
Para penatua di Akademi Surgawi saat ini bergegas pergi ke kediaman Qing Yue’er setelah mereka melihat cahaya ungu yang membubung hingga ke langit. Mereka menjadi penasaran dan antusias dengan kemungkinan terobosan Qing Yue’er.
Selain para penatua, ada juga beberapa murid dan orang penting lain yang datang. Salah satunya adalah Niu Ren, putra kepala akademi yang di masa lalu memiliki sedikit cerita dengan Qing Yue’er.
Niu Ren sudah mendengar tentang kedatangan Qing Yue’er sejak beberapa hari yang lalu. Dia senang sekaligus terkejut. Sayangnya dia belum memiliki kesempatan untuk bertemu dengan gadis yang dia kagumi. Hari ini akhirnya dia akan memiliki kesempatan itu.
Dengan cepat dia berjalan menuju kediaman Qing Yue’er bersama dengan seorang pelayan pria. Kebetulan di jalan dia melihat Han Qiong yang sedang berjalan cepat ke arah yang sama.
“Guru Han!” Dia segera mendekati pria itu. “Apa kau akan menemui muridmu?”
Han Qiong mengangguk dengan penuh semangat. “Dia sepertinya sudah selesai berkultivasi. Kau ingin menemuinya juga? Ayo pergi!”
Niu Ren tersenyum. Dia bersama dengan Han Qiong meneruskan langkah. Setelah tiba di depan gerbang kediaman, mereka menjadi terkejut ketika melihat ada banyak orang di sana. Tidak peduli entah itu para penatua maupun murid-murid.
“Apa yang sedang kalian lakukan di sini?” Han Qiong menatap mereka dengan heran.
Murid-murid di sana kebanyakan masih muda. Mereka tersenyum malu. “Guru Han, Nona Xinyu ada di akademi ini tapi dia tidak pernah menunjukkan diri. Tentu saja kami penasaran.”
Han Qiong mendengkus. Dia menatap Peng Liang yang juga ada di sana. “Kau juga ingin menemui muridku?”
“Aiyaa! Jika kau ingin melihat Xinyu, aku juga ingin melihatnya,” ucap Peng Liang sambil menggosok tangannya. “Tapi, Han Tua, pintu gerbang ini masih dipasangi formasi. Orang tidak akan bisa masuk dengan mudah.”
“Itu artinya kau tidak boleh masuk,” komentar Han Qiong dengan sarkas.
Kemudian dia menatap murid-murid di sana. “Kembalilah. Jika sudah waktunya, kalian pasti akan bisa melihat Xinyu. Untuk apa kalian harus datang ramai-ramai ke sini? Dia bukan orang yang suka diganggu. Jika dia marah, kalian yang akan ditendang keluar dari akademi.”
Mereka bersungut-sungut mendengar itu. Namun, tidak ada yang berani memprotes seorang Han Qiong. Dia guru yang kompeten dan harus dihormati.
Murid-murid itu pergi hingga hanya tersisa beberapa penatua. Pada saat itu mereka merasakan fluktuasi energi yang asing dari dalam kediaman. Energi itu membawa perasaan yang kuat dan agung.
Niu Ren langsung bertanya, “Apa yang terjadi di dalam? Seharusnya tidak ada sesuatu yang buruk bukan?"
"Tidak. Aku bisa merasakan kekuatan roh yang kuat. Jika aku tidak salah seharusnya Xinyu sedang membuat segel yang kuat,” ucap Zheng Yi yang juga ada di sana.
Mereka menjadi semakin penasaran. Kemudian mereka meminta Han Qiong untuk membawa mereka masuk ke kediaman itu. Meskipun terdapat formasi khusus di pintu gerbang, itu bukan formasi yang dibuat oleh Qing Yue’er, melainkan oleh Han Qiong ketika gadis itu sedang bermeditasi.
Han Qiong akhirnya mengabulkan permintaan mereka. Dia membuka formasi di pintu gerbang dan membawa mereka pergi ke halaman belakang. “Jangan membuat keributan di sana. Kita tidak tahu bagaimana situasinya.”
“Jangan khawatir. Kami tahu itu.”
Ketika mereka tiba di halaman belakang, mereka dikejutkat dengan pemandangan yang ada di sana. Tanah di halaman itu dipenuhi dengan pola rumit yang besar dan saling terhubung. Pola itu bersinar dengan cahaya ungu yang direfleksikan ke udara. Itu terlihat indah dan mendominasi.
Energi spiritual di sana terasa sangat kuat. Namun, itu masih kalah kuatnya dengan kekuatan roh yang menyebar. Biasanya kekuatan roh sangat tersembunyi. Namun, ini justru terasa sangat jelas dan kuat.
“Apakah ini segel yang akan digunakan untuk menutup lubang-lubang iblis?” Niu Ren bertanya dengan takjub. Dia membungkuk dan mencoba menyentuh garis pola di tanah.
Qing Yue’er yang sudah selesai membuat segel itu tersenyum lebar. “Itu benar.”
Dia menatap segel buatannya dengan takjub dan bangga. Bahkan untuknya sendiri, itu masih terasa sangat hebat. Ini pertama kalinya dia melihat formasi dan segel yang terasa begitu mendominasi.
Selain menjadi lebih cantik, gadis itu juga telah tumbuh menjadi lebih kuat. Di generasi ini, tidak akan ada seorang pun yang bisa menandinginya. Niu Ren tidak akan bisa melihat wanita lain yang bisa menarik perhatiannya selain dia.
“Tentu saja itu sulit. Itulah kenapa aku perlu mengajarinya.” Suara Mo Jingtian terdengar dari bawah pohon persik. Pria itu duduk di sana dengan malas sambil memejamkan mata. Dia bahkan tidak mau repot-repot memandang semua orang.
“Dia ….” Niu Ren menatap Mo Jingtian dengan bingung. Dia belum pernah melihat pria itu sebelumnya. Namun, sebelum ini dia sudah mendengar tentang pria yang lemah dan aneh yang disebut-sebut sebagai kekasih Qing Yue’er. Mungkinkah itu orangnya?
“Itu kekasihnya, dari Celestial,” bisik Peng Liang yang membuat Niu Ren sedikit tidak rela. Itu sangat disayangkan. Ternyata kabar itu memang benar.
Dia mencoba meneliti Mo Jingtian dan memeriksa kekuatannya. Ini membuatnya terkejut dan mempertanyakan penglihatan Qing Yue’er. Bagaimana gadis itu bisa menyukai pria yang bahkan tidak memiliki jejak energi spiritual?
Niu Ren tidak bisa berkata-kata. Dia hanya mengerutkan kening dan menahan pikirannya sendiri. Mungkin dia harus berbicara dengan Qing Yue’er nanti.
Sementara itu, Han Qiong berjalan mendekati Qing Yue’er. Dia mengamati gadis itu dengan takjub.
“Jadi, kau sudah menjadi spiritualis dunia di level ungu?” Pria tua itu bertanya dengan antusias. Perhatiannya lebih fokus pada perkembangan kekuatan gadis itu daripada pada segel yang baru saja dibuat.
“Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan itu.” Qing Yue’er menggosok hidungnya. Ini pasti akan menjadi berita yang menggemparkan.
Semua orang di sana tidak bisa tidak terkejut. Spiritualis dunia adalah eksistensi yang langka. Jangankan level ungu, level hijau saja masih jarang ditemukan di benua Tongxuan. Tingkat gadis itu benar-benar mencengangkan.
“Aiyyaa! Kenapa kau harus menyembunyikannya? Biarkan semua orang tahu kalau aku memiliki murid sehebat dirimu!” Han Qiong berseru dengan bangga. Dia merasa ingin memeluk gadis itu jika tidak malu.
Peng Liang langsung mendengkus. “Kau hanya memikirkan kebanggaanmu saja,” ucapnya sambil mengejek. Kemudian dia menatap Qing Yue’er dengan serius.
“Kau sudah berhasil membuat segel ini. Apakah itu berarti kau akan mulai bergerak?”
Qing Yue’er mengangguk. “Bagaimana dengan kerja sama kalian? Ada berapa banyak kekuatan yang bergabung?”
“Saat ini iblis sudah bergerak semakin jauh. Semua orang menjadi cemas, banyak dari mereka yang mau bekerja sama dengan kita. Kekuatan besar seperti Sekte Angin Utara, Sekte Sungai Selatan, Akademi Xinfeng, dan bahkan organisasi rahasia di Tongxuan Barat tidak terkecuali.”
“Organisasi apa itu?” Qing Yue’er bertanya dengan alis terangkat. Selama ini dia tidak mendengar ada organisasi rahasia yang signifikan di Tongxuan Barat.
“Itu Organisasi Bulan Gelap. Mungkin kau tidak pernah mendengarnya. Mereka memang kekuatan yang masih cukup baru. Namun, keahlian meramal mereka sama sekali tidak perlu diragukan.”
“Meramal?” Kedua mata Qing Yue’er langsung berbinar. Dia tidak percaya pada para peramal. Mereka biasanya hanya mengatakan omong kosong untuk mengambil keuntungan. Namun, kali ini dia punya sesuatu untuk dicoba.
“Aku yakin ini akan menjadi momen di mana tidak ada permusahan di antara kami. Semua orang akan bersatu dan melupakan persaingan masing-masing demi mempertahankan kedamaian Benua Tongxuan,” ucap Zheng Yi dengan sungguh-sungguh yang langsung disetujui oleh para penatua.
“Apakah kepala akademi ada di sini? Aku ingin memberitahu beberapa hal padanya.”
“Ayahku ada di akademi,” kata Niu Ren. “Aku akan mengantarmu padanya.”
Mo Jingtian membuka matanya dan melirik Niu Ren dengan tajam. Hawa dingin langsung menjalar di punggung pria muda itu. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa dan kembali menutup matanya.
Niu Ren menahan napasnya sesaat. Dia menelan ludahnya, lalu menatap Mo Jingtian dengan rumit. Bagaimana tatapan pria asing itu bisa begitu menakutkan? Bukankah dia tidak memiliki kekuatan apa pun?