Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Meminta Maaf?


Tiga orang pria nampak berdiri sejajar. Siapa lagi jika bukan Zhao Zirui, Su Hen serta Bo Liu. Namun tidak hanya ada mereka karena ada beberapa orang lagi yang hadir. Mereka semua memiliki tampang yang kuat dan kejam.


Qing Yue'er mengerutkan kening dan memeriksa tingkat kultivasi mereka. Lima orang berada di level 3 alam langit, sedangkan lima lainnya berada di level 4. Jumlahnya ada tiga belas orang jika dihitung bersama Zhao Zirui serta dua lainnya.


Mereka menatap Qing Yue'er dan Jing Ling dengan penuh kebencian. Terutama Zhao Zirui. Dia masih ingat bagaimana kemarin Jing Ling telah mempermalukannya.


Digantung di depan gerbang kota dan menjadi bahan tontonan serta cemoohan orang lain, siapa yang tidak akan marah? Harga diri mereka benar-benar telah diinjak. Jika mereka tidak melakukan pembalasan maka mereka sama sekali bukan pria sejati!


"Gadis busuk! Aku akan melihat apakah setelah ini kalian masih akan bertindak dengan wajah terangkat?!" seru Zhao Zirui dengan wajah menggelap.


"Jangankan mengangkat kepala, tertunduk pun mereka tidak akan berani. Biarkan mereka merasakan bagaimana menjadi bahan ejekan orang lain," timpal Su Hen.


"Benar, karena hari ini kita akan membuat mereka menyesal telah melawan kita."


Bo Liu menatap Jing Ling penuh kebencian. Sedangkan yang ditatap hanya membalasnya dengan dengusan dingin.


"Xinyu, apa kita bisa mengalahkan mereka? Bagaimana jika kita melarikan diri saja?" tanya Jing Ling setengah berbisik.


Sebenarnya dia terkejut dan tidak pernah menduga kalau pria-pria itu akan membalas secepat ini. Kemarin dia melakukan pemukulan yang hebat, sedikit mengherankan jika mereka sudah siap untuk melakukan pembalasan.


Qing Yue'er menggelengkan kepala dengan pelan. Tidak pernah ada kata melarikan diri yang terlintas di kepalanya. Selama dia memiliki kesempatan untuk menang maka dia tidak akan menyerah begitu saja.


Masih duduk dengan tenang di atas kuda, Qing Yue'er menyunggungkan senyum kecilnya. Hal itu membuat Zhao Zirui sedikit terpana, namun dia segera menepis pikirannya.


"Teman, dia tidak buruk juga. Bagaimana kalau kita menjadikan dia untuk kesenangan?" tanya Su Hen dengan wajah menyeringai. Tangannya menunjuk pada sosok Qing Yue'er yang masih tanpa riak.


Hal itu disambut oleh tawa lebar dari Bo Liu. "Idemu cukup bagus."


"Bermimpi di siang bolong!" ejek Jing Ling.


"Terlalu banyak bicara. Cepat jatuhkan mereka!" seru Zhao Zirui.


Seketika orang-orang yang dibawa oleh Zhao Zirui langsung maju mendekati Qing Yue'er. Mereka yang berada di level 3 alam langit bersiap meluncurkan serangan. Sedangkan yang berada di level 4 masih menunggu untuk gilirannya.


"Benar-benar tercela dan tak tahu malu! Kita hanya berada di level 1, bagaimana mereka bisa berpikir untuk menyerang secara bersamaan?" Jing Ling mencemooh dengan kebencian.


Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa. Dia sedikit terkekeh. Jika seseorang berpikir dia akan menghadapi kelompok itu secara langsung, maka itu salah. Yang benar saja? Bukankah dia masih memiliki Ying Jun untuk membantunya?


"Tertawalah sampai kau menemui kematianmu!" seru Su Hen yang diakhiri tawa.


Namun tawanya langsung memudar ketika dia melihat sebuah cahaya biru meledak dari tempat di mana gadis itu berada. Aura sakral langsung menyelimuti tempat itu seketika.


Dalam sekejap cahaya biru itu berkelebat menyerang kelompok orang-orang yang akan menyerang Qing Yue'er.


Zhao Zirui tidak dapat memahami apa yang sedang terjadi, cahaya biru apa itu dan dari mana asalnya. Dia hanye merasakan perasaan tunduk yang tiba-tiba datang menyelimuti hatinya. Perasaan hormat yang dia sendiri tidak tahu apa sebabnya.


Hanya dalam satu kedipan mata, dia melihat pasukan mereka yang sudah dilumpuhkan di tanah. Manusia-manusia yang awalnya sangat kuat dan bersemangat, sekarang terkapar di tanah dengan darah yang mengalir.


Apa-apaan!


Su Hen dan Bo Liu tidak kalah terkejut. Wajah mereka memucat dengan mulut yang ternganga lebar. Bahkan telur pun bisa dimasukan dengan mulus.


"P-phoenix ...."


Suara mereka terbata. Keberaniannya langsung menciut ketika mengetahui bahwa seekor makhluk suci telah melindungi musuhnya.


Kekuatan mereka seperti lenyap begitu saja. Dengan tubuh yang bergetar mereka bertiga langsung bersujud di tanah untuk memohon pengampunan.


"Maafkan aku! Aku sungguh tidak bermaksud untuk menyinggungmu!"


"Be-benar ... kami sungguh memiliki mata tapi tidak dapat mengenali gunung t*i. Mohon ampuni kami!"


Bukan hanya mereka yang terkejut, bahkan Jing Ling tidak jauh berbeda. Dia memandang Ying Jun dan Qing Yue'er secara bergantian. Mulutnya terbuka lebar tapi tidak ada suara yang keluar.


Setelah beberapa saat barulah dia bisa menelan ludahnya. Matanya menatap Qing Yue'er penuh kekaguman. Benar-benar takdir yang hebat.


Bayangkan saja. Itu adalah Blue Phoenix, seekor binatang illahi. Untuk bertemu dan berteman dengan pemiliknya, itu merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan.


Tiba-tiba dia merasa pilihannya saat itu sangat tepat. Jika dia tidak memasuki kamar penginapan yang dipakai oleh Qing Yue'er, mereka pasti tidak akan bertemu dan menjalin pertemanan seperti sekarang.


"Xinyu, kamu benar-benar menyembunyikannya dengan sangat baik," ucap Jing Ling yang dipenuhi dengan wajah sumringah.


"Terima kasih," jawab Qing Yue'er dengan acuh tak acuh. Dia melirik ketiga pria yang saat ini masih bersujud dengan tubuh bergetar ketakutan.


"Meminta maaf? Sepertinya sudah terlambat," ucap Qing Yue'er dengan santai.


"Ying Jun, aku ingin melihat seberapa berbahayanya jurang ini," ucapnya pada Ying Jun.


Dengan sekali jalan, Ying Jun mencengkeram ketiga pria itu dan membawanya ke Tebing Akhir Kematian.


"Aahh! Tidakk! Kumohon jangan bunuh aku!" teriak Bo Liu.


"Aku tidak mau mati! Tolong lepaskan aku!"


Jing Ling tertawa terbahak-bahak. Dia sangat senang melihat ketiga orang itu dalam keadaan seperti sekarang. "Rasakan akibatnya!"


Dalam keadaan seperti itu, orang lain juga ikut keluar. Itu adalah Taotie dalam bentuk manusianya. Dia mendekati mayat-mayat yang bertumpuk di tanah. Wajahnya tampak sangat bahagia.


"Woah! Ini akan lumayan mengganjal perutku," serunya dengan gembira.


Qing Yue'er tidak peduli dengan Taotie. Selama makhluk itu tidak membuat masalah, dia tidak akan melarangnya untuk keluar sebentar.


Sekarang dia hanya akan fokus pada Ying Jun. Dia ingin tahu misteri apa yang ada pada Tebing Akhir Kematian? Kenapa tempat itu bisa sangat berbahaya? Mungkin dia akan menemukan sesuatu yang menguntungkan.


***


Jangan lupa like dan vote ^_^