Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Mo Jingtian dalam Bahaya


Qing Yue’er dan Mo Jingtian berhasil keluar dari dimensi buatan iblis tanpa mengalami masalah lagi. Mereka berdua tiba di padang pasir sebelumnya. Suasana di sana sedikit berbeda karena ada banyak kekacauan yang baru saja terjadi.


Benar. Kehancuran dimensi telah memengaruhi keadaan di padang pasir. Meskipun begitu pengaruh itu tidak terlihat terlalu jelas karena tidak ada bangunan yang berdiri di sana.


“Sudah selesai,” komentar Qing Yue’er dengan puas. Akhirnya satu kelompok iblis sudah berhasil dilenyapkan lagi. Mungkin nanti akan ada kelompok iblis lain yang dilenyapkan.


Qing Yue’er menatap tempat di seberang padang pasir dengan mata menyipit. Di sana dia bisa melihat ada pegunungan hijau yang diselimuti dengan cahaya keemasan yang terlihat cukup cantik.


“Sekarang ayo kita pergi ke sana,” ajaknya.


Mo Jingtian mengangguk. Kemudian Heilong kembali muncul dengan bentuk kuda hitamnya. Mereka langsung naik dan bergerak menuju ke arah Pegunungan Jingcai.


Heilong melesat dengan kecepatan kilat. Hanya dalam waktu yang singkat mereka sudah tiba di tepi padang pasir. Qing Yue’er melihat-lihat ke sekeliling dengan santai, tetapi hal yang mengejutkan tiba-tiba terjadi.


Mo Jingtian meraih tubuh Qing Yue’er dan dengan kecepatan gila membawanya menjauh dari tempat itu. Tentu saja Qing Yue’er menjadi heran sekaligus takut. Apalagi pria itu memasang wajah yang sangat serius.


“Jingtian, ada apa?” tanya Qing Yue’er yang kemudian mengeratkan pegangan tangannya.


Mo Jingtian tidak menjawab. Namun, sesekali dia akan menoleh ke belakang. Akhirnya Qing Yue’er mengikuti apa yang Mo Jingtian lakukan. Dia menoleh dan langsung melihat ada banyak cahaya putih yang mengejar ke arahnya.


Perasaan Qing Yue’er menjadi tidak menentu. Sekarang dia tidak berani bertanya lagi. Apa itu? Kenapa cahaya itu mengejarnya? Dia tidak bisa mengasumsikan terlalu banyak. Yang muncul di otaknya hanyalah sekelompok dewa dari pengadilan surgawi.


“Jingtian, kau harus pergi. Jangan bawa aku bersamamu,” ucap Qing Yue’er di tengah rasa paniknya.


“Jangan berbicara omong kosong,” kata Mo Jingtian. Dia tidak akan pernah meninggalkan Qing Yue’er bagaimanapun juga. Gadis itu hanya akan menjadi kunci bagi mereka untuk menjatuhkannya. Dia tahu ini.


“Kau … pergilah ke dalam dimensi. Aku akan menghadapi mereka sekarang,” ucap Mo Jingtian.


“Bagaimana mungkin?” Qing Yue’er ingin menolak. Namun, tanpa menunggu komprominya, Mo Jingtian sudah terlebih dahulu melemparkan dia ke dalam dimensi.


“Jangan keras kepala. Kita sedang menghadapi situasi yang tidak pasti.” Mo Jingtian berbicara dengan nada tegas. Setelah gadis itu benar-benar tiba di dalam dimensi, dia sendiri langsung menghentikan pelariannya.


Mo Jingtian berputar dan berdiri dengan tatapan dingin. Cahaya yang mengejarnya itu juga langsung berhenti dan menampilkan beberapa sosok agung di udara.


“Mo Jingtian!” Baili Linwu menggertakkan giginya dengan marah. Kedua telapak tangannya sudah mengepal erat.


“Berani-beraninya kau membunuh iblis-iblis itu tanpa perintah dari Pengadilan Surgawi?!”


Mo Jingtian menatap Baili Linwu dengan sedikit mencomooh. Orang itu selalu menggunakan peraturan Pengadilan Surgawi sebagai tameng atas semua perbuatannya. Benar-benar mengerikan.


“Apa salahnya menghancurkan iblis? Bukankah seharusnya aku diberi hadiah?” Mo Jingtian bertanya tanpa merasa takut ataupun terancam.


Tentu saja pertanyaan itu langsung membuat Baili Linwu semakin marah. Sekarang dia menatap Mo Jingtian penuh kebencian.


Kedatangan pertamanya adalah untuk mengawasi tempat ini. Dia tahu di sini adalah sarang iblis yang cukup besar. Dan dia menunggu, menunggu sampai Anak Surga datang.


Benar. Karena sebelumnya Anak Surga sudah merusak dan menghancurkan portal buatannya, maka dia curiga jika iblis-iblis di dekat Laut Tulang Darah juga dihancurkan oleh Anak Surga.


Hari ini dia secara langsung datang ke sini. Berharap Anak Surga itu datang. Yang mengejutkan justru kemunculan Mo Jingtian. Kenapa Mo Jingtian yang melenyapkan dan menghancurkan dimensi iblis di sini?


Baili Linwu masih tidak bisa mengambil kesimpulan. Namun, dia mulai menyimpan banyak kecurigaan. Apakah mungkin Anak Surga itu adalah Mo Jingtian?


Baili Linwu merasa sedikit bergidik. Dia sudah mengenal Mo Jingtian bertahun-tahun lamanya. Namun, dia sendiri tidak pernah benar-benar mengetahui identitasnya.


Jika benar Mo Jingtian adalah Anak Surga, maka ... bukankah pria itu sangat pintar menutupi identitasnya?


Mo Jingtian mendengkus dingin. Dia menatap beberapa dewa yang berdiri di belakang Baili Linwu. Tatapannya berubah menjadi penuh ejekan.


“Bagaimana kalian bisa menutup mata terhadap ini semua?” tanya Mo Jingtian yang tidak memedulikan ancaman Baili Linwu.


“Aku yakin kalian tahu bagaimana sikap Tuan Pengadilan Surgawi yang satu ini. Dewa ada untuk menjaga keseimbangan langit dan bumi, tetapi kenapa kalian justru membiarkan b*jingan ini menghancurkan dunia?!"


Orang-orang itu hanya menunduk dalam diam. Jangankan menjawab, menatap.Mo Jingtian saja mereka tidak berani. Bukan karena takut pada pria itu, tetapi karena apa yang dikatakan oleh Mo Jingtian memang benar adanya.


Itu membuat mereka merasa malu.


“Berhenti berbicara pada mereka! Dasar kau pembelot! Bukankah kau masih tidak bisa lepas dari status kedewaan?” Baili Linwu berdecih, lalu tertawa terbahak-bahak.


“Baguss! Kalau begitu aku masih bisa menghukummu sekarang!” seru Baili Linwu.


Dengan cepat dia mengeluarkan formasi hitam berbentuk rantai tebal. Dia langsung melemparkan formasi itu ke arah Mo Jingtian.


Namun, tentu saja Mo Jingtian tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia langsung mengirim serangan untuk menghancurkan formasi hitam itu.


“Jangan berpikir untuk menghukumku. Kau tidak layak melakukannya,” ucap Mo Jingtian dengan dingin. Tangannya dijentikkan dan api suci langsung muncul menyerang Baili Linwu.


“Benar-benar mencari kematian,” gumam Baili Linwu. Dia menciptakan dinding pelindung dari api suci yang merupakan musuh utama bagi iblis.


“Tuan Pengadilan Surgawi adalah penguasa dunia tertinggi. Apa kau pikir aku tidak akan bisa menjatuhkanmu?” Baili Linwu bertanya dengan mata yang menyipit.


Jika dulu dia tidak begitu dipusingkan dengan keberadaan Mo Jingtian, hari ini juga dia mengubah pikirannya. Justru orang seperti Mo Jingtianlah yang harus dihancurkan!


Sekarang Baili Linwu menjadi lebih serius. Aura di tubuhnya terasa lebih kuat dan bersih. Ini berbeda dari sebelumnya. Sekarang tubuhnya diselimuti oleh cahaya emas yang samar.


Dewa-dewa yang berdiri di belakang langsung menjatuhkan diri dalam posisi berlutut. Itu adalah kekuatan khusus Tuan Pengadilan Surgawi yang bisa menundukkan dewa hanya dengan tekanan aura.


Mo Jingtian merasa tubuhnya menjadi sangat berat. Rasanya seperti ada gunung besar yang sedang menekannya ke bawah. Ini secara alami terjadi karena dia adalah bagian dari para dewa.


Kedua mata Mo Jingtian bersinar tajam. Dia menggertakkan giginya. Mati-matian dia mencoba untuk tetap berdiri dengan tegak. Tidak sudi jika harus berlutut di depan pembunuh seperti Baili Linwu.


“Teruslah keras kepala! Tidak peduli bagaimana kau melawan, kau akan tetap berakhir menjadi kehancuran!” teriak Baili Linwu yang langsung memancing sambaran-sambaran petir di langit.


Mo Jingtian mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia mencoba untuk melawan dengan cara menyiapkan serangan atau apa pun. Namun, aura Baili Linwu terlalu kuat. Dia tidak bisa melakukan apa-apa.


Tubuhnya menjadi gemetar. Dia merasakan cairan hangat yang keluar dari hidungnya dan jatuh menetes ke permukaan jubahnya. Darah itu menyatu dengan warna kemerahan di sana.


Dadanya menjadi semakin sesak. Rasa logam memenuhi rongga mulutnya sebelum akhirnya darah merah mulai keluar dari sudut bibirnya.


Qing Yue'er bisa menyaksikan itu semua dari dalam dimensinya. Dia merasa sangat marah sampai rasanya ingin membunuh semua orang.


Dia marah melihat bagaimana Baili Linwu mencoba menekan Mo Jingtian.


Dia marah melihat bagaimana Mo Jingtian berusaha bertahan seperti itu.


Dan dia marah karena dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu.


Apa yang harus dia lakukan sekarang?