Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Memulihkan


"Xinyu!" Jing Ling berseru dengan senang. Akhirnya gadis itu muncul juga. Beruntung dia telah memutuskan untup tetap di sini, jika tidak maka mereka berdua mungkin akan kesulitan untuk bertemu kembali.


Qing Yue'er berjalan mendekati Jing Ling. Sebenarnya dia sudah mendengar kabar tentang Jiang Yini yang akan dibuang, jadi dia memutuskan untuk datang ke sini. Kebetulan ternyata Jing Ling juga ada di sini.


"Oh, jadi kalian memang berada di pihak yang sama." Jiang Xuan berkata tanpa memalingkah wajahnya dari Qing Yue'er. Kali ini sepertinya dia lebih tertarik pada gadis itu daripada Jing Ling. Tentu saja itu karena penampilan Qing Yue'er jauh lebih memesona.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya. Dia mendekati ayahnya dan membisikkan sesuatu padanya. Ayahnya mengangguk sepertinya tengah menyetujui sesuatu.


Jiang Xuan merasa puas. Dia mengangkat kepalanya dan berkata pada Qing Yue'er dengan arogan. "Bagaimana kalau kita membuat taruhan?"


"Taruhan?"


"Ya, kamu mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Jiang Yini untuk mengalahkanku. Bagaimana jika kamu tidak bisa membuktikan ucapanmu? Aku ingin kau menjadi istriku," ucap Jiang Xuan.


"Lalu bagaimana jika aku yang akan memenangkan pertaruhan ini?" tanya Qing Yue'er dengan santai. Dia sama sekali tidak terkejut dengan ucapan Jiang Xuan.


"Aku akan membiarkanmu pergi." Jiang Xuan hanya mengatakan itu.


Kerumunan orang merasa semakin tidak tahan. Bagaimana pria itu bisa menjadi begitu tak tahu malu? Mungkinkah Jiang Xuan ingin mendapatkan setiap wanita cantik yang dia lihat?


Sudah tidak asing lagi jika Jiang Xuan adalah seorang pria b*jingan. Dia sudah memiliki beberapa wanita yang dianggap sebagai selir. Namun ini adalah pertaruhan yang tidak adil. Bagaimana bisa gadis itu hanya akan dibiarkan pergi jika menang? Setidaknya berikan beberapa hadiah untuk dipertaruhkan.


Jiang Yu yang menyaksikan hal ini langsung merasa tak enak hati. Kemudian dia mencoba untuk menyarankan Qing Yue'er dan Jing Ling keluar dari air berlumpur ini. Dia tidak mau kejadian ini akan merugikan lebih banyak orang.


"Ini sama sekali tidak adil. Nona, jangan dengarkan dia. Lebih baik kalian segera pergi meninggalkan tempat ini," ucap Jiang Yu.


Sayangnya Qing Yue'er tidak mau mendengarkannya. Dia hanya tersenyum kecil sebelum berkata dengan tenang, "Aku akan menerima taruhan ini."


Mendengar jawaban Qing Yue'er tentu saja membuat kerumunan merasa ini semakin tidak masuk akal. Apakah gadis itu juga begitu bodoh?


Bahkan para tabib yang terkenal tidak bisa menyembuhkan Jiang Yini, lalu apakah gadis kecil yang terlihat hanya berusia 15 tahun akan dapat menyembuhkannya? Entah ini kepercayaan diri atau suatu kebodohan?


"Lupakan saja. Gadis bodoh sepertinya tidak perlu dikasihani."


"Benar. Jika nanti dia kalah maka jangan berpikir untuk meminta pengampunan."


"Tidak tidak. Aku rasa dia akan pulang dan memanggil ayahnya karena tidak mau dinikahi oleh Jiang Xuan."


"Antara kepercayaan diri dan kebodohan memang hanya terpisah oleh sehelai rambut."


Orang-orang mencemooh keputusan Qing Yue'er. Mereka akan menyaksikan bagaimana ini akan berakhir. Setidaknya akan ada sesuatu yang bagus untuk ditonton.


"Xinyu, bagaimana kamu bisa menerimanya begitu saja? Apa kau yakin bisa menyembuhkan Jiang Yini? Jangan impulsif." Jing Ling memperingatkan Qing Yue'er. Sepertinya gadis itu juga khawatir padanya.


"Jangan khawatir. Aku akan melakukannya dengan baik," ucap Qing Yue'er.


Tanpa sadar dia telah menanamkan harapan pada Qing Yue'er untuk bisa merubah situasi. Matanya berkilat dengan antisipasi. Jika Jiang Yini bisa disembuhkan maka kemungkinan besar orang-orang licik seperti Jiang Luo akan segera disingkirkan.


Jiang Yini mendengar semua yang terjadi di luar. Saat ini dia sedang terduduk di dalam tandu. Matanya menjadi sedikit basah. Dia tidak mau berharap lebih. Dialah yang paling tahu kondisi tubuhnya sendiri.


Sepertinya tidak ada yang mungkin untuk bisa menyembuhkannya. Bahkan jika itu bisa disembuhkan, mungkin hanya dokter tingkat surgawi yang mampu melakukannya. Dan orang dengan status seperti itu tidak akan mungkin peduli dengan dia yang hanya manusia rendahan.


Tiba-tiba dia melihat tirai tandu yang dibuka. Di sana dia bisa melihat gadis cantik yang sedang menatapnya dengan tenang. Kecantikannya hanya bisa digambarkan dengan kesempurnaan.


"Jika kau bertemu dengan orang yang telah melumpuhkanmu, apakah kau akan membalasnya?" tanya Qing Yue'er.


Jiang Yini tidak bisa mengatakan apa-apa. Namun kelopak matanya terkulai ke bawah. Sepertinya gadis itu tidak tertarik untuk mengungkit masa lalu.


"Tidak ada manusia yang benar-benar tanpa salah. Aku akan memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri."


Qing Yue'er berkata sambil mengangkat tangannya. Kemudian dengan cepat dia menggerakkan jarinya untuk menekan titik-titik kritis yang pernah dia kunci dalam tubuh Jiang Yini.


Itulah kenapa tidak ada yang mampu menyembuhkan Jiang Yini. Yang dibutuhkan bukanlah obat atau ramuan apa pun, melainkan penglihatan dan pengetahuan yang sangat dalam.


Meridian dalam tubuh Jiang Yini telah dikunci oleh Qing Yue'er di beberapa titik krusial. Kemudian dia juga menyembunyikannya di bawah lapisan jaringan lainnya. Ini mungkin terdengar rumit, tapi sebenarnya sangat sederhana.


Jiang Yini merasakan sengatan rasa sakit hampir di sekujur tubuhnya. Namun itu hanya berlangsung sebentar. Setelah itu yang tersisa hanyalah kenyamanan yang menjalari otot-ototnya.


Dia mencoba menggerakkan tangannya. Hatinya bergetar saat melihat tangannya sudah bisa digerakkan. Dia mendongak menatap Qing Yue'er dengan tatapan tidak percaya.


Apakah gadis itu adalah dokter surgawi yang dia pikirkan?


"Ini ...."


Jiang Yini tidak tahu harus mengatakan apa. Bahkan suaranya masih terdengar bergetar. Sudah berapa lama sejak dia tidak mendengar suaranya sendiri? Ini benar-benar sesuatu yang tidak pernah dia pikirkan.


Sekarang dia tahu. Hal paling menyenangkan ketika terlahir sebagai manusia adalah bagaimana dia bisa bergerak dan menyuarakan pikirannya dengan bebas. Rasanya sangat buruk jika seseorang mengalami kelumpuhan.


Sekarang dia ingin bersumpah. Tidak ada lagi hal-hal berlebihan yang ingin dia lakukan. Menjadi sombong dan dengki hanya akan berakhir dengan buruk.


Jiang Yini menatap Qing Yue'er dengan penuh terima kasih. Kemudian dia berlutut di depan Qing Yue'er dengan penuh penghormatan.


"Terima kasih banyak sudah mau membuang waktumu untuk menolong manusia rendahan sepertiku," ucap Jiang Yini dengan wajah tertunduk.


"Tidak perlu berterima kasih. Kamu hanya perlu membereskan b*jingan itu. Aku tidak mau menikah dengan pria seperti dia." Qing Yue'er berkata sambil mengibaskan lengannya.


"Baik, aku pasti akan melakukannya."