Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Kekuatan Jiwa


Chi Yuntian dan Dongfang Gu bergerak memasuki kediaman Qing Yue’er. Saat ini gerbangnya memang sudah tidak disegel lagi. Itu telah dihapus oleh Han Qiong karena sudah tidak diperlukan lagi.


Setelah melewati gerbang, mereka langsung bisa merasakan jejak kekuatan roh dari halaman belakang. Jadi mereka berdua segera menuju ke sana.


Di halaman belakang itu, pola segel buatan Qing Yue’er sudah hilang. Mereka tidak melihat siapa pun kecuali Mo Jingtian yang sedang bersandar di bawah pohon sambil menutup mata. Ini adalah kesempatan yang mereka inginkan.


Dongfang Gu langsung menyeringai dingin. Dia berjalan mendekati Mo Jingtian dengan santai. “Tuan Muda Mo, aku tidak melihat Nona Xinyu di sini. Mungkinkah dia telah meninggalkan kediaman?”


“….”


Mo Jingtian mengabaikannya. Dia tidak ingin berurusan dengan orang-orang di sini. Mereka tidak layak untuk waktunya yang berharga. Saat ini yang dia inginkan hanya menikmati ketenangan untuk mengkultivasikan kekuatan jiwanya.


Sikap Mo Jingtian membuat Dongfang Gu dan Chi Yuntian merasa tidak senang. Bagaimanapun juga mereka adalah seorang penatua. Seseorang yang tidak memiliki kekuatan seperti Mo Jingtian seharusnya tidak mengabaikan mereka.


“Hmm. Tuan Muda Mo, ketika orang yang lebih tua sedang berbicara, seseorang seharusnya tidak mengabaikannya," ucap Chi Yuntian dengan nada menyindir.


Vermillion di ruang dimensi Mo Jingtian langsung tertawa mengejek. “Apakah dia tahu usia orang yang sedang diajak bicara? Membandingkan umur dengan tuanku adalah hal paling bodoh!”


Jika mereka tahu usia Mo Jingtian yang sebenarnya, apakah mereka bahkan masih berani menyebut dirinya lebih tua?


Mo Jingtian masih mengabaikan mereka. Chi Yuntian menjadi marah. “Sungguh tidak tahu sopan santun! Apa kau merasa lebih superior hanya karena berasal dari Celestial?”


Akhirnya kedua mata Mo Jingtian terbuka. Dia menahan senyumnya sambil menunduk. “Aku tidak tahu untuk urusan apa kalian datang ke sini. Tidak perlu mencari celah untuk memusuhiku. Langsung katakan apa yang memang ingin kalian katakan.”


Dongfang Gu mendengkus. “Jadi, kau cukup peka. Kami memang datang dengan tujuan lain,” ucapnya dengan dingin.


“Tuan Muda Mo, Nona Xinyu adalah seseorang dengan potensi yang tak terbatas. Kau tahu itu bukan?”


“Aku tahu lebih dari siapa pun,” kata Mo Jingtian dengan santai.


“Kau tahu? Kalau begitu seharusnya kau tahu dia tidak bisa diganggu dengan urusan hati.” Chi Yuntian menatap Mo Jingtian dengan dingin. “Dengan level kekuatanmu ini, kau hanya akan menghambatnya. Apa kau tidak pernah memikirkan itu?”


Mo Jingtian memicingkan matanya. Dia menghambat Qing Yue’er? Bagaimana mungkin? Dia justru telah membantu memicu kekuatan roh gadis itu hingga bisa menerobos ke level ungu.


Senyum mengejek muncul di bibirnya. Ada begitu banyak orang yang tidak mengetahui sesuatu tapi selalu bisa berlagak benar. Orang-orang seperti itu ada di mana-mana, tidak hanya di Tongxuan maupun di Celestial.


“Apa yang membuat kalian berpikir bahwa kalian berhak mengatakan hal-hal ini? Bahkan Niu Longhao dan Han Qiong tidak berani mengatakan apa pun tentang itu.”


Dongfang Gu mendengkus. “Itu karena mereka terlalu memberikan kebebasan pada gadis itu. Tapi kami tidak. Siapa pun yang menjadi beban tidak pantas bersanding dengan jenius akademi kami!”


“Dan apa yang membuat kalian berpikir aku adalah beban?”


Dongfang Gu dan Chi Yuntian tertawa mendengar pertanyaan itu. Apakah pria itu tahu apa yang dikatakannya? Bagaimana dia tidak menyadari level kekuatannya sendiri?


“Sepertinya kau tidak tahu tempatmu sendiri. Apakah kami harus membantumu memberi tahu?”


Mo Jingtian mendengkus. Dia beranjak dari duduknya lalu berkata pada mereka, “Pergilah. Aku tidak ingin menghabiskan waktu untuk bermain-main dengan kalian.”


“Bermain-main? Siapa yang bermain-main? Kami sedang memberitahumu apa yang harus kau lakukan!” seru Dongfang Gu dengan marah. Mereka sedang berbicara dengan serius. Bagaimana pria itu hanya menganggapnya bermain-main?


“Aku tidak butuh orang lain untuk memberitahuku.” Tatapan Mo Jingtian menjadi lebih dingin. “Kalian tidak layak.”


Setelah mengatakan itu dia berjalan menuju kediaman. Namun, Dongfang Gu dan Chi Yuntian tidak ingin membiarkannya pergi. Mereka saling menatap dengan dingin.


“Jika kau tidak bisa diberitahu secara halus, maka jalan satu-satunya adalah kekerasan!”  


Tepat setelah itu, mereka berdua segera bergerak ke depan. Kekuatan spiritual dari level 4 alam duniawi meledak. Mereka mencoba menyerang Mo Jingtian yang bahkan tidak memiliki kekuatan spiritual.


Kilatan dingin muncul di mata Mo Jingtian. “Hmph! Kalian pikir untuk apa aku menerima julukan Dewa Kehancuran?”


Dia berbalik menghadap dua pria tua yang bergerak cepat ke arahnya. Kedua matanya tiba-tiba bersinar dengan cahaya keemasan. “Hancurlah!”


Booomm!


Ledakan yang dahsyat tiba-tiba terjadi. Itu begitu kuat hingga mengguncang suluruh tanah akademi. Suaranya menggema di langit hingga membuat semua orang terkejut.


“Apa yang terjadi?!”


“Bencana apa lagi ini?!”


“Suaranya berasal dari akademi ini. Siapa yang membuat kekacauan?”


Para penghuni akademi menjadi terkejut dan penasaran. Qing Yue’er yang saat ini sedang menunjukkan peta letak lubang-lubang iblis kepada Niu Longhao juga ikut terkejut. Dia langsung menoleh ke arah kediamannya.


“Apa yang terjadi?” Niu Longhao bertanya dengan kening berkerut.


“Aku akan memeriksanya.” Qing Yue’er merasa khawatir karena Mo Jingtian hanya sendirian di kediaman. Bagaimana jika ada orang yang menyerangnya? Mungkin saja ada dewa yang datang untuk membunuhnya.


Kabut darah menyebar di sekitar Mo Jingtian. Daging dan potongan-potongan tubuh manusia yang sudah koyak berceceran di tanah. Bau darah yang menjijikkan menyebar di halaman itu.


“Ini ….”


Kedua mata Qing Yue’er bergetar melihat pemandangan mengerikan itu. Dia menatap Mo Jingtian dengan terkejut sekaligus bingung. Apa yang sudah terjadi? Siapa yang mati? Siapa yang sudah membunuh mereka?


Mo Jingtian tersenyum melihat kehadiran Qing Yue’er. “Kenapa kau kembali? Apa urusanmu sudah selesai?”


“Jingtian, ini …. Siapa mereka? Bagaimana mereka bisa mati?”


Qing Yue’er dengan hati-hati melangkah mendekat. Dia mengerutkan kening sambil mengamati genangan darah dan sisa-sisa tubuh di tanah. Jika diperhatikan dengan baik, ada beberapa potongan kain yang menunjukkan seragam penatua akademi.


“Seorang penatua akademi?” Dia menatap Mo Jingtian dengan penuh selidik. “Siapa itu?”


Mo Jingtian mengangkat bahunya. “Dua orang yang tidak menyukai keberadaanku.”


“Itu Dongfang Gu dan Chi Yuntian.” Qing Yue’er langsung bisa menebaknya. Sejak awal, hanya mereka berdua yang tidak menyukai Mo Jingtian dan bahkan meremehkan kekuatannya. Dia tidak menyangka mereka akan datang ke kediaman ini di saat dia tidak ada di sini dan mengambil kesempatan untuk membuat masalah pada Mo Jingtian.


Tapi bagaimana mereka bisa meledak seperti ini? Qing Yue’er tidak mengerti. Dia menatap Mo Jingtian dengan bingung. “Kau yang melakukannya?”


“Itu karena langit membantuku.”


“Penipu,” desis Qing Yue’er sambil memicingkan matanya. “Bagaimana kau melakukan ini? Jadi kau sama sekali tidak lemah ya?”


Dia mungkin senang karena tidak ada sesuatu yang terjadi pada Mo Jingtian. Namun, dia juga cukup kesal. Jika pria itu masih memiliki kekuatan yang bisa menghancurkan kultivator di level 4 alam duniawi hingga menjadi kabut darah, kenapa dia tidak mengatakannya?


Pria itu sudah membuat Qing Yue’er mencemaskannya tanpa dasar. Jika dia tahu Mo Jingtian masih memiliki kekuatan ini, dia tidak akan selalu cemas seandainya ada orang lain yang datang menyerangnya.


“Yue’er, kultivasiku memang disegel. Aku tidak memiliki kekuatan spiritual apa pun,” ucap Mo Jingtian dengan polos.


“Lalu apa ini? Bagaimana mereka bisa mati?”


Mo Jingtian tersenyum. Dia memegang tangan Qing Yue’er dengan lembut. “Itu kekuatan jiwa. Kemampuanku tidak begitu buruk dalam hal ini.”


“Tidak begitu buruk? Kau jelas seorang ahli!” Qing Yue’er mendengkus. “Kalau begitu kau seharusnya tidak perlu membuatku mengatakan aku akan melindungimu. Kau hanya membuatku mempermalukan diriku sendiri,” ucapnya sambil bersungut-sungut.


“Bagaimana mungkin? Aku akan sangat senang jika kau mau melindungiku,” ucap Mo Jingtian dengan santai yang membuat Qing Yue’er ingin memukul wajahnya.


“Minggirlah! Lebih baik kau pikirkan cara bagaimana menjelaskan masalah ini pada para penatua. Mereka kehilangan dua penatua bahkan tanpa jazad. Bagaimana ini bisa dimaafkan?”


Mo Jingtian terkekeh. “Itu tidak seperti kita tidak pernah membunuh seseorang.”


“….”


Qing Yue’er tidak bisa berkata-kata. Di masa lalu dia juga sudah pernah membunuh penatua. Mereka seharusnya akan memaklumi masalah ini, kan? Jika mereka mau menerima dia kembali, maka mereka harus menerima risiko akan kehilangan beberapa orang.


“Itu benar juga. Ah, lupakan saja.” Qing Yue’er akhirnya menghela napas dan tidak mempermasalahkan ini.


Kemudian dia menjadi lebih serius. “Aku tidak mengerti cara kerja kekuatan jiwa. Bagaimana kau bisa melatih itu?”


“Kekuatan jiwa tidak sama dengan qi spiritual. Ini juga berbeda dengan kekuatan roh. Kekuatan jiwa bisa digunakan untuk menyerang langsung pada jiwa orang lain, mengambil alih jiwa dan tubuh mereka, memengaruhi pikiran-pikiran mereka dan mengendalikannya, dan hal-hal yang terlarang lainnya. Ini bukan hal yang bisa diajarkan ke sembarang orang.


“Kekuatan jiwa juga bisa digunakan untuk menghancurkan jiwa musuh hingga tanpa sisa. Ini serangan yang cukup kejam karena itu akan membuat jiwa yang hancur itu tidak akan bisa bereinkarnasi selamanya.”


“Sekuat itu?”


Qing Yue’er menjadi terkejut. Dia memang pernah mendengar tertang kekuatan jiwa. Namun, dia tidak pernah tahu kalau itu ternyata bisa sangat kuat dan berbahaya.


“Kau pasti pernah mendengarnya. Namun, orang-orang di alam bawah yang mengaku mempelajari kekuatan jiwa tidak sepenuhnya benar. Apa yang mereka pelajari hanyalah teknik tertentu dan sering kali mereka harus menggunakan media lain seperti alat musik untuk membantu. Itu bukan kekuatan jiwa sungguhan.”


Qing Yue’er akhirnya mengangguk mengerti. Dia teringat dengan Mei Yiran, orang di masa lalu yang menggunakan sitar untuk menyerap kekuatan jiwa orang lain untuk sebuah kejahatan.


“Jadi seperti itu.” Dia menunduk menatap genangan darah di tanah. “Kalau begitu, apakah kau menghancurkan jiwa kedua penatua ini?”


“Itulah yang aku lakukan.”


“Kau memang orang yang kejam.” Qing Yue’er menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berdecak. Kemudian dia bertanya, “Apakah kekuatan jiwa bisa digunakan untuk melawan dewa-dewa?”


“Ya, tapi ini adalah kekuatan yang terlarang. Langit tidak pernah mengizinkanku melatih itu. Aku hanya terlalu tidak patuh.”


Qing Yue’er mengerutkan keningnya. “Tapi kau menggunakannya sekarang. Apakah itu baik-baik saja? Bukankah langit selalu sangat ketat terhadap hidupmu?”


Tiba-tiba Mo Jingtian meraih tangannya dan menempelkannya di dada bidangnya. “Itulah kenapa aku merasa sedikit sakit di sini. Mungkin langit sedang menghukumku,” ucapnya sambil mengedipkan mata, menggoda.


Mulut Qing Yue’er terbuka lebar. Wajahnya menjadi merah ketika merasakan debaran jantung Mo Jingtian. Dia langsung menarik tangannya. “Jingtian! Lebih seriuslah!”