Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Kepala Akademi


Keesokan harinya, seluruh akademi menjadi gempar ketika beberapa penatua akademi menemukan ular kalajengking di kediaman mereka. Untungnya karena penatua juga bukan manusia biasa, mereka bisa mengatasi hal semacam itu.


Namun tidak bisa dipungkiri, mereka merasa sangat marah. Siapa yang telah berani menyebabkan kekacauan? Apalagi targetnya adalah para penatua. Orang itu benar-benar terlalu berani!


Ketika berita itu menyebar, semua orang menjadi panik dengan musibah yang terjadi. Mereka takut jika ular-ular itu akan menyebar di seluruh akademi dan menyebabkan bahaya.


"Siapa yang berani melakukan hal keji seperti ini?!" ucap seorang murid dengan wajahnya yang merah karena menahan amarah.


Murid lain menyahuti, "Benar-benar kejam! Mungkinkah itu dari akademi lain?"


"Bagaimana aku tahu, jangan bertanya kepadaku."


"Itu mungkin dari akademi lain yang ingin membuat masalah disini."


Diskusi hangat semacam itu terdengar hampir di seluruh akademi. Bahkan para penatua pun tidak bisa diam saja. Saat ini mereka sedang mengadakan pertemuan untuk menyikapi hal itu.


"Aku benar-benar ingin tahu, siapa yang berani melakukan ini semua," ucap seorang penatua berjubah abu-abu. Tangannya membelai kocokan ekor kuda yang ada di tangannya. Dia adalah Chen Hong, guru dari cabang sastra.


Penatua lain mendengus. "Bukankah sekarang kita ada disini memang untuk membahas hal ini?"


Chen Hong menjadi cemberut. Entah kenapa hubungan antara dia dengan Tang Huanyu menjadi tidak baik sejak Tang Wuming menyebabkan masalah dengan Chen Yanzi.


Kemudian dia berkata, "Tang Huanyu, jangan karena muridmu memiliki konflik dengan muridku lalu kamu juga memendam keluhan denganku."


Wajah Tang Huanyu langsung menggelap saat orang tua itu menyebut muridnya. Sejak Tang Wuming direduksi menjadi cacat oleh orang yang sama sekali tidak diketahui, muridnya itu menjadi semakin gila. Dia sering membuat masalah dengan orang lain. Salah satunya adalah Chen Yanzi, murid kesayangan Chen Hong.


Selama ini Tang Wuming telah banyak disanjung oleh orang lain. Namun sekarang semuanya telah berubah. Kultivasinya telah lumpuh, kedua kaki dan tangannya dipotong habis. Bahkan lidahnya pun tidak terlewatkan. Anak itu benar-benar telah menjadi sampah sepenuhnya.


Belum lama ini dia juga telah mendengar tentang kematian Wei Yuan, salah satu murid yang cukup dia banggakan. Dari laporan yang dia dapatkan, kerajaan Linxiang telah mengalami bencana di alun-alun saat turnamen sedang diadakan. Itu memang cukup menakutkan.


Sampai sekarang bahkan dia masih merasa sedikit kehilangan Wei Yuan, namun dia harus kehilangan Tang Wuming juga. Ini adalah pukulan besar baginya.


Hatinya merasa berdarah. Dia benar-benar ingin tahu siapa yang telah mencelakai Tang Wuming. Namun setelah penyelidikan yang lama, dia masih tidak menemukan siapa pelakunya.


Melihat suasana kedua penatua yang menjadi tidak benar, Zu Tiankong yang duduk tidak jauh darinya langsung mendengus kasar. "Diamlah kalian! Sekarang bukan waktunya untuk mengatakan hal yang tidak penting."


Chen Hong dan Tang Huanyu tidak mengatakan apa-apa. Mereka terdiam dan memasuki pikiran masing-masing.


Penatua Zhou yang duduk di bagian paling depan menatap semua orang dengan tegas. Dia adalah wakil kepala akademi. Karena kepala akademi sedang dalam meditasi pintu tertutup, dia harus menggantikannya.


"Apa pendapat kalian tentang masalah ini?"


Chen Hong membelai kocokan ekor kudanya. "Penatua Zhou, mungkin ini adalah masalah dari Sekte Awan Putih. Mereka sudah lama menyebabkan masalah di akademi kita."


Tang Huanyu segera mencebikkan bibirnya. Dia tidak setuju dengan pendapat Chen Hong. "Tidak mungkin, walaupun Sekte Awan Putih sering menyebabkan masalah, mereka masih menggunakan cara yang bermoral."


"Siapa yang akan tahu? Mungkin saja mereka sudah memutuskan untuk memakai cara yang tidak bermoral," ucap Chen Hong tidak mau kalah.


Penatua lain yang mulai merasakan percikan api di antara keduanya hanya bisa menggelengkan kepala. Namun mereka tidak mengatakan apapun untuk menghentikannya.


"Lalu apa yang ada di pikiranmu, Penatua Tang?" tanya penatua Zhou.


Tang Huanyu melihat ke arah penatua Zhou. "Aku merasa Sekte Seribu Pedang adalah tersangka paling memungkinkan. Bukankah kita pernah membuat perselisihan bulan lalu? Bahkan ketua sekte mereka bersumpah untuk membalasnya."


Penatua Zhou mengetuk-ngetuk pegangan kursinya. Tidak ada jawaban yang memuaskan dari mereka. Tatapannya yang teduh jatuh pada sosok tua yang sedari tadi hanya duduk dengan tenang.


"Penatua Zu, apa yang ada di pikiranmu?" tanya penatua Zhou.


Zu Tiankong mengangkat kepalanya. "Zhou, kenapa kita harus melakukan tebakan acak? Bukankah lebih baik jika kita memeriksa diri kita terlebih dahulu?"


Semua penatua yang hadir menatap serius padanya. Apakah Zu Tiankong mencurigai salah satu dari mereka?


***


Orang yang dipanggil Tuan Long itu terdiam. Sepertinya dia sedang berpikir dengan serius. Setelah beberapa saat dia mengeluarkan suaranya. "Bagaimana dengan wanita itu?"


"Dia akan keluar dari meditasi tepat hari ini," jawab Ouyang Feng.


Tuan Long menganggukkan kepalanya. Sepertinya dia telah mengambil keputusan. "Baiklah. Kamu kembali dan bersihkan semua barang yang mencurigakan."


Ouyang Feng sebenarnya ingin mengatakan hal lebih banyak tentang kekhawatirannya. Namun karena dia sudah diminta untuk kembali, dia harus segera pergi.


Setelah membungkuk dia berjalan keluar dengan hati yang gelisah. Dia bahkan tidak memperhatikan sepasang mata hitam yang tersembunyi mengawasinya dari jauh. Mata itu telah melihatnya keluar dari kediaman Tuan Long.


"Aku menemukanmu!"


Setelah mengatakannya, sepasang mata hitam itu menghilang dalam sekejap, tidak membiarkan orang lain untuk mendeteksi keberadaannya.


Ouyang Feng kembali di kediamannya dengan hati-hati. Saat dia memasuki halaman, dia melihat beberapa penatua inti berdiri di depan pintu. Wajah mereka menggelap membuatnya merasa ada sesuatu yang salah.


"Ouyang Feng, ikut dengan kami," ucap Tang Huanyu dengan tegas.


"Ini ... apa yang sedang terjadi?" Ouyang Feng bertanya dengan hati-hati.


"Tidak ada, wakil kepala akademi ingin bertemu denganmu." Chen Hong berkata dengan santai. Dia terlihat sangat tenang jika dibandingkan dengan suasana tegang penatua lainnya.


Ouyang Feng tentu saja tidak bisa menolaknya. Dengan langkah yang sedikit bergetar dia berjalan mengikuti para penutua lainnya.


Setibanya di aula besar, Ouyang Feng menemukan banyak penatua juga sudah berkumpul disana. Namun tatapan mereka semua terlihat begitu merendahkannya. Ini sangat berbeda dengan sanjungan yang biasa dia dapatkan.


"Ouyang Feng, apa kamu tahu kesalahanmu?"


Penatua Zhou menatapnya dengan serius membuat Ouyang Feng semakin bergetar ketakutan. Apakah dia sudah ditemukan?


"Aku ... Penatua Zhou, apa yang kamu bicarakan?" tanya Ouyang Feng tidak mengerti.


Penatua lain memandangnya dengan jijik dan mencemooh perkataannya. Mereka semua melontarkan dengusan, desisan, bahkan ada yang meludah ke lantai dengan pandangan hina.


"Jangan berpura-pura tidak tahu! Kamu yang sudah melepaskan ular kalajengking, bukan?!" teriak Zhu Wei, seorang ahli alkimia yang diagungkan.


Ouyang Feng menatap Zhu Wei dengan mata melebar. Bagaimana mungkin orang yang sangat akrab dengannya menuduh dia begitu saja?


"Zhu Wei, kamu sudah mengenalku sejak lama. Aku tidak akan berbohong denganmu, tapi aku benar-benar tidak melakukannya!"


Zhu Wei mendengus tidak senang. Dia tidak yakin dengan jawaban Ouyang Feng. Walaupun orang tua itu sangat loyal kepadanya, namun dia juga tidak mau terikat dengan tersangka itu.


"Ouyang Feng, kamu tidak perlu mengelak lagi. Kami semua sudah menemukan buktinya!" seru penatua lain.


Sebelas kotak kayu dilemparkan ke tengah ruangan oleh beberapa orang. Setelah melihat kotak kayu itu, harapannya benar-benar jatuh. Dia memang sudah ditemukan.


Kotak-kotak kayu itu berisi ular kalajengking yang dia simpan di dalam ruang bawah tanah. Dia tidak menduga jika orang-orang ini akan bisa menembus keamanan yang telah Tuan Long buat.


Walaupun begitu, dia juga harus memberikan kebenaran. Dia memang menyimpan ular-ular ini, namun dia tidak pernah melepaskannya untuk menyakiti para penatua lain.


"Semuanya tolong dengarkan baik-baik. Aku mengakui jika aku memang menyimpan ular itu, tapi bukan aku yang telah melepaskannya." Ouyang Feng berusaha untuk menjelaskannya.


"Jika bukan kamu lalu siapa lagi?! Apa kamu ingin menuduh orang lain?!"


Penatua Zhou menjadi tidak sabar. Dia paling benci dengan seorang penghianat seperti Ouyang Feng. Mulutnya terbuka ingin mengatakan lebih banyak, namun segera ia urungkan ketika melihat kedatangan orang lain.


Itu adalah muridnya yang sudah lama diangkat olehnya. Murid itu berjalan ke depan dan membungkuk padanya.


"Guru, Kepala Akademi telah keluar dari pengasingannya."