
Di Feng Xi pergi meninggalkan Pengadilan Surgawi. Sekarang dia sudah tiba di lautan luas yang sepi tanpa manusia. Hanya ada suara ombak yang menerjang batu karang besar di pinggiran laut. Dia pergi masuk menerobos air hingga melihat istana air yang sebelumnya tidak pernah dia datangi.
Dengan hati-hati dia memasuki istana yang tidak memiliki penjagaan apa pun. Meskipun begitu istana air tersebut tetap aman karena manusia tidak akan bisa melihat. Hanya dewa atau dewi yang bisa melihat istana air sesungguhnya.
Di Feng Xi memasuki istana air sambil melihat-lihat bagaimana keadaan di sekitar. Setelah beberapa saat akhirnya dia melihat pria yang saat ini sedang menutup mata dalam meditasi. Itu adalah sosok yang dia cari.
“Di Feng Xi? Ada apa kau datang ke sini?” Di Moxie membuka mata dan menatap tamu yang sebenarnya tidak begitu akrab dengannya. Sebelumnya mereka hanya bertemu beberapa kali di istana Pengadilan Surgawi. Kedatangan Di Feng Xi terasa tidak biasa baginya.
“Dewa Air, Di Moxie, aku ingin sedikit bercerita dan ingin berdiskusi denganmu,” ucap Di Feng Xi setelah menunduk hormat.
Di Moxie mengangguk. “Duduklah,” katanya. “Apa yang ingin kau ceritakan?”
“Sebelumnya aku mendengar jika Dewa Air memiliki hubungan yang cukup baik dengan Mo Jingtian. Apakah ini benar?” tanya Di Feng Xi untuk memastikan.
“Ah, beberapa kali dia memang datang ke sini.”
Di Feng Xi mengangguk mengerti. Yang dia tahu, Mo Jingtian sangat jarang mengunjungi dewa lain. Itu berarti hubungannya memang terjalin baik dengan Di Moxie. Akhirnya dia mulai berbicara, “Sebelumnya aku sudah bertemu dengan Mo Jingtian. Sejujurnya dia sudah memperlihatkan satu hal yang berbeda padaku, yang sebelumnya sama sekali tidak kuketahui.”
“Apa itu?”
“Tentang hukuman Dewa Angin,” balas Di Feng Xi.
“Bukankah Dewa Angin dihukum di Gunung Salju Abadi?” Di Moxie mulai serius.
“Aku sendiri berpikir seperti itu, tapi kenyataannya dia tidak ada di sana. Tuan Pengadilan Surgawi memindahkannya tidak tahu ke mana,” ucap Di Feng Xi.
“Apa kau sudah memeriksa dengan teliti?”
Di Feng Xi segera mengangguk. “Aku memeriksanya sendiri bersama dengan Mo Jingtian. Kurasa dia juga sedang memastikannya hari itu. Dan bukan hanya Dewa Angin, Dewa Alkimia juga seperti itu. Dia dipindahkan.”
Di Moxie terdiam. Dia tampak sedang mempertimbangkan hal-hal. Dia sudah tahu tentang Dewa Alkimia yang seharusnya mendapat hukuman karena menyerang manusia dan menyalahgunakan wewenang.
“Lalu apa kau tahu sesuatu lagi?” tanya Di Moxie.
“Ini yang membuatku datang ke sini. Sebenarnya aku melihat Di Feng Xuan bersama dengan Tuan Pengadilan Surgawi menuju ke ruang tempat menyimpan kelengkapan pengangkatan. Aku melihat mereka berjalan memasuki sebuah cermin.”
“Cermin? Apakah itu pintu ke ruangan lain atau mungkin seperti dimensi lain?”
“Tepatnya seperti itu.” Di Feng Xi mengangguk yakin. “Sayang sekali aku tidak bisa masuk ke cermin itu. Aku merasa Di Feng Xuan ini mengetahui banyak hal mengenai Tuan Pengadilan Surgawi. Bahkan dia tidak mengatakan apa pun padaku ketika Dewa Angin dipindahkan.”
Di Moxie tampak berpikir sejenak. Sejak Mo Jingtian sering mengatakan hal buruk mengenai Pengadilan Surgawi, dia menjadi tidak terlalu memercayai mereka. Dia sendiri jarang pergi ke istana Pengadilan Surgawi jadi dia tidak mengerti detail-detail yang terjadi di sana.
“Aku ingin bertemu dengan Mo Jingtian, tapi bagaimana caranya?” tanya Di Feng Xi.
“Aku sendiri tidak tahu. Lebih mudah menemukan dia jika dia sedang menerima hukuman atau sedang membuat masalah. Namun, akhir-akhir ini tidak ada apa pun mengenai dia.”
Di Feng Xi hanya bisa menghela napas panjang. Pada saat itu, tiba-tiba orang lain muncul. Dia wanita yang tak lain adalah Dewi Air Di Liying. Wanita itu tampak heran melihat Di Feng Xi ada di sana karena sebelumnya dia melihat pria itu membuntuti Tuan Pengadilan Surgawi dan Di Feng Xuan.
“Ini hal yang langka melihat Di Feng Xi ada di istana milik Dewa Air,” komentar Di Liying.
Di Liying mengangguk. Dia ikut duduk di sana. Sebenarnya dia juga datang ke tempat itu untuk membicarakan beberapa hal dengan Di Moxie. “Apa kalian sudah selesai? Aku juga ingin berbicara.”
“Silakan. Apa aku perlu pergi dari sini?” tanya Di Feng Xi dengan sopan.
“Tidak perlu. Ada lebih banyak orang akan lebih baik,” ucap Di Liying. Kemudian dia menatap Di Moxie dengan serius. “Aku baru mengunjungi istana langit dan aku mendengar kabar yang mengejutkan.”
“Apa lagi kali ini?” Di Moxie menjadi ingin tahu. Sepertinya hari ini sedikit luar biasa karena kedatangan kedua orang itu.
“Aku mendengar jika Anak Surga kembali muncul.”
Di Moxie dan Di Feng Xi langsung menatap Di Liying dengan serius. Mereka tidak menyangka akan mendengar kabar tentang ini. Anak Surga sudah lama menghilang dan bahkan dikabarkan telah mati. Lagi pula saat itu situasi benar-benar kacau ketika dalam masa kelahiran Anak Surga.
Tidak ada yang benar-benar tahu apa yang sudah terjadi pada Anak Surga. Saat itu kekacauan dunia sedang terjadi. Perang besar antara dewa dan iblis benar-benar menyita perhatian dewa. Hal itu membuat mereka tidak begitu memerhatikan Anak Surga. Padahal itu adalah hal yang sangat penting.
“Kau, bagaimana kau bisa tahu ini? Dari mana berita ini berasal?” tanya Di Feng Xi, ia merasa kurang yakin.
“Awalnya aku pun tidak percaya. Bagaimana mungkin Anak Surga diam sangat lama tanpa kabar dan baru muncul sekarang? Namun, aku mendengar jika baru-baru ini Anak Surga membuat kekacauan di beberapa tempat di Celestial,” ucap Di Liying. “Aku mendengar ini dari Dewi Hujan.”
“Kekacauan seperti apa?” Di Moxie mengerutkan kening.
“Aku tidak tahu pastinya. Namun, kekacauan itu membuat Tuan Pengadilan Surgawi marah. Jadi akan lebih baik jika kita bisa menemukan Anak Surga.”
Di Feng Xi menggelengkan kepala. “Bukan itu poin utamanya. Kita perlu mencari tahu dulu kekacauan seperti apa yang dia ciptakan.” Dia menatap Di Moxie dengan maksud tertentu. “Bagaimana jika itu ternyata bukan sesuatu yang jahat?’
Di Liying menatap Di Feng Xi dengan bingung. “Maksudmu ....”
“Ah, Di Liying. Aku rasa kita harus belajar tentang Pengadilan Surgawi lebih dalam lagi,” ucap Di Moxie. Dia mengerti apa yang dimaksud Di Feng Xi, tetapi Di Liying sepertinya tidak tahu.
“Tentang Anak Surga itu kau tidak perlu mencari tahu. Biarkan aku yang mencari tahu,” lanjut Di Moxie.
Akhirnya Di Liying mengangguk. “Aku datang ke sini hanya untuk menyampaikan itu. Kalau begitu aku akan pergi sekarang,” kata Di Liying. Dia mengangguk sebagai salam kepada Di Moxie dan Di Feng Xi. Setelah itu barulah dia pergi.
Ruangan itu menjadi hening selama beberapa saat. Kemudian Di Feng Xi mengangkat suara. “Apakah benar tentang Anak Surga ini?”
“Aku menaruh banyak kecurigaan pada Tuan Pengadilan Surgawi,” ungkap Di Moxie dengan jujur. “Jadi aku tidak bisa menerima informasi dari Pengadilan Surgawi begitu saja. Jika Anak Surga itu memang muncul, setidaknya aku ingin tahu apa tujuannya. Sebagai Anak Surga, aku yakin dia tidak akan melakukan tindakan kejahatan.”
Di Feng Xi mengangguk setuju. “Benar. Kita tidak bisa langsung memercayai berita yang keluar dari Pengadilan Surgawi begitu saja,” gumamnya. Setelah beberapa saat dia pun berpamitan dan pergi meninggalkan istana air.
***
Sementara itu, Qing Yue'er dan Mo Jingtian pergi bersama untuk kembali memburu kelompok iblis. Jika kelompok iblis yang sebelumnya dibasmi berada di selatan Celestial, maka sekarang mereka berpindah ke timur Celestial.
Celestial bagian paling timur memiliki padang pasir yang sangat luas. Ini benar-benar berbeda dengan Laut Tulang Darah di selatan. Meskipun begitu, kedua tempat tersebut sama-sama memiliki sisi berbahaya dan tidak sederhana.
Dari kejauhan, Qing Yue'er bisa melihat lautan kuning yang sangat luas. Melihatnya saja sudah membuat dia merasa sesak napas. Pasti suhu udara di sana akan sangat tinggi. Ini akan menjadi tantangan baru baginya.