Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Mengeluarkan Segalanya


Sebelumnya Qing Yue’er sudah pernah melihat Di Feng Xuan di gua tempat persembunyian iblis yang berada di dekat Laut Tulang Darah. Jadi, sekarang dia bisa langsung mengenalinya hanya dalam sekali lihat.


Di Feng Xuan menatap Qing Yue’er dengan dingin. Tidak menyangka dia akan bertemu dengan gadis itu di sini, gadis yang sudah pernah disebut-sebut oleh Baili Linwu di istana Pengadilan Surgawi. Benar, dia sudah tahu siapa Qing Yue’er dan apa identitasnya.


Mereka adalah musuh.


“Beraninya kau ikut campur pada urusan Pengadilan Surgawi,” desis Di Feng Xuan. “Hanya manusia lemah, tetapi bersikap begitu sombong pada Dewa!”


“Itu lebih baik daripada kau yang memiliki kekuatan, tetapi menggunakannya dengan semena-mena!” balas Taotie dari belakang Qing Yue’er. Jika dia berada dalam wujud manusia pasti dia sedang menatap Di Feng Xuan dengan dagu terangkat.


“Diam kau! Aku tidak sedang berbicara denganmu!” geram Di Feng Xuan dengan mata memelotot. Dia mendengkus dingin dan beralih menatap Qing Yue’er.


“Katakan sekarang! Apa kau yang selama ini sudah membantu Mo Jingtian membasmi para iblis?!” Di Feng Xuan bertanya dengan keras. Auranya yang kuat sengaja dikeluarkan untuk menakuti Qing Yue’er.


Namun, itu tidak lantas membuat Qing Yue’er takut. Justru dia mengangguk tanpa ragu dan mengakui dengan jujur. “Ya, itu aku. Memangnya apa yang akan kau lakukan padaku?”


DI Feng Xuan semakin marah melihat respons Qing Yue’er yang terlihat tenang dan tanpa rasa takut. Apa gadis itu sedang meremehkan kemampuannya? Bagaimana bisa ada seorang manusia yang terlihat biasa saja di depan Dewa?


Tiba-tiba Qing Yue’er terkekeh. Dia menatap Di Feng Xuan dengan remeh. “Jangan berpikir aku akan takut padamu. Kau tahu? Aku sudah pernah melumpuhkan satu Dewa,” ucap Qing Yue’er dengan riang.


“Siapa yang kau maksud?!” teriak Di Feng Xuan. Dia menjadi semakin marah saja.


Qing Yue’er tersenyum. “Siapa lagi jika bukan Dewa Alkimia yang malang? Jika kau mau, maka aku bisa mencobanya juga denganmu,” balas Qing Yue’er. Dia terlihat seperti sedang bermain-main.


“Dasar kau gadis sialan!” geram Di Feng Xuan. “Bukankah kau gadis yang berasal dari klan Xie? Apa kau tidak takut klanmu akan hancur?!”


Kedua mata Qing Yue’er langsung berkilat. Pria itu pasti akan menggunakan klan Xie untuk menekannya. Dia sedikit menyesal karena tidak bisa menyembunyikan identitasnya dengan baik.


Namun, bagaimanapun juga mereka adalah Dewa. Sekeras apa pun dia berusaha bersembunyi pada akhirnya identitasnya akan terungkap. Apalagi saat ini dia sendirian, tanpa Mo Jingtian. Itu hanya soal waktu.


“Jangan menggunakan klan Xie untuk menekanku. Hanya pengecut yang akan melakukannya,” ejek Qing Yue’er.


Di Feng Xuan berdecih. “Lalu bagaimana dengan ayahmu? Aku adalah orang yang mengetahui keberadaannya.”


Jantung Qing Yue’er langsung berdebar. Ayahnya atau Qing Yexuan memang ditahan di istana Pengadilan Surgawi. Sudah lama dia ingin mengetahui kabar tentangnya. Dan sekarang akhirnya ada yang menyebutkan.


“Kau pasti mencarinya. Hahaha.” Di Feng Xuan tertawa melihat Qing Yue’er yang terdiam. Sudah jelas gadis itu sangat dipengaruhi oleh berita tentang ayahnya.


“Apa kau tahu bagaimana keadaannya?” Di Feng Xuan bertanya.


Qing Yue’er hanya menatap datar.


“Dia sangat terluka. Setiap harinya dia akan dipukul dan dipukul sampai tulang-tulangnya patah,” ucap Di Feng Xuan dengan tajam. “Apa kau tahu seperti apa penampilannya?”


“Diaammm!”


Di Feng Xuan terawa keras. “Dia sangat menyedihkan. Penampilannya sudah tidak pantas disebut Dewa!”


Qing Yue’er menggertakkan giginya. Dia hanya pernah melihat sosok ayahnya melalui lukisan dari ibunya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan ayahnya saat ini. Hatinya merasa sakit dan dia semakin membenci Pengadilan Surgawi.


Kenapa mereka harus melukai orang-orang yang berarti bagi Qing Yue’er? Ayahnya sudah menjadi korban, lalu Mo Jingtian. Dan sekarang dia tidak bisa membiarkan mereka semakin leluasa melukai orang lain.


Qing Yue’er menarik napas dalam-dalam. Karena DI Feng Xuan sudah mengetahui segalanya, maka dia tidak akan pernah membiarkan pria itu lolos.


Dengan cepat dia mengambil dua gulungan sutra yang pernah diberikan oleh Cloud Fairy. “Taotie, cepat pelajari ini!" perintahnya.


“A—pa kau bercanda? Bagaimana mungkin aku bisa—“


“Jangan banyak bicara! Cepat ubah wujudmu menjadi manusia!” desak Qing Yue’er. Dia tidak peduli dengan protes Taotie.


Akhirnya Taotie mengubah wujudnya menjadi manusia. Sekarang dia sudah berubah menjadi Wu Hei’an, pria berwajah tampan yang memiliki sisi liar tersendiri.


Qing Yue’er langsung melemparkan satu gulungan sutra pada Taotie. “Kau harus menghafalnya dengan cepat,” ucap Qing Yue’er.


Taotie menerima sutra itu. Dia menatap Qing Yue’er dengan rumit. Rasanya sedikit terharu karena Qing Yue’er begitu memercayainya untuk melakukan hal penting seperti ini.


“Baik.” Akhirnya Taotie mengangguk. Dia segera membuka gulungan sutra itu dan mencoba menghafal secepat mungkin.


Di Feng Xuan menatap Qing Yue’er dengan curiga. Apa yang sedang direncanakan gadis itu? Meskipun dia tidak tahu apa isi gulungan itu, tetapi dia harus mencegah Taotie menghafalnya.


Sosok Di Feng Xuan melesat secepat kilat ke arah Taotie. Melihat itu membuat Qing Yue’er segera bergerak melindungi Taotie. Dia membuka tangannya dan formasi pelindung langsung tersebar.


“Jangan pernah berpikir menyentuh orang-orangku,” ucap Qing Yue’er dengan dingin.


“Ying Jun, Jinlong! Keluar dan bantu aku menahan Dewa sialan ini!”


Whosshh!


Cahaya biru dan emas yang terang langsung melesat keluar dari dahi Qing Yue’er. Kedua cahaya itu berpisah dan mulai membentuk sosok besar burung phoenix dan naga emas. Aura binatang ilahi langsung menyebar di langit.


Setelah waktu yang lama akhirnya hari ini Qing Yue’er akan keluar habis-habisan. Dia benar-benar tidak akan membiarkan Di Feng Xuan kembali ke tempatnya.


Di Feng Xuan tercengang melihat dua binatang ilahi yang dikeluarkan Qing Yue’er. Bagaimana gadis manusia itu bisa memiliki bantuan sebanyak itu? Bagaimana phoenix dan naga itu bisa tunduk?


Ini adalah pertama kalinya Di Feng Xuan melihat secara nyata tentang manusia yang bisa menaklukkan binatang ilahi lebih dari satu. Biasanya manusia biasa hanya sanggup memiliki satu atau tidak sama sekali.


Hatinya menjadi dingin. Jika gadis itu tidak dilenyapkan sekarang maka akan terlalu berisiko untuk Pengadilan Surgawi. Sebelum Qing Yue’er tumbuh lebih kuat, dia harus segera membunuhnya.