Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Zu Tiankong


Qing Yue'er merasa sangat senang. Dia mencoba mengedarkan kekuatan rohnya ke sekitar. Seketika itu juga dia langsung merasa takjub. Dia bisa merasakan apa yang ada di luar ruangan ini. Kekuatan rohnya benar-benar mampu menembus dinding.


Kemudian dia mulai mengedarkan lebih jauh lagi. Dia bisa mendeteksi ke kamar sebelah dan meluas sampai seluruh puncak ke dua. Dia bisa mengetahui berapa banyak murid di puncak ke dua ini, apa yang sedang mereka lakukan, apa yang sedang mereka bicarakan. Ini sangat menakjubkan!


Saat ini Feng Yuan baru saja akan mandi di asrama ketika dia merasakan orang lain sedang mengawasinya. Dia langsung waspada dan melihat sekeliling. Tapi dia tidak menemukan siapapun disana. Dan anehnya, perasaan diawasi itu masih ada.


Feng Yuan mulai menggigil. Apakah ada hantu di tengah malam ini? Atau, seorang senior sedang mengintipnya?


Hal yang sama terjadi pada murid lainnya. Mereka merasa seseorang sedang mengawasinya.


"Mungkinkah seorang senior sedang mengawasi kita?"


"Aku tidak tahu. Ayo cepat kembali ke kamar dan jadi murid yang baik."


Qing Yue'er terkekeh ketika mendeteksi obrolan mereka. Tapi dia memikirkan hal yang lebih lagi. Dia ingin tahu sampai mana batas kekuatannya.


Dia mulai meluaskan kekuatan rohnya ke luar puncak. Namun tiba-tiba dia menabrak penghalang hijau transparan. Itu melapisi seluruh puncak ke dua tanpa celah. Mungkinkah ini formasi pelindung dari spiritualis dunia?


Qing Yue'er mengangguk setuju. Bagaimanapun Akademi Xinfeng adalah tempat yang besar. Banyak murid dari berbagai tempat yang belajar disini. Jadi harus ada pencegahan jika sewaktu-waktu terjadi masalah.


Sementara itu, seorang pria tua sedang bermeditasi di puncak ke 5. Tiba-tiba dia melompat berdiri dengan cepat. Kilatan antisipasi berkedip di matanya yang sudah tua.


"Itu adalah spiritualis dunia. Mungkinkah ada jenius yang tersembunyi di puncak ke dua?" Hatinya bergetar gembira.


"Kakek, apa yang terjadi?" Seorang gadis muda berdiri tidak jauh darinya.


Zu Tiankong membelai jenggot putihnya. "Aku merasakan spiritualis dunia menabrak formasi pelindung di puncak ke dua."


Gadis itu langsung melebarkan matanya. "Jadi ada murid yang telah berhasil menghubungkan kekuatan rohnya dengan Dunia Roh?"


Zu Tiankong mwnggelengkan kepalanya. "Itu belum tentu murid senior. Aku tahu mereka semua sangat bodoh. Jangankan menjadi spiritualis dunia, bahkan tidak ada satupun yang bisa terhubung ke Dunia Roh."


Zu Tiankong mencibir murid-muridnya sendiri. Dari ratusan murid, tidak ada yang berhasil menjadi spiritualis dunia. Kadang dia merasa khawatir kalau tidak ada orang yang pantas untuk mendapatkan warisannya.


"...."


Gadis itu tidak tahu harus berkata apa. Dia sendiri tidak bisa menjadi spiritualis dunia, jadi dia merasa sedikit tersindir. Hanya saja dia sudah terbiasa dengan kesombongan kakeknya ini.


"Kakek, aku juga belum bisa menjadi spiritualis dunia." Gadis itu mengeluh.


"Aish, tidak apa-apa. Rajin-rajinlah berlatih." Zu Tiankong tidak mau menekan cucunya sendiri. Yang penting dia masih bisa menjaganya sebelum nanti diserahkan ke suaminya.


Qing Yue'er menyingkat kekuatan rohnya. Dia tidak tahu kalau dirinya sudah di temukan. Saat ini dia melihat hanya ada Mo Jingtian di kamarnya.


"Dia tidak ada."


Qing Yue'er mengangguk. Artinya, Mo Jingtian sudah memberi pria itu pelajaran. Sebenarnya dia merasa marah. Bagaimana bisa Mo Jingtian dijadadikan bahan fantasi seksual seorang pria?


"Jingtian, lain kali jangan melepas topengmu."


Mo Jingtian tersenyum. "Kenapa?"


"Tidak ada. Lakukan seperti itu. Kamu akan membuat orang lain gila."


Mo Jingtian menarik tubuh Qing Yue'er kedalam pelukannya. "Tapi aku hanya bersama denganmu."


'Tapi aku juga bisa terbuai pesonamu.' Qing Yue'er bergumam dalam hatinya.


Qing Yue'er melepaskan diri dari dekapan Mo Jingtian. "Aku, aku akan mencoba mempelajari formasi roh."


Mo Jingtian tidak bersuara. Dia dengan serius memperhatikan gadisnya.


Qing Yue'er memfokuskan kekuatan roh di tangannya. Sebuah cahaya redup berwarna merah segera muncul. Tapi baru beberapa detik sudah hilang.


Qing Yue'er sudah terbiasa mengalami kegagalan. Dia mencoba lagi berkali-kali sampai cahaya di tangannya menjadi merah terang. Dengan iseng dia melambaikan tangannya ke arah Mo Jingtian. Setelah itu sebuah penghalang merah transparan menyelimuti pria itu.


Dia tersenyum menatap Qing Yue'er yang saat ini sedang tersenyum penuh kemenangan. "Apa kamu pikir dengan hanya ini kamu bisa menghalangiku?"


Tiba-tiba Qing Yue'er tertawa terbahak. "Tidak, tentu saja kamu sangat kuat."


Mo Jingtian beridiri. Dia melangkah keluar dari penghalang tanpa menghancurkannya. Kemudian dengan tanpa ampun dia membawa tubuh gadis itu kedalam dekapannya. Meraih dagunya dan melumat bibir merahnya.


Jantung Qing Yue'er langsung bereaksi cepat. Wajahnya menjadi merah. Dia memukul dada Mo Jingtian untuk menghentikannya, tapi pria itu tidak mau melakukannya. Apakah dia telah menyinggungnya?


Mo Jingtian terus menikmati rasa manisnya. Dia tidak menyadari kalau gadis itu sudah mulai kehabisan nafas.


Qing Yue'er terus menggelengkan kepala. Dia hampir kehabisan nafasnya oleh ciuman brutal Mo Jingtian. Setelah beberapa saat, akhirnya pria itu mau melepaskannya.


"Kamu ...."


Tidak tahu harus berkata apa, Qing Yue'er melarikan diri kedalam dimensinya. Dia buru-buru masuk kedalam kolam untuk menghilangkan panas di tubuhnya. Jika tidak seperti ini, mungkin jiwanya akan gila.


Mo Jingtian hanya terkekeh. Dia sudah sangat memahami sikapnya. Gadis itu memang terlalu polos. Tapi hal inilah yang membuat dia senang untuk menggodanya.