
Qing Yue’er bersama dengan Mo Tianyu pergi dengan cepat menuju pegunungan Jingcai. Di bawah kegelapan malam, dua kilat cahaya melesat secepat kilat seperti bintang jatuh. Tidak butuh waktu yang lama sampai mereka tiba di tempat tujuan.
Keadaan pegunungan Jingcai masih sama seperti terakhir kali Qing Yue’er tinggalkan. Dia segera memimpin Mo Tianyu menuju puncak pegunungan yang dipenuhi dengan bebatuan.
Mo Tianyu terus mengikuti Qing Yue’er. Selain pikirannya yang sibuk mencemaskan Mo Jingtian, dia juga menyisihkan perhatian pada gadis itu. Entah apa yang sebenarnya sudah terjadi, tetapi jalan mereka akan sangat sulit.
Dia tahu ini. Semuanya ternyata sudah direncanakan oleh langit. Tentang siapa Qing Yue’er … dia yakin gadis itu tidak dilahirkan dengan cuma-cuma.
Mo Tianyu tiba-tiba melihat pendar cahaya di sekitar bebatuan. Semakin dekat pemandangannya menjadi semakin jelas. Di sana, di atas batu panjang dia bisa melihat Mo Jingtian yang berbaring tanpa kesadaran.
Kedua kaki Mo Tianyu menapak ke tanah. Dia melangkah mendekati satu-satunya murid yang masih hidup. Biasanya Mo Jingtian adalah pria yang kuat dan hampir tanpa cela. Namun, hari ini kondisinya terlihat sangat menyedihkan.
Perasaan Mo Tianyu menjadi sedih. Keadaan ini membuat dia teringat pada kejadian ratusan ribu tahun yang lalu, yaitu ketika Mo Jingtian masih kecil dan mendapat racun mematikan.
Dulu Mo Jingtian berada dalam titik kritis kehidupan. Bahkan dia pikir pria itu akan mati. Namun, Anak Surga memang istimewa. Mungkin langit tidak mengizinkannya mati.
Akan tetapi, apakah hari ini langit juga akan memberikan kebaikan yang sama? Mo Tianyu tahu Mo Jingtian adalah pembangkang. Tidak akan mustahil juga seandainya pria itu sudah tiba pada garis akhir.
“Yue’er, apa ada orang lain di sini?” tanya Mo Tianyu tiba-tiba.
Qing Yue’er mengangguk pelan. “Tuan Abadi yang tinggal di sini adalah seseorang yang sudah menyelamatkan Mo Jingtian.” Dia menoleh dan mencari ke segala arah, tetapi tidak ada seorang pun yang terlihat.
“Di mana dia sekarang?”
“Aku tidak tahu. Ketika aku pergi, dia masih ada di sini,” balas Qing Yue’er. Dia menjadi cukup heran juga.
Mo Tianyu tidak bertanya lagi. Mungkin Tuan Abadi yang dibicarakan oleh Qing Yue’er memiliki urusan tersendiri sehingga tidak bisa menemui mereka.
“Aku akan mencoba membangunkan Mo Jingtian. Ini mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jika kau memiliki sesuatu, jangan ragu untuk meninggalkan kami,” ucap Mo Tianyu lirih. Dia tersenyum pada Qing Yue’er.
“Aku pasti akan menunggu. Jika Guru membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk mengatakannya padaku.” Qing Yue’er berkata dengan serius. Selama tidak ada hal yang mendesak maka dia akan menunggu mereka.
Mo Tianyu mengangguk. Setelah itu dia langsung menngangkat tubuh Mo Jingtian untuk mengganti posisinya menjadi duduk. Dengan kekuatan spiritual yang membingkai tubuh Mo Jingtian, pria itu bisa terduduk dengan benar.
Kemudian Mo Tianyu duduk di belakang Mo Jingtian. Tangannya mulai bergerak membentuk segel tangan yang menciptakan cahaya putih lembut. Dia langsung menempelkan tangannya ke punggung Mo Jingtian dan mulai menyalurkan energinya ke tubuh pria itu.
Kedua sosok itu langsung diselimuti oleh cahaya lembut yang tercipta dari energi spiritual Mo Tianyu. Itu juga merupakan pelindung agar tidak ada sesuatu yang bisa mengganggu mereka dari luar.
Qing Yue’er mengamati kedua orang itu tanpa bergerak. Ada perasaan kesepian yang merasuki hatinya. Ya, padahal orang yang dia cintai ada di depan mata. Namun, itu tidak membuatnya merasa lebih baik.
Setelah beberapa saat terdiam akhirnya Qing Yue’er mencari tempat untuk menenangkan diri. Dia melangkah sedikit menjauh sampai akhirnya tiba di batu yang paling tinggi. Kedua kakinya melompat naik.
Qing Yue’er menghela napas. Pada saat itu dia melihat Ying Jun yang muncul. Baru sekarang dia menyadari ternyata anak itu sudah tumbuh lebih dewasa. Mungkin saat ini sudah terlihat setara dengan usia Qing Yue’er. Itu adalah pertumbuhan yang sangat cepat, berbeda dengan manusia normal.
“Lihat, kau terlihat seperti baru saja kehilangan nyawa,” ejek Ying Jun tanpa perasaan.
Qing Yue’er hanya mendengkus tanpa menanggapi ejekan itu. Sebaliknya dia menanyakan topik lain. “Ying Jun, apa kau merasa ada sesuatu dari Tuan Abadi yang terasa tidak asing?”
Dia baru memikirkan itu sekarang. Rasanya seperti ada sesuatu yang akrab dari pria tua itu. Namun, dia tidak tahu apa alasannya. Mereka jelas belum pernah bertemu sebelumnya.
“Kenapa kau tidak menanyakan itu padanya? Aku tidak merasakan sesuatu apa pun. Mungkin itu bukan sesuatu yang bisa aku rasakan,” balas Ying Jun.
Qing Yue’er menjadi heran. Apa itu hanya pikirannya saja yang berlebihan?
Pada saat itu tiba-tiba jantung Qing Yue’er berdetak cepat. Dia merasakan gelombang ledakan kekuatan roh di dalam otaknya. Ini bukan sebuah terobosan kekuatan roh, melainkan aktifnya ikatan formasi yang pernah dia tanam.
Perasaan Qing Yue’er menjadi tidak tenang. Dia segera berdiri dan menatap ke kejauhan.
“Ying Jun, aku merasa ada formasi roh yang diaktifkan. Ini adalah formasi pelindung yang pernah aku tanam,” ucap Qing Yue’er dengan serius. Ada sedikit kecemasan dalam nadanya.
“Formasi yang mana?” tanya Ying Jun bingung. Sepertinya Qing Yue’er tidak hanya meletakkan fomasi di satu tempat.
Qing Yue’er menutup matanya sejenak. Dia mencoba memfokuskan pikirannya untuk menentukan di mana formasi yang baru saja diaktifkan. Beberapa saat kemudian matanya kembali terbuka. Keningnya berkerut dalam.
“Ini di kerajaan Linxiang,” ucap Qing Yue’er dengan suara rendah. Perasaannya menjadi semakin cemas.
Formasi pelindung yang dia tanam tidak akan aktif jika tidak ada bahaya yang mendekat. Itu hanya berarti bahwa kerajaan Linxiang saat ini berada dalam situasi berbahaya.
“Apa kau yakin?” tanya Ying Jun memastikan.
“Tidak salah lagi, Ying Jun. Aku harus memeriksanya sendiri.”
“Tapi kau pasti akan kesulitan masuk kembali ke Celestial.” Ying Jun mencoba memperingatkan.
Gerbang Celestial belum tiba waktunya untuk dibuka. Seseorang akan sangat mudah meninggalkan Celestial. Namun, untuk masuk kembali dia harus menunggu sampai pembukaan gerbang yang dilakukan beberapa tahun sekali.
“Seharusnya ada cara lain,” ucap Qing Yue’er. Dia menatap Ying Jun penuh arti.
Ya, memang ada cara lain, yaitu dengan menciptakan portal sendiri. Jika dia bisa menciptakan portal sendiri maka dia bisa keluar masuk Celestial kapan saja. Hanya saja ini adalah sesuatu yang tidak mudah.
Akhirnya Ying Jun mengangguk. “Aku akan ikut denganmu,” ucapnya.