
Langit di atas hutan timur jauh lebih gelap daripada tempat lain. Berbagai suara geramaman, ringisan, keluhan dan gerutuan terdengar hampir di seluruh hutan. Itu adalah iblis-iblis yang berkumpul dan saling berkelahi, meributkan dan memperebutkan hal-hal sepele.
Bukan hanya itu. Beberapa iblis bahkan memakan teman mereka sendiri dengan kejam. Rasa lapar dan bosan yang sudah lama ditahan memang membuat mereka lebih sensitif dan agresif.
Mo Jingtian dan Di Moxie sudah tiba di atas hutan itu. Namun, mereka tidak turun, hanya mengamati iblis-iblis itu dari langit.
Di Moxie menghela napas. “Setelah ratusan ribu tahun terkurung di dunia bawah, mereka telah menjadi iblis yang ganas.”
“Sekarang mereka setidaknya setingkat dengan kultivator alam surgawi. Manusia biasa akan menjadi mangsa sepele bagi mereka,” sahut Mo Jingtian.
“Benar. Aku bisa merasakan kehadiran dewa di sini. Seharusnya seseorang sudah diperintahkan untuk menjaga iblis-iblis ini,” Di Moxie berkata dengan kening berkerut.
Jika dia menyerang sekarang dan membuat kekacauan di sini, dia khawatir dewa itu akan memanggil Baili Linwu. Itu pasti akan berbahaya bagi Mo Jingtian.
“Tidak perlu terburu-buru. Aku hanya ingin melihat mereka, bukan ingin menghancurkan mereka,” kata Mo Jingtian yang terdengar tenang.
Akhirnya Di Moxie mengangguk mengerti. Mungkin Mo Jingtian memiliki rencana lain dan dia tidak akan mengganggunya. “Lalu siapa yang akan kita temui?”
Mo Jingtian tersenyum. “Ayo pergi ke tanah mati. Mereka seharusnya sudah tiba di sana.”
Di Moxie terkejut dan menjadi semakin penasaran. Dia segera membawa Mo Jingtian menuju tanah mati yang diketahuinya sebagai salah satu tempat yang bersejarah bagi pria itu.
Hanya dalam sekejap, mereka sudah tiba di tempat tujuan. Tanah mati yang biasanya suram dan sepi kini menjadi lebih hidup dengan kehadiran makhluk-makhluk bersayap dengan bentuk yang berbeda-beda.
Ada yang seperti manusia normal tapi memiliki telinga runcing, ada yang lebih kecil, ada juga yang transparan. Mereka, baik pria maupun wanita, semuanya memiliki wajah yang cantik dan tampan.
“Ini ras peri.” Di Moxie menatap mereka dengan takjub.
Sudah lama sejak ras peri menghilang. Mereka menyembunyikan diri dan menjauh dari manusia. Banyak orang yang tidak mengetahui eksistensi mereka, dan berpikir mereka sudah musnah dimakan usia.
Namun, saat ini, ada begitu banyak ras peri berkeliaran di tanah mati. Mereka terlihat sangat hidup dan penuh semangat. Hanya dengan melihat mereka saja, hati seseorang akan menjadi lebih bahagia.
Ketika melihat Mo Jingtian dan Di Moxie datang, mereka segera berkumpul dan menyambut dengan penuh hormat dan kesopanan. Semuanya terlihat begitu harmonis.
Mo Jingtian tersenyum. “Kalian sudah bersusah payah meninggalkan Gunung Xiannu.”
Salah satu peri menjawab, “Tuan Dewa, ras peri kami pernah dibantai oleh pengikut-pengikut iblis. Kami tidak akan membiarkan mereka menang.”
Mereka mengangguk setuju. Keceriaan mereka sebelumnya digantikan dengan tekad dan kebencian. Mereka adalah makhluk yang baik, tapi jika menyangkut musuh, mereka juga bisa menjadi kejam.
“Bagus.” Mo Jingtian mengangguk puas.
Pada saat itu, sosok wanita yang bergerak menaiki awan datang mendekat. Tubuh indahnya yang begitu menggoda dibalut dengan pakaian yang tipis dan terbuka. Wajahnya diselubungi dengan kabut awan yang membuatnya menjadi misterius.
Mo Jingtian tidak terkejut ketika melihat Cloud Fairy atau Lin Ruo. Wanita itu masih sama seperti dulu dengan penampilannya yang begitu terbuka dan tanpa aturan. Namun, dia tidak begitu memedulikan itu.
Berbeda dengan Mo Jingtian yang santai dan acuh tak acuh, Di Moxie yang ada di sebelahnya langsung menghela napas panjang melihat Cloud Fairy. Pria itu lalu menurunkan pandangannya, berpikir kenapa ada wanita yang berpenampilan begitu tidak sopan?
“Tuan Mo.” Cloud Fairy memberi hormat pada Mo Jingtian. Setelah itu, dia beralih menatap Di Moxie. Diam-diam bibirnya tersenyum lebar melihat sikap pria itu yang begitu sopan.
Pria tampan itu sedikit terkejut. “Nona ternyata bisa mengenaliku dengan cepat.”
Cloud Fairy tertawa kecil. Tawanya terdengar merdu dan anggun. “Ada banyak orang yang mengagumi Dewa Air. Bagaimana mungkin Lin Ruo tidak tahu?”
Di Moxie akhirnya mengetahui nama wanita itu. Dia tersenyum sopan dan mengangguk tanpa mengatakan apa-apa.
Sikap pria itu membuat Cloud Fairy merasa gatal. Dia ingin melangkah lebih jauh untuk menggodanya, tapi Mo Jingtian segera menegurnya, “Lin Ruo, aku memanggilmu ke sini bukan untuk menggoda seorang dewa.”
Wanita itu tertawa. “Tuan Mo, kau begitu terus terang,” ucapnya tanpa malu-malu.
Suara langkah kaki yang sangat banyak tiba-tiba terdengar dari langit. Itu bahkan menciptakan gemuruh yang membuat siapa pun yang mendengar akan merinding.
Semua yang ada di sana langsung mendongak, tapi tidak ada sesuatu yang terlihat. Awan gelap yang suram hanya menunjukkan gelombang kacau seolah-olah itu sedang dilewati oleh pasukan tentara dalam jumlah yang banyak.
Suara langkah kaki itu semakin dekat. Mereka mengerutkan kening dengan bingung. “Apa ini? Apakah ada pasukan yang datang?”
Para peri di sana menjadi waspada. Bahkan jika iblis tidak bisa terbang, mereka tetap khawatir dengan kemungkinan pasukan dewa yang lain.
Beberapa saat kemudian, tirai awan seolah terbuka secara perlahan. Itu mulai memperlihatkan pemandangan yang memesona dan menakjubkan dari pasukan perang yang berjalan dengan kompak.
Pasukan itu terdiri dari pria yang memiliki tubuh besar dan berotot. Mereka memakai armor dan helm besi yang sangat tertutup sehingga orang tidak bisa melihat penampilan mereka yang sebenarnya.
Di depan pasukan itu, ada empat pria yang memimpin. Mereka semua memakai pakaian hitam yang sama. Dibandingkan dengan pasukan di belakang, keempat pria itu terlihat lebih hidup.
Di Moxie mengangkat sudut alisnya. Dia mengenali pria-pria berpakaian hitam itu. Mereka adalah bawahan Mo Jingtian yang salah satunya adalah Mo Feng.
Itu membuatnya terkejut. Dia langsung berkata kepada Mo Jingtian, “Sepertinya kau sungguh sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.”
Mo Jingtian tersenyum menyeringai. “Hidupku akan sia-sia jika selama ratusan ribu tahun ini tidak melakukan apa pun.”
Pasukan itu perlahan berjalan turun masih dengan langkah yang kompak. Para peri yang ada di bawah langsung minggir. Mereka ingin memberikan ruang untuk pasukan-pasukan misterius itu.
Pemandangan turunnya pasukan perang itu ke bumi tampak sedikit tidak manusiawi. Formasi mereka begitu solid dan tak tergoyahkan. Bahkan tanpa terdengar keributan apa pun, mereka sudah membentuk tiga kelompok barisan di depan Mo Jingtian.
Cloud Fairy terkesima melihat itu. Ini adalah pertama kalinya dia melihat pasukan berjumlah ribuan yang begitu kaku dan dingin, begitu tertata dan juga kompak. Dari mana datangnya mereka?
Mo Feng dan ketiga pria lainnya langsung berlutut pada Mo Jingtian. “Seperti yang Tuan perintahkan, kami telah membawa mereka ke sini.”
Mo Jingtian mengangguk dan menatap mereka dengan puas. “Baili Linwu memiliki pasukan iblis, tapi aku juga tidak datang dengan tangan kosong.”
Dia menggumamkan mantra lalu mengibaskan tangannya. Serpihan cahaya emas bertebaran dan terbang ke arah pasukan itu. Masing-masing dari mereka menerima serpihan cahaya itu.
Seolah baru saja diberi nyawa, mereka secara serentak langsung berlutut dan berkata, “Kami memberi hormat kepada Tuan.”
Di Moxie yang melihat itu menjadi semakin kagum. “Sungguh ciptaan yang hebat. Mereka seharusnya setara dengan kultivator alam surgawi tingkat menengah ke atas.”
Para peri yang mendengar itu langsung terkejut, bahkan Cloud Fairy juga terheran-heran. Apa maksud Di Moxie? Mungkinkah pasukan itu sebenarnya bukan manusia?