Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Keadaan Istana Tianjun


Qing Yue'er berlari masuk menembus dinding. Setelah itu dia sudah tiba di ruang dimensi lain yang berbeda. Di sana ada banyak pohon Persik Surgawi yang tumbuh dengan teratur. Mereka memiliki buah yang sudah matang di beberapa pohon.


“Woah!”


“Jingtian, kamu benar-benar pria yang kaya,” ucap Qing Yue'er dengan takjub. “Sepertinya aku tidak salah mengenalmu.”


Mo Jingtian tersenyum tipis. Ini merupakan pujian untuknya. Dia pun berkata, “Kamu bisa mengambilnya. Lagi pula tidak ada yang menggu ....”


Bahkan sebelum Mo Jingtian selesai berbicara, Qing Yue'er sudah terlebih dahulu bergerak memanen persik-persik itu. “Aku tahu itu. Jadi, aku tidak akan sungkan,” ucapnya.


“Benar-benar gadis yang rakus," ucap Ying Jun dari dalam dimensi.


Sementara itu Qing Yue'er tidak mendengar ucapan Ying Jun. Dia hanya fokus pada pekerjaannya. Setelah beberapa saat akhirnya dia berhasil memetik hingga beberapa puluh buah persik. Dia meletakkan mereka semua di rerumputan hijau, lalu mendudukkan tubuhnya di hadapan tumpukan persik.


Wajahnya berseri-seri melihat harta seperti itu. Dia berdehem, lalu bertanya, “Kamu tidak membutuhkan ini sama sekali?”


“Tidak. Barang seperti itu sudah tidak memberi pengaruh padaku,” balas Mo Jingtian. Baginya Persik Surgawi hanya akan melewati mulutnya begitu saja. Seperti makanan ringan yang bahkan tidak mengenyangkan perut.


“Bisakah aku mencoba menerobos di sini?" tanya Qing Yue'er.


“Tentu saja kamu bisa.”


Qing Yue'er tersenyum. Akhirnya dia bisa melihat kemungkinan terobosan lagi. Dia ingin segera mencapai puncak alam surgawi. Dengan demikian mungkin dia akan lebih cepat mendapatkan kehendak surga.


Kedua tangan Qing Yue'er menjulur ke depan. Qi spiritual tampak bersinar di telapak tangannya. Dengan sekali gerakan, dia menyatukan kedua telapak tangannya.


Semua Persik Surgawi yang ada di hadapannya langsung bergetar dengan intens. Kemudian dalam hitungan detik, mereka naik ke udara sebelum akhirnya meledak secara bersamaan.


Qing Yue'er memutar tangannya, lalu seluruh daging buah persik itu menyatu menjadi satu. Kali ini dia tidak akan memakan mereka secara langsung, melainkan mengambil esensi yang terkandung di dalamnya.


Persik Surgawi yang sudah menjadi jus itu diselimuti oleh cahaya samar berwarna merah muda. Kemudian ketika Qing Yue'er mengulurkan tangannya, cahaya samar itu langsung merambat mendekatinya.


Qing Yue'er menutup matanya dan mulai menyerap cahaya yang berisi limpahan energi spiritual. Cukup lama sebelum akhirnya semuanya selesai.


Energi spiritual yang padat kini terakumulasi di dalam dantian. Setelah itu Qing Yue'er langsung mulai mencoba menggunakannya untuk melakukan terobosan.


***


Di istana Tianjun, Xie Song mengerutkan keningnya beberapa kali. Sudah beberapa hari ini dia tidak melihat keberadaan Qing Yue'er. Jadi dia ingin menanyakannya pada Xie Ying Fei.


“Dia mungkin pergi menenangkan diri. Aku tidak tahu di mana dia,” jawab Xie Ying Fei. Dia menyesap teh hijau yang masih mengepul di meja.


“Memangnya apa yang terjadi?” tanya Xie Song. Kelihatannya ibu dan anak itu tidak dalam keadaan yang baik.


“Aku hanya mengatakan hal yang memang harus aku katakan. Namun, anak gadis itu pergi dengan kemarahan. Sampai sekarang dia masih belum kembali,” ucap Xie Ying Fei.


Mendengar ini membuat Xie Song menjadi heran. “Memangnya apa yang kamu katakan? Aku rasa dia tidak akan pergi jika kamu tidak menyentuh garis bawahnya.”


Dia berkata seperti itu bukan dengan sembarangan. Mungkin dia belum lama mengenal Qing Yue'er. Namun, sedikit demi sedikit dia sudah bisa membaca sifatnya.


“Aku hanya tidak ingin dia memikirkan tentang pernikahan. Jadi aku memberinya beberapa patah kata. Aku pikir mungkin aku yang terlalu tidak sabar.” Xie Ying Fei berkata sambil menundukkan kepalanya.


Helaan napas keluar dari mulut Xie Song. Dia tidak mengerti dengan pemikiran Xie Ying Fei. Kenapa wanita itu harus ikut campur pada kehidupan pribadi Qing Yue'er? Ini membuatnya sedikit kecewa.


“Kenapa kamu begitu gegabah? Apa kau tahu di luar sana itu sangat berbahaya? Belum lagi kita baru saja meruntuhkan klan Liu. Apa kamu memikirkan apa yang terjadi seandainya ada seseorang yang penasaran pada Qing Yue'er?”


Xie Ying Fei hanya bisa terdiam. Xie Song pun kembali melanjutkan, “Biarkan dia hidup menjadi seperti apa yang dia inginkan. Kamu harus percaya padanya. Yue'er pasti mengerti tempatnya sendiri. Dia pasti tahu apa yang harus dia lakukan.”


“Selama ini aku juga tidak pernah ikut campur pada urusanmu. Aku tidak keberatan dengan suamimu yang tidak pernah aku kenal dengan sungguh-sungguh. Aku akan diam. Namun, jika kamu melakukan sesuatu pada Qing Yue'er maka aku tidak akan diam di tempat,” ucap Xie Song dengan panjang.


“Tapi, Ayah ....”


Xie Song mengangkat tangannya, tidak ingin mendengarkan penjelasan Xie Ying Fei. “Aku adalah kepala istana Tianjun. Dan aku juga merupakan kakek Qing Yue'er. Jadi bukan hanya kamu yang berhak atas hidupnya.”


Xie Ying Fei menghela napas panjang. Kemudian dia mendengar ayahnya kembali berbicara.


“Aku tidak mau menunggu lama. Kamu harus segera mencarinya. Jika sesuatu terjadi pada gadis itu maka aku yang akan menghukummu, Fei'er.”


Xie Ying Fei akhirnya mengangguk. Memang dia paling tidak bisa jika harus berdebat dengan ayahnya. Akhirnya dia pun bangkit dari tempat duduk. Baru saja dia hendak melangkah pergi, tiba-tiba suara ledakan keras dan getaran di tanah datang dari arah luar.


Boomm! Boomm!


“Apa yang terjadi?” tanya Xie Ying Fei dengan bingung. Dia mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah langit yang kini tampak menggelap.


Sorot matanya langsung menyusut ketika melihat siapa yang ada di sana. Perasaannya berubah menjadi sedikit resah. “Ayah, kenapa dia ada di sini?”