Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Tawaran dari Suara Misterius


Istana Guang di Celestial menjadi lebih ramai akhir-akhir ini. Itu karena sebentar lagi pemimpin istana mereka, Hua Mingshan, akan berulang tahun.


Hua Mingshan adalah orang yang sederhana. Di usia tuanya ini, dia tidak menginginkan apa pun. Namun, anak-anaknya tidak ingin membiarkan hari itu berlalu tanpa perayaan. Jadi, mereka menjadi sibuk untuk itu.


Hua Yan, putra Hua Mingshan bertugas menentukan siapa saja yang akan masuk ke daftar tamu undangan. Dengan dibantu oleh Hua Tian, dia duduk sambil menulis daftar nama tokoh-tokoh penting di Celestial.


“Istana Rongyao sudah diundang. Istana Shenghuo sudah musnah, jadi tidak ada yang diundang. Istana Meide …. Itu sudah dibakar habis. Anggota mereka bahkan berakhir di jalanan. Apakah kita perlu mengundang mereka?” Hua Yan bergumam sambil menatap daftar nama di kertas.


“Hmm. Untuk apa kita mengundang gelandangan? Ayah, masih ada banyak orang penting yang lain. Lebih baik abaikan mereka yang bahkan tidak tahu harus tinggal di mana,” ucap Hua Tian tanpa peduli.


Hua Yan mengangguk-angguk dengan bimbang. Akhirnya dia beralih ke nama lain. “Istana Tianjun ….” Keningnya berkerut dalam. “Mereka tidak begitu menyenangkan.”


Dia ingat terakhir kali datang ke Istana Tianjun. Pada saat itu dia ingin datang untuk membalaskan keluhan putranya pada Qing Yue’er. Namun, gadis itu tidak ada di sana. Justru dia yang berakhir dipermalukan oleh Xie Song dan Xie Ying Fei.


Sepulangnya dari sana, dia mendengar suara misterius yang memintanya untuk menghancurkan klan Xie. Namun, dia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu.


“Mungkin kita tidak perlu mengundang mereka,” ucapnya pelan.


“Ayah, kita justru harus mengundang mereka!” Hua Tian berseru dengan berapi-api. Senyum miring muncul di wajahnya. “Mereka mungkin kuat di Istana Tianjun. Namun, ini adalah Istana Guang. Kita yang akan memegang kendali!”


“Apa kau masih ingin membalaskan keluhanmu pada gadis itu, Nak?” Hua Yan bertanya.


Hua Tian mendengkus. “Aku mungkin tidak meragukan kekuatannya. Namun, untuk mempermalukan seorang gadis, itu pasti bukan hal yang sulit,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Seringai kemenangan muncul di bibirnya.


“Baiklah. Kalau begitu biarkan mereka datang. Aku ingin melihat bagaimana Xie Song dan Xie Ying Fei akan bersikap ketika gadis kesayangan mereka dipermalukan di depan semua orang.”


Mereka berdua saling menatap sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak. Pada saat itu, tiba-tiba angin berdesau dari arah jendela. Fluktuasi energi yang kuat langsung menarik perhatian mereka.


“Siapa itu?”


Selama beberapa saat tidak ada siapa pun yang muncul atau membalas. Ayah dan anak itu saling melirik dengan bingung. Hua Yan hendak berdiri dari tempat duduknya untuk memeriksa apakah ada orang yang datang.


Tiba-tiba suara yang berat menggema di ruangan itu. “Harta klan Hua telah lama hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. Tidakkah kalian ingin menemukannya?”


Hua Yan mengerutkan kening. Perasaannya menjadi waspada. Siapa yang berani datang untuk mengatakan tentang harta klan Hua? Ini bagaimanapun adalah topik yang sensitif di Istana Guang.


“Siapa kau? Jika sudah datang, kenapa tidak menunjukkan diri?” Hua Yan bertanya dengan hati-hati. Pihak lain sama sekali tidak terdeteksi keberadaannya. Dia tidak bisa merasakan keberadaan seseorang. Hanya fluktuasi energi yang tidak pasti.


Suara tawa berat langsung menggema di udara. “Untuk apa aku datang ke istanamu jika aku bisa berbicara denganmu dari jauh?”


Kata-kata itu membuat Hua Yan dan Hua Tian sedikit merinding. Mereka pikir ada seseorang yang diam-diam datang, tapi ternyata tidak. Orang itu berbicara dengan mereka dari tempat lain yang tidak diketahui di mana.


Itu kemampuan yang hebat! Mereka bahkan tidak bisa melakukannya. Siapa orang itu sebenarnya?


Hua Tian menyenggol lengan ayahnya dengan pelan. Dia berbisik, “Ayah, apa kau mengenalnya?”


“Jika aku mengenalnya, aku tidak akan menanyakan identitasnya,” gerutu Hua Yan. Dia berdeham, lalu bertanya dengan hati-hati, “Tuan, kalau begitu, bolehkah aku tahu siapa kau dan untuk urusan apa ingin berbicara denganku?”


“Hmm. Tidak perlu tahu siapa aku, tapi aku bisa memberimu penawaran yang bagus.” Suara berat itu terdengar lagi.


Hua Tian langsung bertanya, “Penawaran apa itu?”


“Istana Guang kalian akan mengadakan perayaan ulang tahun dalam waktu dekat. Jika pada saat itu kalian bisa mengumpulkan orang-orang hebat dari seluruh Celestial, aku bisa memberi tahu kalian mengenai harta warisan klan Hua.”


Mendengar itu, Hua Yan langsung terkejut. Harta warisan itu sudah lama menghilang. Klan Hua bahkan hampir menyerah melakukan pencarian. Namun, harta itu terlalu berharga untuk dilepaskan. Jika ada informasi mengenai itu, Hua Yan tidak ingin melewatkannya.


Meskipun begitu, identitas suara misterius itu masih terlalu abu-abu. Hua Yan maupun Hua Tian tidak ingin terlalu gegabah. Mereka memerlukan lebih banyak informasi untuk diyakinkan.


“Bagaimana kau bisa mengetahui tentang harta klan Hua? Dan kenapa aku harus memercayaimu?”


Suara tawa berat kembali menggema di ruangan itu. Awalnya terdengar normal. Namun, semakin lama tawa itu berubah menjadi dingin.


Angin kencang yang disertai dengan aura penindasan kuat tiba-tiba memasuki ruangan. Barang-barang dan perabotan terlempar dari tempat mereka. Itu retak dan hancur dengan bunyi ledakan keras.


Hua Yan dan Hua Tian terkejut melihat itu. Tubuh mereka gemetar. Mereka segera berlutut ketakutan. “Tuan, mohon ampuni kami! Tolong jangan marah. Kami terlalu bodoh dan tidak tahu!”


Suara itu mendengkus dingin. “Apa kalian pikir aku tidak bisa datang dan melenyapkan seluruh Istana Guang? Hmmph! Hanya dengan jentikan jari aku bahkan bisa membuat nasib kalian lebih buruk dari Istana Meide!”


Semua orang tahu bagaimana nasib Istana Meide. Itu kejadian yang menakutkan dan terlalu misterius. Hingga sekarang, tidak ada yang tahu siapa yang sebenarnya sudah membakar istana itu dan membuat api abadi di sana.


Tiba-tiba Hua Yan tersentak. Mungkinkah suara misterius itu adalah pelaku yang sudah membakar Istana Meide? Pikiran itu tiba muncul di kepalanya dan membuatnya semakin takut.


“Tuan, bukankah kami hanya perlu mengundang lebih banyak orang di Celestial? Itu bukan hal yang sulit. Kami … kami akan memenuhi keinginanmu,” ucap Hua Yan sambil menunduk. Tangannya yang bersembunyi di balik lengan bajunya gemetaran.


Jika orang itu memang orang yang sudah membakar Istana Meide, maka dia tidak perlu menolak. Dia tidak boleh. Atau orang itu akan menghancurkan Istana Guang juga.


“Bagus. Jika kau mau membantuku, kau pasti tidak akan menyesal, hahaha ….” Tawa itu menggema di seluruh ruangan. Semakin lama, itu menjadi kabur dan menghilang.


Hua Tian menahan napasnya. Ketika aura yang kuat itu benar-benar menghilang, akhirnya dia bisa menghela napas dengan lega.


“Ayah, siapa dia sebenarnya? Kenapa dia ingin kita mengumpulkan orang-orang?”


“Bagaimana aku bisa tahu?” Hua Yan mendesah gusar.


“Tian’er, jangan katakan pada siapa pun mengenai masalah ini. Kita akan mengundang banyak orang, tapi jangan biarkan siapa pun tahu alasannya. Bahkan kakekmu juga tidak terkecuali.”


Hua Tian mengangguk mengerti. “Ayah, aku akan tutup mulut.”


Pada saat itu, suara langkah kaki terdengar dari luar ruangan. Tak selang lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan seorang pria tua berjubah abu-abu yang membawa gulungan kertas.


Pria tua yang tak lain adalah Hua Mingshan itu terkejut melihat ruangan yang sangat berantakan. Dia segera bertanya, “Apa ini? Apakah badai baru saja terjadi di ruangan ini?”


Hua Yan segera berdiri. Dia mencoba tersenyum dan bersikap normal. “Ayah, itu Tian’er. Dia mencoba mempraktikkan teknik bela diri baru, tapi tidak berhasil.”


 


“Teknik bela diri baru?” Hua Mingshan mengerutkan keningnya dengan heran.


“Ah, Kakek, itu memang benar! Ngomong-ngomong, apa yang kau bawa itu?” Hua Tian segera bertanya untuk mengalihkan perhatian kakeknya.


Akhirnya Hua Mingshan teringat dengan tujuan kedatangannya untuk menemui anak dan cucunya. Ekspresinya berubah menjadi serius saat dia membuka gulungan kertas di tangannya.


“Ini adalah surat dari Istana Tianjun. Mereka memperingatkan kita agar berhati-hati. Ada kemungkinan bahwa kekuatan khusus sedang mengincar ahli alam surgawi di Celestial.”


Hua Tian yang mendengar itu langsung mendengkus mengejek. “Apakah mereka bercanda? Bagaimana mereka bisa memberi peringatan seperti itu? Memangnya kekuatan mana yang akan berani mengincar kultivator alam surgawi di Celestial?”


Pemuda itu terlihat begitu meremehkan. Seolah apa yang dilakukan oleh Istana Tianjun adalah lelucon yang tidak dapat dipercaya. Dia sama sekali tidak menganggap itu dengan serius.


“Hua Tian, jangan menyepelekan informasi apa pun. Apa kau pikir Tuan Xie akan mengirim omong kosong ke Istana Guang?” Hua Minghsan langsung mengingatkan cucunya.


Sayangnya, Hua Tian hanya memutar bola mata dengan malas. Sejak lama dia memang tidak menyukai Istana Tianjun milik klan Xie. Apalagi setelah konfliknya dengan Qing Yue’er di Tongxuan.


Hua Yan yang tidak ingin kakek dan cucu itu bertengkar pun segera menyela, “Ayah, kami pasti akan berhati-hati. Jangan khawatir.”


Hua Mingshan menghela napas. “Entah bagaimana aku merasa Celestial ini akan mengalami kekacauan. Kalian jangan membuat masalah. Mengerti?”


Hua Yan dan Hua Tian diam-diam saling merlirik. Kemudian Hua Yan mengangguk. “Ayah, jangan khawatir. Kami sudah bukan anak kecil lagi.”


Ucapan itu tidak bisa menenangkan Hua Mingshan. Dia sudah hidup lama dan firasatnya tidak pernah salah. Hatinya hanya menjadi semakin cemas tanpa alasan yang pasti.