Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Token Batu dan Rune


Wweenngg!


Serangan qi spiritual terlempar ke arah Qing Yue'er membawa gelombang kuat yang menghancurkan. Serangan itu menciptakan kilatan yang merembet di langit malam. Dengan cepat Ying Jun pun bergerak menghindar ke samping.


Jantung Qing Yue'er seakan berhenti memompa. Awalnya dia berniat untuk menghindari masuk ke konflik ini, tapi sepertinya itu sudah tidak bisa terhindarkan. Dia sudah ditemukan.


Orang yang melemparkan serangan itu adalah orang yang menjadi lawan Han Qiong. Mereka terlihat seumuran, bedanya orang itu memiliki wajah yang lebih dingin.


"Keluar! Bukankah kamu ingin mengintip pertarungan kami?" seru orang itu. Dia menatap ke arah di mana Qing Yue'er berada.


Qing Yue'er memang menggunakan kekuatan roh untuk menyembunyikan keberadaannya agar tak terlihat. Dia pikir ini akan cukup untuk membuatnya aman, tidak disangka kalau dia akan bertemu dengan orang-orang tua ini.


Han Qiong juga merasakan keberadaan orang yang bersembunyi. Dia menghentikan serangannya dan menunggu untuk melihat siapa yang sedang mengamati pertempuran mereka. Itu seharusnya bukan orang biasa karena bisa menyembunyikan keberadaannya. Kemungkinan besar itu adalah seorang spiritualis dunia.


"Haruskah kita mengungkapkan diri?" tanya Qing Yue'er pada Ying Jun. Dia sendiri tidak yakin bisa pergi begitu saja.


"Aku bisa membawamu pergi dari sini. Namun jika kau ingin mengungkapkan diri, lakukan saja," ucap Ying Jun.


"Apa kekuatanmu lebih tinggi dari mereka?" Qing Yue'er bertanya lagi.


"Yo, apa kau pikir aku ini sangat lemah? Mereka baru tahap awal alam duniawi, jauh di bawahku." Ying Jun berkata dengan nada meremehkan. Sepertinya dia memang jauh lebih kuat dari dua ahli alam duniawi itu.


Qing Yue'er berpikir sejenak. Sepertinya tidak akan terlalu merugikan jika dia mengungkapkan diri. Yang terpenting Ying Jun harus kembali ke dimensi dulu agar keberadaannya tidak diketahui oleh orang-orang tua itu. Jangan sampai kejadian lama tentang perebutan phoenix terulang lagi.


Selain itu, dia juga sudah pernah bertemu dengan Han Qiong. Sepertinya orang tua itu bukan orang yang jahat. Jika salah satu dari mereka adalah orang jahat, maka itu seharusnya pria tua yang satunya lagi.


Han Qiong masih menatap pada udara kosong di mana Qing Yue'er berada. Setelah beberapa saat udara di tempat itu pun mulai berfluktuasi. Seorang gadis yang tidak asing di matanya nampak berjalan di udara untuk mengungkapkan keberadaannya.


Kemunculan Qing Yue'er tentu saja membuat Han Qiong terkejut. Mereka bertemu di kota Fuli yang letaknya cukup jauh dari sini, tapi gadis itu sekarang ada di sini seorang diri? Apa dia memang terbiasa berkelana?


Namun bukan itu yang membuatnya terkejut, melainkan tingkat kultivasinya!


Surga, dia masih ingat saat bertemu dengannya gadis itu hanya berada di sekitar level 2 atau 2 alam langit. Namun sekarang lihatlah, dia sudah mencapai level 8 alam langit! Bukankah ini terlalu mencengangkan?


"Old Han, masih ingatkah denganku?" tanya Qing Yue'er tanpa malu-malu. Dia membungkuk untuk memberi hormat, bagaimana pun juga pria tua itu telah membantunya melakukan terobosan kekuatan roh.


Han Qiong mengusir keterkejutan yang ada di hatinya. Dia terkekeh. Tidak menyangka kalau dia sudah memberikan terobosan kekuatan roh pada gadis yang sangat tak terduga. Ini benar-benar tidak sia-sia.


"Heheh. Gadis, bagaimana kau bisa ada di sini? Ini benar-benar saat yang tidak tepat untuk bertemu," ucap Han Qiong dengan sedikit penyesalan.


"Ho, apa ini salah satu muridmu?" Shangguan You yang menjadi musuh Han Qiong mengawasi Qing Yue'er dengan baik-baik.


Dia sendiri terkejut dengan tingkat kultivasinya. Gadis yang mungkin hanya berusia 15 tahun ternyata memiliki kekuatan seperti itu. Bukankah ini adalah bakat yang begitu langka?


"Shangguan You, kamu benar-benar salah. Jangan berpikir untuk melakukan apa pun. Lakukan jika kau sudah bisa mengalahkanku," ucap Han Qiong dengan nada tegas. Dia memang sejak awal tidak menyukai orang tua itu.


"Heheh. Han Qiong, sepertinya aku harus menyudahi pertempuran ini. Jangan berpikir aku sudah menyerah. Aku hanya sedang terburu-buru. Ingat, jika kalian masih tetap melanggar perjanjian maka kami tidak akan segan untuk turun tangan!"


Sangguan You mendengus dan bersiap untuk pergi. Namun matanya melirik untuk menatap Qing Yue'er dengan sedikit peringatan. Entah apa maksudnya, tapi sepertinya dia tidak menyukai Qing Yue'er.


Sedangkan Qing Yue'er yang ditatap hanya diam dan tidak peduli. Dia sedang berpikir, sepertinya pertempuran yang sebelumnya terjadi tidak untuk saling membunuh. Meskipun begitu, kekuatan destruktifnya sudah sangat kuat.


Qing Yue'er tiba-tiba merasakan antisipasi. Bahkan alam duniawi sudah sekuat ini, lalu apa jadinya jika itu adalah ahli alam surgawi? Seberapa menakutkan mereka?


"Xinyu, aku tidak mengangka akan melihatmu di sini," ucap Han Qiong. Dia membelai jenggotnya yang panjang.


"Saat ini aku dalam perjalanan kembali ke kota Fuli. Tidak menduga jika aku akan melihat pertempuran hebat yang terjadi di antara orang-orang kuat." Qing Yue'er menjawab dengan jujur.


"Old Han, kenapa kau harus menjajakan teh-teh itu? Jika dilihat dari segi kekuatan, pasti pak tua ini bukan orang sembarangan," lanjutnya.


Han Qiong langsung terkekeh. Dia memang telah menyembunyikan identitasnya. Tidak ada maksud lain, dia hanya ingin mencari sebanyak-banyaknya anak muda yang berbakat. Bukan hanya yang berbakat, tapi juga harus memiliki pribadi yang menarik.


Contohnya Qing Yue'er yang menjadi salah satunya. Dia membantu membuat Qing Yue'er melakukan terobosan tak lain karena dia merasa cocok dengan kepribadiannya yang baik, meskipun sebenarnya cukup eksentrik.


"Apa kau sendirian?" tanya Han Qiong.


Jika ditanya seperti ini, Qing Yue'er ingin menjawab bahwa dia bepergian dengan ditemani banyak makhluk, yang termasuk satu binatang illahi, dua bayi binatang roh dan satu makhluk iblis. Namun tentu saja dia hanya akan menyimpan kebenaran ini untuk dirinya sendiri.


"Xinyu, aku ingin memperkenalkan diri dengan benar. Aku adalah seorang penatua di Akademi Surgawi. Apa kau pernah mendengarnya?" tanya Han Qiong.


Qing Yue'er tertegun. Dia tidak tahu apa itu Akademi Surgawi dan di mana letaknya. Namun mendengar namanya saja sudah membuatnya merasa penasaran. Akhirnya dia menggelengkan kepala sebagai jawaban.


Han Qiong merasa heran. Bagaimana ada seseorang yang tidak mengetahui akademi besar seperti itu? Jadi sebenarnya dari mana asal Qing Yue'er sampai-sampai tidak mengetahui hal penting ini?


Awalnya dia pikir Qing Yue'er berasal dari Dataran Tengah, karena kebanyakan anak-anak di sana sangat berbakat. Namun sekarang dia menyadari kalau tebakannya salah.


Setelah beberapa saat akhirnya dia memutuskan untuk menjelaskan. Dia memiliki harapan untuk Qing Yue'er. Akan ada baiknya jika dia bisa menarik gadis itu untuk menjadi murid akademi.


Akademi Surgawi adalah sekolah terbesar yang berada di Dataran Tengah. Akademi itu tentu saja jauh lebih besar dari Akademi Xinfeng yang hanya memiliki beberapa ribu murid.


Banyak diketahui oleh orang-orang kalau sekolah itu telah menumbuhkan banyak murid-murid berbakat. Dan jumlahnya tentu tidak terbatas pada ribuan, tapi bisa sampai puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu.


"Jadi aku ingin memberimu ini," ucap Han Qiong sambil memberikan token yang terbuat dari ukiran batu


"Apa ini?" tanya Qing Yue'er.


"Ini adalah token kekerabatan milikku. Nanti jika kau akan belajar di sana, kamu hanya perlu menunjukkan ini pada penatua lain. Pada saat itu mereka akan lebih menghargaimu," ucap Han Qiong.


Qing Yue'er sedikit ragu. Dia belum memikirkan untuk masuk ke sebuah akademi lagi. Apa dia harus menerimanya? Namun ini adalah sebuah kebaikan. Selain itu mungkin dia akan membutuhkannya di masa depan.


Akhirnya setelah berpikir sejenak, dia pun menerimanya. "Baiklah, aku menerima ini tapi aku tidak terlalu yakin bisa pergi ke sana. Meskipun begitu, aku harus tetap mengucapkan terima kasih," ucap Qing Yue'er.


Han Qiong mengangguk. Itu adalah keputusan Qing Yue'er, dia tidak akan memaksanya. Lagipula mereka belum mengenal lebih jauh.


"Baiklah. Semuanya sudah selesai, kalau begitu aku akan pergi," ucap Han Qiong. Kemudian sebelum Qing Yue'er mengatakan sesuatu dia sudah menghilang dari tempatnya.


Qing Yue'er tidak heran. Dia mengalihkan pandangannya pada token batu di tangannya. Di bagian atasnya ada sebuah ukiran kecil yang bertuliskan nama Akademi Surgawi. Selain itu ada tulisan lain dengan ukuran lebih keci yang menarik perhatian Qing Yue'er.


Dia melihat satu rune yang tidak asing. Perasaan ingin tahunya langsung tersulut. Dia mengamati baik-baik. Tidak salah lagi itu, adalah rune yang sama dengan yang ada di rumah batu! Mungkinkah mereka memiliki hubungan tertentu?