
Setelah urusan dengan Cloud Fairies selesai, Qing Yue'er membawa Qi Rong menuju akademi Surgawi. Sama seperti Jing Ling, Qi Rong pun masih belum bisa pergi ke Celestial karena alasan kekuatan. Jadi, pria itu akan tinggal di akademi Surgawi sambil meningkatkan kekuatannya.
Meskipun Cloud Fairies bukan orang tua seperti guru-guru pada umumnya, tapi dia tetap menghargai Qi Rong. Wania itu juga memberikan beberapa hal untuk perpisahan mereka.
Hubungan sepasang guru dan murid itu memang sedikit berbeda. Tidak seperti Qing Yue'er dengan guru-gurunya, mungkin karena pautan usianya yang tidak biasa.
Qing Yue'er dan Qi Rong tiba tidak lama di akademi Surgawi. Rupanya pembangunan akademi sudah selesai setengahnya. Mengingat seberapa besarnya akademi, maka pembangunan ini termasuk cepat. Itu adalah hal yang bagus.
Setelah tiba di akademi, Qing Yue'er segera pergi menemui petinggi-petinggi akademi. Dia ingin berpamitan pada mereka semua dan yang paling penting dia ingin bertemu dengan gurunya.
“Xinyu!” Tiba-tiba ada seorang guru yang berlari menghampirinya. Qing Yue'er merasa tidak asing dengan guru itu tapi dia tidak mengingat namanya dengan jelas. Wajah orang itu terlihat cemas, apakah ada sesuatu yang terjadi?
“Ada apa, Guru?” tanya Qing Yue'er.
“Ini situasi darurat. Kamu harus segera menemui Xie Wuqing!”
Perasaan Qing Yue'er menjadi tidak tenang. Dia segera bertanya, “Di mana paman? Apa yang terjadi padanya?”
“Ikut denganku sekarang. Dia sedang mencoba menerobos alam surgawi tapi situasinya tidak begitu meyakinkan,” ucap guru itu sambil memberikan kode agar Qing Yue'er mengikutinya.
Setelah mendengar penjelasan singkat itu Qing Yue'er menjadi semakin tidak tenang. Mungkin pamannya sedang melawan iblis batin yang ingin merebut kendali tubuhnya. Ini memang situasi yang berbahaya.
Dia mengikuti guru itu hingga tiba di sebuah ruangan tertutup. Di sana sudah ada beberapa guru lain yang menjaga, termasuk Han Qiong dan Kepala Akademi Niu Longhao. Wajah mereka juga tampak cemas saat melihat seseorang yang kini sedang menggeliat kesakitan.
“Paman,” ucap Qing Yue'er dengan lirih. Dia segera mendekati Xie Wuqing yang sudah terlihat aneh. Seperti yang terjadi pada Qing Yue'er sebelumnya, cakar-cakar iblis muncul di tangan Xie Wuqing. Lebih parahnya tubuh pria itu juga sudah mulai membesar dan sisi iblisnya benar-benar sudah keluar.
Han Qiong bergerak maju ke depan juga. “Bagus kamu sudah datang. Kita tidak bisa menggunakan kekerasan untuk melawan iblis itu,” ucapnya dengan khawatir. Orang luar tidak bisa melakukan banyak hal karena hanya Xie Wuqing sendiri yang bisa melawan iblis batinnya. Kekerasan hanya akan membuat semuanya semakin sulit.
Qing Yue'er menatap semua orang sebelum akhirnya menghela napas. “Semua orang minggirlah. Aku akan menguatkan kesadarannya,” kata Qing Yue'er yang langsung dituruti oleh orang-orang.
Setelah itu Qing Yue'er bergerak semakin dekat dengan pamannya. Dengan nada yang tenang dia pun berkata, “Paman, beberapa hari lagi gerbang Celestial akan terbuka. Bukankah Paman ingin segera pulang?”
“Gggrrr! Aa—ku ingin pulang!” Xie Wuqing mati-mati membalas ucapan Qing Yue'er sambil menyadarkan dirinya sendiri.
“Kalau begitu hancurkan itu. Paman pasti bisa melawannya,” ucap Qing Yue'er dengan sabar. Meskipun dia merasa cemas tapi dia tidak boleh membuat suasana menjadi semakin kacau. Sebisa mungkin dia malah ingin menenangkan jiwa pamannya.
Sementara dia berkata seperti itu, dia juga berusaha memeras energi di dalam dantiannya. Dia ingin mencoba mengeluarkan energi dari bunga Anggrek Berkelopak 3, tapi ternyata dia tidak mendapatkan hasil apa pun. Bunga itu benar-benar hanya seperti batu yang mati.
Kedatangan Qing Yue'er membuat Xie Wuqing merasa lebih kuat. Apa lagi ucapan gadis itu membuat dia merasa lebih percaya diri. Benar, dia pasti bisa melawan iblis batinnya. Kedua matanya terbuka dengan sinar mata berwarna ungu yang bergitu menakutkan.
Qing Yue'er yang melihat ini langsung berteriak, “Semuanya, pergi keluar!”
Guru-guru yang masih menonton ini langsung bergerak keluar dari ruangan. Sementara itu Qing Yue'er sendiri segera menciptakan dinding kekuatan roh untuk menghalangi sesuatu yang mungkin terjadi.
Jika pamannya melakukan terobosan di dalam dimensinya, itu akan baik-baik saja. Namun, ini adalah tempat biasa dan bangunan yang biasa. Siapa yang akan tahu seperti apa kerusakan yang akan dihasilkan.
Tepat setelah Qing Yue'er selesai, tiba-tiba dentuman yang kuat pun benar-benar terjadi. Tanah di sana terguncang bersamaan dengan bunyi ledakan yang keras.
Boomm!
Berkat perlindungan Qing Yue'er, tidak ada apa pun yang terjadi. Meskipun ledakan itu kuat tapi tidak menyebabkan kerusakan apa pun. Asap hitam mengepul dari tempat di mana Xie Wuqing berada. Setelah beberapa saat barulah sosoknya mulai terlihat.
Qing Yue'er mendekati pamannya untuk memeriksa kondisinya. Pria itu kehilangan kesadarannya, tapi hal baiknya adalah dia berhasil menerobos. Dan yang paling penting tidak ada luka yang terlalu serius. Ini membuat Qing Yue'er merasa lega.
Dia menyalurkan energinya untuk memulihkan kondisi pamannya. Setelah beberapa saat pria itu akhirnya berhasil membuka matanya.
“Yue'er,” panggil Xie Wuqing. “Terima kasih,” katanya, sambil memegang tangan keponakannya.
Qing Yue'er tersenyum manis. “Kita adalah saudara. Kenapa harus sungkan? Itu bagus jika Paman baik-baik saja.”
“Jadi, apa kamu siap pergi ke Celestial?” tanya Xie Wuqing.
“Tentu saja.” Qing Yue'er mengangguk. Kemudian dia bertanya, “Kenapa dulu Paman bisa keluar dari Celestial tapi tidak bisa masuk lagi? Apa benar-benar harus menunggu sampai di alam surgawi?”
“Hanya orang-orang dengan kekuatan tertentu yang bisa bebas keluar masuk Celestial. Dan aku bukan dalam kategori orang-orang seperti itu. Atau orang yang memiliki harta tertentu juga bisa melakukannya, tapi aku juga tidak memiliki harta itu,” ucap Xie Wuqing.
Qing Yue'er mengangguk mengerti. Jadi, orang seperti Hua Tian pasti keluar dari Celestial menggunakan bantuan harta tertentu. Dua alam ini memang begitu terpisah, layaknya dua dimensi yang keberadaannya dipisahkan oleh gerbang misterius. Gerbang itu akan sulit ditembus jika bukan pada waktu yang sudah ditentukan.
“Kalau begitu bersiaplah. Besok kita akan berangkat menuju gerbang Celestial,” ucap Xie Wuqing sambil menepuk punggung Qing Yue'er. Kemudian dia pun bangkit untuk mempersiapkan diri.
***
Malam ini Qing Yue'er menghabiskan waktunya dengan guru-guru dan juga rekan-rekannya. Mereka berbicara banyak hal. Dari hal kecil hingga sesuatu yang serius. Sesuatu seperti ini pasti akan menjadi hal yang dirindukan di masa depan.
“Xinyu, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk hal-hal yang sudah terjadi selama ini,” ucap Luo Qingqi dengan sendu. Bagaimanapun juga mereka sudah melalui banyak hal bersama.
“Terima kasih,” ucap Ming Yuxia dengan singkat. Dia juga ingin ikut dengan Qing Yue'er seperti janjinya. Namun, dia tidak memiliki kekuatan yang memadai. Itu hanya percuma.
Qing Yue'er mengangguk. “Kalian berdua harus tumbuh dengan baik. Aku tidak meminta kalian menjadi orang terkuat di sini, aku akan lebih senang jika suatu saat bisa melihat kalian hidup dengan bahagia. Jangan memaksakan diri. Terutama kamu, Yuxia. Jangan memaksakan diri.”
Ming Yuxia menatap Qing Yue'er. Senyumnya tiba-tiba mengembang. Dia tidak menyangka ternyata Qing Yue'er mengetahui apa yang dia lakukan selama ini. Dia memang sudah berusaha keras untuk meningkatkan kekuatannya. Namun, hasilnya tidak begitu memuaskan.
“Aku tidak akan melakukannya lagi.”
“Bagus.” Qing Yue'er mengangguk. Kemudian dia beralih pada gurunya, Guru Han yang sudah memperlakukannya dengan baik. Dia menjadi murid Han Qiong awalnya hanya karena rune batu. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau dia sudah menganggap Han Qiong seperti kedua gurunya yang lain.
“Guru, aku rasa aku sudah banyak membanggakanmu,” ucap Qing Yue'er sedikit bercanda.
“Memang kamu murid narsis,” balas Han Qiong pura-pura mengejek.
“Tentu saja, setelah ini pasti tidak akan ada lagi murid sepertiku.”
Han Qiong tertawa. Bahkan, jika di masa depan akan muncul Qing Yue'er atau murid yang lain, yang mungkin lebih jenius darinya, tetap saja di matanya hanya ada satu Qing Yue'er.
“Pergilah. Sempatkan untuk menengokku,” ucap Han Qiong.
“Jangan lupa juga untuk menunggu kedatanganku,” celetuk Qi Rong dari belakang.
Qing Yue'er hanya tersenyum saja. Setelah itu dia pun menghampiri Xie Wuqing. “Paman, ayo pergi sekarang.”
Xie Wuqing mengangguk. Mereka berdua membungkuk pada semua orang yang ada di sana. Setelah itu barulah mereka mulai melesat pergi meninggalkan akademi Surgawi. Menyisakan orang-orang yang masih belum bisa berkata-kata. Bagaimanapun juga mereka tidak menyangka bahwa akademi ini ternyata sudah menerima orang berdarah Celestial sebagai murid mereka.
“Aku tidak akan menyesal menerima mereka meskipun akademi ini menjadi hancur karenanya,” ucap Niu Longhao.
***
Qing Yue'er mengikuti pamannya bergerak ke arah utara. Dia tidak tahu di mana tepatnya gerbang Celestial berada. Setelah beberapa saat dia cukup terkejut karena pamannya membawanya singgah di puncak Beifeng Xue.
“Apakah di sini tempatnya?” tanya Qing Yue'er dengan heran.
“Tunggu dulu, itu masih belum muncul. Mungkin masih harus menunggu beberapa saat,” ucap Xie Wuqing.
Tepat setelah Xie Wuqing berbicara, tiba-tiba cahaya merah bergerak melesat mendekati mereka. Qing Yue'er menjadi sedikit waspada. Cahaya itu berhenti tidak jauh dari Qing Yue'er dan muncullah seseorang yang tidak asing lagi.
“Ah, kita benar-benar bertemu di sini,” ucap Cloud Fairies.
Qing Yue'er tersenyum. Dia ingin berbicara dengan Cloud Fairies, tapi Xie Wuqing justru menariknya menjauh. Dia menjadi heran. Kenapa pamannya bersikap seperti ini? Apa mungkin dia mengenali Cloud Fairies?
“Paman, apa kau mengenalnya?” tanya Qing Yue'er.
“Tidak, tapi dari auranya dia pasti akan pergi ke Celestial juga bukan?”
“Ya.” Qing Yue'er mengangguk. “Apa yang salah dengan itu?”
“Bagaimana kita tahu apakah dia musuh atau bukan?”
Qing Yue'er mengerti kecemasan pamannya. Memang benar dia tidak bisa tahu kalau Cloud Fairies ini akan menjadi musuhnya atau tidak. Namun, selama ini dia selalu waspada. Dia tidak seceroboh itu.
“Hais, lihatlah, langit mulai berubah,” ucap Cloud Fairies tanpa memedulikan Xie Wuqing dan Qing Yue'er. Dia lebih tertarik pada gerbang Celestial yang akan segera muncul.
Qing Yue'er juga mengalihkan perhatiannya pada awan putih di langit yang mulai bergerak menyingkir. Langit yang begitu biru langsung tersingkap dan terpampang di atas sana.
Setelah itu tiba-tiba sebuah gerbang kokoh berwarna emas muncul di langit. Gerbang itu memiliki beberapa anak tangga di bagian depannya. Awan-awan kapas bertebaran di bagian bawah gerbang tersebut. Itu memang terlihat menakjubkan.
Pada saat itu Cloud Fairies langsung melesat masuk ke dalam gerbang tersebut. Qing Yue'er tidak bisa melihat Cloud Fairies lagi setelah wanita itu melewati pintu gerbang. Mungkin dia mulai di kirim ke alam Celestial.
“Ayo, pergi,” ajak Xie Wuqing. Dia juga langsung melesat masuk ke dalam gerbang. Kelihatannya seperti tidak ada hal buruk yang terjadi.
“Klan Xie, sambutlah kepulanganku!”
Tanpa merasa ragu Qing Yue'er pun menyusul mereka berdua. Tubuhnya berubah menjadi cahaya sebelum akhirnya melesat masuk ke dalam gerbang. Dunia baru telah menantinya dan dia siap untuk menjelajahinya.
***
Akhirnya mereka meninggalkan alam Bawah juga. Terima kasih lagi buat yang masih baca sampai sekarang. Jika kalian ingin berinteraksi denganku silakan dm saja di Instagramku @anayuliana_17