
Qing Yue’er tiba-tiba mendengar suara dengungan lagi. Kedua telinganya langsung ditutup. Dia tahu itu suara apa, suara berbahaya yang berasal dari dasar kolam Yin Yang. Perasaannya menjadi takut.
Sudah lama sejak sesuatu yang disegel di dasar kolam Yin Yang tidak bereaksi. Itu karena Mo Jingtian selalu memeriksa dan memperkuat segelnya. Namun, sejak kekuatan pria itu hilang, segel di dasar kolam itu juga terabaikan.
Perasaannya menjadi tidak tenang. Bagaimana jika sesuatu yang disegel itu bisa keluar?
Benda itu disegel dengan begitu kuat oleh Mo Jingtian. Itu pasti sesuatu yang berbahaya. Jika segelnya tidak segera diperbarui, dia tidak bisa membayangkan apa yang mungkin terjadi.
Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang? Binatang-binatang di dalam dimensi mungkin sudah pingsan. Jika dia datang ke sana, dia juga pasti tidak akan bisa menahan pengaruh dengungan itu.
Dengan tertatih-tatih dia berjalan menjauh dari kamar Mo Jingtian. Namun, setiap kali dengungan di kepalanya terdengar, kesadarannya menjadi lemah.
“Aku tidak bisa pingsan di sini,” gumamnya sambil mencoba menutupi telinganya.
Meskipun telinganya ditutup, suara itu datang bukan dari luar, melainkan dari dalam dimensi miliknya. Jadi, usahanya tidak berhasil. Suara itu tetap terdengar.
Kakinya menjadi lemas, tubuhnya lalu jatuh terduduk di lantai. Dia mencoba bertahan dengan mengerahkan qi spiritual dan kekuatan roh untuk membatasi suara dengungan itu.
Darah merah dimuntahkan dari mulutnya. Bersamaan dengan itu, pintu kamar Mo Jingtian tiba-tiba terbuka. Pria itu berlari cepat mendekatinya.
“Yue’er!”
Mo Jingtian menjadi panik melihat kondisi Qing Yue’er. Dia pikir gadis itu sedang memainkan trik untuk mengelabuinya. Namun, pikirannya salah.
Dengan cepat dia memegang pergelangan tangan Qing Yue’er. Nadinya sangat kacau. Dia lalu menarik dagu gadis itu dan mengamati kedua matanya yang diselimuti dengan kabut hitam.
Ekspresi Mo Jingtian menjadi gelap. “Segel itu ….”
Perasannya tidak tenang. Bagaimana dia bisa melupakan segel di dasar kolam Yin Yang? Ini benar-benar kecerobohannya.
“Yue’er, apa kau masih bisa berbicara dengan Ying Jun?”
Qing Yue’er menggeleng lemah. “Mereka pasti … sudah pingsan.”
Mo Jingtian mengerutkan kening. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Tubuhnya tidak memiliki energi spiritual sama sekali. Dia tidak mungkin bisa pergi untuk memperkuat segel itu.
Pada saat itu, Qing Yue’er tiba-tiba merasa seluruh tubuhnya menjadi panas. Sebuah kekuatan asing merayap menuju dantian dan hatinya. Kekuatan itu terasa gelap dan jahat.
Kedua matanya menjadi merah. Dia mencengkeram tangan Mo Jingtian dengan kuat. “Jingtian, panas ….”
Kabut hitam berputar-putar di sekitar Qing Yue’er. Aura di tubuhnya mulai berubah. Itu seperti aura ketika gadis itu baru keluar dari Jurang Iblis. Begitu penuh dengan kekejian dan energi iblis.
Mo Jingtian mengerutkan kening dengan dingin. Dia segera mengangkat tubuh Qing Yue’er. “Tetaplah sadar, Yue’er. Jangan biarkan kekuatan jahat apa pun memasuki hatimu.”
Qing Yue’er meringis. Rasa sakit mulai datang mencabik hatinya. Dia mencengkeram dan mungkin tanpa sadar telah mencakar lengan Mo Jingtian.
Kekuatan asing yang terasa gelap dan jahat itu seolah mencoba memasuki hatinya dan mengambil alih kesadarannya. Dia tidak tahu tentang hal-hal ini. Namun, dia yakin, jika tidak bisa bertahan, dia akan berubah menjadi iblis.
“Yue’er, dengar.” Mo Jingtian membawa Qing Yue’er masuk ke kamarnya. “Aku akan membiarkan jiwaku memasuki danau hatimu. Apa pun yang terjadi, tetaplah sadar.”
Mo Jingtian dengan cepat membaringkan Qing Yue’er. Dia duduk bersila di sisinya lalu memejamkan matanya. Jiwanya melayang keluar meninggalkan tubuhnya dan bergerak memasuki tubuh gadis itu.
Kekuatan asing berupa kabut hitam sudah menyelimuti danau hati Qing Yue’er. Ketika jiwa Mo Jingtian tiba di sana, kabut itu menghalanginya.
Dengan cepat Mo Jingtian segera membakar kabut hitam itu dengan kekuatan jiwanya. Suara teriakan rasa sakit yang memekakkan telinga langsung terdengar.
Itu bukan hanya teriakan dari kabut hitam yang seperti gumpalan jiwa-jiwa iblis, tetapi juga teriakan Qing Yue’er yang merasakan sakit luar biasa. Jiwanya terasa seperti terbakar.
Orang-orang yang mendengar itu dari luar kamar menjadi khawatir. Mereka segera memanggil Xie Song dan Xie Yingfei untuk memerika kamar Mo Jingtian.
Dalam sekejap, mereka sudah tiba. Xie Song mencoba memanggil Mo Jingtian dan Qing Yue’er. Namun, tidak ada yang menyahut. Hanya suara teriakan gadis itu yang terdengar dari luar.
“Ayah, dobrak saja. Aku takut mereka sedang mengalami hal buruk,” ucap Xie Yingfei dengan khawatir.
Akhirnya Xie Song mendobrak pintu itu. Mereka masuk dan segera melihat Qing Yue’er yang berbaring dengan mata terpejam sambil menahan kesakitan. Sementara Mo Jingtian duduk di dekatnya tanpa ekspresi apa pun.
Xie Song terkejut melihat wajah Mo Jingtian yang terbuka tanpa memakai topeng. Ini pertama kalinya dia melihat itu dan segera merasa ada sesuatu yang berbahaya darinya.
Beberapa penjaga dan pelayan yang mengikuti di belakangnya juga melihat itu. Mereka yang tidak memiliki pertahanan kuat langsung jatuh pada kutukan Pesona Surgawi Mo Jingtian.
“Ini tidak benar. Semuanya, keluar sekarang!” Xie Yingfei segera berteriak. Dia juga menyadari ada yang salah dengan Mo Jingtian.
Jadi, dia dan Xie Song bergegas keluar. Mereka berdua segera menarik siapa pun yang telah jatuh pada Pesona Surgawi Mo Jingtian agar menjauh dari pria itu.
Situasi di sana seketika menjadi kacau. Mereka yang dipengaruhi oleh Pesona Surgawi menjadi tergila-gila pada Mo Jingtian dan tidak ingin pergi dari sana.
Xie Song dan Xie Yingfei terpaksa memukul mereka hingga pingsan sebelum akhirnya berhasil membawa mereka keluar satu per satu. Setelah itu, ayah dan anak itu tidak berani masuk ke kamar itu lagi.
Malam ini mereka akhirnya mengetahui satu hal. Ternyata alasan kenapa Di Futian atau Mo Jingtian selalu memakai topeng adalah karena ini. Karena Pesona Surgawinya bisa membawa bencana untuk orang lain.
“Ayah, Kakak, apa yang terjadi?” Xie Wuqing bergegas mendekati mereka. Dia hampir tidur ketika mendengar suara ribut-ribut dari arah kamar Mo Jingtian.
Karena tidak bisa menahan rasa penasaran, akhirnya dia datang ke sini. Siapa yang menyangka dia akan melihat banyak penjaga dan pelayan yang pingsan.
Dia juga mendengar suara kesakitan Qing Yue’er dari dalam kamar. Ini membuatnya merasa bingung.
Xie Song menghela napas panjang. “Orang-orang ini …. Mereka tidak bisa menahan diri di depan Tuan Mo. Sementara situasi Qing Yue’er, aku tidak tahu pasti.”
“Kenapa kalian tidak memeriksanya?” Xie Wuqing sedikit marah. Kenapa mereka hanya diam mendengar Qing Yue’er kesakitan?
“Tidak akan ada yang bisa bertahan di dalam. Atau siapa pun akan menjadi seperti mereka juga,” ujar Xie Yingfei sambil menatap para penjaga dan pelayan yang pingsan.
Jumlah mereka memang tidak banyak karena ini sudah larut malam. Sebagian pelayan sudah beristirahat. Meskipun begitu, ini cukup merepotkan dan menakutkan.
“Aku tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi,” kata Xie Wuqing dengan lirih.
“Kau akan mengerti nanti. Lebih baik kita tunggu mereka,” ucap Xie Song dengan serius.