Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Bodoh


Pintu kayu yang awalnya tertutup rapat kini nampak dibuka dari dalam. Seorang pria paruh baya berdiri di ambang pintu dengan waspada. Dia melihat sekeliling untuk memeriksa situasi. Barusan dia mendengar ada suara orang berseru dari luar ruangan itu. Namun dia tidak menemukan siapa pun di luar.


Sorot matanya menjadi gelap. Ekspresinya yang semula sangat waspada kini telah berubah menjadi datar. Dia menghela napas dan kembali masuk ke dalam. Tak lupa pula dia menutup pintu kembali.


Qi Rong dan Jing Ling yang menahan napas akhirnya bisa mengembuskannya dengan lega. Mereka tidak tahu siapa pria itu, tapi jika dirasakan dari auranya yang tak terlihat pasti dia bukanlah orang yang sembarangan.


"Ini semua karena kamu! Sekarang lebih baik diam. Jangan mengatakan apa pun!" Jing Ling berkata dengan nada penuh penegasan.


Qi Rong hanya mendengus. Dia baru bertemu Qing Yue'er, jadi bukankah itu wajar jika dia merasa antusias?


Berbeda dari Qi Rong dan Jing Ling, Qing Yue'er malah merasa tenang. Meskipun orang tersebut menyembunyikan kultivasinya, tetapi dia masih bisa melihatnya. Ya, itu karena orang itu lebih lemah darinya. Pria paruh baya itu berada di level 5 alam langit, selisih tiga tingkat lebih rendah darinya.


Qing Yue'er merenung sebentar. Dia merasa dugaannya menjadi semakin kuat. Di ruangan itu pasti ada hal penting yang disembunyikan. Buktinya pria paruh baya itu langsung merasa waspada saat mendengar ada seseorang di luar.


Selain ini meskipun ruangan tersebut tidak memiliki penjaga, tetapi ada array yang membuat Qing Yue'er tidak bisa memeriksa menggunakan kekuatan roh. Jelas ini sangat berbeda dengan tempat-tempat lainnya.


"Xinyu, aku tidak tahu kenapa kamu bisa sampai di sini. Apa kau sudah mengetahui juga tentang keberadaan sitar itu?" tanya Jing Ling. Dia tentunya heran karena dia baru mengetahui tentang keberadaan sitar beberapa hari yang lalu.


Sedangkan dia sama sekali tidak memberitahu pada Qing Yue'er karena mereka memang baru bertemu sekarang. Jadi dari mana Qing Yue'er tahu tentang masalah ini?


"Aku pergi ke tempat ini karena mencari keberadaanmu. Siapa yang tahu kalau tiba-tiba aku melihat wanita yang mirip dengan Mei Yiran," ucap Qing Yue'er dengan tenang.


Jing Ling tertawa tanpa suara. Jadi usahanya untuk meninggalkan jejak aura telah mengantarkan Qing Yue'er ke sini. Dia tidak berharap kalau ternyata usahanya tidak berakhir sia-sia.


Namun dia cukup tertegun setelah mendengar Qing Yue'er mengatakan bahwa ada wanita yang mirip dengan Mei Yiran. Apa kemungkinan itu adalah orang yang berbincang dengan Mei Yiran di penginapan?


Berbagai praduga masuk ke pikiran Jing Ling. Dia membelai janggutnya sendiri. Jadi apa hubungan kedua wanita itu dengan kerajaan Xirei? Bisakah Mei Yiran tinggal di sini juga?


Qing Yue'er tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Jing Ling. Dia hanya ingin cepat-cepat menemukan sitar dan mengakhiri masalah ini. Dia paling malas jika harus berurusan dengan anggota kerajaan. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang dengan pikiran sempit yang hanya akan menggertak orang lemah menggunakan kekuasaannya.


Tentunya tidak semuanya seperti itu. Namun dia sudah menemukan contohnya, yaitu kerajaan Linxiang yang pernah dia bantai. Orang-orang tamak pasti selalu ada di dunia ini.


Qing Yue'er mendekati pintu yang tertutup rapat. Dia memeriksa dan ternyata itu tidak terkunci sama sekali. Akhirnya dia mencoba untuk membukanya, tentunya dia masih menyembunyikan dirinya dalam bayang-bayang.


Sebenarnya dia tidak tahu seberapa kuat orang-orang di sini. Meskipun kekuatannya sudah meningkat banyak, dia tidak mau ceroboh dan membuat masalah dengan orang lain. Memang pria paruh baya tadi memiliki kekuatan yang lebih rendah, tapi bagaimana jika di sini ada orang lain yang jauh lebih kuat?


Ketika pintu sedikit terbuka, Qing Yue'er langsung mengintip ke dalam. Apa yang bisa dilihat olehnya adalah sebuah ruangan yang terlihat sangat biasa. Ada sebuah altar pemujaan yang terdapat sebuah patung besar di dalamnya.


Patung yang tidak diketahui namanya itu membuat Qing Yue'er cukup tertarik. Dia menyuruh Jing Ling dan Qi Rong untuk tetap di luar sementara dia sendiri pergi untuk memeriksa ke dalam.


Dia bergerak dengan cepat. Orang yang baru saja membuka pintu kini terlihat sedang membuka-buka slip bambu yang tertumpuk di atas meja. Dia sama sekali tidak menyadari keberadaan Qing Yue'er.


Qing Yue'er melangkah dan berhenti di depan altar pemujaan. Dia mengamati patung yang dia sendiri tidak tahu siapa itu. Mungkin leluhur kerajaan ini.


Dia memeriksa barangkali ada sesuatu yang mencurigakan. Qing Yue'er menggeser-geser dan mengotak-atik tempat-tempat lentera yang padam. Biasanya ada mekanisme tersembunyi jika memang ada sesuatu yang tersembunyi.


Namun setelah mencari beberapa saat Qing Yue'er masih tidak menemukan apa pun. Dia hampir dibuat putus asa.


Qing Yue'er melirik ke arah pria paruh baya. Tiba-tiba dia ingin mengutuk kebodohannya sendiri. Kenapa dia tidak memaksa orang ini untuk memeras informasi saja? Kenapa dia malah sibuk mencari sesuatu yang merepotkan?


Dia menepuk dahinya sendiri. Sepertinya dia terlalu berhati-hati sampai menjadi bodoh.


Akhirnya Qing Yue'er pun berjalan mendekati pria paruh baya itu. Tangannya bergerak untuk melemparkan serangan yang tidak begitu kuat.


Woosshh!


"Siapa?!"


Orang itu langsung waspada. Dia memeriksa sekeliling tapi tidak menemukan siapa pun. Belum sempat dia menghela napas serangan yang lain langsung datang untuk melukai lehernya.


Dengan gerakan secepat kilat dia pun menghindarinya. Perasaannya menjadi khawatir. Serangan qi spiritual muncul dari udara kosong, bagaimana mungkin ada hal seperti ini? Mungkinkah ada orang dengan kekuatan tinggi yang mendatanginya?


"Senior ini, bisakah kau menunjukkan diri?" tanya pria itu dengan hati-hati. Dia tidak berani ceroboh karena musuh yang menyerangnya memiliki keunggulan, yaitu menjadi tidak terlihat.


Seperti yang orang lain katakan. Musuh dalam bayang-bayang itu lebih mematikan.


Qing Yue'er ingin tertawa karena dipanggil senior oleh seorang pria paruh baya. Dia langsung menahan tawa dan berkata dengan nada yang mendominasi.


"Aku tahu benda itu ada di sini," ucap Qing Yue'er. Dia tidak langsung menyebutkan sitar, tapi mengatakan benda 'itu' untuk merujuk pada sesuatu yang disembunyikan di tempat ini.


Mendengar pertanyaan Qing Yue'er, orang itu langsung melebarkan matanya. Wajahnya menjadi gugup, sudah pasti memang ada sesuatu yang diketahui olehnya.


"Haruskah aku memaksamu? Atau kamu ingin mengatakannya dengan sukarela?" tanya Qing Yue'er. Dia tidak mau menunggu terlalu lama, apalagi jika harus banyak berdebat dengannya.


Setelah mengatakan itu Qing Yue'er mengeluarkan auranya yang tajam. Aura itu terasa seperti gunung yang menekan pria paruh baya itu. Tentu saja selisih tiga level telah menciptakan perbedaan kekuatan yang begitu besar.


Pria paruh baya itu pun langsung bertekuk lutut karena tidak mampu menahan tekanan itu. Dia merasa ketakutan hingga tubuhnya gemetaran. Di sisi lain dia harus merahasiakan keberadaan sitar. Namun jika dia tidak menjawab pertanyaan Qing Yue'er, mungkin dia akan mati saat ini juga.


"Ampuni aku! Aku akan memberitahu keberadaan benda itu," ucapnya dengan suara yang tercekat. Akhirnya dia memilih untuk egois. Dia tidak mau mati sekarang. Anak dan istrinya masih mengharapkan kepulangannya.


Qing Yue'er tersenyum puas. Ternyata tidak sulit untuk memeras informasi. Nyatanya berakting menjadi orang kuat akan menipu orang-orang bodoh.