Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Chapter 41


Author: Weekend saya kasih bonus 1 chapter pemanis 😘


Ying Jun menatap Bai Yin Xue dengan jengah. "Siapa lagi yang mampu membuat dimensi sebesar itu?"


"Ini Mo Jingtian."


Bai Yin Xue tercengang. Lidahnya terikat tidak bisa berkata-kata. Jadi Mo Jingtian yang membuat dimensi Yin Yang? Dia bahkan memiliki dua binatang ilahi Vermillion Bird?


"Tutup mulutmu." Ying Jun memperingatkan tuannya.


Bai Yin Xue tersadar dan menutup mulutnya yang terbuka lebar. "Dia memiliki dua binatang ilahi?"


"Tidak, aku rasa dia memiliki lebih dari dua." Ying Jun berkata dengan pasti.


Bai Yin Xue terkejut. "Benarkah? Bukankah itu sangat hebat!"


"Lalu bagaimana itu bisa berakhir terhubung denganku?" Dia bertanya dengan penasaran.


"Aku tidak tahu. Kenapa kamu tidak menanyakan langsung padanya?"


Bai Yin Xue menghempaskan nafasnya dengan kasar. "Dia tidak ada disini."


"Apa? Mungkinkah kamu merindukannya? Atau diam-diam kamu mencintainya?" Ying Jun menggoda Bai Yin Xue.


"Hah? Apa.. apa yang kamu katakan?" Bai Yin Xue tergagap. Wajahnya memerah seperti tomat.


Ying Jun tertawa keras. "Lihat betapa gugupnya kamu."


"Tidak aku tidak gugup ha ha ha aku tidak gugup." Bai Yin Xue tertawa terbahak-bahak.


Sebenarnya ini karakter asli Bai Yin Xue. Saat dia menjadi gugup dia akan kehilangan rasionalitasnya. Dalam hidupnya di bumi dia belum pernah merasakan perasaan jatuh cinta. Jadi dia sendiri tidak tahu tentang hal ini.


"Berhenti tertawa. Lihatlah kesamping." Ying Jun menunjukkan paruhnya ke kanan.


Bai Yin Xue mengikuti arahan Ying Jun dengan malas. Tapi matanya terkejut melihat seseorang berdiri dengan tenang disana. Mo Jingtian sedang menatapnya dengan senyum manis yang menggantung di bibirnya. Bai Yin Xue dengan cepat melemparkan Ying Jun kembali kedalam dimensinya. Dia terbatuk sekali.


Mo Jingtian tidak menjawab pertanyaan Bai Yin Xue. Sebagai gantinya dia berjalan mendekati gadis itu. Dia duduk disamping gadis yang sedang melihatnya dengan gugup.


"Apakah kamu merindukanku?"


Suara pria itu terdengar lembut di telinga Bai Yin Xue, membuat dia linglung untuk sesaat. Apa ini? Kenapa hatinya sangat kacau?


Hening.


Mo Jingtian meraih dagu Bai Yin Xue dengan lembut. Dia menatap mata hitam itu dalam-dalam. Itu berair dan terlihat sangat cantik. Wajah mungilnya sudah memerah.


Bai Yin Xue menatap kedua mata emas milik pria itu. Dia merasa tubuhnya melemas. Tidak, itu pasti Pesona Surgawi milik Mo Jingtian yang mempengaruhi hatinya kan? Tapi itu juga tidak benar, dia tidak memuja pria ini seperti mereka yang terkena Pesona Surgawi.


"Kamu.. kamu.." Bai Yin Xue bingung harus berkata apa. Hatinya sedang kacau sekarang. Jantungnya berdetak dengan cepat.


"Ah, dimana jepit rambutku? Dimana jepit rambutku?" Bai Yin Xue tersesat, tangannya meraba-raba kesamping. Wajahnya masih linglung.


Tangan Mo Jingtian memegang bahu Bai Yin Xue dengan erat, lalu merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya. Dia berbisik dengan lembut.


"Tidak apa-apa, jangan gugup."


Tubuh Bai Yin Xue bergetar kemudian dia merasa sedikit tenang.


Mo Jingtian tidak berharap gadis itu akan menjadi begitu pemalu. Saat itu dia sudah pernah menciumnya beberapa kali tapi gadis ini hanya akan marah. Mungkin dulu belum ada perasaan manis diantara mereka sehingga karakter ini tidak ditunjukkan.


Bai Yin Xue masih berada dalam pelukan Mo Jingtian. Dia mencoba mengatakan sesuatu. "Aku.. aku.."


"Hm? Katakan dengan perlahan." Suara Mo Jingtian terdengar di atas kepalanya.


Dia menenangkan hatinya dan *** kata-kata keluar dari mulutnya. "Ya,, sepertinya aku.. merindukanmu."


Bai Yin Xue sangat malu dan semakin menenggelamkan kepalanya kedalam dada pria itu.


Mo Jingtian tersenyum manis dan mengeratkan pelukannya.