Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Danau di Kedalaman Hutan


Qing Yue'er dan Luo Qingqi pergi ke arah utara. Mereka berdua mencari Jing Ling dan Ming Yuxia. Jalan yang mereka lalui ternyata menjadi semakin menanjak. Akar-akar pohon saling melintang di tanah. Jika seseorang tidak berhati-hati mungkin mereka akan berkali-kali tersandung.


Hari sudah semakin sore, tapi Qing Yue'er masih belum menemukan orang yang dicari. Ke mana Jing Ling dan Ming Yuxia? "Apa mereka pergi terlalu jauh?"


"Sepertinya di depan ada tanah datar, kita harus melihatnya," ucap Luo Qingqi sambil menatap ke ujung jalan. Di sana tidak terlihat ada pucuk pohon apa pun. Langit terlihat lebih biru dan cerah. Mereka harus memeriksanya.


Akhirnya kedua orang itu pergi semakin naik. Ketika tiba di ujung jalan, mereka langsung terkejut. Bukan karena sesuatu yang menakutkan, melainkan pemandangan yang terpampang di depan mereka adalah sesuatu yang menakjubkan.


Di sana adalah tanah datar seperti yang Luo Qingqi katakan. Di tanah datar itu ternyata terdapat sebuah danau yang sangat besar. Danau itu memiliki air yang begitu jernih. Layaknya sebuah cermin, pepohonan dan awan di langit juga dipantulkan di permukaan airnya. Siapa pun dapat melihat kealamiannya.


"Xinyu, cepat ke sini! Bukankah alam di sini sangat menakjubkan?" teriak Jing Ling. Ternyata dia dan Ming Yuxia sudah melangkah sejauh itu. Mereka yang terlebih dahulu menemukan danau tersebut.


Qing Yue'er merasa lega ketika melihat kedua temannya ditemukan. Dia sudah berpikir berlebihan karena takut terjadi sesuatu pada mereka. Kemudian dia dan Luo Qingqi pun mendekati Jing Ling. Setelah sampai di tepian danau, Qing Yue'er memeriksa airnya. Tidak ada sesuatu yang aneh, dia pun meminum air itu. Tenggorokannya langsung terasa segar setelah dia meminumnya.


"Hah!" Jing Ling mengembuskan napasnya dengan kasar. "Apa kita akan bermalam di sini?"


"Bagaimana menurut kalian?" tanya Qing Yue'er.


"Di sini udara begitu terbuka." Ming Yuxia yang lebih banyak diam pun membuka suaranya. "Tempat ini sangat cocok untuk mengantisipasi bahaya di malam hari."


Luo Qingqi mengangguk, setuju dengan pendapat Ming Yuxia. Di pinggiran danau memang tidak ada pohon-pohon besar, hal itu membuat ruang di sana begitu terbuka. Jika malam hari ada serangan dari binatang atau makhluk lain maka mereka bisa melihat atau mengetahuinya dengan cepat. Ini memang tempat yang cocok untuk bermalam.


Akhirnya mereka semua memutuskan itu. Setelah itu Jing Ling dan Ming Yuxia pergi sekeliling untuk mencari ranting dan kayu bakar. Itu akan digunakan untuk membuat api unggun. Sedangkan Luo Qingqi memutuskan untuk mencari sesuatu yang dapat di makan. Lalu Qing Yue'er? Dia hanya berkeliling danau dengan santai. Bagaimanapun juga dia adalah orang yang paling banyak mengeluarkan tenaga. Jadi, dia disuruh oleh yang lainnya untuk beristirahat.


Qing Yue'er berjalan menyusuri pinggiran danau. Udara sore di sana begitu nyaman menerpa kulitnya. Tiba-tiba matanya menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia segera mendekat dan memeriksa apakah matanya telah salah tangkap. Setelah sudah dekat, akhirnya dia menjadi yakin.


"Ini adalah tanaman dari air liur naga!" Qing Yue'er berseru dengan takjub. Dia tidak menyangka akan melihat tanaman itu lagi. Kedua matanya langsung berbinar, apalagi setelah menyadari kalau jumlahnya lebih banyak daripada tanaman yang dia temui di hutan sebelumnya.


"Jingtian, apa kamu memiliki tebakan?" Qing Yue'er bertanya pada Mo Jingtian.


"Kamu pasti memikirkan sesuatu. Mari kita tunggu apakah benar-benar ada binatang seperti itu," ucap Mo Jingtian.


Qing Yue'er mengangguk. "Jangan lupa berikan sesuatu untuk Bulu Terang dan Bulu Gelap."


"Aku merawatnya dengan baik," ucap Mo Jingtian. Sementara itu di dalam dimensi dia mengangkat dua beruang kecil dengan cara mencekik leher belakangnya. Lalu dia menggantung mereka di udara. Bibirnya tersenyum mengejek pada bayi-bayi beruang itu. Hal itu membuat bayi beruang meronta ingin melepaskan diri. Jika mereka bisa maka mereka lebih memilih untuk pergi dari dimensi ini agar tidak bertemu lagi dengan pria kejam itu.


"Baguslah." Qing Yue'er tidak tahu apa yang terjadi sehingga dia tetap bersikap seperti biasa. Kemudian dia mengambil daun-daun dari tanaman itu dan menyimpannya ke dalam tas. Setelah itu dia pun kembali ke tempat semula.


Saat dia kembali ke tempat semula itu bertepatan dengan Jing Ling dan lainnya juga kembali. Kebetulan senja sudah turun. Akhirnya mereka langsung membuat api unggun dan mempersiapkan untuk sekedar makan malam biasa.


Xie Wuqing mendekati Qing Yue'er. Senyumnya mengembang ketika melihat gadis itu ternyata ada di sana. "Xinyu, kebetulan sekali kita bertemu di sini."


Jing Ling menatap kelompok yang baru datang. Dia pernah mendengar tentang Qing Yue'er yang menjalin interaksi dengan seorang senior bernama Xie Wuqing. Menurut ciri-ciri yang pernah dia dengar sepertinya orang tersebut adalah ini. Jadi apa mereka saling mengenal?


"Senior Wuqing, senang bertemu denganmu," ucap Qing Yue'er yang membuat Luo Qingqi mengerutkan kening. Sebenarnya gadis itu masih belum tahu tentang hubungan antara Qing Yue'er dengan pamannya.


"Apa aku boleh bergabung dengan kalian?" tanya Xie Wuqing.


Qing Yue'er melihat teman-temannya dulu. Sepertinya mereka tidak begitu nyaman dengan kedatangan pamannya. Terutama Luo Qingqi. Itu karena dia dibesarkan di lingkungan akademi yang jauh dari laki-laki jadi dia akan merasa risih jika terlalu dekat dengan mereka.


"Tidak boleh."


"...."


Xie Wuqing tidak menyangka kalau Qing Yue'er akan menolak kedatangannya dengan begitu gamblang. Dia menatap Qin Yang yang tiba-tiba berbisik padanya. "Kenapa saudaramu begitu pelit?"


"Bukannya pelit, sebenarnya dia cukup baik. Lupakan saja. Sebaiknya kita mencari sisi danau yang lain," bisik Xie Wuqing pada Qin Yang.


Akhirnya setelah mengobrol sebentar, kelompok Xie Wuqing pergi dari sana. Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa dan hanya berbaring di atas batu-batu kerikil. Dia memandang langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang. Memang cuaca malam ini masih sangat cerah.


"Xinyu, sebenarnya kenapa kamu bisa akrab dengan mereka?" tanya Luo Qingqi. Akhirnya dia merasa penasaran juga.


"Dia adalah pamanku."


Luo Qingqi terkejut. Dia menatap Qing Yue'er dengan tidak begitu yakin. Namun, dia juga tidak memgerti dari mana asal mereka berdua. Apa mungkin mereka memang bersaudara? Kalau begitu bukankah gen mereka begitu baik? Keduanya memiliki penampilan yang sama-sama menakjubkan.


"Jadi dia adalah pamanmu? Kenapa kalian bisa ...." Jing Ling merasa takjub. Dia bertemu dengan Qing Yue'er di tempat yang begitu jauh dari sini. Dia bahkan tidak tahu dari mana persisnya asal gadis itu. Namun, kenapa bisa kebetulan mereka saling bertemu?


Qing Yue'er hanya tersenyum saja. Dia dan pamannya sudah merencanakan untuk segera melangkah ke alam surgawi. Kemudian mereka bisa pergi bersama ke alam Celestial. Itu adalah rencana lama mereka. Jadi, kebetulan bertemu dengan pamannya juga sesuatu yang tidak keluar dari rencana mereka.


"Baiklah, ini sudah malam. Tidakkah kalian merasa lelah dan ingin beristirahat?" tanyaQing Yue'er. Setelah itu akhirnya mereka semua bersiap untuk beristirahat. Qing Yue'er memadamkan api unggunnya sebelum akhirnya kembali berbaring. Meskipun tanpa alas, sebenarnya bebatuan di sana sangatlah bersih. Tidak masalah bagi siapa pun untuk berbaring di sana.


Qing Yue'er tidak langsung tertidur. Dia sedang mencari kesempatan untuk pergi ke dalam dimensinya. Ketika tengah malam tiba, akhirnya dia mendapat kesempatan itu. Dia hendak memasuki dimensi, tapi tiba-tiba matanya menangkap sesuatu dari kejauhan. Dia ingin mengabaikannya, tetapi itu justru membuatnya semakin tertarik.


"Apa itu?" Qing Yue'er berdiri. Kedua kakinya membawanya mendekat ke arah danau. Dia melihat sesuatu yang tampak menggelegak muncul di tengah-tengah perairan. Cahaya berwarna emas yang misterius berpendar di kedalaman airnya. Qing Yue'er menjadi semakin penasaran, benda apa itu?