
Taotie kembali masuk ke dalam dimensi dengan perasaan yang penuh dengan kegembiraan. Sedangkan Qing Yue'er membenarkan pegangan pada trisulanya sambil mempersiapkan diri. Ketika pria itu kembali menyerang, dia langsung menyambutnya.
Pria itu menggunakan tangan kosong, tetapi kuku panjangnya sudah sama persis seperti senjata tajam. Qing Yue'er harus berhati-hati saat menghindar. Meskipun tampaknya pria itu lebih lemah, dia mengakui jika pria itu unggul dalam bergerak. Sepertinya dia menggunakan teknik khusus untuk meningkatkan kecepatan.
Ketika keduanya beradu kekuatan, ruangan yang luas itu menjadi bergetar. Suara ledakan dan ledakan tak henti-hentinya terdengar. Di sela-sela pertempuran itu Qing Yue'er bertanya, “Kalian mencoba menjebak manusia agar datang ke sini, kan? Apa kalian ingin memakan mereka atau apa?”
Pria itu mendengkus. Tangannya terus diayunkan ke depan, tetapi trisula Qing Yue'er selalu berhasil menepisnya. “Bukan urusanmu!”
“Tentu saja itu urusanku. Kalian masuk ke Celestial berkat bantuan Pengadilan Surgawi. Apa yang sebenarnya mereka rencanakan?!” Qing Yue'er bertanya dengan keras.
Mendengar pertanyaan Qing Yue'er membuat pria itu sedikit terkejut. Siapa gadis itu hingga bisa mengetahui masalah ini? Awalnya dia hanya mengira jika Qing Yue'er adalah gadis yang ingin berlagak menjadi pahlawan. Namun, sampai di sini dia akhirnya menyadari persepsinya yang salah.
“Siapa kau? Kenapa mengetahui tentang ini?” Pria itu menjadi tidak fokus. Dalam hal ini Qing Yue'er memanfaatkan kesempatan untuk menghantam perut lawan menggunakan trisulanya.
Pria itu lengah. Tubuhnya dipukul mundur dan merasa perutnya diaduk oleh kekuatan tertentu. Dia menyipitkan matanya menatap Qing Yue'er. Gadis itu sama sekali tidak mudah dihadapi. Akhirnya dia menggerakkan tangannya membentuk segel.
Tiba-tiba asap hitam keluar dari kedua tangannya yang sedang bergerak. Qing Yue'er merasa menjadi lebih waspada. Sepertinya saat ini dia sedang melihat bagaimana pria itu menggunakan teknik iblis.
Asap hitam yang awalnya hanya sedikit mulai berubah membesar dan membentuk sosok makhluk yang tidak diketahui. Makhluk itu memiliki dua tanduk di kepala. Tubuhnya tidak berbeda jauh dari manusia, hanya saja lebih besar dan tinggi. Matanya berwarna ungu, itu adalah makhluk iblis. Jadi ini seperti iblis memanggil iblis.
“Hmm. Apa ini? Gadis manusia?” Makhluk itu menatap Qing Yue'er dari atas ke bawah. Tiba-tiba permusuhan yang ditampilkan sedikit berkurang dan berganti menjadi ketertarikan. “Zhu Qin, apa aku harus membunuhnya? Tidak, aku rasa dia memiliki penampilan yang luar biasa.”
Pemimpin iblis yang ternyata bernama Zhu Qin menjawab, “Lakukan sesukamu. Aku hanya tidak ingin melihat wajahnya.”
Makhluk bertanduk itu langsung tertawa terbahak-bahak. Kemudian dia menatap Qing Yue'er dengan seringai jahat. “Gadis, jika kau bisa menyenangkanku maka aku tidak akan membunuhmu!”
“Pei!” Qing Yue'er langsung meludah. Makhluk gila macam apa itu? “Omong kosongmu terdengar sangat menjijikkan,” ucap Qing Yue'er dengan datar.
“Kau tidak mau? Hmm, apa aku harus memaksamu?!” Tiba-tiba tangan makhluk itu memanjang hingga bermeter-meter dan mencoba meraih Qing Yue'er. Jari-jarinya yang panjang dan penuh cakar tidak digunakan untuk melukai gadis itu, tetapi sebaliknya ingin merobek pakaiannya.
“K*parat. Kau benar-benar makhluk tak tahu malu!” rutuk Qing Yue'er setelah berhasil menghindar. Dia cukup terkejut melihat bagaimana makhluk itu bisa memanjangkan tangannya seperti itu. Hanya dengan berdiri di tempat pun bisa menyerang orang lain.
“Ckck. Mulutmu benar-benar liar. Aku ingin mendengar apakah kau masih bisa berkata kasar seperti itu di atas tempat tidur.” Makhluk bertanduk itu justru menjadi terobsesi pada Qing Yue'er. Inilah alasan kenapa Zhu Qin memanggilnya. Dia tahu makhluk bertanduk itu pasti akan terobsesi pada gadis cantik semacam Qing Yue'er.
Qing Yue'er marah setelah mendengar apa yang baru dikatakan oleh makhluk itu. Dia menggertakkan giginya dan bersiap menyerang. Namun, tiba-tiba sebuah cahaya emas melesat cepat dari tempat yang tidak diketahui dan berhenti di depan makhluk bertanduk.
Cahaya emas itu berubah wujud menjadi sosok yang tidak asing di mata Qing Yue'er. Itu Mo Jingtian. Pria itu melayangkan kakinya begitu saja dan menghantam mulut si makhluk bertanduk. “Jangan pernah katakan kalimat tabu itu,” kata Mo Jingtian dengan dingin.
Sebelum si makhluk bertanduk bisa merespons, Mo Jingtian sudah terlebih dahulu bergerak memotong lengan Zhu Qin yang memiliki banyak cakar. Kemudian dia menggunakannya untuk merobek mulut si makhluk bertanduk.
Semuanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Zhu Qin hampir tidak tahu apa yang terjadi sebelum tiba-tiba merasakan sengatan rasa sakit di lengannya. Dia baru menyadari bahwa saat ini tangan kanannya sudah menghilang.
“Kau ....” Dia tergagap tidak tahu harus mengatakan apa. Rasa sakit dan juga ketakutan membuatnya tidak bisa berbicara dengan baik.
Sementara itu si makhluk bertanduk menjerit kesakitan ketika mulutnya benar-benar dirobek. Asap hitam menguap dari lukanya, bukannya darah. Itu karena tubuhnya memang dibangun dengan konstitusi khusus.
Dia menatap Mo Jingtian dengan mata yang berapi-api. Dia ingin berteriak marah, memaki dan bertanya, tetapi dia tidak bisa melakukan itu. Hanya ada suara ‘wuwuwu’ yang keluar dari mulut robeknya.
Tidak sampai di sana. Mo Jingtian masih belum merasa cukup dan amarahnya belum mereda. Akhirnya dia menggunakan lengan bercakar Zhu Qin untuk menggaruk dan merobek bagian intim si makhluk bertanduk. Tentu saja ini membuat makhluk itu semakin menjerit.
Zhu Qin yang melihat ini langsung mengapitkan kedua kakinya. Membayangkan saja sudah membuat pangkal pahanya merasa dingin, apalagi jika itu benar-benar terjadi padanya. Beruntung tadi dia tidak mengatakan hal macam-macam pada gadis itu.
Mo Jingtian masih belum merasa puas. Kemudian dia mengunci tubuh makhluk bertanduk itu agar tidak bisa berubah atau menghilang menjadi asap. Setelah itu dia memotong kaki dan tangannya juga.
“Wuwuwu ....” Makhluk bertanduk itu menangis semakin keras. Siapa yang tahu ternyata di balik penampilannya yang mengerikan, dia adalah iblis yang tidak bisa menanggung rasa sakit.
Tatapan mata Mo Jingtian beralih pada Zhu Qin. Pria itu menjadi semakin pucat setelah ditatap oleh Mo Jingtian. “Aku ... aku, maafkan aku! Ampuni aku!” Dia jatuh berlutut dengan penuh ketakutan. Jika pria itu bisa dengan mudah menyakiti makhluk bertanduk, maka akan lebih mudah juga untuk menyakiti dirinya.
“Meminta ampun padaku adalah hal yang sia-sia.” Mo Jingtian mengepalkan tangannya dan langsung menghantam kepala Zhu Qin. Kemudian kepala itu langsung pecah dengan isi yang berhamburan.
Makhluk bertanduk menjadi semakin putus asa. Dia yakin setelah ini akan menjadi gilirannya yang dikirim ke neraka. Namun, ternyata tidak seperti itu. Ini lebih menyakitkan daripada sekadar mati. Tubuhnya dilempar ke dinding dan dipakukan di sana.
“Sebenarnya aku tidak ingin ada iblis yang tinggal di Celestial. Namun, kau bisa tetap di sini untuk selamanya,” ucap Mo Jingtian. Meskipun itu tidak dengan nada sedingin sebelumnya, tetapi makhluk bertanduk itu justru menjadi semakin ketakutan.
Bagaimana mungkin tidak takut? Ini hanya menandakan bahwa dia akan merasakan penderitaan yang panjang dan tidak ada habisnya. Lebih baik dia mati daripada harus setengah mati dan setengah hidup seperti itu!
Diam-diam Qing Yue'er menelan ludah. Kemarahan yang sebelumnya menghinggapi hatinya gara-gara ucapan si makhluk bertanduk, kini sudah menghilang. Ini adalah pertama kalinya dia melihat Mo Jingtian marah sampai titik seperti ini, di depan matanya sendiri. Ternyata memang menakutkan.
Qing Yue'er segera berjalan mendekati Mo Jingtian dan meraih tangannya dengan lembut. “Kau harus sedikit lebih berbaik hati bukan? Kau mungkin akan menerima hukuman jika menjadi terlalu kejam.”
Mo Jingtian akhirnya menunduk menatap Qing Yue'er. Melihat wajah itu membuat amarahnya memudar. Kemudian dia pun berkata, “Bagaimana mungkin aku bisa tahan melihat ada yang membayangkanmu untuk hal seperti itu?”
“Aku bisa menghadapinya sendiri, Jingtian. Bukankah sekarang tanganmu menjadi kotor? Ayo, biarkan aku membersihkannya.” Qing Yue'er kemudian mengeluarkan saputangan dan menggunakannya untuk membersihkan noda darah di tangan Mo Jingtian.
Mereka bisa saja menggunakan kekuatan atau mantra untuk membersihkan. Namun, tidak ada yang melakukan itu. Mo Jingtian sendiri lebih memilih membiarkan Qing Yue'er memperlakukannya seperti itu.
“Lain kali jangan lakukan apa pun jika aku masih bisa melakukannya sendiri,” ucap Qing Yue'er. Dia hanya tidak mau membiarkan Mo Jingtian membuat banyak kesalahan. Bagaimanapun juga pria itu terikat dengan langit yang memiliki banyak aturan melebihi Pengadilan Surgawi.
“Aku mengerti.” Akhirnya Mo Jingtian mengangguk. Kemudian dia menatap Qing Yue'er penuh keluhan. “Penampilanmu sepertinya terlalu banyak menarik orang lain.”
Qing Yue'er langsung memicingkan matanya dengan kesal. “Bukankah kau juga begitu?” Jika Mo Jingtian menunjukkan penampilan aslinya maka siapa wanita yang tidak akan tertarik? Ternyata terlahir cantik atau tampan itu tidak selalu menciptakan hal yang baik.
Mo Jingtian menghela napas. “Kenapa kita harus seperti ini?”
Qing Yue'er mengangguk. Dia juga merasa heran. “Kalau begitu ayo kita berubah menjadi orang jelek. Tidak, maksudku yang tidak menarik.”
Ying Jun yang ada di dalam dimensi benar-benar tidak habis pikir pada pasangan itu. Kenapa mereka mengeluhkan penampilan luar biasa yang diidam-idamkan orang lain? Di saat orang-orang sibuk mempercantik diri, kedua orang itu justru ingin berubah menjadi jelek. Dunia benar-benar tidak adil!
“Itu bukan ide yang buruk,” ucap Mo Jingtian. Meskipun saat ini dia sudah menyederhanakan penampilan, tetapi dia masih tetap terlihat tampan. Jadi, sekarang dia mengubah penampilannya menjadi lebih sederhana lagi.
Qing Yue'er pun melakukan hal yang sama. Dia sekarang sudah berubah menjadi seorang gadis yang tampak biasa saja. Mereka berdua benar-benar berubah menjadi ‘orang biasa.’
Ying Jun ingin menangis melihat tingkah keduanya. Apakah mereka lelah menjadi begitu cantik dan tampan sehingga mau melakukan hal konyol seperti ini?
“Heh, b*jingan kecil. Jika nanti kalian sudah bisa berubah menjadi manusia, jangan sekali-kali meniru mereka. Mengerti?” Ying Jun berbicara pada Bulu Terang dan Bulu Gelap.
“Baik.” Bulu Terang dan Bulu Gelap pun mengangguk mengerti.