Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Ras Iblis


Qing Yue'er tidak tahu apakah harus merasa marah atau sedih, yang jelas saat ini dia tidak mau tenggelam dengan perasaannya sendiri. Dia lebih mewaspadai apa yang sedang menunggunya di dasar jurang.


Dia mencoba untuk menggunakan kemampuan terbangnya, tapi ternyata tidak bisa. Tempat ini benar-benar membatasi pergerakan seseorang. Mungkin tidak ada jalan lain kecuali menjalaninya.


Tiba-tiba rasa panas yang menyengat datang menghantam tubuh Qing Yue'er. Dia segera melapisi tubuhnya dengan qi spiritual.


Meskipun itu sedikit mengurangi rasa panasnya namun dia tidak mungkin terus bertahan dengan cara seperti ini. Dia harus cepat mencari jalan keluar atau dia akan mati kehabisan energi.


Tubuh Qing Yue'er terjatuh begitu saja di tanah. Tanah di tempat itu tidak berwarna cokelat seperti tanah pada umumnya, melainkan merah gelap. Lebih seperti warna tanah yang sudah dilapisi oleh darah kering.


Tidak ada pepohonan yang tumbuh. Hanya tanah gersang tanpa kehidupan. Hal yang mengejutkan yaitu tidak ada api di tempat ini, hanya onggokan bara yang ada di mana-mana. Bara itu tidak mengeluarkan api sama sekali. Jadi warna merah berapi yang dilihat dari atas berasal dari bara-bara itu.


Qing Yue'er menepuk pakaian putihnya yang sedikit kotor. Tubuhnya terasa sedikit sakit tapi beruntung itu tidak berakibat fatal. Dia melirik ke sekeliling. Rasanya sangat suram.


Dia menelan ludahnya dengan gugup. Apa-apaan ini? Awalnya dia masih di Danau Kunpeng, lalu beralih ke Hutan Bambu Misterius, dan sekarang dia berakhir di tempat aneh ini. Kenapa semuanya begitu tak terduga?


"Ying Jun, apa kau tahu tempat apa ini?" tanya Qing Yue'er pada Ying Jun.


"Tentu saja aku tahu," ucap Ying Jun dengan nada sombong. Dia sengaja tidak memberitahu Qing Yue'er, pasalnya dia ingin gadis itu yang bertanya lebih dulu.


"Kenapa tidak mengatakannya dari awal? Cepat ceritakan padaku, tempat apa ini?"


Ying Jun memutar bola matanya sebelum akhirnya menjawab. "Ini adalah Jurang Iblis, lokasinya tidak jauh dari Gerbang Naga Melonjak."


Kedua alis Qing Yue'er langsung mengerut. Jurang Iblis? Gerbang Naga Melonjak? Kenapa mendengar namanya saja sudah membuat hatinya bergetar? Mungkinkah dia telah tiba di wilayah lain yang lebih tinggi?


Merasakan kebingungan Qing Yue'er, Ying Jun langsung merasa senang. Setidaknya kali ini dia memiliki peran untuk ikut serta dalam membantunya. Akhirnya tanpa menunda lagi Ying Jun pun menjelaskan tentang Jurang Iblis.


Dunia ini tidak terpisahkan dari hitam dan putih atau hal-hal berbau benar dan salah. Begitupula dengan makhluk yang ada di dalamnya. Makhluk kejam yang bernama iblis selalu ada, meskipun populasinya semakin punah.


Iblis berasal dari dunia bawah yang tidak diketahui. Mereka berusaha keluar dari dunia bawah untuk mencapai dunia luar yang luas ini. Setelah mereka keluar, kekacauan meledak di mana-mana. Ras iblis ada yang memakan manusia, ada pula yang sekedar membuat kekacauan semata.


Dunia menjadi penuh dengan hingar bingar. Para dewa mendengarkan keluhan umat manusia. Mereka turun tangan untuk membasmi keberadaan ras iblis. Tentu saja hal itu menjadikan mereka terikat oleh permusuhan abadi.


Ras iblis memiliki ambisi untuk menguasai dunia ini. Maka jalan satu-satunya adalah dengan melenyapkan para dewa. Sejak saat itulah peperangan sama sekali tidak bisa terhindarkan.


Perang yang terjadi jutaan tahun yang lalu itu berlangsung selama ratusan tahun. Para dewa berperang habis-habisan hanya untuk melenyapkan ras iblis. Kekejian yang dilakukan oleh ras itu telah membuat manusia punah dan menderita, jika dibiarkan saja maka keseimbangan alam akan terpengaruh.


Meskipun begitu kebenaran selalu berada di atas segalanya. Perang itu dimenangkan oleh para dewa. Iblis-iblis yang tidak sempat melarikan diri langsung ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara di dalam jurang yang dalam. Itulah yang berakhir menjadi Jurang Iblis.


Jurang Iblis tidak hanya ada satu, melainkan ada beberapa dan tersebar di banyak tempat. Salah satunya adalah tempat di mana saat ini Qing Yue'er berada.


Mendengarkan penjelasan Ying Jun membuat Qing Yue'er merasa takjub. Ternyata ada juga cerita mengenai dewa dan iblis. Meskipun itu adalah konflik yang berat, namun Qing Yue'er merasa cukup tertarik.


Dua entitas kuat seperti iblis dan dewa sudah bisa dipastikan mereka sama-sama kuat. Yang satu penguasa dunia bawah, yang satunya lagi penguasa dunia atas. Seberapa hebatkah peperangan itu?


"Lalu bagaimana dengan Gerbang Naga Melonjak? Tempat apa itu?" tanya Qing Yue'er.


"Gerbang Naga Melonjak adalah pintu masuk menuju alam Celestial, alam di mana klan Xie berada," jawab Ying Jun.


"Alam Celestial? Ayo, ceritakan lebih banyak!" seru Qing Yue'er. Dia selalu merasa tidak sabar ketika mendengar tentang klan miliknya.


Ying Jun kembali menjelaskan hal-hal pada Qing Yue'er. Sebagai binatang illahi, dia telah melewati banyak alam, termasuk Celestial pun pernah ia singgahi. Menceritakan hal itu membuat dia merasakan perasaan nostalgia.


Alam Celestial berkedudukan lebih tinggi dari benua Tongxuan. Tingkatannya tentu saja sangat berbeda. Di alam itu ada beberapa wilayah kekuasaan yang dibagi menjadi istana-isatana. Setiap istana memiliki penguasa yang berbeda-beda pula.


Qing Yue'er membelai dagunya. Dia sedang berpikir dalam-dalam. Semakin dia mengerti maka semakin pula dia merasa bahwa dia hanya semut kecil yang sangat lemah.


Semakin tinggi sebuah alam pasti manusianya akan memiliki bakat yang semakin tinggi pula. Dia tidak yakin apakah dia bisa setara dengan mereka atau tidak


"Lalu apakah ada alam lain di atas Celestial?" tanya Qing Yue'er dengan antisipasi. Dia ingin tahu sampai mana batas-batas kekuasaan manusia.


"Ada," jawab Ying Jun tanpa ragu.


Qing Yue'er sedikit terkejut. "Apa itu?"


"Seperti yang telah ibumu sebutkan sebelumnya. Itu adalah Pengadilan Surgawi." Ying Jun berkata dengan tenang. Namun jika diperhatikan lebih jauh maka suaranya terdengar sedikit bergetar.


"Berhenti membahas hal ini. Cepat pikirkan cara untuk pergi dari sini. Tempat ini terlalu berbahaya," ucap Ying Jun untuk mengalihkan pembicaraan. Sudah cukup Qing Yue'er mengetahui tentang ini. Di masa depan gadis itu akan tahu dengan sendirinya.