Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Berkumpul


Tibalah semua orang di aula kediaman yang luas. Zu Tiankong, Bai Su beserta istrinya, Bai Fu’er dan juga Ji Fan, yang paling utama adalah gadis yang menjadi pusat perhatian, Qing Yue’er. Mereka semua masih terdiam dengan pikiran masing-masing.


Akhir Zu Tiankong yang pertama merasa tidak sabar. Dia mendengkus lalu bertanya, “Kenapa kalian hanya diam? Qing Yue’er sudah di sini. Kalian hanya menyia-nyiakan waktu!”


Bai Su menghela napas. Apa yang dikatakan Zu Tiankong benar juga. Dia menatap Bai Fue’er dan Ji Fan secara bergantian. “Kenapa kalian tidak memberi tahuku tentang kepulangan Yue’er?” Dia bertanya.


“Itu ….” Bai Fu’er merasa bingung harus menjawab apa.


“Itu karena aku memang tidak ingin memberi tahu kalian terlebih dahulu. Aku tidak ingin membuat keributan malam-malam,” kata Qing Yue’er.


Tatapan Ji Fan langsung berubah. Sorot matanya seakan mengatakan, ‘Tapi kau baru saja membuat keributan di seluruh Tongxuan Timur!’


“Ah, lupakan saja itu. Lagi pula kalian sudah tahu sekarang,” imbuh Qing Yue’er. Dia tersenyum lembut pada semua orang. Dia tidak ingin mereka mempermasalahkan hal tidak penting seperti ini.


Bai Su mengangguk. “Aku benar-benar tidak menduga kau akan kembali sekarang. Aku pikir iblis-iblis akan melenyapkan kami semua. Namun, karena kau kembali sekarang aku yakin kita semua selamat.”


“Benar. Bukankah kemarin seharian kau terus-terusan menangis di altar leluhur?” Nyonya Bai bersungut-sungut. Dia menatap Qing Yue’er dan mengadu, “Ayahmu benar-benar frustrasi kemarin.”


“Siapa yang frustrasi? Aku hanya meminta berkat dari para leluhur!” bantah Bai Su.


“Sama saja,” balas Nyonya Bai yang tidak mau kalah.


Zu Tiankong tidak memedulikan perdebatan suami istri itu. Dia menatap Qing Yue’er dan mengamatinya selama beberapa saat. Kemudian dia mengangguk-angguk puas dengan perubahan gadis itu.


“Bukankah kau yang sudah memberantas semua iblis itu?” tanya Zu Tiankong.


Qing Yue’er tersenyum malu. “Sebenarnya bukan aku. Itu adalah pekerjaan binatang yang aku miliki,” ucapnya.


“Sama saja. Kau tahu? Banyak orang yang sedang mencarimu. Aku sarankan kau menghindar dari mereka jika tidak ingin direpotkan oleh para pria tua itu.” Zu Tiankong menyarankan. Dia sudah melihat orang-orang yang pergi ke istana kerajaan Linxiang. Jumlahnya memang cukup banyak.


Qing Yue’er mengangguk mengerti. Itu juga alasan kenapa dia pulang diam-diam tanpa ingin membuat keributan. Dia sudah memprediksi orang-orang pasti akan membuat keributan.


Semua orang masih terkagum-kagum pada Qing Yue’er. Bagaimanapun juga, gadis itu sudah melakukan hal besar untuk Linxang Timur. Siapa yang pernah menyangka gadis yang dulunya banyak dicaci dan diremehkan orang sekarang tumbuh menjadi begitu luar biasa?


“Ah, jangan seperti itu. Bagaimanapun juga kita adalah keluarga,” ucap Qing Yue’er. Dia bisa menebak perasaan Bai Su. Pria itu mungkin merasa terlalu rendahan jika dibandingkan dengan identitas dan kekuatannya.


“Tapi ini memang hal yang serius, Yue’er. Sejak dulu dunia ini memang sudah dibagi menjadi tiga alam. Kau tidak bisa selalu menurunkan tangan ke alam bawah hanya untuk kami. Itu bukan ranahmu. Jika di masa depan ada sesuatu yang terjadi, kau tidak perlu selalu mencemaskan kami,” Bai Su berkata dengan serius.


“Apa yang dikatakan oleh ayahmu benar. Celestial adalah Celestial. Tongxuan adalah Tongxuan. Dari dulu selalu seperti itu,” timpal Zu Tiankong. Dia menghela napas. “Kau ini terlalu baik.”


Qing Yue’er menunduk. Mungkin seharusnya memang seperti itu. Namun, bagaimana mungkin dia bisa membiarkan benua Tongxuan hancur tanpa menurunkan tangan?


Mungkin jika dia sudah menjadi Dewi dia tidak akan sebaik itu lagi. Karena dia tidak akan bisa ikut campur dengan urusan manusia. Jadi, selagi dia masih bebas ikut campur kenapa tidak?


Dia menatap mereka semua lalu senyumnya merekah. “Aku tahu batasku,” katanya.


“Bagus.” Bai Su mengangguk-angguk. “Ngomong-ngomong … apa kau sendirian? Di mana pria itu?” Orang yang ditanyakan oleh Bai Su adalah Mo Jingtian. Mereka pasti mengingatnya.


Qing Yue’er tersenyum tipis. “Dia tidak bisa datang ke sini,” balasnya sambil mengangguk beberapa kali. Kemudian dia mengalihkan pembicaraan. “Kalian semua baik-baik saja, kan? Kuharap begitu.”


“Untungnya tidak ada yang terjadi. Kedatangan iblis malam ini adalah yang pertama kalinya,” jawab Bai Su. Qing Yue’er mengangguk. Dia tahu ini. Lagi pula formasi pelindungnya juga baru diaktifkan satu kali.


“Kalau begitu apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Bai Fu’er.


Tepat pada saat itu tiba-tiba salah satu penjaga gerbang yang sebelumnya berselisih dengan Zu Tiankong berjalan masuk ke aula kediaman. “Tuan, seorang pria asing ingin menemui Nona Qing,” lapornya.


“Siapa orang itu? Jika itu berasal dari orang-orang Tongxuan Timur lupakan saja. Katakan Yue’er tidak ada di sini,” ucap Bai Su.


“Orang itu mengaku sebagai Mo Feng,” kata si penjaga gerbang.


“Ah, itu. Biarkan dia masuk,” ujar Qing Yue’er. Dia memang sudah menunggu Mo Feng. Pria itu pasti lebih mengetahui apa yang terjadi dengan para iblis dari dunia bawah.


“Baik.”