Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Sekte Angin Utara


Pada sore hari kedua, akhirnya Qing Yue'er telah sampai di perbatasan antara Dataran Tengah dengan Tongxuan Utara. Kemudian dia memutuskan untuk singgah sejenak di sana. Mungkin dia bisa melihat kultur di kota yang ramai itu.


Qing Yue'er mendarat di luar gerbang kota. Di sana terdapat plakat bertuliskan ‘Xijing’ yang merupakan nama kota tersebut. Rasanya dia belum pernah mendengar nama kota ini sebelumnya. Kemudian dia berjalan beriringan dengan Taotie. Tangan kanannya memegang pedang yang baru digunakan untuk terbang.


Kebetulan dia sudah membenarkan penampilannya yang berantakan. Beruntung dia menghafal mantra yang diberikan oleh Mo Jingtian untuk kebutuhan manusiawinya. Jadi tidak ada banyak yang perlu direpotkan.


Ketika dia ingin masuk, ternyata dia dihentikan oleh penjaga gerbang. Rupanya ada peraturan yang cukup ketat. Setiap orang yang hendak memasuki kota Xijing diharuskan untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.


“Kenapa sepertinya sangat ketat?" tanya Qing Yue'er pada dirinya sendiri.


Ternyata orang yang berdiri di depannya mendengar gumaman itu. Orang itu langsung berbalik. Rupanya dia adalah pria dewasa dengan tahi lalat besar di pelipisnya. Dia menatap Qing Yue'er sambil mengamatinya. “Nona, akhir-akhir ini lebih banyak terjadi kekacauan di kota. Jadi mau tidak mau mereka harus melakukan ini.”


Qing Yue'er akhirnya mengangguk mengerti. “Terima kasih informasinya.”


Pria itu tersenyum. Dia melihat pedang yang ada di tangan Qing Yue'er. “Apakah Nona datang ke Xijing untuk singgah sementara? Pasti akan mengikuti kompetisi tahunan bukan?”


“Kompetisi?” Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Sesaat kemudian dia menggelengkan kepala. “Aku tidak tahu kompetisi apa itu?”


“Oh, aku pikir kamu tahu. Itu adalah kompetisi pedang terbang. Biasanya hanya dihadiri oleh orang-orang yang menyukai pedang terbang. Siapa yang paling cepat maka dia yang akan menang, itu saja. Bukankah sangat sederhana?” Pria itu berkata dengan antusias. Sepertinya dia adalah salah satu orang yang akan mengikuti kompetisi tersebut.


“Mungkin aku akan melihatnya nanti,” kata Qing Yue'er. Dia tidak begitu tertarik. Mungkin karena tidak mau banyak membuang waktu hanya untuk sesuatu yang tidak begitu menguntungkan.


“Ya, setidaknya kamu harus melihatnya meskipun tidak akan mengikutinya. Itu pasti sangat menyenangkan, apalagi kompetisi tahun ini diadakan di wilayah sekte Angin Utara.”


“Sekte Angin Utara?” Lagi-lagi Qing Yue'er tidak mengetahui tentang apa yang dibicarakan oleh pria itu.


“Kamu tidak tahu sekte Angin Utara?” Pria itu seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri. Dia pikir gadis yang tampak baik itu memiliki wawasan yang luas. Ternyata tidak demikian. “Sebenarnya dari mana asalmu? Kenapa tidak tahu tentang sekte itu?”


Qing Yue'er berdehem. Salahkan saja pengetahuannya yang minim. “Jadi, bisakah Tuan ini memberitahu?”


Pria itu menghela napasnya. “Jika Dataran tengah memiliki akademi Surgawi, maka di sini ada sekte Angin Utara. Sebenarnya sekte itu sudah memasuki wilayah Tongxuan Utara. Mungkin tidak sebesar akademi Surgawi tetapi sekte Angin Utara adalah kekuatan utama di belahan utara ini,” jelasnya.


Akhirnya Qing Yue'er mengerti. Setiap bagian benua pasti memiliki kekuatan utama. Dan sekte Angin Utara inilah yang menjadi kekuatan utama benua Tongxuan Utara. “Jadi seperti itu.”


“Untuk menuju sekte Angin Utara, seseorang biasanya akan melewati kota ini. Jadi, aku pikir kamu akan pergi ke sana juga.”


“Memangnya di mana tepatnya?” tanya Qing Yue'er.


“Tidak begitu jauh. Lagi pula ini sudah di area perbatasan. Kamu hanya perlu melewati hutan Dongshan sebelum akhirnya sampai di wilayah sekte.” Pria itu melirik ke arah gerbang. “Kalau begitu aku akan pergi sekarang. Bersenang-senanglah.”


“Tunggu dulu.” Qing Yue'er menghentikan orang itu. “Ngomong-ngomong kapan kompetisi itu diadakan?”


“Lima hari lagi dari sekarang.”


Qing Yue'er mengangguk. “Terima kasih.”


Orang itu balas mengangguk lalu pergi untuk melakukan pemeriksaan. Sedangkan Qing Yue'er juga sedang menunggu untuk gilirannya.


“Gadis, apa kamu tertarik untuk mengikuti kompetisi itu?” tanya Taotie.


Qing Yue'er merenung. “Sedikit. Mungkin aku akan melihat-lihat dulu. Jika itu menguntungkan maka aku akan mencobanya.”


“Seperti biasa, kamu akan selalu mencari sesuatu yang menguntungkan.” Taotie tertawa sendiri. Gadis itu memang sudah biasa menjadi pemburu keuntungan. Meskipun begitu dia juga harus melakukan upayanya sendiri.


“Bukankah hidup harus seperti itu? Jika bukan untuk sebuah keuntungan, apakah kamu akan bekerja untuk mencari kerugian atau kerusakan?” Qing Yue'er menimpalinya dengan santai.


“Itu benar juga.” Taotie menjawab dengan mata yang menatap ke kejauhan. Senyum sumringah tiba-tiba muncul di wajahnya.


Qing Yue'er memicingkan matanya. Dia mengikuti arah pandang Taotie dan berakhir pada seorang wanita yang baru saja turun dari kereta. Wanita itu masih muda, mungkin di awal dua puluh tahun. Wajahnya tampak cantik dengan kulinya yang putih bersih.


“Jadi? Apa kamu tertarik dan ingin menggodanya?” Qing Yue'er mendengus.


“Itu ide yang bagus!” Taotie hendak melangkah pergi tetapi Qing Yue'er segera menghentikannya menggunakan pedang yang setengah keluar dari sarungnya. “Aku tidak memiliki waktu untuk membiarkanmu bermain-main.”


“Heh? Hanya sebentar.” Taotie menatap Qing Yue'er dengan wajah memelasnya. Dia menyingkirkan pedang yang hendak melukai lehernya. Itu mungkin bukan apa-apa baginya, tetapi dia tidak bisa melawan gadis ini.


“Aku memberimu dua pilihan," ucap Qing Yue'er.


“Apa itu?”


“Menjadi penurut atau kembali ke dimensi?


Taotie langsung membuang napas dengan kasar. “Baik, baik. Aku tidak akan membuat masalah.”


“Itu bagus.” Qing Yue'er mengangguk puas. Kemudian akhirnya giliran mereka berdua yang melakukan pemeriksaan. Itu hanya sebentar sebelum akhirnya penjaga gerbang mempersilakan mereka masuk ke dalam kota.


Setelah itu, mereka pun pergi untuk berjalan-jalan mengelili kota Xijing. Itu adalah kota yang ramai. Memang banyak orang yang singgah di sana. Apalagi mendekati kompetisi pasti akan ada lebih banyak pengunjung.


Keberadaan Qing Yue'er dan Taotie sebenarnya cukup mencolok. Mereka memiliki penampilan di atas rata-rata dan tentunya banyak menarik perhatian orang lain.


“Kenapa banyak sekali pengemis jalanan?” Qing Yue'er bertanya setelah beberapa kali melihat pengemis yang berlalu-lalang.


“Bukankah ini kota yang cukup miskin?” balas Taotie dengan sebuah pertanyaan.


Qing Yue'er tidak mengetahuinya. Matanya cukup tertarik ketika melihat kuil yang sangat ramai. Di sana ada barisan orang yang sedang mengantre sambil memegang mangkuk masing-masing. Di barisan terdepan ada beberapa orang yang sedang mengisi mangkuk dengan makanan.


“Benar bukan? Ternyata ini memang kota yang miskin.”


Qing Yue'er mengangguk. Meskipun ini kota yang ramai, ternyata masih melahirkan banyak orang-orang miskin. Memang, itu semua tidak bisa menjamin kemakmuran penduduknya.


Ketika Qing Yue'er masih mengamati mereka, tiba-tiba dia melihat ada seseorang yang menyambar makanan dari anak kecil. Sedangkan anak kecil yang diminta makanannya itu hanya pasrah. Mungkin karena tidak memiliki kekuatan untuk melawan.


“Nah, bodoh! Jangan berharap untuk makan sore ini. Kamu bisa makan lagi besok pagi.” Setelah mengatakan itu, orang yang baru saja merebut makanan itu langsung pergi dengan mudah dan tanpa rasa bersalah.


“Apa yang terjadi?!” Dia berteriak, mencoba berdiri tetapi tidak berhasil. Kepanikan langsung merasuk ke hatinya.


Sementara itu Qing Yue'er berjalan mendekati anak kecil yang menyedihkan. “Bocah, bisakah aku meminta bantuanmu?”


Anak itu langsung menatap Qing Yue'er. “Memangnya apa yang bisa aku bantu?”


“Aku ingin makan pangsit tetapi tidak tahu harus membelinya di mana. Bisakah aku memintamu untuk membelikannya untukku?” tanya Qing Yue'er.


“Aku tidak memiliki uang.”


“Tidak apa-apa. Pakai saja uangku.” Qing Yue'er memberikan beberapa batu roh pada anak itu.


“Nona, ini terlalu banyak.” Anak itu menggelengkan kepalanya. Kemudian dia mengambil satu batu roh sebelum mengembalikan sisanya. “Satu saja sudah cukup.”


“Baiklah.” Qing Yue'er akhirnya setuju. Kemudian dia melihat anak itu yang langsung pergi. Mungkin untuk membeli apa yang sudah diminta olehnya.


“Dia cukup menyedihkan,” ucap Qing Yue'er. Dia masih ingat bagaimana dulu ketika hidup di bumi sering mengalami kelaparan. “Ayo pergi sekarang.”


“Heh? Pergi? Bukankah kamu ingin pangsit?”


“Tidak, biarkan itu menjadi miliknya.” Kemudian dia mendekati seseorang dan meninggalkan pesan untuk anak yang baru saja disuruh olehnya. Setelah itu, dia pun kembali melanjutkan perjalanan dengan Taotie.


***


Ketika hari sudah malam, Qing Yue'er tidak menginap di kota Xijing melainkan langsung pergi untuk melanjutkan perjalanan. Dia kembali menaiki pedangnya dan terbang melewati hutan Dongshan.


Hutan Dongshan bukanlah hutan yang menakutkan. Mungkin karena letaknya berada di dekat keramaian. Dari atas ketinggian, Qing Yue'er bisa mendengar banyak binatang malam yang saling bersahutan. Terdengar alami di telinga.


Pada pagi berikutnya akhirnya Qing Yue'er sampai di atas benua Tongxuan Utara. Dia melihat ke kejauhan pada satu puncak yang terlihat sangat tinggi. Puncak itu berdiri kokoh dan diselimuti warna putih sepenuhnya. Itu adalah puncak Beifeng Xue yang menjadi tujuan Qing Yue'er sebenarnya.


Pada bagian bawah di sekitar puncak Beifeng Xue adalah hutan hijau yang terlihat sangat lebat. Qing Yue'er dapat merasakan bahwa itu adalah hutan yang jarang didatangi manusia. Tentu saja itu berbeda dengan hutan Dongshan.


“Ini benar-benar menakjubkan,” gumam Qing Yue'er.


Kemudian dia pun mengalihkan pandangannya ke tempat yang berlawanan dengan puncak Beifeng Xue. Dia melihat bangunan yang besar dan diselimuti oleh cahaya transparan. Itu mungkin semacam array atau formasi perlindungan.


Bangunan itu juga berada di sebuah puncak. Namun, itu tidak setinggi puncak Beifeng Xue. Jika Qing Yue'er tidak salah maka itu adalah sekte Angin Utara yang dibicarakan oleh pria di gerbang Xijing.


“Jadi, ke mana kamu akan pergi? Beifeng Xue? Atau Angin Utara?” Taotie bertanya dengan iseng.


Qing Yue'er terdiam sebentar. Setelah beberapa saat akhirnya dia memutuskan. “Angin Utara. Aku ingin melihat kompetisi itu.”


“Bagus.” Taotie mengangguk senang. Mungkin dia akan bertemu dengan banyak wanita di sana. Bukankah itu sangat menyenangkan?


Qing Yue'er mengambil arah ke kiri yang menjadi arah di mana sekte Angin Utara berada. Kali ini dia meningkatkan kecepatannya hingga berkali-kali lipat.


“Hahaha, apa sekarang kamu sedang berlatih?” tanya Taotie setelah tertawa keras.


“Bisa dibilang begitu.” Qing Yue'er menyeringai. Kemudian kecepatannya meningkat sekali lagi. Kali ini lintasannya meninggalkan jejak kerusakan awan di langit. Jika orang lain melihatnya, maka mereka akan berpikir bahwa itu adalah cahaya yang sedang melesat.


“Hebat, hebat! Lebih cepat lagi! Ini akan menjadi sesuatu yang menakjubkan!” Taotie berteriak di udara. Karena mereka terlalu cepat jadi suaranya tertinggal di belakang.


Qing Yue'er tertawa saat menyadari hal ini. Dia ingin meningkatkan kecepatannya sekali lagi. Namun, tiba-tiba dia dikejutkan oleh sesuatu. Sorot matanya menyusut sebelum akhirnya dia membelokkan arahnya dengan tiba-tiba.


Mungkin karena gerakannya terlalu mendadak sehingga Taotie tidak begitu siap. Akhirnya tubuhnya terlempar dari belakang Qing Yue'er hingga beberapa meter jauhnya. Taotie segera menyeimbangkan tubuhnya dengan cekatan. Kemarahan pun langsung menyusup ke dalam hatinya.


“Siapa yang begitu bodoh untuk menabrak orang lain?” Taotie bertanya dengan penuh amarah.


Qing Yue'er mengerutkan dahinya. Barusan dia melihat ada cahaya lain yang melintas di depannya. Itulah kenapa dia segera memutar arah. Jika dia terlambat mungkin dia akan menabrak sesuatu tersebut.


Saat ini dia melihat seseorang berdiri di atas pedang dengan cara membelakanginya. Jika dilihat dari pakaiannya, itu adalah seorang pria. Namun, jika dilihat dari postur tubuhnya, orang itu lebih terlihat seperti seorang wanita.


“Aku menabrak? Aku pikir kalian yang tidak melihat dengan benar.”


Orang itu berbalik. Wajahnya langsung terungkap. Dia adalah seorang wanita yang mengenakan pakaian pria. Dia memegang kipas lipat di tangannya. Rambutnya ditata sedemikian rupa, tetapi sangat cocok di wajahnya. Dia terlihat feminin dan maskulin secara bersamaan.


“Apa? Seharusnya kamu bisa melihat dengan benar jika ada seseorang yang sedang meluncur dengan kecepatan tinggi!” Taotie tidak mau kalah. Itu beruntung karena dia bisa menjaga keseimbangannya. Jika tidak maka dia sudah jatuh dari ketinggian gila seperti ini.


Wanita itu mengabaikan Taotie dan beralih menatap Qing Yue'er. Senyum tipis tampak tersungging di bibirnya. “Gadis, kamu sangat cantik. Bagaimana jika kamu pergi denganku untuk menghadiri kompetisi? Lupakan saja pria cerewet itu.” Saat berbicara dia tampak melirik Taotie sedikit.


“....”


Qing Yue'er tidak tahu bahwa di dunia ini ada orang dengan tipe seperti ini. Sangat menakutkan. Wanita itu berbicara seolah-olah dia adalah pria tampan yang sedang menggoda seorang wanita. Bagaimana dia bisa bertemu dengan orang seperti ini?


“Aku cerewet? Berani sekali kamu berbicara seperti itu.” Taotie mendengus tidak senang. Dia ingin berbicara lagi tetapi Qing Yue'er mengisyaratkannya untuk terdiam.


“Tidak perlu. Aku bisa pergi sendiri,” balas Qing Yue'er masih dengan nada yang sopan. Dia tidak mengenalnya dan tidak bisa membuat masalah begitu saja.


“Oh? Kamu menolakku?” Wanita itu terkekeh. “Bagus. Aku akan menantangmu di kompetisi. Jadi, jangan lupa datang.”


Whoossh!


Sebelum Qing Yue'er bisa berbicara, wanita itu sudah melesat pergi. Bahkan tidak meninggalkan jejak apa pun seolah tidak pernah ada keberadaannya di sana. Itu cukup mengherankan. Sepertinya dia orang yang cukup kuat.


Qing Yue'er membuang napasnya dengan kasar. Ini adalah sebuah kecelakaan. Mungkin lain kali dia harus lebih berhati-hati lagi.


“Kamu harus pergi ke kompetisi! Kamu harus membungkamnya dengan kemenangan. Ah, kamu benar-benar harus mengalahkannya!” Taotie berbicara dengan cepat dan seakan tidak ingin mendengarkan bantahan dari Qing Yue'er.


“Lihat bagaimana situasinya nanti. Sepertinya dia orang yang cukup unik,” ucap Qing Yue'er.