
Makhluk besar itu mendengus setelah mendengar ucapan Qing Yue'er. Dia menggeram dengan keras hingga tanah kembali bergetar. Sayangnya Qing Yue'er tidak menoleh sedikit pun. Gadis itu mengabaikannya dan terus bergerak ke utara.
Makhluk iblis itu akhirnya hanya bisa menelan rasa jengkelnya. Dia sendiri tidak memiliki kekuatan untuk meninggalkan tempat ini, jadi biarkan saja gadis itu pergi. Lagipula tidak ada tempat yang aman di Jurang Iblis ini.
Namun, ada hal yang membuatnya terkejut. Selama ini hanya ada beberapa orang yang mampu bergerak sampai di sini. Kebanyakan mereka tidak mampu menghadapi iblis-iblis kelas rendah yang tidak memiliki belenggu.
Jumlah mereka tidaklah sedikit. Butuh kekuatan dan tekad yang kuat untuk bisa selamat sampai di sini. Gadis itu masih muda dan sendirian, itu berarti kekuatan dan tekadnya menjadi sesuatu yang melebihi manusia lain pada umumnya.
Iblis itu menatap jauh ke utara. Langit di sana masih tetap merah berapi-api. Mungkin di sana ada peluang untuk keluar dari tempat ini, namun semuanya tidak akan semudah itu.
***
Qing Yue'er terus berlari ke depan. Retakan-ratakan di tanah bukannya berkurang malah jumlahnya semakin banyak. Ukurannya pun menjadi lebih lebar. Yang awalnya hanya seukuran dua jari, kini menjadi selebar jengkal manusia.
Dia menjadi lebih berhati-hati. Ceroboh sedikit saja mungkin akan membuat kakinya tergelincir dan masuk ke dalam lava panas.
Selain itu udara di sana juga terasa semakin panas. Itu benar-benar tanah yang gersang. Kenapa ini lebih seperti gunung berapi? Namun, dia tidak melihat gunung apa pun di tempat ini.
Qing Yue'er menyusuri jalan yang terjal. Kemudian dia melihat beberapa iblis yang terbelenggu lagi. Semakin ke utara iblis yang dia temui akan semakin besar dan menakutkan. Anehnya mereka semua selalu mengatakan hal yang sama, yaitu melarangnya pergi ke utara.
Namun, semakin dilarang bukannya membuat Qing Yue'er berhenti. Dia justru menjadi semakin penasaran dan ingin segera sampai. Mo Jingtian menyuruhnya pergi ke sana, tapi para iblis melarangnya. Dari segi ini saja kedua entitas itu sudah memiliki pemikiran yang bertentangan.
Kali ini Qing Yue'er sudah tidak tahu berapa lama waktu berlalu. Dia menghentikan langkahnya sejenak. Tubuhnya sudah letih, jika dia masih melanjutkan mungkin tulangnya akan rontok segera.
Jujur saja di sini meskipun alamnya terlihat lebih berbahaya, tapi tidak ada iblis yang menyerang. Itu karena iblis-iblis di bagian ini memiliki belenggu yang membuat mereka diam di tempat.
Mungkin dia harus mencari tempat yang lebih aman, untuk beristirahat sejenak memulihkan energinya.
Qing Yue'er meneliti tempat di mana dia berada. Tiba-tiba matanya tertuju pada rumah batu yang ada di sisi tebing. Rumah batu itu terdiri dari susunan-sunanan batu lempengan yang pastinya diambil dari tempat ini.
"Haruskah aku pergi ke sana?" tanya Qing Yue'er pada Ying Jun dan Taotie.
"Ya, sudah berhari-hari sejak kamu datang ke tempat ini. Setidaknya pulihkan dulu tenagamu," balas Ying Jun. Dia tidak mendeteksi adanya bahaya dari rumah batu itu. Mungkin tidak ada hal buruk di sana.
Akhirnya Qing Yue'er berjalan menuju rumah batu itu. Dia mengedarkan kekuatan rohnya sebentar, tapi tidak ada apa pun yang bisa ditemukan. Sepertinya juga tidak ada seseorang yang menempatinya.
Dia memukul pintu yang terbuat dari batu hingga beberapa kali, tapi tidak ada respon apa pun dari dalam. Mungkinkah dia harus membukanya sendiri?
Selain itu di sekeliling tulisan tersebut juga ada rune asing yang saling terhubung. Tangan Qing Yue'er bergerak untuk menyentuh. Ada perasaan asing yang menyentuh hatinya. Itu adalah sesuatu yang terasa kuno.
"Apa kalian tahu apa ini?" tanya Qing Yue'er.
Ying Jun dan Taotie saling melirik. Mereka saling menggelengkan kepala. Entah karena tidak tahu atau karena tidak ingin memberi tahu.
"Rune itu terasa kuno," jawab Ying Jun.
Qing Yue'er langsung mendengus. Bukan jawaban itu yang dia mau, tapi yang lebih spesifik lagi. Kalau itu dia sendiri juga tahu tanpa perlu bertanya.
Dia ingin mengabaikannya, tapi rasa tertariknya telah dibangkitkan. Baru kali ini dia melihat rune yang aneh seperti itu. Mungkin itu adalah peninggalan dari si pemilik rumah ini. Baiklah, mungkin dia harus mencari tahu di dalam.
Akhirnya Qing Yue'er mendorong pintu itu. Cukup berat karena itu memang terbuat dari batu, atau juga karena tidak pernah digunakan lagi. Yang jelas dia cukup menggunakan banyak kekuatan hanya untuk membukanya.
Ketika pintu sudah terbuka, udara yang sedikit pengap langsung masuk ke hidungnya. Dia terkejut karena keadaan udara di sini sangat berbeda dengan yang ada di luar. Jika di luar begitu panas maka di sini sedikit dingin dan senyap.
"Apa rumah ini dibangun khusus?" Qing Yue'er bergumam sendiri. Dia melihat seisi rumah yang berukuran sangat kecil. Itu mungkin hanya bisa ditinggali untuk satu atau dua orang saja.
Tiba-tiba pandangannya terjatuh pada kotak batu yang ada di sudut ruangan. Tidak ada hal lain di sini, hanya ada kotak itu yang telah menyita perhatiannya. Ukurannya tidak begitu besar, mungkin sebesar kepala manusia.
Qing Yue'er langsung berjalan mendekati kotak itu. Kekuatan rohnya tersebar untuk memeriksa apakah ada bahaya yang tersembunyi di sana. Namun, hingga beberapa saat dia tidak menemukan bahaya apa pun.
Dia memegang kotak yang dingin itu, lalu mencari tahu bagaimana cara membukanya. Tidak ada lubang kunci atau sesuatu yang memungkinkan dia untuk membukanya. Hanya ada sebuah ukiran berbentuk bunga Lanhua berkelopak tiga di bagian tutupnya.
"Bagaimana membukanya?" Qing Yue'er mencoba untuk membuka tutup kotak menggunakan tenaganya. Dia bahkan menyalurkan qi spiritual untuk memaksa itu terbuka.
Namun, setelah itu tidak ada pergerakan apa pun. Qing Yue'er menjadi penasaran, apa sebenarnya yang ada di dalam.
"Coba untuk meneteskan darahmu di atas ukiran itu," ucap Ying Jun.
Qing Yue'er tertegun. Mungkin dia harus mencoba usulan Ying Jun. Akhirnya dia menggigit jarinya hingga berdarah. Kemudian dia meneteskan darahnya di atas ukiran bunga tersebut.
Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar membuat Qing Yue'er bahagia. Tetesan darahnya mengalir dan menyebar di seluruh ukiran bunga. Itu tidak banyak namun warna merahnya berhasil menyatukan semuanya.
Tiba-tiba sebuah bunyi 'klik' yang menandakan kunci terbuka pun terdengar. Qing Yue'er langsung mengambil kotak itu dan membukanya secara perlahan.