Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Skema Takdir yang Kejam


Qing Yue’er akhirnya pergi bersama Niu Ren untuk menemui kepala akademi. Para penatua tidak ingin mengikuti dan mengganggu mereka, jadi mereka semua meninggalkan kediaman itu.


Halaman kediaman menjadi sepi. Hanya Mo Jingtian yang masih tetap di sana. Saat ini tidak ingin melakukan apa-apa dan tidak ingin pergi ke mana-mana. Dia menjadi seperti Qi Rong yang pemalas.


Beberapa saat kemudian, Ying Jun tiba-tiba datang dengan wujud manusianya. Dia membungkuk hormat pada Mo Jingtian. “Tuan ….”


“Hmm. Aku tidak ingin mendengarkan sesuatu yang tidak penting,” kata Mo Jingtian langsung. Dia masih menutup mata sambil menikmati semilir angin yang membelai rambutnya.


“Aku sudah mendengar tentang pembicaraanmu dengan Guru Mo Tianyu. Dan aku rasa Nona juga mendengarnya.”


Mo Jingtian akhirnya membuka matanya. Dia menatap Ying Jun dengan mata memicing. “Apa masalahnya? Mungkin dia mendengar, tapi dia tidak berisik sepertimu.”


Ying Jun mendecakkan lidahnya. Dia bukannya berisik. Namun, dia memang memiliki sesuatu yang harus dikatakan pada Mo Jingtian. Lagi pula dia tidak seperti Qing Yue’er yang bisa menahan diri untuk tidak membicarakan sesuatu.


“Aku bukannya berisik. Aku memang ingin menyampaikan sesuatu!”


“Apa?” tanya Mo Jingtian dengan malas.


“Kau mengatakan langit menginginkan kehidupan Nona. Apakah ini harga yang harus dia bayar untuk permohonannya?”


Kening Mo Jingtian langsung berkerut dalam. “Apa maksudmu?”


Ying Jun menghela napas panjang. “Pada saat kau dan Baili Linwu bertempur di dekat Pegunungan Jingcai, situasinya sangat mengkhawatirkan. Tuan pengadilan Surgawi yang kejam itu hampir bisa membunuhmu. Itu membuat Nona sangat putus asa karena tidak bisa keluar dari dimensi untuk membantumu.”


“Lalu?”


“Lalu dia berlutut dan memohon pada langit agar kau selamat.”


Mo Jingtian tidak bisa berkata-kata setelah mendengar itu. Dia memiliki hubungan yang erat dengan langit. Jika seseorang memohon sesuatu yang berkaitan dengannya secara sungguh-sungguh, itu bukan hal yang mustahil untuk segera dikabulkan. Apalagi gadis itu adalah orang yang ditakdirkan untuknya.


“Apa yang dia katakan?”


“Dia membiarkan langit mengambil apa pun darinya untuk menebus keselamatanmu,” ucap Ying Jun dengan lirih. “Kemudian belenggu iblis itu akhirnya terpasang di lehermu. Tuan, apakah ini hanya kebetulan?”


Mo Jingtian menutup matanya dengan perasaan rumit. Dia akhirnya mengerti kenapa semua ini bisa terjadi. Permintaan Qing Yue’er yang ceroboh telah dikabulkan. Dan gadis itu benar-benar akan menerima konsekuensinya.


Langit akan mengambil sesuatu darinya. Langit benar-benar akan mengambil nyawanya.


“Kenapa dia harus melakukan itu?” Mo Jingtian mengepalkan tangannya. “Seharusnya aku mengatakan padanya agar tidak membuat permohonan secara impulsif.”


“Tuan, apakah sungguh tidak ada jalan lain? Kau harus melindungi nyawanya apa pun yang terjadi,” pinta Ying Jun dengan sungguh-sungguh.


Mo Jingtian menghela napas panjang. “Apa kau pikir aku tidak akan melakukannya? Aku akan melindunginya. Namun, bagaimana jika dia yang ingin menyerahkan hidupnya?”


“Kenapa dia menyerahkan hidupnya?”


“Karena sejak permohonan itu dibuat, nyawanya telah terhubung dengan kekuatanku. Dia harus menyerahkan hidupnya, atau aku akan selamanya hidup dalam belenggu iblis ini. Tidak akan ada yang bisa melepaskannya.”


Ying Jun yang mendengar itu menjadi terkejut, sedih dan juga marah. Bagaimana langit bisa begitu licik? Bagaimana langit bisa memberikan skema takdir yang begitu kejam pada pasangan ini?


Ying Jun merasa ingin menangis. “Lalu bagaimana caranya? Bagaimana proses untuk melepaskan belenggu itu dengan nyawanya?”


“Aku tidak akan memberitahumu.” Mo Jingtian mendongak ke langit. Tatapannya menjadi penuh dengan kebencian.


“Aku tidak akan membiarkan seorang pun tahu. Dan aku tidak akan membiarkan dia mengetahuinya.” 


***


Sementara itu di tempat lain, Dongfang Gu sedang bersama di kediaman Chi Yuntian. Dia berdiri di tepi jendela sambil menatap ke arah barat, ke tempat di mana kediaman Qing Yue’er berada.


“Dia telah menerobos ke level ungu. Ini adalah tingkat spiritualis dunia yang legendaris,” ucap Dongfang Gu dengan takjub.


“Bakatnya memang tidak bisa ditandingi. Dia akan menjadi kebanggaan semua orang. Namun, jika dia memilih pendamping yang salah, dia akan hancur bersamanya.” Chi Yuntian berkata dengan serius.


Mereka adalah seorang guru. Secara alami mereka tidak ingin memblokir kemajuan dan bakat seorang murid. Justru mereka sangat menghargai itu dan tidak ingin seorang genius seperti Qing Yue’er mengambil langkah yang salah.


“Penatua Chi, aku tidak mengerti kenapa tidak ada yang berkomentar tentang pria bernama Mo Jingtian itu. Apakah hanya kita orang yang waras?” Dongfang Gu bertanya dengan nada tinggi. Dia merasa kesal jika memikirkan tentang sikap para penatua yang lain.


“Kau benar. Dia masih muda dan harus dibimbing untuk masalah ini. Kita mungkin tidak bisa menghentikan Xinyu. Namun, kita bisa membuat kekasihnya itu mengetahui tempatnya sendiri. Bagaimana mungkin orang yang lemah seperti itu bisa menyukai genius akademi kita?”


Dongfang Gu mengangguk setuju. “Pria seperti itu tidak akan mengangkatnya ke puncak. Dia justru akan menyeretnya ke bawah. Hanya menjadi beban!”


Mereka saling menatap sambil memendam ketidaksenangan. Beberapa saat kemudian, Chi Yuntian berkata, “Mereka sepertinya sudah meninggalkan kediaman itu. Ini mungkin akan menjadi saat yang bagus untuk menemui pria itu.”


“Kau benar. Ayo pergi.”


***


Halo semuanya!


Apa kabar kalian yang di sana?


Wah, udah lama ya. Nggak terasa udah dua tahun novel ini hiatus. Saya minta maaf banget karena udah mengabaikan cerita ini selama itu.


Pasti banyak dari kalian yang udah ninggalin cerita ini juga, udah lupa alur, nemuin cerita yang lebih bagus, dan lain sebagainya. Ini memang salah saya.


Tapi nggak papa. Saya udah janji mau menamatkan cerita ini. Jadi terlepas apakah kalian masih nungguin atau nggak, ini bakal tetap saya rampungkan. Doain ya semoga lancar dan saya bisa memenuhi apa yang jadi tanggung jawab saya.


Terima kasih banyak buat yang masih nungguin cerita ini update. Saya mengapresiasi kesabaran kalian.


Ngomong-ngomong, saya sudah lama nggak nulis cerita ini. Maaf kalau ada kekurangan/kesalahan dalam ceritanya, atau mungkin feel-nya kurang dapet. Saya bakal berusaha lebih giat lagi


Salam


Ana Yuliana