Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Hasil Pertempuran


Cloud Fairy memberikan salah satu sutra itu pada Qing Yue'er. “Aku pikir ini belum lengkap, tapi kita bisa mencobanya,” ucap Cloud Fairy.


Qing Yue'er segera membuka gulungan itu. Di dalamnya tertulis banyak kalimat yang tidak bisa dia mengerti, tetapi semuanya terasa sangat sarat akan makna. “Apa aku harus membacanya?”


“Hafalkan itu. Aku memberimu waktu dua menit.”


Perasaan Qing Yue'er menjadi tertantang. Sangat mustahil untuk menghafalkan tulisan-tulisan itu dalam waktu yang begitu singkat. Namun dia harus mencobanya.


“Apa kau bisa melakukannya?” tanya Xie Ying Fei.


Qing Yue'er mengangguk yakin. Tanpa mengatakan apa-apa lagi dia langsung membaca semuanya dengan singkat. Setiap kata yang tertulis seakan keluar dari dalam gulungan dan bergerak menerobos memasuki otaknya.


Cloud Fairy tidak ingin mengganggu Qing Yue'er. Dia mengalihkan pandangannya pada Dewa Alkimia yang sedikit demi sedikit mulai mengembalikan kekuatannya. Benar-benar situasi yang mendebarkan perasaan.


“Apa yang kalian rencanakan lagi, hah?! Benar-benar mencari kematian!” Dewa Alkimia menggertakkan giginya. “Tunggu sebentar lagi dan aku akan membuat kalian menyesal!”


Cloud Fairy mendecih. “Berhenti menggertak! Apa pun ancamanmu tidak akan bisa membuatku berhenti,” ucapnya dengan keseriusan tinggi. Dia memang mengatakan yang sebenarnya.


Tubuh Dewa Alkimia akhirnya kembali pulih. Eliksir yang sebelumnya diminum memang benar-benar obat ajaib. Seandainya yang menerima anak panah Cloud Fairy adalah manusia, pasti manusia itu sudah mati sejak tadi.


Dewa Alkimia menyeringai dingin sekarang dia akhirnya mengeluarkan senjata. Dia tidak yakin apa yang sedang direncanakan oleh makhluk-makhluk nakal itu, jadi dia harus mempersiapkan diri.


Cloud Fairy menjadi semakin tidak sabar. Dia menoleh pada Qing Yue'er dan kebetulan gadis itu juga sedang menatapnya. “Aku siap sekarang,” kata Qing Yue'er.


Senyum tipis tersungging di bibir Cloud Fairy. Seperti yang dia inginkan, gadis itu memang tidak pernah mengecewakannya. “Nyonya Xie, tolong tahan b*jingan itu untukku. Aku akan melakukan teknik lain dengan Qing Yue'er,” ucap Cloud Fairy pada Xie Ying Fei.


“Selagi aku bisa, aku akan melakukannya,” jawab Xie Ying Fei.


“Usaha kalian hanya akan sia-sia.” Dewa Alkimia tertawa terbahak-bahak. “Aku tidak akan pernah membiarkan kalian pergi dengan selamat!”


“Banyak omong kosong!” Xie Ying Fei berseru. Tubuhnya meluncur ke depan dan segera memulai serangan pada Dewa Alkimia. Sekali lagi pertempuran kembali terjadi di langit.


Sementara itu, Cloud Fairy segera melakukan tindakannya. Dia duduk bersila di udara dan memerintahkan Qing Yue'er untuk segera mengikutinya. Gadis itu pun langsung melakukan apa yang diminta Cloud Fairy tanpa bertanya banyak hal.


Qing Yue'er dan Cloud Fairy duduk berhadapan. Kedua tangan mereka terjulur ke depan dan menyatu bersamaan. “Baca itu bersama denganku. Jangan pikirkan hal-hal apa pun yang berbau keburukan, kau tahu? Konsentrasi,” ucap Cloud Fairy memberikan instruksi.


Qing Yue'er segera mengangguk mengerti. Setelah itu dia menutup matanya untuk tetap fokus dan konsentrasi. Kemudian dia mendengar Cloud Fairy yang mulai merapalkan mantra. Dia pun segera melakukan bagiannya sendiri yang ternyata berbeda dengan Cloud Fairy.


Ketika keduanya mulai bertindak, sebuah lingkaran cahaya berwarna emas segera terbentuk. Lingkaran cahaya mengelilingi sosok Cloud Fairy dan Qing Yue'er dengan aura keilahian yang melekat kuat.


Dewa Alkimia mengerutkan keningnya dalam-dalam. Dia masih bertanya-tanya tentang ritual atau apa pun yang kira-kira sedang dilakukan oleh kedua wanita busuk itu. Ini membuat perasaannya menjadi sedikit resah.


“Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu mereka!” Xie Ying Fei terus menghalangi jalan Dewa Alkimia hingga pria itu benar-benar marah. Pedang di tangannya berkilat dengan cahaya perak dan tebasan yang membawa kekuatan dahsyat langsung mengarah kepada Xie Ying Fei.


Boomm!


Kali ini Xie Ying Fei bisa menghindar, tetapi untuk selanjutnya dia menjadi sedikit kesulitan. Apalagi Dewa Alkimia melakukan serangan bertubi-tubi yang membuat Xie Ying Fei harus mengeluarkan banyak energi.


Hanya dalam waktu yang singkat, Xie Ying Fei mulai melemah. Sebuah tebasan pedang dikirim sekali lagi padanya dan dia tidak memiliki banyak kesempatan untuk menghindar.


Boomm!


Ledakan keras terdengar dan tubuh Xie Ying Fei langsung terlempar jauh ke belakang. Sebuah luka yang menganga lebar terbentuk di sekitar pundaknya. Darah segar segera mengucur keluar.


“Sudah kubilang untuk menyingkir!” Dewa Alkimia berteriak keras. Tatapannya berubah menjadi ejekan. “Jika bukan karena kipas itu apa kamu pikir kamu layak untuk muncul di hadapanku?!”


Xie Ying Fei menutup lukanya dengan tangan kanan. Rasa sakit yang dia rasakan benar-benar bukan hal sepele. Namun dia tidak bisa membiarkan Dewa Alkimia mengacaukan Cloud Fairy dan Qing Yue'er. Akhirnya dia segera datang kembali untuk menghadang Dewa Alkimia.


“B*jingan!” Tentu saja Dewa Alkimia semakin naik pitam. Dia kembali menyabetkan pedangnya dua kali berturut-turut dan Xie Ying Fei sekali lagi terlempar jauh.


Dewa Alkimia menyeringai dingin. Tubuhnya melesat mendekati Cloud Fairy dan Qing Yue'er. Ketika sudah tiba di dekat mereka, dia segera mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan ....


Bzzzzz.


Sebelum Dewa Alkimia sempat menebaskan pedangnya, cahaya emas yang awalnya mengeliling Cloud Fairy dan Qing Yue'er tiba-tiba mulai bergerak. Dengan kecepatan kilat cahaya emas itu melesat ke arah Dewa Alkimia dan bergerak menabrak kepalanya begitu saja.


“Aarrgghh!”


Pedang di tangan Dewa Alkimia langsung terlepas. Tubuhnya tiba-tiba berlutut, kedua tangannya memegang kepalanya erat-erat. Saat ini dia benar-benar merasakan sakit kepala yang sangat kuat dan membuat pandangan matanya berkunang-kunang.


“Apa ... yang kalian lakukan padaku?!” Dewa Alkimia berteriak dengan marah dan kebingungan. Ini adalah rasa sakit yang sama seperti ketika dia diangkat menjadi dewa. Apa yang sebenarnya terjadi?


Qing Yue'er membuka matanya. Dia dibuat terkejut ketika melihat hasilnya. Dewa Alkimia yang begitu sombong dan sangat sulit dilemahkan kini sudah berlutut dengan kesakitan dan kebingungan. Ini sangat luar biasa!


“Kau akan tahu nanti,” balas Cloud Fairy dengan penuh kemenangan.


Saat itu juga tiba-tiba Dewa Alkimia kehilangan kesadaran dan hampir jatuh dari langit. Namun Cloud Fairy segera mengirim awan untuk menahannya. Dia tidak akan membiarkan b*jingan itu menghilang dari hadapannya bahkan jika hanya sekejap.


“Kita harus pergi dari sini. Bantu ibumu dan mari kita pergi ke Puncak Awan Abadi,” ucap Cloud Fairy. Dia khawatir jika ada dewa lain yang bisa mengendus masalah ini. Puncak Awan Abadi adalah tempat yang cukup aman.


“Baik.” Qing Yue'er setuju. Dia baru menyadari ibunya yang terluka cukup serius. Dia pun segera bergerak untuk menolongnya.