
Naga emas Jinlong tiba di dimensi yang penuh dengan salju. Sejauh mata memandang hanya ada hamparan salju dan beberapa pohon saja. Dia terkejut ketika melihat sosok anak laki-laki yang sudah memicingkan mata padanya. Hanya sekali lihat saja, dia dapat merasakan aura binatang illahi dari tubuh anak kecil itu. Ini berarti tebakannya memang benar, bocah itu pasti adalah jelmaan dari binatang illahi. Tidak salah lagi, dia telah memilih orang yang tepat.
Ying Jun menatap Jinlong sebelum akhirnya mendengus. "Siapa namamu? Jinlong, ya. Aku harus memberi tahu sesuatu padamu. Di dalam dimensi ini kamu tidak bisa menjadi semena-mena. Aku tahu, kamu pasti mengetahui siapa aku dan kita adalah sesuatu yang setara. Namun, ada orang lain yang tidak bisa kau singgung sama sekali."
"Siapa itu?" tanya Jinlong.
Ying Jun melihat umur Jinlong yang masih muda. Selain itu dia baru melakukan transformasi sekarang. Pengalaman hidupnya belum banyak karena naga itu hanya hidup di benua ini saja. Kemungkinan besar dia tidak tahu tentang Mo Jingtian. Jadi, mau tidak mau dia harus memberikan sedikit pengetahuan daripada nanti dia yang terkena akibatnya jika sesuatu terjadi.
"Kamu akan melihat seseorang di dalam," ucap Ying Jun. Jinlong hanya mengangguk sebelum akhirnya Ying Jun membawanya masuk ke dalam gua.
Sementara itu di luar danau semua orang menunggu kedatangan Qing Yue'er. Mereka semua menyaksikan terobosan alam duniawi yang baru saja terjadi. Sekarang mereka akhirnya mengerti, ternyata gadis itu memang luar biasa karena telah berhasil memasuki tahap duniawi di usia yang masih cenderung muda. Sebelum ini mereka tidak tahu seberapa tingkat kekuatannya, sekarang setelah mengetahuinya siapa yang masih berani untuk meremehkannya?
Bahkan orang sekelas Yan Xiao yang banyak dihormati pun baru mencapai alam duniawi belum lama ini. Jadi, sebenarnya dua orang itu adalah orang unggul yang sejenis. Namun, gelar jenius masih belum bisa diberikan pada mereka. Sebenarnya masih ada senior-senior lain yang tertutup atau yang lebih menjauhi hal-hal seperti ini. Mereka adalah orang-orang yang lebih terpisah dari orang lain. Jadi keberadaannya jarang diketahui oleh murid lainnya.
Mereka menunggu Qing Yue'er bukan karena gadis itu telah menerobos, lebih tepatnya mereka penasaran dengan apa yang terjadi pada naga emas yang membawa Qing Yue'er. Apakah itu akan membiarkan gadis itu pergi begitu saja? Mereka masih ragu memikirkannya.
Han Qiong dan Peng Liang menatap ke kedalaman air danau dengan wajah penuh antisipasi. Kedua orang tua itu merasa senang karena Qing Yue'er telah menerobos ke alam duniawi. Melihat hal ini mereka telah memikirkan sesuatu. Legenda mengatakan jika seseorang melakukan kontrak dengan binatang illahi maka kultivasinya akan mendapat pengaruh. Jika seperti itu, bukankah ada kemungkinan jika gadis itu sudah melakukan kontrak?
Ketika mereka semua sedang merasa penasaran, tiba-tiba orang yang ditunggu muncul. Mereka semua langsung memusatkan perhatiannya pada sosok gadis yang sudah basah kuyup. Setelah gadis itu keluar, tidak ada apa pun lagi yang nampak. Lalu di mana naga emas itu?
Qing Yue'er mengabaikan semua orang. Dia mencari teman-temannya yang lain. Setelah menemukan keberadaan Luo Qingqi dan lainnya dia pun bergerak ke sana. Namun, tiba-tiba orang lain menghentikannya. Itu adalah Gu Xingren yang menyilangkan tangan di dada.
"Gadis, di mana naga itu?" tanya Gu Xingren.
"Apa Guru ini benar-benar ingin tahu?" Qing Yue'er balas bertanya.
"Cukup jawab pertanyaanku, siapa yang menyuruhmu untuk bertanya?"
Qing Yue'er tersenyum dengan senang. Itu seperti sedang menunjukkan kebahagiaan yang dia rasakan. "Itu karena dia sudah menjadi binatang kontrakku. Jadi kamu tidak pantas lagi jika bertanya di mana naga itu berada."
Jawaban dan sikap Qing Yue'er tentunya membuat Gu Xingren merasa geram. Selain karena tidak sopan, gadis itu juga terkesan mengejeknya karena sudah mengambil alih naga emas? Dia tidak begitu yakin, tapi memang aura naga itu sudah hilang dari danau. Ada kemungkinan kalau gadis itu yang sudah memindahkannya.
Gu Xingren menjadi marah. Dia sudah mengatakan maksudnya untuk menaklukkan naga, tetapi dia ditolak mentah-mentah oleh sang naga. Itu sungguh melukai harga dirinya sebagai guru yang cukup dihormati, apa lagi tepat di depan murid-murid akademi. Bahkan binatang itu mengatakan kalau dirinya terlalu serakah sehingga tidak pantas untuk menjadi tuannya. Lalu sekarang naga itu telah memilih gadis ini? Memang apa yang membuat gadis ini lebih pantas darinya?
"Aiya, Xingren. Apa kamu ingin membuat kekacauan dengan seorang gadis? Bahkan jika naga itu memilihnya bukankah ini baik-baik saja? Yang terpenting adalah akademi kita membesarkan murid yang memiliki binatang illahi." Peng Liang berkata dengan cukup keras. Dia dan Han Qiong segera mendekati kedua orang itu.
"Hmm. Apa yang kamu tahu?!" Gu Xingren berkata dengan nada yang tidak menyenangkan. Dia tetap merasa jengkel dengan hasil ini. Bahkan kekuatannya jauh lebih unggul daripada Qing Yue'er, tapi ternyata dia masih kalah bersaing untuk mendapatkan naga emas.
"Sudah, mari akhiri semuanya di sini. Sekarang sudah hampir pagi, kalian harus melanjutkan apa yang ingin kalian lakukan." Han Qiong memutuskan untuk membiarkan murid-murid yang lain segera kembali ke tempat masing-masing. Akhirnya kelompok kerumunan pun bubar. Namun, ada juga yang tetap di sana karena masih berharap kalau-kalau ada naga lain yang muncul.
Gu Xingren akhirnya pergi dari sana. Dia mungkin juga tidak bisa melawan Han Qiong atau Peng Liang secara bersamaan. Jadi dia memilih untuk pergi. Belum lagi dia juga masih bisa berpikir dengan baik. Jika dia merebut paksa naga itu maka gadis itu justru bisa menggunakan naga untuk menyerangnya. Itu sama sekali bukan ide yang baik.
Qing Yue'er terkekeh. Sebenarnya itu semua terjadi hanya karena keberuntungan. Dia bahkan tidak melakukan banyak usaha untuk melakukan hal-hal ini. Entah ini keberuntungan atau sebuah takdir tapi semuanya tetap membuatnya merasa senang.
"Guru, kamu harus pergi dari sini. Sekarang semuanya sudah selesai dan aku baik-baik saja," ucap Qing Yue'er. Jika Han Qiong tetap di dekatnya maka itu akan menjadi pelanggaran karena seorang guru tidak boleh membantu muridnya lebih banyak.
Akhirnya Han Qiong dan Peng Liang pun pergi. Qing Yue'er kembali untuk menemui teman-temannya. Ketika tiba di sana, tiga perempuan itu hanya menatapnya dengan tatapan yang rumit. "Apa ada sesuatu yang ingin kalian tanyakan?
"Apa kamu benar-benar sudah melakukan kontrak dengan naga itu?" tanya Jing Ling.
Qing Yue'er hanya mengangguk. Kali ini dia tidak menutupinya karena semua orang sudah melihat penampakan naga sejak awal. Jika dia tidak mengakuinya itu hanya akan membuat mereka penasaran tanpa berhenti bertanya.
"Itu hebat!" Semuanya bersorak dengan senang. Mereka benar-benar takjub karena gadis itu berarti sudah memiliki dua binatang illahi. Suatu pencapaian yang mungkin tidak akan terjadi pada orang lain.
"Ayo, pergi istirahat sampai hari kembali terang. Nanti kita harus mencari binatang roh untuk Jing Ling dan Ming Yuxia," ucap Qing Yue'er untuk mengakhiri acara bahagia tersebut.
***
Ketika hari sudah siang akhirnya kelompok Qing Yue'er pergi meninggalkan danau. Mereka bergerak menuju sisi lain dari hutan Baihu, yaitu sisi timur. Perjalanan yang panjang pun mereka lalui hingga akhirnya sesuatu yang sangat berbeda muncul di depan mata. Qing Yue'er dan lainnya kembali dibuat takjub dengan keadaan hutan Baihu yang ternyata menyimpan banyak keajaiban.
Saat ini apa yang muncul di depan mata adalah hamparan hijau dari padang rumput yang cukup luas. Bukan hanya keindahannya yang membuat takjub, melainkan keberadaannya yang cukup aneh. Di dalam hutan bahkan ada sebuah padang rumput?
"Hmm, ini benar-benar indah, tapi apa ini baik-baik saja? Lagipula apa ada seekor hewan di sebuah padang rumput?" tanya Luo Qingqi dengan heran.
"Tidak ada yang tahu bukan? Mungkin kita harus tetap berhati-hati. Memang ini aneh, apalagi lihat! Mereka tidak begitu datar." Jing Ling berkata dengan membelai dagunya.
Qing Yue'er mengamatinya dengan saksama. Aura di padang rumput itu begitu aneh. Namun, dia tidak dapat memastikan apa itu. Seharusnya di sana mungkin juga ada binatang yang tinggal khusus di padang rumput atau mungkin binatang yang pergi untuk merumput.
"Kita mungkin bisa pergi ke sana untuk melihat-lihat sebentar. Namun tetap jaga kewaspadaan kalian," ucap Qing Yue'er.
Akhirnya mereka berempat masuk ke area padah rumput. Sebenarnya itu adalah tempat yang indah, apalagi langit di atas yang begitu cerah dan biru. Qing Yue'er memimpin mereka di depan. Awalnya dia merasa itu baik-baik saja dan tetap normal. Namun, semakin mereka melangkah entah kenapa apa yang mereka pijak terasa sedikit berbeda.
Jing Ling juga merasakan hal yang sama. Dia melompat-lompat beberapa kali sebelum akhirnya dia berhenti dan menatap ke bawah untuk memeriksa pijakannya. Qing Yue'er juga melakukan hal yang sama, terutama karena dia merasa apa yang ada di bawah kaki mereka sedikit empuk?
Tiba-tiba pijakan mereka menjadi bergetar. Tubuh mereka tergoncang karena apa yang ada di bawah kaki mereka juga bergoncang seperti gempa bumi. "Apa ini sebuah erupsi?"
Qing Yue'er mengedarkan kekuatan rohnya dengan hati-hati. Bahkan inderanya pun lebih dipertajam. Pada saat itulah dia langsung mengutuk dengan keras, "Sial! Pergi! Cepat kembali!"
Mereka berempat tidak berani bertanya dan sibuk untuk melarikan diri sekencang-kencangnya. Mereka berniat untuk terbang, tapi udara di sana tidak mendukungnya. Mereka tidak bisa terbang!
Sura retakan langsung bergema keras di udara. Bukan, bukan sebuah retakan seperti biasa. Itu lebih seperti sesuatu yang telah dibangunkan.