? Dia adalah Binatang illahi. Jika kau bisa menyempurnakan intinya, itu akan bisa meningkatkan kultivasimu.”
Ying Jun yang mendengar itu langsung mendengkus. “Apakah itu metode iblis?”
“Itu tidak bisa dikatakan metode iblis. Kecuali jika kau melakukannya pada siluman.”
Qing Yue’er membelai dagunya sambil berpikir. Vermillion wanita itu adalah milik Mo Jingtian. Di masa lalu binatang itu pernah memiliki konflik dengannya sehingga Mo Jingtian marah dan menghukumnya.
“Hong Xiayin memang membuat kesalahan di masa lalu. Tapi ….” Dia sedikit ragu. “Ying Jun, bagaimana menurutmu?”
Ying Jun menggeleng. Di masa lalu Hong Xiayin memang sudah membuatnya terluka hingga kultivasinya menurun. Namun, itu sangat disayangkan untuk membunuh seekor binatang Ilahi.
“Bagaimanapun juga, dia masih bisa dimanfaatkan. Dewa juga sudah memberikannya padamu. Mau tidak mau dia harus bekerja untukmu,” ucap Ying Jun.
“Itu benar.” Jinlong mengangguk setuju.
Taotie mendengkus. “Huh, orang-orang baik hati ini benar-benar tidak cocok denganku.”
Qing Yue’er terkekeh. Di antara semua binatang yang ada di sana, Taotie adalah yang paling berbeda. Dia binatang iblis sehingga sifatnya pun lebih berani dan liar.
“Wu Hei’an, seharusnya kau belajar dari mereka.”
“Apa? Belajar? Sayangnya aku lebih suka makan daripada belajar,” jawab Taotie dengan malas.
“Lebih baik aku bermain-main dengan Hong Xiayin. Dia juga cukup cantik,” lanjutnya sambil berlalu pergi.
Ying Jun berdecih. Setelah itu dia segera mengadukan kepada Qing Yue’er bahwa selama ini Taotie sering mempermainkan Hong Xiayin, menggoda, menyiksa, dan juga menindasnya. Binatang illahi itu menjadi begitu membenci Taotie.
Qing Yue’er tidak bisa berkata-kata. Dia tertawa hambar. “Sepertinya aku telah memungut monster penindas yang andal.”
“Baiklah, aku akan memikirkan masalah tentang Persik Surgawi itu nanti. Ini sudah malam. Aku harus menjalankan misiku,” ucapnya sambil menyeringai. Setelah itu dia segera keluar dari dalam dimensi dan pergi menuju kamar yang terletak tak jauh dari kamarnya.
“Mo Jingtian …,” panggilnya dengan suara lirih. “Apa kau sudah tidur?”
Tentu saja tidak ada yang menjawab. Dia menyeringai lalu tanpa ragu segera menendang pintu itu dengan kuat. Hanya dengan satu gerakan, itu langsung terbuka hingga menimbulkan suara gebrakan keras.
Sebuah penyekat ruangan menghalangi pemandangan di tempat tidur. Qing Yue’er berjalan melewati penyekat kayu itu, lalu diperlihatkan dengan Mo Jingtian yang sedang berbaring sambil menutup mata. Topengnya sudah terlepas, menunjukkan wajah tampannya yang tenang.
Qing Yue’er melangkah mendekat. Dia berjongkok di dekat tempat tidur lalu mengamati dan mengagumi wajah Mo Jingtian dalam jarak yang sangat dekat. Sudut bibirnya terangkat. Ujung jari telunjuknya menyentuh hidung mancung pria itu.
Dia terkekeh geli. “Jingtian, hanya ada kita berdua di sini. Jika kau tetap berpura-pura tidur seperti ini, apa kau tidak takut aku akan berbuat macam-macam padamu?”
Mo Jingtian masih tidak berkutik.
“Hmm, atau mungkinkah kau menungguku melakukan itu?”
“Baiklah. Aku akan menghitung dalam tiga detik. Jika kau masih tidak membuka mata pada hitungan ke tiga … aku benar-benar akan menciummu,” ucap Qing Yue’er sambil menyeringai.
Mo Jingtian yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya di balik selimut. Diam-diam dia merutuk dalam hati. Apa gadis itu kerasukan sesuatu? Kenapa tingkahnya menjadi semakin berani?
“Satu ….”
Dia mencoba tidak peduli dengan hitungan itu. Bagaimana mungkin dia tunduk pada ancaman seorang gadis yang jauh lebih muda darinya? Lagi pula, sebuah ciuman saja tidak akan merugikannya.
“Dua ….”
Hati Mo Jingtian tiba-tiba merasa tidak senang. Bagaimana gadis itu bisa berani mengancamnya? Apakah Qing Yue’er menjadi semakin berani karena dia tidak memiliki kekuatan? Apa gadis itu menganggapnya bisa ditindas dan diancam dengan mudah?
“Ti—”
Tiba-tiba Mo Jingtian membuka matanya. Dia menarik tengkuk Qing Yue’er lalu bibir mereka segera bertemu satu sama lain.
Tindakan yang mendadak itu membuat Qing Yue’er terkejut. Telapak tangannya memegang pundak Mo Jingtian. Tiba-tiba pria itu menariknya naik ke tempat tidur dan berguling hingga posisi mereka berubah 180 derajat.
Dia menelan ludahnya melihat Mo Jingtian yang berada di atas tubuhnya dan mengurungnya. Sorot mata pria itu tampak tajam dan penuh niat tersembunyi.
“Hehehe ….” Qing Yue’er tertawa canggung. “Baiklah. Karena kau sudah bangun, maka aku—”
“Yue’er, kenapa hari ini kau menjadi begitu berani kepadaku? Menggodaku dan mengejarku tanpa tahu malu. Apa kau benar-benar tidak tahan untuk segera menjadi istriku?” Sudut alis pria itu terangkat sebelah.
“Bukankah niatku sudah terlihat jelas?” Qing Yue’er bertanya dengan malu-malu. Dia mencoba mendorong pria di atasnya agar menyingkir dari tubuhnya. Namun, Mo Jingtian tidak mau bergerak.
Dia menghela napas dengan cemberut. “Jingtian, aku sudah mendengar masalah di Istana Guang. Lihat, situasinya menjadi semakin tidak pasti. Kenapa kau masih menolak keinginanku?”
Pria itu membelai wajahnya dengan lembut. “Aku perlu memastikan sesuatu terlebih dahulu.”
“Memastikan apa?”
Mo Jingtian tidak menjawab. Pria itu bangkit lalu duduk di tepi ranjang. “Ini sudah malam. Kenapa kau tidak kembali dan beristirahat?”
“Mo Jingtian!”
Pria itu tersenyum lalu menarik tangannya ke pintu keluar. “Selamat malam.”
Kemudian dia menutup pintu kamar begitu saja.
“.…”
Qing Yue’er menggertakkan giginya dengan kesal. Dia menghentakkan kakinya ke lantai dan berteriak, “Jingtian, jika kau terus menolakku, jangan salahkan aku jika aku harus menggunakan cara yang keji!”
Mo Jingtian memejamkan matanya dan mengabaikan ancaman itu. Lagi pula cara keji apa yang akan digunakan gadis itu? Qing Yue’er tidak mungkin menculik atau membunuhnya demi menikahinya.
Dia menghela napas. Tiba-tiba telinganya menangkap suara ringisan kecil dari luar. Apa yang gadis itu lakukan? Apa dia berpura-pura sakit?
Suara ringisan itu berubah menjadi geraman tertahan. Mo Jingtian mengerutkan kening. “Yue’er, apakah ini cara keji yang kau maksud? Mencoba berpura-pura kesakitan?”
Qing Yue’er tidak membalas pertanyaan itu. Dia mencengkeram pilar bangunan di dekatnya dengan kuat. Kepalanya berdengung dan berdenyut-denyut. Darah merah tiba-tiba mengalir dari hidungnya.
“Ying Jun,” dia mencoba memanggil Ying Jun dengan cemas. Namun, phoenix itu tidak menjawab. Dia memanggil Taotie dan Jinlong, tapi hasilnya tetap nihil.
Ini tidak benar. Sesuatu telah terjadi di dalam dimensi.