Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Sesama Keturunan Celestial


Qing Yue'er melakukan perjalanan menuju Dataran Tengah. Namun, sebelum itu dia harus pergi ke kota Nan Zheng terlebih dahulu. Dia akan menemui Jing Ling. Mungkin gadis itu akan kembali ke akademi Surgawi bersamanya.


Setelah tiba di kediaman Jing, ayah Jing Ling yang bernama Jing Wubei masih belum memperbolehkan putrinya pergi. Katanya dia ingin sedikit berlama-lama dengan Jing Ling.


“Maafkan aku, ini pasti merepotkanmu,” ucap Jing Wubei yang merasa tidak nyaman.


“Tidak masalah. Keluarga Jing pasti masih merasa ingin bersama dengan Jing Ling setelah lama tidak bertemu.” Qing Yue'er tidak marah. Lagi pula kota Nan Zheng ini memang searah dengan arah tujuannya.


“Kalau begitu aku akan pergi sekarang,” ucap Qing Yue'er berpamitan.


“Tunggu dulu!” seru Jing Ling dari belakang. Gadis itu berlari mendekati Qing Yue'er. “Ke mana kamu setelah ini?”


“Pergi ke tempat yang jauh,” jawab Qing Yue'er.


“Apakah itu Celestial?” bisik Jing Ling di telinga Qing Yue'er. Dia tidak mau ayahnya mendengar pembicaraannya.


Qing Yue'er sedikit terkejut tapi kemudian mengangguk. “Hanya tersisa waktu sebentar. Itu juga aku akan menggunakannya untuk bertemu dengan Cloud Fairies. Setelah itu maka aku akan benar-benar pergi.”


Jing Ling menatap Qing Yue'er dengan tatapan seolah sedang melihat monster. Matanya bergerak naik turun untuk memeriksa keadaan Qing Yue'er. Setelah beberapa saat barulah dia menutup mulut dengan telapak tangannya.


“Ada apa dengan reaksi itu?” tanya Qing Yue'er dengan mata menyipit.


Tiba-tiba Jing Ling menariknya menuju tempat yang lebih tersembunyi. Setelah itu barulah Jing Ling berseru dengan berlebihan. “Surga! Bukankah itu berarti kamu sudah menginjak alam surgawi?! Monster macam apa kamu ini? Apa jangan-jangan kamu bukan manusia melainkan seorang dewi yang sedang menyamar?”


Qing Yue'er mengedipkan matanya dengan polos. Bagaimana Jing Ling bisa berpikir sampai di sana? Jika dia adalah seorang dewi maka dia tidak akan mau repot-repot menyamar menjadi orang lemah.


“Hentikan imajinasimu. Aku akan pergi sekarang,” ucap Qing Yue'er untuk menghentikan pemikiran Jing Ling.


“Jika ada kesempatan, bolehkan aku pergi menyusulmu?” tanya Jing Ling lebih serius.


Tentu saja Qing Yue'er mengangguk. Dia akan senang jika teman-temannya bisa pergi ke Celestial. Namun, itu sama sekali bukan sebuah paksaan. Maksudnya, dia akan membiarkan mereka mendapatkan semuanya dengan kekuatannya sendiri.


Qing Yue'er tidak mau jika dia terlalu banyak membantu mereka. Karena dia yakin alam Celestial juga bukan tempat yang penuh dengan kenyamanan. Jika teman-temannya tidak mandiri lalu bagaimana mereka bisa melanjutkan hidup mereka?


Dia sendiri tidak akan mungkin terus-menerus memiliki waktu untuk membantu dan melindungi mereka. Jadi, biarkan saja mereka berjuang pergi ke Celestial dengan kekuatannya sendiri.


“Jika kamu memang bisa sampai di sana, jangan lupa untuk mengingatku. Saat itu mungkin kita bisa bertemu,” ucap Qing Yue'er.


“Tentu saja.” Jing Ling mengangguk. Kemudian dia bergerak untuk memeluk Qing Yue'er dengan erat. Sejujurnya dia merasa berat harus berpisah, tapi gadis itu juga memiliki jalannya sendiri.


“Berhati-hatilah," ucap Jing Ling sambil melepaskan pelukannya.


“Aku akan berhati-hati. Kamu juga.” Qing Yue'er tersenyum. Setelah itu dia pun bergerak pergi meninggalkan kediaman keluarga Jing. Dia tidak mau banyak berbicara atau mungkin dia akan menjadi sentimental.


Dengan kecepatan cahaya Qing Yue'er langsung terbang melintasi perbatasan. Hanya dalam waktu yang singkat dia sudah tiba di wilayah Dataran Tengah. Dengan kekuatan seperti itu, Qing Yue'er memang bisa pergi dengan waktu yang cepat.


Dia bergerak menuju labirin kosong di udara. Itu adalah jalan yang akan mengarahkannya pada air terjun terindah di bawah kediaman Guru Fang. Sudah beberapa kali dia melewatinya jadi sekarang dia sudah menghafalnya tanpa perlu takut tersesat.


Setelah melewati labirin rumit itu, Qing Yue'er akhinya tiba di air terjun itu. Dia segera naik ke wilayah kediaman Guru Fang. Kali ini dia tidak akan menemui orang tua itu, melainkan langsung bergerak ke kediaman Cloud Fairies.


Kebetulan saat itu Qi Rong sedang bersantai di bawah pohon. Benar, itu adalah waktunya yang paling berharga, apalagi setelah berhari-hari diberi tugas menumpuk oleh gurunya. Jadi saat ini dia sedang menikmati hari yang cerah.


“Qi Rong, di mana Cloud Fairies?” Qing Yue'er bertanya tanpa bertele-tele. Bahkan, dia tidak menyapa Qi Rong terlebih dahulu. Hal ini membuat pria itu merasa heran.


“Kenapa kamu datang dengan wajah serius seperti itu? Apa kamu tidak ingin mengobrol denganku terlebih dahulu?”


Qing Yue'er memutar bola matanya. “Bukankah bertemu gurumu lebih cepat akan menjadi lebih baik?”


Qi Rong tersenyum lebar. “Jadi, kamu benar-benar mendapatkan sutra itu?”


Qing Yue'er mengangguk tanpa merasa bersalah. Dia memang mendapatkannya. Bukan dari kuil Nushen, melainkan dari Mo Jingtian. Tetap saja, yang terpenting dia sudah memilikinya.


“Jadi, di mana Cloud Fairies? Cepat panggilkan dia,” pinta Qing Yue'er yang merasa tidak sabar.


Qing Yue'er mengikuti Qi Rong masuk ke kediaman. Bentuk bangunan ini sama dengan milik Guru Fang karena bangunan ini memang milik orang tua itu. Jadi, dia tidak terlalu banyak mengaguminya lagi.


Mereka berjalan hingga tiba di ruangan yang cukup terbuka. Ada jendela besar di kedua sisinya, sehingga seseorang yang masuk bisa melihat keadaan di luar sana. Ini adalah tempat yang indah.


“Bagaimana? Apa kamu mendapatkannya?” tanya seorang wanita sambil berbaring di kursi panjang. Posisinya begitu santai. Dia berbaring dengan tubuh miring, kepalanya ditopang oleh salah satu tangannya.


Qing Yue'er cukup terkejut karena kali ini dia benar-benar bisa melihat wajah Cloud Fairies. Tidak bisa dipungkiri, wanita itu memang cantik. Qi Rong pasti merasa puas memiliki guru seperti itu. Apa lagi tubuh Cloud Fairies yang sering kali terbuka dan terekspos dengan sembarangan. Ck ck.


Sebenarnya bukan hanya Qing Yue'er yang terkejut. Bahkan Cloud Fairies justru lebih terkejut dengan perubahan Qing Yue'er. Berapa lama mereka tidak bertemu? Hanya beberapa bulan sepertinya, tapi gadis itu sudah banyak berubah.


Pertama adalah penampilannya. Sejak kapan Qing Yue'er memiliki simbol phoenix di dahinya? Apa mungkin selama ini gadis itu sudah menutupinya? Bukankah itu berarti kemungkinan besar Qing Yue'er memiliki seekor phoenix yang disembunyikan?


Bukan hanya masalah penampilan, Cloud Fairies juga merasa heran dengan tingkat kekuatan Qing Yue'er. Kenapa dia tidak bisa mendeteksinya? Jangan bilang kalau ....


“Aku sudah mendapatkannya,” ucap Qing Yue'er yang akhirnya memotong pikiran Cloud Fairies. Kemudian dia langsung mengambil sutra yang dimaksud. Namun, dia tidak langsung menyerahkannya. Tentu saja dia harus bernegosiasi dengan wanita itu.


“Bagaimana dengan Qi Rong?” tanya Qing Yue'er.


Cloud Fairies menatap sutra di tangan Qing Yue'er dengan penuh kerinduan. “Dia terbebas. Aku akan membiarkannya pergi. Lagi pula aku juga akan meninggalkan tempat ini.”


Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. “Semudah itu?”


“Apa kamu pikir aku harus menyusahkanmu lagi? Sebenarnya sutra itu adalah sesuatu yang berharga untukku. Jadi, aku tidak akan membuat masalah lagi untukmu.”


Qing Yue'er mengangguk. Akhirnya dia pun menyerahkan sutra itu. Jika Cloud Fairies mengingkari kata-katanya maka dia mungkin juga akan langsung melakukan konfrontasi di tempat ini.


Cloud Fairies dengan senang hati menerimanya. Dia memeriksa sutra itu sebentar. Setelah beberapa saat akhirnya dia mengembuskan napas dengan lega. Kecemasannya selama beberapa hari terakhir benar-benar lenyap seketika. Akhirnya dia bisa segera pulang jika gerbang menuju Celestial telah terbuka, beberapa hari lagi.


Dia menatap Qing Yue'er dengan serius. “Apa kau akan pulang ke Celestial?”


Qing Yue'er melebarkan matanya. Bagaimana Cloud Fairies bisa tahu? Dia tidak pernah memberi tahu orang ini mengenai asal-usulnya. Bahkan, dia tidak yakin kalau Qi Rong juga mengetahuinya. Lalu dari mana Cloud Fairies tahu?


“Jangan terkejut. Dari awal memang aku sudah tahu. Itulah kenapa aku membawa Qi Rong bersamaku,” ucap Cloud Fairies dengan santainya. Dia memang sudah bisa merasakan keistimewaan Qing Yue'er sejak pertama kali bertemu. Dia yakin gadis itu memiliki garis darah dari keluarga Celestial.


Qing Yue'er benar-benar terkejut. Jadi semua ini memang sudah direncanakan dari awal mereka bertemu. Cloud Fairies sengaja menahan Qi Rong untuk memanfaatkannya mencari sutra di kuil Nushen. Apakah orang-orang Celestial selalu menakutkan seperti ini?


“Jika kamu akan pergi ke Celestial maka kita mungkin bisa bertemu lagi di sana,” ucap Cloud Fairies.


“Jadi, kamu juga berasal dari Celestial?” tanya Qing Yue'er yang merasa semakin terkejut. Tidak menyangka dia akan bertemu dengan orang Celestial yang lain.


“Itu memang benar,” jawab Cloud Fairies.


Akhinya Qing Yue'er menarik napasnya. “Aku memang akan pergi ke sana,” ucapnya. Dia tidak perlu menyembunyikan kebenaran pada wanita ini.


“Woah, kalau begitu kamu sudah sampai di alam surgawi?” Cloud Fairies menatap Qing Yue'er dengan takjub. “Hebat. Memang tidak salah. Keturunan orang-orang Celestial memang luar biasa. Mungkin kamu bahkan lebih baik dari yang lain.”


Qing Yue'er tidak menyahutinya lagi sampai akhirnya Cloud Fairies berkata, “Aku tidak tahu apakah kita adalah teman atau bukan, tapi aku harus mengingatkanmu.”


“Apa itu?”


“Celestial mungkin kedengarannya adalah tempat yang begitu suci dan abadi. Namun, aku harap kamu tidak berpikir seperti itu. Karena mereka tetap penuh dengan intrik dan segala macam hal-hal yang tidak bisa dimengerti.”


Qing Yue'er mengangguk mengerti. “Aku pasti akan lebih waspada dan hati-hati.”


“Bagus.”


***


Author: Kalian masih belum bosan, 'kan? 😂