
Feng Ming menjulurkan tangannya di udara. Gumpalan cahaya berwarna ungu gelap berkumpul di tangannya membentuk sebuah bola raksasa. Udara di sekitarnya berkontraksi mengikuti gelombang qi spiritual yang dikondensasikan olehnya.
Dia terkekeh lalu mendengus dengan dingin. "Jangan berpikir karena kita pernah berteman lalu aku tidak akan berani menghancurkanmu!" Tangannya yang memegang kendali qi spiritual berputar-putar di udara, menciptakan retakan-retakan samar yang menakutkan.
Momentumnya begitu kuat, menghancurkan setiap lingkup ruangan yang mengitari bola raksasa. Tekanan yang kuat bisa dirasakan oleh Qing Yue'er walaupun tidak berada dalam jangkauan berbahaya. Dia mengerutkan kening sejenak lalu perhatiannya dialihkan ke Jiang Shu.
Pria tua itu juga mengerutkan keningnya, tapi itu hanya sejenak sebelum kemudian dia memulai gerakannya sendiri. Melintasi jarak yang memisahkannya, dia bergerak dengan kecepatan angin. Auranya bahkan menjadi lebih kuat beberapa kali lipat.
Wooshh wosshh wosshh!
Tubuhnya dilapisi oleh cahaya pendar yang samar. Dengan gerakan yang tidak terduga, dia melompat ke atas dengan tangan yang membentuk segel rumit. Ledakan cahaya merah meluncur cepat ke arah gumpalan cahaya yang dikendalikan Feng Ming.
Feng Ming tidak mau kalah dan dia melakukan flip di udara sebelum bola cahaya di tangannya digerakkan dengan cepat ke depan.
Boomm!!!
Bunyi ledakan yang memekakkan telinga bergema di ruangan yang kecil itu. Dinding-dinding bergetar dengan hebat, bahkan atap ruangan tidak dapat bertahan dari goncangan dan mulai jatuh menjadi reruntuhan.
Jiang Shu dan Feng Ming terdorong ke belakang dengan cukup keras. Wajah mereka cukup tegang bahkan pakaian mereka menjadi berantakan. Namun kebencian di mata masing-masing tidak berkurang. Mereka justru semakin ingin menjatuhkan satu sama lain.
Sebelum suasana semakin berbahaya, Qing Yue'er segera meluncur menghampiri Bai Fu'er dan Ji Fan, lalu membawa mereka berdua keluar dari ruangan. Dengan jalur lintasan udara, dia tidak menemukan penghalang apa pun, apalagi orang-orang di bawah sana sedang fokus dengan pertempuran.
"Bawa kakakku kembali. Biarkan aku yang menyelesaikan ini," ucapnya pada Ji Fan ketika mereka sudah mendarat.
"Tidak. Kita akan kembali bersama." Bai Fu'er menolak permintaan Qing Yue'er. Dia takut sesuatu akan terjadi pada adiknya. Walaupun dia juga tidak dapat melakukan apa-apa, namun perasaannya akan lebih baik jika dia bisa memastikan bahwa Qing Yue'er baik-baik saja.
"Percaya saja padanya. Bukankah kamu yang sering mengatakan jika dia akan baik-baik saja?" Ji Fan berkata pada Bai Fu'er untuk meyakinkan. Bukan karena dia tidak peduli pada Qing Yue'er, tapi karena dia percaya pada kemampuannya.
"Apa yang Ji Fan katakan memang benar. Aku akan baik-baik saja dan ini akan berlaku untuk selamanya." Qing Yue'er berkata dengan penuh percaya diri membuat Bai Fu'er tersenyum mengerti.
"Baiklah, aku akan pergi. Kamu harus hati-hati." Bai Fu'er menepuk bahu adiknya dan berlalu pergi bersama Ji Fan.
Qing Yue'er mengangguk melihat kepergian mereka. Kemudian dia berbalik menatap bangunan yang sudah semakin rusak dengan mata yang menyipit. Dia meluncur terbang melayang di udara, lalu menuangkan kekuatan ke tangannya. Dengan gerakan yang mantap dia melemparkan serangan qi spiritual ke dalam bangunan itu.
Boomm!!
Bangunan yang sudah bobrok itu langsung hancur menjadi runtuhan-runtuhan yang terlihat menyedihkan. Orang-orang yang ada di dalam langsung terkejut dengan apa yang terjadi.
Feng Ming dan Jiang Shu mendongak ke langit. Lalu melihat Qing Yue'er yang sedang mengamati mereka dengan tangan menyilang di dadanya. Gadis itu terkekeh. "Yoo, lanjutkan saja. Aku akan melihat kalian dari sini."
Feng Ming menggertakkan giginya dengan amarah yang semakin meningkat. Dia tidak pernah membayangkan jika gadis kecil seperti Qing Yue'er akan menjadi begitu picik hingga membuat Jiang Shu berhasil dipengaruhi olehnya.
Tapi dia tidak bisa melenyapkan anak itu begitu saja karena Jiang Shu menghalangi langkahnya. Dia tidak pernah diberi kesempatan untuk melakukan serangan pada Qing Yue'er.
Mata Jiang Shu langsung berkilat dengan aneh, alisnya dirajut secara bersamaan. Dia mendongak untuk menatap Qing Yue'er dengan hati-hati. Dia mengetahui teknik apa yang akan digunakan oleh Feng Ming dan bagaimana hasilnya, tapi dia tidak akan berhenti karena Qing Yue'er adalah satu-satunya yang dapat menyembuhkan putrinya.
"Pergi sekarang!!" teriak Jiang Shu kepada Qing Yue'er.
"Jangan berpikir untuk melarikan diri, b*ajingan kecil!" Feng Ming berseru dengan nada yang tertahan. Setelah itu tubuhnya tiba-tiba mengalami perubahan yang tidak bisa dipercaya.
Kedua tangan dan kakinya mulai ditumbuhi oleh bulu-bulu yang tebal. Lalu tubuhnya mengalami transformasi menjadi lebih tinggi dan besar berkali-kali lipat dari tubuh manusia normal. Kepalanya ditumbuhi dua tanduk yang melengkung tajam. Lalu taring yang tajam juga muncul keluar dari mulutnya.
Ggrrrrgghh!!
Suara geramannya mengguncang tanah dengan keras. Tidak ada yang tahu teknik apa yang digunakan oleh Feng Ming, tapi dia benar-benar menjadi sesuatu yang mengerikan. Tubuhnya tidak seperti hewan namun tidak juga seperti manusia. Dia lebih seperti iblis yang keluar dari jurang kematian.
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Dia tidak tahu seberapa kuat makhluk itu, namun dari auranya saja Jiang Shu sudah terlihat ditekan. Nalurinya mengatakan bahaya yang akan segera datang. Apakah dia harus melarikan diri?
"Tolong pergi sembuhkan putriku!! Aku akan menahannya untukmu!" Jiang Shu berteriak pada Qing Yue'er dengan wajah yang memelas. Sepertinya dia benar-benar menginginkan kesembuhan Jiang Yini dan siap menanggung akibat apa pun.
Rooaarrr!!
Feng Ming bergerak dengan cepat ke arah Jiang Shu. Lengannya yang besar dengan kuku-kuku yang tajam bersiap untuk merobek apa pun yang menghalanginya.
Woosshh!
Jiang Shu menciptakan perisai untuk menahan serangan Feng Ming. "Pergi! Apa lagi yang kamu tunggu!"
Awalnya Qing Yue'er tidak berniat untuk menyelamatkan Jiang Yini. Dia hanya menggunakan otaknya untuk mengelabui Jiang Shu, namun melihat bagaimana kasih sayang yang dia berikan untuk putrinya, Qing Yue'er menjadi sedikit luluh.
Dia sendiri tahu bagaimana perasaan Jiang Shu dari sekali lihat. Saat ini pria paruh baya itu akan mempertaruhkan nyawanya selagi Jiang Yini bisa diselamatkan. Bisa ditebak seberapa besar dia menyayangi putrinya.
Akhirnya Qing Yue'er menganggukkan kepalanya. Namun sebelum pergi dia mengambil sesuatu dari rambutnya dan melemparkan benda itu ke arah Jiang Shu. "Gunakan benda itu untuk memaku lehernya!"
Jiang Shu dengan tangkas menangkap benda yang diberikan oleh Qing Yue'er. Dia memeriksa sedikit dan menemukan bahwa itu adalah sebuah jepit rambut perak yang berkilau dengan ketajaman. Setelah itu dia tidak mengatakan apa-apa lagi dan mulai bergerak untuk bertarung melawan Feng Ming.
Boomm boomm boomm!!
Qing Yue'er bergerak di udara dengan cepat. Dia bisa mendengar suara-suara ledakan jauh dari belakang. Langkahnya berhenti sejenak dan dia hanya melayang-layang di udara. Dia membalikkan tubuhnya dan menatap pusat getaran yang masih terasa bahkan ketika dia sudah jauh.
Pikirannya menjadi rumit. Apakah hal-hal yang dia lakukan sudah benar? Tapi dia hanya melakukan semuanya sesuai dengan apa yang dia inginkan. Jika dia dinilai baik maka dia memang baik, tapi jika dia dinilai jahat maka dia hanya akan mengakui bahwa dia memang jahat.
Saat dia sedang bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba suara yang dingin terdengar dari belakangnya.
"Hehe, jangan berpikir untuk melarikan diri."