Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Yan Xiao


Di belakang akademi, Qing Yue'er menarik napasnya dalam-dalam. Keringat sudah membasahi punggungnya, bahkan tenggorokannya sudah menjadi kering. Namun, kebahagiaan jelas terpancar dari sorot matanya. Ya, itu karena dia baru saja melakukan terobosan.


Awalnya dia hanya ingin melakukan pelatihan fisik, tapi udara di belakang akademi ternyata memiliki lebih banyak energi spiritual. Dia tidak bisa menyia-nyiakan begitu saja. Akhirnya dia memanfaatkannya dengan baik untuk mencapai terobosan.


Dia mengubah posisinya untuk berbaring di atas batu besar. Dia menatap ke atas dan melihat langit yang saat itu sudah sore. Angin lembut menyapu daun bambu dan menerbangkannya hingga mendarat di rambut Qing Yue'er. Dia mengambilnya. Dengan jentikan jari, daun bambu yang masih hijau itu lengsung melesat ke sembarang arah.


Tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat. Karena dia tidak ingin ditemukan akhirnya tangannya bergerak untuk menciptakan formasi persembunyian. Dia menoleh dan melihat dua orang murid pria yang berjalan mendekat.


Qing Yue'er bisa samar-samar mendengar mereka sedang mengobrol satu sama lain. Setelah mendengar satu nama akhirnya dia tertarik untuk menguping.


"Kau tahu, malam ini senior Yan akhirnya akan keluar dari meditasi pintu tertutupnya."


"Apa urusannya denganku? Lagipula setiap dia keluar pasti kultivasinya sudah meningkat lagi. Apa kau ingat pada tingkat apa terakhir kali dia memasuki meditasi?"


"Aku pikir saat itu dia berada di level 9 alam langit. Pasti nanti dia sudah memasuki alam duniawi. Surga, bukankah itu hampir menyaingi seorang penatua di sini?"


"Itulah kenapa akademi sangat memanjakannya, itu karena dia memang berbakat ...."


Mereka berdua berlalu begitu saja melewati posisi di mana Qing Yue'er berada. Mungkin jika mereka mengetahui ada seorang gadis cantik yang sedang mengawasi mereka di atas batu, mereka akan terkejut. Namun karena saat ini Qing Yue'er tidak tedlihat jadi mereka tidak mengetahuinya.


Sekarang Qing Yue'er akhirnya mengerti. Senior Yan yang dibicarakan oleh kedua murid itu pasti Yan Xiao, cucu Daoist Black Three. Tingkat kekuatan Yan Xiao awalnya berada di level 9, dan itu adalah level yang membuat murid lain sangat menghormatinya. Pantas saja Qing Yue'er langsung dimasukkan ke dalam jajaran murid senior, itu karena kekuatannya setara dengan senior di sini.


"Kebetulan sekali dia akan keluar malam ini, sepertinya aku bisa langsung menemuinya," gumam Qing Yue'er. Kemudian dia pergi untuk membersihkan diri.


***


Ketika hari sudah gelap, ada penampilan aneh di langit malam. Ada sebuah cahaya yang terpancar keluar dari salah satu asrama murid laki-laki. Cahaya itu terlihat terang dan tentunya banyak menarik murid-murid akademi. Mereka semua keluar untuk melihat penampakan cahaya itu.


"Ini pasti senior Yan! Dia benar-benar mencapai terobosan!" teriak salah satu murid.


"Ini hebat, akhirnya stok ahli alam duniawi kita telah bertambah lagi!"


Qing Yue'er keluar dari kamar. Dia menatap pusat cahaya yang juga menarik perhatiannya. Jadi tanda-tanda terobosan ke alam duniawi adalah seseorang akan meninggalkan cahaya terang di langit malam. Cahaya itu yang menjadi tanda-tanda penyucian bagi manusia untuk melepas kefanaan sedikit demi sedikit.


Di alam duniawi memang seseorang akan dilatih untuk mulai melepaskan hal-hal berbau duniawi. Seperti bagaimana seseorang akan sedikit demi sedikit melepaskan 7 emosi dan 6 keinginan manusia. Jika mereka sudah berhasil melepaskan hal-hal itu maka mereka tidak akan begitu sulit ketika menerobos ke alam surgawi.


Qing Yue'er bersiap pergi ketika tiba-tiba Luo Qingqi menahannya. "Ke mana kamu akan pergi?"


"Aku hanya ingin mencari udara segar sebentar," jawab Qing Yue'er.


Luo Qingqi memicingkan matanya. Seharian ini dia tidak tahu ke mana Qing Yue'er pergi. Dia tidak melihatnya di mana pun, dan sekarang gadis itu berniat untuk pergi lagi? Tidakkah dia merasa lelah dan beristirahat di asrama? Luo Qingqi menjadi penasaran, sebenarnya apa yang Qing Yue'er lakukan?


Meskipun begitu, dia tidak melarang gadis itu pergi. Dia membiarkannya, lagipula mereka tidak memiliki hubungan yang begitu dekat.


Qing Yue'er berjalan keluar dari asrama. Dia ingin menyelinap untuk bertemu dengan Yan Xiao. Namun, sebelum dia bisa melangkah jauh, tiba-tiba seseorang datang menghalangi jalannya.


"Huh, akhirnya kita bertemu lagi," ucap Lan Ying dengan senang. Dia adalah seseorang yang masih begitu tidak menyukai keberadaan Qing Yue'er.


Sebenarnya dia merasa heran, di saat banyak orang membencinya, kenapa Qing Yue'er masih berani pergi berkeliaran seorang diri? Apa gadis itu tidak takut jika seseorang akan datang untuk memberinya pelajaran? Seperti sekarang contohnya.


Lan Ying menyilangkan tangannya dan menatap Qing Yue'er dengan cemoohan. "Murid baru, tidakkah kamu takut akan ada seseorang yang mengincarmu pergi keluar?"


"Siapa namamu? Lan Ying bukan? Aiya, kenapa kamu begitu bersikeras menggangguku?" tanya Qing Yue'er dengan jengah.


"Bukankah aku sudah mengatakan untuk memanggilku senior?!" seru Lan Ying.


Qing Yue'er menghela napas. Sudah tidak ingat lagi berapa kali dia bertemu dengan orang-orang seperti Lan Ying. Meskipun mereka banyak melawan dan menentangnya, tapi seberapa banyak orang yang berhasil mengacaukannya? Dia ingin berteriak pada orang lain untuk jangan mengganggunya, tapi itu hanya akan berakhir dengan sia-sia.


Lan Ying mendengus. Dia hanya menatap Qing Yue'er sebagai lelucon. Kenapa ada seseorang yang begitu berani seperti itu? "Berdamai denganmu? Jangan berharap!"


Qing Yue'er menatap tajam pada Lan Ying. Dia tidak mau membuang waktunya untuk orang-orang yang berpikiran sempit seperti wanita itu. Dia mengeluarkan auranya yang tajam dan menekankan pada Lan Ying.


"Kamu ...." Lan Ying benar-benar terkejut. Dia membulatkan matanya ketika mendapati dirinya sendiri telah ditekan oleh murid baru itu. Dia bahkan merasa merinding oleh aura yang begitu dingin dan tajam.


Qing Yue'er mendecih. Dia melambaikan tangannya dan seketika sosok Lan Ying langsung terlempar jauh menabrak sebuah tugu batu. Wanita itu berada di level 8 alam langit dan itu berarti berada satu tingkat di bawahnya. Tentu saja dia bisa mengalahkannya dengan mudah.


"Aku sudah memberimu kesempatan untuk memilih, tapi kamu memilih untung menentangku. Apa kamu masih ingin melanjutkan?" Qing Yue'er bertanya dengan dingin.


Orang yang ditanya hanya terdiam. Mungkin Lan Ying masih merasa terkejut, atau bahkan ketakutan. Ya, dia memang tidak menyangka kalau ternyata murid baru itu lebih kuat darinya. Apa ini adalah sesuatu yang masuk akal? Atau dia sendiri yang tidak masuk akal?


Qing Yue'er akhirnya meninggalkan Lan Ying begitu saja. Saat ini dia lebih peduli dengan Yan Xiao yang akan segera keluar dari meditasinya. Rasanya tidak bisa lega jika dia masih memiliki amanat dari orang lain.


Lan Ying terbatuk setelah melihat Qing Yue'er pergi. Dengan tergopoh-gopoh ia pun pergi dari tempat itu. Dia kembali ke asrama dan menyuruh teman dekatnya untuk berhenti mengganggu Qing Yue'er.


"Lan Ying, apa kamu serius?"


"Aku tidak membohongimu. Apa kau tahu kenapa aku terluka? Itu karena murid baru itu yang telah melemparkanku hanya dengan lambaian tangan. Kamu pikir apa aku mau menipumu dengan cara mengagung-agungkan dia?" Lan Ying mencemooh temannya.


"Masuk akal juga apa katamu. Kalau begitu kita tidak perlu lagi membuat masalah dengannya. Meskipun aku tidak senang, tapi sepertinya pihak akademi juga sudah banyak mempertimbangkan hal-hal."


"Sebenarnya jika kalian mau, aku pikir kita masih punya rencana yang mungkin bisa menghancurkannya," ucap orang yang lain.


"Apa itu? Jangan bercanda."


"Kalian tahu bahwa perburuan binatang roh akan membuat kita memasuki wilayah yang sama sekali baru dan kita tidak tahu seberapa berbahayanya itu. Mungkin kalian bisa memikirkan cara untuk melakukan rencana lain."


Lan Ying dan lainnya yang saat itu sudah merasa menyerah akhirnya kembali menemukan cahaya. Sepertinya mereka memiliki rencana lain yang bisa diandalkan.


***


Pintu yang sudah beberapa lama tertutup rapat akhirnya saat ini kembali terbuka. Sosok yang banyak dinanti oleh orang lain pun keluar dari balik pintu tersebut. Dia adalah seorang pria yang memiliki wajah ramah sekaligus menyenangkan. Meskipun tidak begitu luar biasa tapi auranya membuat orang lain akan merasa senang bergaul dengannya.


"Yan Xiao, selamat akhirnya kamu telah berhasil melakukan terobosan!" seru teman-teman yang sudah menunggunya di depan pintu.


Yan Xiao tersenyum dan menepuk bahu teman-temannya. "Ini memang luar biasa. Sepertinya aku harus pulang untuk menemui kakekku." Dia sudah lama tidak kembali dan kakeknya pasti akan terkejut jika melihat cucu satu-satunya sudah tumbuh sebanyak itu.


"Kamu seharusnya pulang untuk menemuinya. Aku rasa dia sudah sangat ingin bertemu denganmu," ucap temannya.


"Aku akan memikirkannya. Ada berita apa saja yang terjadi selama aku dalam masa penutupan?" tanya Yan Xiao.


"Minggu depan akan ada perburuan binatang roh, kita harus ikut!"


"Oh, bukan hanya itu. Kemarin sempat ada tiga gadis luar biasa yang secara bersamaan masuk ke akademi. Apa kamu tahu, salah satunya bahkan bisa menundukkan Xie Wuqing!"


"Xie Wuqing? Siapa dia? Kenapa aku baru mendengarnya?" tanya Yan Xiao dengan bingung.


"Itu karena kamu terlalu lama mengurung diri, jadi kamu tidak mengetahui siapa dia."


Setelah itu mereka pun mulai mengobrolkan banyak hal, sampai akhirnya waktu sudah cukup larut. Yan Xiao memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Dia perlu menjalani waktu yang tenang setelah cukup lama bergulat untuk terobosan.


Namun, baru saja dia menutup pintu, dia dikejutkan dengan sosok perempuan yang duduk di dalam kamarnya. "Siapa kamu?"