
Embusan angin malam meniup rambut Qing Yue'er dengan lembut. Saat ini dia sedang berdiri di ujung atap sebuah rumah hiburan. Setelah meninggalkan rumah Xiao Hai, dia langsung pergi ke tempat ini.
Ya, seperti yang orang bilang. Mei Yiran tinggal di sebuah rumah hiburan kota Nan Zheng. Untuk menyelidikinya, Qing Yue'er harus rela datang ke tempat yang tidak menyenangkan seperti ini.
"Satu ...."
"Dua ...."
"Tiga ...."
Qing Yue'er membuka genteng untuk sedikit memberi celah supaya dia bisa mengintip ke dalam ruangan. Dia tersenyum miris ketika menyadari perbuatannya yang tidak bermoral.
Dia sudah melakukan hal ini beberapa kali, tapi dia masih belum menemukan di mana Mei Yiran tinggal. Apa mungkin wanita itu memiliki tempat tinggal yang istimewa dan tersembunyi?
Ketika Qing Yue'er sudah menelusuri hampir keseluruhan ruang, akhirnya dia mengembuskan napas dengan kasar. Sepertinya dia akan melanjutkan besok. Saat ini dia masih merasa lelah akibat perjalanan panjangnya.
Akhirnya dia terbang melesat untuk mencari penginapan. Kali ini dia tidak harus terburu-buru. Jiang Yini hanya dilumpuhkan, gadis itu tidak akan mati. Dia bisa menyembuhkannya kapan saja. Hitung saja itu adalah karma dari tindakan ayahnya yang secara tidak langsung telah merusak masa depan Bai Fu'er.
Qing Yue'er memasuki rumah penginapan yang cukup ramai. Setelah memesan kamar di lantai dua, dia tidak langsung naik melainkan hanya duduk di kedai makanan yang ada di lantai bawah.
"Ehehe, Nona apa kau ingin minum sesuatu?" tanya seorang pria yang duduk tidak jauh darinya.
"...."
"Nona, kamu terlihat asing. Pasti seorang pendatang baru bukan?" lanjutnya lagi.
"Aiih, biarkan saja dia. Aku memiliki hal lain yang penting. Apa kau tahu tuan muda Jing Ke?"
"Maksudmu si lemah dari keluarga Jing?"
"Iya itu. Beberapa hari yang lalu dia masih baik-baik saja bukan? Tapi sejak keluarga Jing mengundang Nona Mei Yiran untuk melakukan pertunjukan sitar, Tuan Muda Jing menjadi sakit-sakitan."
"Benarkah? Walaupun Jing Ke memang tidak berkultivasi tapi dia tidak pernah sakit-sakitan."
"Hey! Apa kalian sedang membicarakan Jing Ke? Ah, kalian terlalu tertinggal. Sebenarnya ada beberapa orang juga yang seperti itu," ucap seorang pria yang ikut menimpali percakapan mereka.
Qing Yue'er yang sedang menguping pun menjadi penasaran. Akhirnya dia mendekat pada orang-orang itu dan ikut menimpali.
"Ada yang seperti itu?" tanyanya tanpa malu.
Mereka terkejut saat seorang perempuan yang awalnya sangat misterius ternyata ikut bergabung bersama mereka. Hal itu tentu saja membuat mereka merasa sedikit senang, apalagi saat mendengar suara Qing Yue'er yang menyenangkan di telinga.
"Ah, Nona ini pasti belum tahu. Sebenarnya hal aneh seperti itu sudah beberapa kali terjadi dan kebanyakan dari mereka akan sakit-sakitan. Paling parah mereka akan kehilangan kesadaran dan tidak pernah bangun lagi."
"Benar, benar! Sayangnya para tabib dan dokter di sini tidak tahu bagaimana menyembuhkannya."
Diam-diam Qing Yue'er mengangguk mengerti. Jadi kejadian seperti yang ibu Xiao Hai alami bukanlah sesuatu yang baru. Sebelumnya memang sudah ada yang seperti itu dan semakin hari pasti akan bertambah.
"Lalu apakah sudah ada yang tahu apa sebabnya?" tanya Qing Yue'er.
"Tidak ada, saat ini belum ada yang menemukan jawabannya." Orang itu menghela napas. "Ini benar-benar membuat kami merasa tidak nyaman."
"Bolehkah aku tahu siapa penguasa kota ini?" Qing Yue'er bertanya lagi.
"Penguasa kota adalah Jing Wubei, kepala keluarga Jing. Kenapa kau menanyakan itu, Nona?"
Qing Yue'er menggelengkan kepala. Dia sudah menyiapkan jawaban. "Sebagai pendatang baru aku ingin memberikan pengormatan untuknya. Bukankah ini normal?"
"Lupakan. Aku akan mencoba mengunjungi keluarga Jing besok," ucapnya sambil sambil menuangkan teh.
"Aahh!"
Tiba-tiba dia mendengar suara seseorang dari luar kamar. Awalnya dia tidak peduli tapi kemudian jendela kamarnya diketuk dari luar.
Qing Yue'er mengerutkan kening. Siapa yang malam-malam seperti ini akan iseng mengetuk jendela kamar orang lain? Apalagi kamarnya berada di lantai dua, benar-benar terlalu menganggur!
Dengan langkah yang lambat Qing Yue'er berjalan mendekat ke arah jendela. Suara ketukan itu menjadi semakin cepat saja. Sepertinya orang di luar sana sangat tergesa-gesa.
Brak!
Ketika Qing Yue'er membuka jendela, sebuah bayangan hitam meluncur masuk dengan kecepatan kilat. Bahkan Qing Yue'er tidak diberi kesempatan untuk menghindar ketika sebuah benda dingin menahan lehernya agar tidak bergerak.
"Jangan melawan. Jadilah baik dan kembali tutup jendela itu," ucap seseorang dengan sedikit nada ancaman.
Qing Yue'er mengibaskan lengannya dan jendela pun kembali ditutup. Dia melirik belati yang dipegang orang itu. Tidak ada rasa khawatir. Dia masih tenang seperti biasa.
Hal itu membuat sang pemilik belati tertegun. Jika dia menggerakkan belatinya sedikit saja pasti darah akan mengalir dan hidup gadis di tangannya tidak bisa dijamin. Akan tetapi gadis yang sedang diancam itu ternyata tidak tampak khawatir sama sekali.
Sebelum dia sempat mengatakan sesuatu, gadis berpakaian putih itu sudah menarik belati dari tangannya dan memutar posisi mereka sedemikian rupa. Dia bahkan tidak tahu gerakan apa yang digunakan hingga sekarang belatinya menunjuk pada lehernya sendiri.
"Sial!" rutuknya.
Qing Yue'er menarik kain tipis yang menutup wajah orang asing itu. Setelah itu terpampanglah wajah seorang gadis yang masih terasa asing. Usianya mungkin hanya 17 atau 18 tahun.
"Seorang gadis berlarian sendiri malam-malam bukanlah hal yang baik," ucapnya.
"Apa yang kau tahu! Cepat lepaskan aku!" teriak gadis itu.
"Sstt! Jangan berteriak. Apa kau ingin mereka menemukanmu?" Qing Yue'er tersenyum penuh kemenangan.
Mata gadis asing itu langsung melebar. Dia tidak menduga jika gadis cantik berpakaian putih itu mengetahui apa yang sedang terjadi padanya. "Bagaimana kamu bisa tahu?"
Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa. Bagi seorang spiritualis dunia sepertinya, itu bukanlah hal yang sulit untuk mendeteksi lingkungan sekitar. Dari saat gadis asing itu masuk, dia sudah bisa mendeteksinya.
Dia memukul bahu gadis itu dan langsung dibalas dengan ringisan kesakitan. Benar bukan? Gadis itu memang terluka.
"Bodoh! Apa yang kau lakukan?!"
Qing Yue'er menarik belati yang ada di tangannya. Dia memeriksa sejenak dan menemukan ukiran kecil yang berupa nama marga.
"Jadi kamu berasal dari keluarga Jing? Sungguh kebetulan," ucap Qing Yue'er dengan senang.
Jing Ling mengerutkan keningnya tidak senang karena identitasnya telah ditemukan. Dia ingin melarikan diri tapi saat ini musuhnya sedang mencarinya. Belum lagi saat ini dia juga sedang terluka.
"Siapa kamu?" tanya Jing Ling penuh selidik.
"Siapa yang mengejarmu?" Bukannya menjawab pertanyaan Jing Ling, Qing Yue'er malah melemparkan pertanyaan padanya.
"Bukan urusanmu!" ketus Jing Ling.
Qing Yue'er tidak marah, namun dia mengerutkan kening saat inderanya mendeteksi sesuatu. "Tidak baik. Mereka menemukanmu!"