
“Apa aku bisa memakannya sekarang?” tanya Qing Yue'er.
“Belum, ini bukan saat yang tepat. Kamu mungkin membutuhka beberapa waktu untuk menyempurnakannya. Bukankah kamu ingin bertemu dengan saudaramu besok?”
Qing Yue'er akhinya mengangguk mengerti. Kalau begitu dia akan menerobos ketika sudah memiliki waktu luang. Lagi pula dia yakin, hanya tinggal beberapa langkah lagi sebelum dia bisa menerobos level alam surgawi.
Akhirnya Qing Yue'er kembali menyimpan dua buah persik miliknya. Namun, gerakannya tiba-tiba berhenti saat mengingat sesuatu. Dia menatap Mo Jingtian lalu bertanya, “Kamu tidak menginginkan buah ini?”
“Aku tidak membutuhkannya.”
“Baiklah,” ucap Qing Yue'er dengan senang. Dia kembali menyimpan buah persik itu ke tempat yang aman.
Pada hari berikutnya, seperti yang sudah diperkirakan. Orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Tepat ketika Qing Yue'er baru saja menemui Bai Su, suara yang menggelegar datang dari luar kediaman.
“Siapa pun kamu, keluar sekarang! Jangan berpura-pura menjadi Qing Yue'er kami!” teriak suara yang sudah tidak asing di telinga. Dalam sekejap dua bayangan hitam tampak melesat masuk ke dalam kediaman Bai.
Whoossh, whoossh.
Bai Su menjadi terkejut mendengarnya. Dia menatap Qing Yue'er dengan wajah tidak nyaman. “Mereka belum mengetahui apa yang sudah terjadi. Biarkan aku yang menjelaskan ini pada mereka,” ucapnya.
Qing Yue'er menggelengkan kepalanya menahan Bai Su. Sebelum dia bisa mengatakan maksudnya, pintu yang tertutup rapat itu tiba-tiba dibuka dengan cara yang kasar.
Bangg!
Pintu itu langsung hancur menjadi puing-puing. Asap putih menyebar ke dalam ruangan yang di dalamnya terdapat Qing Yue'er dan juga Bai Su.
Whoossh.
Qing Yue'er langsung menahan serangan yang terkesan cepat itu. Dia meraih kepalan tangan yang datang hendak menghantam wajahnya. Dengan gerakan yang santai itu dia membanting lengan seseorang yang tak lain adalah Ji Fan.
Bunyi retakan tulang terdengar disertai dengan ringisan kecil. Qing Yue'er tersenyum lebar. Pada saat itu serangan qi spiritual tiba-tiba datang melesat ke arahnya. Dengan gesit dia pun menghindar ke samping hingga serangan itu meleset begitu saja.
“Hmm! Aku tidak percaya kalau aku tidak bisa mengalahkan seorang penipu sepertimu!” Bai Fu'er mendengus dingin. Kemudian dia pun mulai meluncurkan-meluncurkan serangan yang lain.
Bai Su menatap pertempuran di depannya dengan cemas. “Berhenti! Ini salah paham! Dia adalah Qing Yue'er yang—”
“Ayah, menyingkirlah! Aku akan mengatasi orang ini!” teriak Bai Fu'er yang memotong ucapan Bai Su.
Sementara itu Ji Fan yang sudah terluka itu langsung menyembuhkan kondisinya sendiri. Dia tidak bisa membiarkan Bai Fu'er melawan penipu itu sendirian. Apalagi kekuatan gadis penipu itu tidak bisa dideteksi. Kemungkinan tidak akan semudah itu untuk mengalahkannya.
Qing Yue'er melayani pertempuran itu dengan senang. Dia ingin memeriksa seberapa jauh Bai Fu'er dan Ji Fan berkembang.
Sementara mereka semua sedang bertempur, Bai Su justru menjadi bingung sendiri. Akhirnya dia pun mengambil ancang-ancang untuk menghentikan pertempuran mereka. Namun, tiba-tiba tubuhnya menjadi kaku saat sebuah cahaya biru menyelimuti tubuhnya.
“Tetap di sana. Jangan masuk ke sini, biarkan aku mengukur kemampuan mereka,” ucap Qing Yue'er pada Bai Su.
Mendengar perkataan Qing Yue'er akhinya Bai Su pun mengerti maksudnya. Dia berhenti memberontak dan hanya bisa melihat pertempuran anak-anaknya dengan pasrah.
***
A/N
Hari ini pendek dulu ya babnya. Badan saya kurang sehat. Harap dimaklumi 🙏
Besok-besok saya tebus kok babnya.
Terima kasih.