
Di tempat yang cukup jauh dari akademi Surgawi, seorang wanita tiba-tiba berdiri dari duduknya. Dia menatap ke kejauhan, tepatnya ke arah di mana akademi Surgawi berada. Wajahnya tercengang sedikit. “Apa aku salah melihat? Akademi mengalami keruntuhan?”
Dia terdiam sejenak. “Bagaimana mungkin?” gumamnya. Dia tak lain adalah Cloud Fairies. Tentu saja dia tahu bagaimana pertahanan akademi Surgawi. Mungkin hanya ada sedikit orang yang bisa meruntuhkannya. Akan tetapi kenapa sekarang akademi bisa runtuh? Apakah mereka menyinggung orang-orang yang tidak boleh disinggung?
Cloud Fairies berjalan sebentar keluar dari ruangan. Dia tiba-tiba teringat pada pria tua yang cukup menjengkelkan itu. Maksudnya Fang Tua yang memiliki kediaman di atas air terjun berawan. Dia sendiri sangat menyukai tempat itu tetapi Fang Tua tidak mau membagi wilayah dengannya. Sangat pelit.
Dia pernah mendengar murid Fang Tua yang bernama Han Qiong tengah tinggal di akademi Surgawi untuk menjadi seorang guru di sana. Jika Fang Tua mengetahui keadaan akademi yang runtuh, bagaimana kira-kira reaksinya? Dia pasti akan mencemaskan muridnya.
Cloud Fairies tertawa dengan elegan. Dia berjalan dan berkata, “Rong'er, ikut denganku. Aku akan menemui seseorang.”
“Baik, Guru.”
***
Di dalam ruangan bawah tanah akademi, murid-murid berkumpul. Mereka semua merasakan guncangan di tanah dan mendengar ledakan di luar. Mereka bisa membayangkan apa yang sedang terjadi.
“Bukankah ini terlalu menghancurkan? Bagaimana jika akademi benar-benar hancur? Bukankah gadis itu pantas disalahkan?” tanya seseorang.
“Salahkan saja jika kamu berani. Apa kamu tidak takut jika dia memberimu sebuah pukulan?”
“Tentu saja aku tidak berani.”
Xie Wuqing mendengar berbagai pembicaraan. Surga tahu bahwa saat ini dia benar-benar merasa putus asa. Sebelumnya dia sungguh tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian dia hanya menurut pada saat gurunya menyuruh untuk pergi ke ruang bawah tanah.
Dia baru tahu bahwa di luar sedang terjadi pertempuran dan orang yang sedang bertempur adalah Qing Yue'er. Tentu saja dia ingin keluar untuk masuk ke pertempuran tetapi siapa yang akan mengizinkannya?
Sekarang apa yang harus dia lakukan? Ini semua karena dia terlalu fokus pada dirinya sendiri. Seharusnya dia lebih peduli lagi pada orang-orang di sekitar.
“Percaya saja padanya, jangan cemas,” ucap gadis yang berdiri tidak jauh darinya.
“Bagaimana aku tidak cemas?” Xie Wuqing terkekeh. “Akan tetapi, aku juga harus meyakininya. Bukankah begitu, Nona Luo?”
Luo Qingqi mengangguk. Dia baru kembali dari misi ketika pertempuran itu terjadi. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain bersembunyi di sini bersama murid-murid yang lain. Dia hanya bisa berharap semoga Qing Yue'er baik-baik saja.
Saat dia sedang merenung tiba-tiba beberapa guru datang. Wajah mereka tampak memucat dan kehilangan semangat. “Sudah selesai, itu sudah selesai. Kalian bisa melihat sendiri apa yang terjadi.”
Xie Wuqing dan Luo Qingqi akhirnya mengangguk. Mereka dan murid-murid lainnya segera keluar dari ruangan bawah tanah. Melihat ekspresi suram dari guru-guru benar-benar membuat mereka berpikir sesuatu yang buruk. Apakah mungkin sesuatu terjadi pada Qing Yue'er?
Luo Qingqi naik ke permukaan tanah. Seketika matanya langsung menyusut. Apa yang dia lihat hanyalah puing-puing bangunan yang berserakan. Kamegahan yang sebelumnya terlihat benar-benar lenyap dari pandangan. Dia melihat ke sekeliling tetapi hanya ada beberapa bangunan yang masih berdiri dengan benar.
“Ini ....” Dia menatap Xie Wuqing. Pria itu juga tampak terkejut sama sepertinya. Siapa pun pasti akan mengalami hal yang sama. Keterkejutan.
Namun, mereka berdua segera tersadar dan kembali bergerak menuju halaman akademi. Setelah semakin dekat dengan halaman akademi, hati mereka semakin tidak menentu. Bangunan dan tanah di sana menjadi semakin kacau dan berantakan. Pasti intensitas pertempuran benar-benar menakutkan.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka memasuki halaman. Dan saat itulah perasaan mereka akhirnya menjadi lebih lega. Gadis yang mereka khawatirkan sepanjang hari sedang duduk dalam posisi lotus. Kedua matanya terpejam dengan napas yang belum teratur.
Luo Qingqi bergumam, “Sepertinya dia butuh waktu untuk memulihkan diri.”
Xie Wuqing mengangguk. “Dia pasti mengalami kesulitan. Aku benar-benar bukan apa-apa.”
Sementara itu seseorang tiba-tiba datang dari samping. Mereka langsung menoleh. Ternyata itu adalah kepala akademi. Dengan hormat mereka pun memberikan salam.
“Haish, aku tidak menduga semuanya ternyata berakhir seperti ini,” tutur Niu Longhao. Dia mengembuskan napasnya tanpa daya.
“Kepala Akademi, aku benar-benar menyesal untuk ini. Gadis itu mungkin telah membawa sebuah masalah untuk akademi,” ucap Xie Wuqing.
“Tidak ada yang perlu disalahkan. Semuanya terjadi karena orang bernama Liu Teng itu yang menjadi serakah. Menginginkan naga milik orang lain, kenapa dia tidak berpikir jika itu akan berbahaya?”
Xie Wuqing mengerjapkan matanya sesaat. “Liu Teng?” Hatinya sedikit bergetar. Apakah alasan Qing Yue'er mati-matian untuk melawan adalah karena orang itu bernama Liu? Atau malah gadis itu telah menemukan tanda-tanda jika orang itu berasal dari Celestial?
Jika memang seperti itu, maka ini sedikit lebih menakutkan. Kenapa ada orang orang-orang Liu di tempat ini? Apakah mungkin mereka memiliki rencana yang lain?
“Benar, namanya Liu Teng. Aku sama sekali tidak pernah melihatnya. Masih asing.”
Xie Wuqing mengangguk. Ada banyak dugaan di kepala tetapi dia tetap diam. Dia menatap Qing Yue'er dengan mata melembut. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya melawan Liu Teng ini.
“Kenapa? Apakah ada yang salah?” Luo Qingqi bertanya. Dia merasa Xie Wuqing menjadi sedikit aneh.
“Tidak apa-apa,” jawab Xie Wuqing. “Sepertinya dia tidak bisa diganggu.”
Xie Wuqing mengangguk. Dia merasa tidak enak hati dengan kejadian ini. Apa yang dilakukan oleh Qing Yue'er adalah benar. Namun, itu masih tetap menyebabkan kekacauan dan dia merasa harus bertanggung jawab untuk masalah ini.
Setelah itu dia melihat Niu Longhao yang bergerak untuk membuat formasi perlindungan. Cahaya samar langsung terbentuk melingkari tempat di mana Qing Yue'er berada. Seharusnya itu cukup untuk melindunginya sementara.
Akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan halaman akademi. Mereka harus memikirkan bagaimana rencana untuk menangani sisa-sisa pertempuran itu. Memang benar-benar terlalu menghancurkan.
***
Dalam beberapa hari semua aktifitas akademi benar-benar dihentikan. Murid-murid akhirnya dipulangkan sampai waktu yang ditentukan. Akademi perlu membangun ulang semua bangunan. Tidak ada cara lain selain itu. Bagaimanapun juga masih belum ada teknik bela diri yang mampu menciptakan bangunan hanya dalam satu malam.
Meskipun begitu, ada beberapa murid yang tetap berada di sana. Mereka adalah murid-murid yang tidak memiliki tempat tinggal atau mungkin juga yang berasal dari tempat yang sangat jauh. Seperti misalnya Xie Wuqing dan Jing Ling. Luo Qingqi juga memutuskan untuk tetap di akademi, menemani Jing Ling
Sementara itu, di salah satu bangunan akademi yang masih tersisa, Han Qiong melebarkan kedua matanya setelah tertutup selama beberapa waktu. Dia merasa sangat antusias karena akhirnya dia telah berhasil melakukan terobosan.
Dia segera berdiri dengan wajah sumringah. Kebahagiaan ini harus ditebarkan pada orang lain, bukankah begitu? Akhirnya dia keluar dari tempat meditasinya dan memasuki kediamannya sendiri. Namun, ketika dia masuk ke kediaman, ada sesuatu yang aneh. Kenapa banyak sekali benda-benda yang tidak terletak pada tempatnya?
“Xiao Mo!” Dia memanggil Xiao Mo. Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Mo muncul membawa palu di tangannya.
“Tuan, apakah sudah berhasil?” tanya Xiao Mo dengan penasaran.
“Ya, ya, aku sudah menerobos!” Han Qiong memiliki wajah yang bangga. Dia selalu ingin menyombongkan diri ketika sedang merasa berhasil setelah melakukan sesuatu.
“Itu bagus,” ucap Xiao Mo.
“Ngomong-ngomong, kenapa kamu membawa palu? Dan ini juga, kenapa begitu berantakan?” Han Qiong meneliti dengan heran. Rumahnya selalu rapi tidak pernah sekali pun membiarkannya berantakan.
“Tuan, aku pikir cepatlah keluar dan periksa keadaannya. Aku berpesan, jagalah jantungmu agar tidak bergeser dari tempatnya.” Raut wajah Xiao Mo benar-benar serius.
Han Qiong menyipitkan matanya. Dia menjadi penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Xiao Mo, kenapa dia bisa seserius itu. Akhirnya tanpa menunda lagi dia pun keluar dari kediamannya.
Setelah pintu terbuka, kedua matanya langsung memelotot. Tercengang, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ditangkap oleh matanya sendiri. “Apa ini?! Apa yang sudah terjadi, heh?!”
Dia segera bergerak untuk memeriksa keadaan akademi. Perasaannya menjadi kacau. Sepertinya dia hanya meninggalkan akademi selama kurang lebih tiga bulan. Kenapa sekarang semuanya berakhir seperti ini? Apakah ada orang-orang kuat yang datang dan membantai mereka semua?
Han Qiong hanya menemukan beberapa bangunan saja yang masih berdiri. Sisanya benar-benar runtuh. Bencana macam apa ini? Dia langsung memasuki salah satu bangunn yang ada. Tepat sekali di dalam ada kepala akademi dan beberapa guru juga.
“Kepala Akademi! Ini ... ini ... apa yang sudah terjadi?! Apa aku sudah terlambat?” tanya Han Qiong dengan gugup. Bahkan dia tidak menyapa semua orang terlebih dahulu.
Niu Longhao menghela napas dengan berat. “Han Qiong, Han Qiong. Semuanya sudah terjadi. Kami sudah memulai proses pembangunannya.”
“Ceritakan, tolong ceritakan kepadaku bagaimana semuanya bisa seperti ini?”
Peng Liang yang merasa tidak tahan akhirnya menceritakan semuanya pada Han Qiong. Bagaimanapun juga pria tua itu adalah guru Qing Yue'er. Dia harus mengetahui apa yang sudah terjadi pada gadis itu.
Selama mendengarkan cerita, Han Qiong hanya bisa membuka mulutnya tanpa bisa bersuara. Ini benar-benar mengejutkan setengah mati. Pantas saja Xiao Mo berpesan agar dia menjaga jantungnya tetap di tempat. Ini memang benar-benar ....
“Jadi bagaiman keadaan muridku? Bagaimana? Dia baik-baik saja bukan?”
Peng Liang tidak mengangguk atau menggeleng. “Tidak bisa dipastikan. Dia masih tetap memulihkan diri tanpa ada pergerakan. Ini sudah beberapa hari berlalu tetapi gadis itu tampaknya belum pulih juga.”
Ini sebenarnya merupakan sebuah keresahan. Meskipun gadis itu tidak mengalami cedera bagian luar tetapi tidak ada yang bisa memastikan apakah bagian internalnya mengalami luka atau tidak. Menurut kepala akademi seharusnya tidak ada yang terjadi. Namun, kenapa pemulihannya begitu lama?
Han Qiong merasa tidak nyaman. Dia bertanya, “Di mana dia? Aku harus melihatnya.”
“Di halaman akademi, masih di sana. Seseorang tidak mungkin mengganggunya jadi kami hanya membiarkan dia dalam pengawa ....”
Bahkan sebelum Peng Liang selesai berbicara, Han Qiong sudah terlebih dahulu melesat pergi. Akhirnya dia hanya bisa menarik napasnya. “Dia sangat menjaga gadis itu, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika saat itu dia ada di sana.”
“Itu pasti akan sangat menakjubkan. Dia akan terbang penuh kemarahan dan bersama-sama memanggil leluhur untuk keluar.”
“Itu benar.” Peng Liang mengangguk. “Ah, Kepala Akademi, apakah ini semua sudah berakhir? Tidak ada yang menginginkan naga itu lagi bukan?”
“Tidak ada yang bisa memastikannya. Seharusnya dulu berita tentang naga itu jangan disebarluaskan. Terlalu mencolok,” ujar Niu Longhao. Dia merasa menyesal dengan hal yang satu ini.
“Semua sudah ada takdirnya. Aku harap tidak ada hal buruk yang terjadi lagi.”