
Benang-benang cahaya yang saling bersilangan di depan Qing Yue'er memiliki kekuatan roh yang menakjubkan. Jika benang cahaya menyentuh tubuhnya, maka itu akan menyebabkan luka yang dalam. Bahkan hal itu bisa memotong bagian tubuh manusia.
Dan hal yang merepotkan adalah benang-benang itu akan bergerak dengan pola yang acak jika formasinya sudah diaktifkan. Untuk bisa melewatinya, Qing Yue'er harus memiliki deteksi yang tajam serta gerakan yang gesit.
Qing Yue'er menyipitkan matanya. Kekuatan rohnya tersebar di area yang berbahaya. Tubuhnya mulai bergerak cepat dengan pola yang tidak diketahui.
*woosshh
Tiga benang cahaya melintas di tiga bagian tubuhnya. Targetnya adalah leher, pinggang dan kedua kakinya. Semuanya bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak dapat dilihat.
Qing Yue'er langsung melompat dan tubuhnya di miringkan menjadi posisi horizontal. Dia menahan nafasnya saat ketiga benang melintas di antara tubuhnya dengan jarak sangat dekat.
*wossh wosshh wosshh
Akhirnya ketiga benang itu berlalu tanpa menyentuhnya. Namun sebelum dia bahkan menghela nafas lega, beberapa benang sudah melesat ke arahnya.
'Sialan!' Qing Yue'er mengumpat di dalam hatinya.
Setelah itu dia mulai bergerak dengan cepat melewati benang cahaya yang mengancam tubuhnya. Luka berdarah mulai muncul dimana-mana. Rasa sakit yang datang sama sekali tidak dia pedulikan. Dia harus bisa melewati ujian ini.
Zu Tiankong mengamati muridnya dengan serius. Tangannya masih teratur memasukkan makanan kedalam mulutnya. Dia mengamati langkah-langkah yang gadis itu ambil.
Kadang-kadang dia akan tertawa, lalu menggelengkan kepala, kemudian mengangguk, mendesah atau mendecakkan lidah. Wajahnya bergantian antara kebingungan, pertanyaan dan kejutan-kejutan yang menyenangkan.
Orang tua itu seperti mengumpulkan ekspresinya dalam seumur hidup dan menggunakannya dalam satu waktu. Dia benar-benar merasakan kejutan yang luar biasa.
"Kakek, bagaimana menurutmu?" tanya Zu Ruochu dari belakang Zu Tiankong.
Zu Tiankong mendecakkan lidahnya. Makanan di tangannya sudah mulai habis. "Chu'er, cepat masak makanan yang banyak. Kita akan membawa bocah itu untuk makan bersama."
Zu Ruochu terkekeh, kemudian tanpa berkata apa-apa dia berlalu pergi dengan senang.
Nafas Qing Yue'er tersengal. Dia melihat benang cahaya dengan takjub. Sepertinya formasi ini telah membantunya meningkatkan kekuatan rohnya. Sedikit demi sedikit dia bisa merasakan deteksinya yang menjadi lebih kuat.
Dia harus mengakui bahwa hal ini sangat luar biasa. Selain bisa meningkatkan kekuatan roh, formasi ini juga telah meningkatkan qinggongnya ke titik yang baru.
Qing Yue'er melihat benang cahaya yang tersisa. Sedikit lagi dia akan sampai di garis akhir. Dengan tubuh yang semakin mati rasa, dia kembali meluncur dengan cepat.
Tepat ketika matahari berada di puncaknya, Qing Yue'er berhasil menyelesaikan ujiannya. Tubuhnya langsung ambruk di atas rerumputan dengan nafas yang berat.
Setelah beberapa saat, dia bangkit dan berjalan ke arah Zu Tiankong. Pria itu menatapnya dengan tangan yang membelai jenggot putihnya. Sepertinya dia sedang berpikir dalam-dalam.
"Yue'er, apa yang kamu rasakan saat Ouyang Feng mengeluarkan auranya?" tanya Zu Tiankong dengan serius.
Qing Yue'er tidak tahu kenapa orang tua ini tiba-tiba menanyakan hal itu. Menurut dia, Zu Tiankong adalah orang yang tidak peduli dengan orang luar. Tapi dia tidak mau terlalu memikirkannya. Mungkin ada sesuatu yang penting di dalam benak orang tua itu.
"Aku merasa auranya terlalu berat," jawab Qing Yue'er.
Sebenarnya Zu Tiankong bingung bagaimana Wang Xun bisa terkena racun ular kalajengking. Ular kalajengking dikenal tidak menyukai tempat yang memiliki banyak energi spiritual. Bagaimana mungkin tiba-tiba ada ular seperti itu di puncak ke-8 yang memiliki banyak tanaman obat?
Dari sekali lihat saja dia yakin jika ada orang yang memainkan tangan dibelakang semua ini. Tapi siapa orang itu? Dan siapa yang sebenarnya dia targetkan?
"Cobalah untuk berhati-hati dengan orang tua itu," ucapnya kepada Qing Yue'er.
Qing Yue'er menganggukkan kepala. Dia memang sudah menduga kalau Ouyang Feng bukan orang yang sederhana. Dia mungkin akan pergi untuk menyelidikinya. Dan kebetulan dia ingin tahu siapa seseorang yang Zu Tiankong maksud.
Zu Ruochu datang menghampiri mereka dengan berbagai makanan di atas nampan. Aroma yang sangat harum merebak di udara. Perut Qing Yue'er yang sudah kosong langsung menjerit minta diisi.
"Ayo, sudah waktunya makan siang."
Mereka bertiga mulai bergerak untuk menghabiskan makanan yang tersedia. Obrolan-obrolan tercipta membuat suasana menjadi hangat. Kedua kakek dan cucu itu sudah mengenal identitas asli Qing Yue'er, jadi tidak ada banyak hal yang ditutup olehnya.
***
Di kedalaman puncak utama, wajah wanita rubah Yin Hu menggelap dengan kemarahan. Dia baru mengetahui tentang hal yang sudah terjadi pada Wang Xun. Jika Qing Yue'er terlambat menolong Wang Xun, anak itu pasti akan mati begitu saja.
Dia tidak percaya jika ular kalajengking bisa muncul di puncak ke-8. Pikirannya sama seperti Zu Tiankong, seseorang pasti sudah merencanakan untuk melawan kehendaknya. Namun dia tidak tahu siapa yang berani bergerak dengan mencelakai seseorang dibawah pengawasannya.
Dia melambaikan tangannya. Kemudian seseorang dengan jubah putih masuk kedalam ruangannya. Orang itu langsung berlutut di hadapan leluhur Yin Hu. "Sikong Yuan menyapa leluhur."
"Bangun!" Yin Hu melambaikan lengan bajunya. "Yuan Tua, selidiki siapa yang telah menempatkan ular kalajengking di dalam puncak ke-8."
"Baik."
Setelah itu Sikong Yuan berlalu pergi setelah memberi penghormatan. Dia adalah penatua yang ditempatkan leluhur Yin Hu untuk mengawasi asrama pria. Dan dia juga salah satu orang kepercayaan leluhur Yin Hu yang paling berpikiran luas.
Yin Hu menghela nafas. Karena kepala akademi sedang dalam meditasi pintu tertutup, sepertinya dia harus lebih memperhatikan keadaan akademi lebih jauh lagi.
***
Saat matahari terbenam Qing Yue'er kembali ke asramanya. Dia membersihkan diri dan bersiap untuk pergi keluar secara diam-diam. Saat ini dia akan pergi memeriksa kediaman Ouyang Feng yang berada di puncak ke-3.
Malam hari adalah waktu dimana kebanyakan murid berdiam diri untuk berkultivasi. Hal itu membuat suasana di luar menjadi sangat sepi. Qing Yue'er memanfaatkan kesempatan ini untuk bergerak dengan bebas.
Dia melangkahkan kakinya dengan ringan, bahkan tidak ada satu suara yang diciptakan. Hanya dalam waktu pembakaran satu batang dupa, dia sudah masuk kedalam puncak ke-3. Langkah kakinya terus maju menuju satu kediaman yang cukup sepi. Menurut informasi yang dia dapatkan dari murid lain, di sinilah kediam Ouyang Feng berada.
Dari kelihatannya, kediaman Ouyang Feng sangat sepi, bahkan tidak ada penjaga di pintu depannya. Mungkinkah orang itu tidak ada di dalam? Jika seperti itu, ini adalah kesempatan yang baik untuknya.
Qing Yue'er mengendap-endap untuk memasuki kediaman Ouyang Feng melalui pintu belakang. Namun ternyata di sana ada dua orang penjaga yang berdiri dengan tegak.
Qing Yue'er merasa aneh. Kenapa penjaga kediaman hanya ditempatkan di pintu belakang? Mungkinkah ada sesuatu yang spesial di bagian belakang kediaman?