
Mata Feng Ming langsung melebar ketika mendengar ucapan Qing Yue'er. Sungguh keberanian macam apa itu? Mencoba memecah hubungan antara dia dengan Jiang Shu? Benar-benar anak yang bodoh.
Dia terkekeh sambil menyilangkan tangan di dada. Sorot matanya menatap Qing Yue'er dengan penuh cemoohan. "Bodoh! Apa kamu pikir dengan kata-katamu itu orang lain akan percaya dan menuruti kemauanmu?! Bermimpilah!"
Tidak pernah dia sangka dalam hidupnya akan bertemu dengan gadis seperti Qing Yue'er. Entah itu karena memiliki strategi lain atau karena dia terlalu bodoh, namun jika dilihat lagi anak itu benar-benar tampak acuh tak acuh. Mungkinkah dia memiliki hal lain yang membuatnya begitu berani?
Qing Yue'er hanya terkekeh tanpa mengatakan apa-apa. Kemudian dia berjalan mendekati Bai Fu'er untuk melihat keadaannya. Namun sebelum dia sampai, sebuah telapak tangan bergerak dengan cepat ke arahnya.
Woosshh woosshh!
Dengan gesit tubuhnya langsung bergerak menghindar ke samping. Aura kuat dari level satu alam langit langsung menyelimuti tubuhnya, membuat Bai Fu'er dan Ji Fan terkejut.
Meskipun mereka sudah mengerti dengan bakat Qing Yue'er, mereka tidak pernah menduga jika gadis itu akan memasuki alam langit secepat itu. Bahkan Wang Xun yang diketahui sebagai murid berbakat pun tidak secepat itu dalam melakukan terobosan kultivasi.
Sekarang mereka semakin tahu jika selama ini kemampuan Qing Yue'er masih terlalu diremehkan. Gadis itu hampir tidak pernah menunjukkan kekuatannya, sehingga orang lain tidak mengetahuinya. Dan konyolnya hal itu seringkali membuat orang lain lebih giat memprovokasinya.
Tapi jika dipikir lagi, itu adalah langkah yang bagus untuk melakukan tamparan wajah. Jika diberi kesempatan, mereka ingin melihat bagaimana masa depan Qing Yue'er. Yang jelas ruang lingkupnya tidak akan terbatas pada wilayah kecil seperti sekarang ini.
Tidak berbeda dari Bai Fu'er dan Ji Fan, Feng Ming juga tercengang dengan apa yang dia lihat. Dia melirik tangannya sendiri yang sudah bergerak dengan cepat untuk menyerang Qing Yue'er, namun ternyata gadis itu dapat menghindarinya dengan sempurna.
Bagaimana anak itu bisa memiliki kecepatan refleks seperti itu? Lalu bagaimana mungkin gadis semuda itu sudah menginjak alam langit? Mungkinkah dia memiliki harta atau apa pun yang dia pegang?
Memikirkan hal itu membuat dia semakin bertanya-tanya. Jika Qing Yue'er benar-benar memiliki harta khusus maka dia tidak boleh melewatkannya. Siapa tahu dia bisa menggunakannya untuk anaknya sendiri.
Berbeda dari orang-orang, pikiran Jiang Shu menjadi tidak fokus. Dia melirik Feng Ming dan Qing Yue'er secara bergantian. Sejak tadi dia sedang memikirkan tentang penawaran dari Qing Yue'er. Mungkinkah apa yang dikatakan oleh anak itu benar-benar sebuah kebenaran?
"Kamu cukup gesit. Tapi aku ingin tahu, apa yang membuatmu begitu percaya diri untuk datang ke tempat ini?" Feng Ming bertanya setelah menghilangkan keterkejutan di hatinya.
Qing Yue'er mendengus. "Aku hanya akan menjemput kakak perempuanku kembali. Selebihnya bukan urusanku."
"Tapi tidak semudah itu melakukannya," ucap Feng Ming dengan senyum kejam yang muncul di bibirnya. Telapak tangannya kembali bergerak cepat untuk memberikan serangan lainnya. Aura kuat dari level 7 alam langit langsung terpancar dari tubuhnya.
Qing Yue'er merasakan tekanan yang datang, namun dia tidak mau berdiam diri menunggu kematian. Tubuhnya bergerak ke samping dengan cepat.
Boomm!!
Serangan telapak tangan Feng Ming berakhir begitu saja di udara kosong, namun ternyata berhasil meledakkan kekosongan dan menyebabkan retakan samar. Bai Fu'er sempat bergidik, jika serangan itu mendarat di tubuh Qing Yue'er maka dia pasti sudah berubah menjadi genangan darah.
"Ini masih permulaan!"
Woosshh!
Kali ini kepalan tangannya bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Bahkan suara pergerakannya dapat mereka dengarkan di telinga.
Qing Yue'er merasakan sedikit kesulitan. Kekuatan mereka memiliki perbedaan yang sangat jauh. Tidak mungkin baginya untuk dapat menyeimbangi Feng Ming. Tapi bagaimana pun juga dia tidak ingin berhenti.
Tangannya terkepal erat dan kondensasi qi spiritual menyelimuti tinjunya. Dia melayangkan tinjunya untuk menyambut tinju yang datang dari Feng Ming.
"Apa dia sudah gila?!!" Bai Fu'er berkata dengan suara yang tertahan. Bisa dibayangkan bagaimana perbedaan kekuatan mereka, namun Qing Yue'er berencana untuk menyambut tinjunya secara langsung. Ini benar-benar gila!
Boomm bomm!!
Bunyi ledakan bergema di seluruh ruangan yang pengap. Seketika Bai Fu'er terkejut saat melihat apa yang terjadi.
"Jiang Shu! Apa yang kamu pikirkan?!!" teriak Feng Ming dengan marah. Dia merapikan pakaiannya yang berantakan setelah dilemparkan jauh ke belakang. "Apa kamu benar-benar mempercayai omong kosongnya?!"
Tidak dia sangka jika Jiang Shu akan melindungi b*jingan kecil itu dari serangannya. Dia sangat mengenal sosok temannya itu yang seringkali tanpa ampun terhadap orang-orang yang menyinggungnya. Kenapa sekarang Jiang Shu malah melindungi musuh mereka?
"Maafkan aku, tapi aku harus menyelamatkan putriku."
Woosshh!
Jiang Shu bergerak dengan kecepatan kilat hingga tiba di depan Qing Yue'er, tujuannya adalah untuk mencegah seseorang mencelaikai gadis itu. Aura dari level 7 alam langit langsung terpancar dari tubuhnya, namun rasanya sedikit berbeda. Sepertinya aura Jiang Shu terlihat lebih kuat dari milik Feng Ming.
"Hoh, jadi kamu memutuskan untuk melawanku dan memilih untuk melindunginya? Bagus bagus!! Benar-benar tidak tahu malu!" Feng Ming masih berkata dengan penuh amarah. Wajahnya sekarang bahkan lebih gelap dari tutup panci.
"Aku menyesal, tapi tidak ada jalan lain lagi. Jiang Yini harus disembuhkan," jawab Jiang Shu dengan sedikit rasa bersalah, tapi dia sudah memutuskannya. Bagaimana pun caranya, dia harus membuat putrinya sembuh sekalipun itu harus mencelakai orang lain.
"Jiang Shu! Kamu harus tahu aku sangat membenci pengkhianat! Jadi jangan salahkan aku karena kejam!" seru Feng Ming yang dipenuhi emosi. Sepertinya perubahan sikap Jiang Shu telah membuat dia benar-benar marah.
Qing Yue'er diam-diam berjalan mendekati Bai Fu'er. Dia memeriksa keadaan gadis itu dan menemukan bahwa tidak ada sesuatu yang terlalu serius selain luka di bagian luar. Akhirnya dia bisa sedikit lega apalagi setelah sebelumnya dia menyaksikan kelembutan Ji Fan pada Bai Fu'er, sepertinya saudarinya akan baik-baik saja.
Dia memutar kepalanya ke segala arah untuk mencari kursi. Ternyata ada dua kursi di sudut ruangan yang tidak terlalu jauh darinya. Dia menghampiri kursi itu dan mendudukinya dengan santai. Kakinya disilangkan dengan anggun, lalu tangannya menopang dagunya sendiri.
"Biarkan aku menyaksikan sebuah pertarungan," gumamnya dengan nada yang antusias. Kali ini dia akan menjadi pengamat pertarungan yang akan terjadi sebentar lagi.