Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Taotie vs Hua Tian


“Hmm!” Hua Tian mendengus. “Kalau begitu jangan pernah menyesal dengan pilihanmu!”


Whoossh!


Tubuhnya langsung melesat ke depan dengan kecepatan kilat. Aura kuat dari level 9 alam duniawi langsung menyebar dari tubuhnya. Tanpa banyak bertele-tele dia pun melakukan serangan pertamanya pada Qing Yue'er. Rupanya dia orang yang sangat langsung.


Qing Yue'er tidak bisa menjadi ceroboh. Bahkan dia mengalami kesulitan saat melawan Liu Teng, apalagi si Hua Tian ini yang lebih kuat dari Liu Teng. Dia menggeser tubuhnya ke samping. Serangan qi spiritual langsung melesat melewatinya begitu saja.


Boom!


Serangan qi spiritual itu menabrak kumpulan serabut awan dan menciptakan ledakan yang terdengar begitu memekakkan telinga.


Qing Yue'er sedikit bergidik. Ada tekanan yang dia rasakan dari aura Hua Tian. Pria itu memang memiliki serangan yang menakutkan. Namun, dia tidak memiliki niatan untuk mundur sama sekali. Bagaimanapun juga dia masih memiliki bantuan yang bisa digunakan.


Hua Tian menyeringai dingin. Gadis cantik itu hanya berada di level 4 alam duniawi. Sepertinya dia harus bermain-main sebentar dengannya. Apalagi ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan sosok secantik itu.


Dia berjalan mendekati Qing Yue'er. “Nona, apa kamu benar-benar tidak akan berbaik hati padaku?”


“Berbaik hati? Untuk orang sepertimu?” Qing Yue'er terkekeh. Dia melihat Hua Tian yang menjadi semakin dekat dengannya. Meskipun begitu, dia masih tidak mengambil langkah mundur. “Mustahil.”


“Memang bagus untuk menjadi keras kepala dan memiliki harga diri tinggi. Namun, ada saatnya seseorang harus melihat ....”


Whoossh!


“Arrgghh!” Qing Yue'er membungkuk di udara sambil memegang perutnya. Ada jejak merah yang merembes keluar dari telapak tangan yang menutup perutnya. Wajahnya menjadi pucat saat menahan rasa sakit yang tak tertahankan.


“... situasinya,” sambung Hua Tian. Dia berdiri tepat di depan Qing Yue'er dengan senyuman yang melekat di wajahnya. Tangannya terulur ke depan dan mencengkeram dagu Qing Yue'er dengan keras.


Dia menatap ke dalam mata hitam yang sedang menatapnya dengan kebencian. “Hanya butuh beberapa gerakan untuk melukaimu. Sayang sekali,” lirih Hua Tian sambil menggelengkan kepalanya.


Dia melepaskan cengkeramannya. Dengan kejam dan tanpa ampun kakinya bergerak dan menendang kedua lutut Qing Yue'er. Tubuh gadis itu langsung jatuh berlutut. Jika bukan karena keseimbangan, maka gadis itu mungkin sudah melayang jatuh dari ketinggian.


Meskipun Qing Yue'er merasa sakit di kedua lututnya, dia masih terdiam. Dia tidak tahu apa yang sudah Hua Tian lakukan, seperti ada perasaan mati rasa di perutnya. Ketika dia melihat ke telapak tangannya, dia bisa melihat bahwa perutnya sudah berlumuran darah.


Dalam keadaan seperti ini, dia lebih memilih untuk menjaga emosinya. Jika dia terlalu marah mungkin akan menciptakan hal-hal yang tidak diinginkan.


“Hahaha! Apa kamu mulai berubah pikiran?” Hua Tian tertawa terbahak-bahak. Dia membelai rambut hitam Qing Yue'er dengan lembut. Namun, sesaat kemudian dia menariknya dengan keras hingga gadis itu terpaksa mendongak.


“Ah, kamu cukup cantik juga. Bagaimana jika kamu menyerahkan naga itu dan ikut denganku ke Celestial? Mungkin aku akan mempertimbangkan untuk mengangkatmu menjadi seorang istri.”


“Cih!”


Qing Yue'er meludah dengan jijik. Matanya berkilat dengan sorot tertentu. Ada informasi baru yang dia dapatkan. Jadi orang ini berasal dari Celestial. Apakah orang yang meninggalkan rune batu itu juga berasal dari Celestial? Jadi, apakah dia masih hidup?


“Jangan pernah memimpikan hal yang mustahil,” ucap Qing Yue'er dengan dingin.


“Kenapa ini tidak mungkin? Apa kamu perlu aku membuktikannya?” Hua Tian menyeringai. Dengan gerakan yang cepat dia merobek pakaian Qing Yue'er di bagian bahunya. Kulit yang halus dan seputih giok langsung terpampang di hadapannya.


Hua Tian menyunggingkan senyum puas. “Apakah ini tidak cukup?”


Aura Qing Yue'er menjadi semakin dingin. Dia mencoba untuk menutup bahunya yang terbuka menggunakan salah satu tangannya. Ini adalah hal yang sama sekali tidak bisa dilampaui oleh orang lain. Lebih tepatnya, ini adalah penghinaan untuknya.


Kemudian dengan sedikit kesulitan dan menahan kesakitan, dia pun mencoba berdiri. “Jangan merasa senang dulu.” Qing Yue'er menyeringai.


Pada saat itu sebuah bayangan hitam tiba-tiba melesat dari udara tipis. Kemunculannya terlalu mendadak dan tidak terduga. Bayangan hitam itu bergerak secepat kilat menuju ke arah Hua Tian.


Whoossh!


Boomm!


Hua Tian tidak memiliki kesempatan untuk menghindar. Dia hanya bisa melindungi tubuhnya dengan lapisan qi spiritual. Meskipun begitu, dia tetap mengalami guncangan yang cukup kuat. Tubuhnya terdorong ke belakang hingga beberapa langkah.


“Siapa yang berani menyerangku, hah?!” Hua Tian berteriak keras. Dia melihat ke sekeliling untuk mencari bayangan hitam yang baru saja menyerangnya.


Kemudian dia mendengar suara teriakan yang datang dari belakangnya. “Kamu berani menyentuhnya, hah?!”


Hua Tian langsung berniat untuk membalikkan badan. Namun, belum sempat dia membalikkan badan dengan sempurna, tiba-tiba sebuah kepalan tangan sudah datang menghantam wajahnya.


“Sshh! Sial!”


Dia menatap seseorang yang berdiri di depannya. Itu adalah pria dewasa dengan jubah hitam yang sedikit terbuka. Wajahnya yang cukup tampan terlihat sangat jahat. Hua Tian bertanya, “Siapa kamu? Kenapa ikut campur dalam urusanku?”


“Apa? Urusanmu? Kamu melukai gadis itu, jangan harap untuk pergi dengan nyaman!”


Qing Yue'er menatap datar pada kedua orang itu. Dia ingin menyaksikan pertempuran antara Taotie dengan Hua Tian. Ini juga menjadi jalan baginya untuk memahami kekuatan orang-orang Celestial.


Sebenarnya dia merasa sedikit heran. Dia bisa tahu kalau Hua Tian ini belum menginjak alam surgawi. Namun, kenapa pria itu bisa dengan bebas meninggalkan Celestial? Apa mungkin ada harta atau sesuatu yang bisa membantunya? Mungkin dia akan tahu setelah ini.


Hua Tian mendengus dengan dingin. Selanjutnya dia menatap tajam pada Taotie. Kedua tangannya bergerak dengan cara yang berbeda. Cahaya yang sangat terang keluar dari sana. Kemudian cahaya itu berubah menjadi sebuah pedang yang panjang dan sangat tajam.


Dia menggenggamnya dengan erat. Kali ini dia menjadi serius. Dia tidak mampu mendeteksi kekuatan lawan. Tidak ada energi spiritual yang bisa dideteksi. Apa orang ini tidak menjalani kultivasi? Bagaimana mungkin? Ini memang aneh.


Tentu saja dalam tubuh Taotie tidak akan ada qi spiritual. Dia adalah binatang iblis. Kekuatannya tidak berdasar pada qi spiritual melainkan kekuatan fisik. Hua Tian mungkin tidak mengetahui hal ini. Lebih tepatnya tidak akan bisa berpikir sampai di sana.


Dia bergerak cepat menebaskan pedangnya. Tebasan pedang itu menyebabkan sesuatu yang mengerikan. Ruang spasial seakan robek, menciptakan celah hitam yang tipis. Itu menandakan jika kekuatan pedang tersebut sangat menakutkan hingga menyebabkan udara menjadi terbelah.


Qing Yue'er hanya bisa bergidik. Pedang itu terlalu menakutkan. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika pedang tersebut mengenai tubuh seseorang. Mungkin dapat digunakan untuk mencincang manusia dengan mudahnya.


Taotie mendengus dengan dingin. Kemudian dia memutar tubuhnya dengan cepat. Terlalu cepat hingga Hua Tian tidak dapat melihatnya dengan jelas. Dia berputar mengitari Hua Tian untuk membingungkannya.


“Keluarlah! Jangan menjadi pecundang!” Hua Tian berteriak sambil melihat ke sekeliling. Dia menebaskan pedangnya berkali-kali di sembarang tempat.


“Jadi bagaimana jika aku pecundang?” Taotie berbicara tanpa tahu malu. Dia senang mempermainkan manusia dengan cara seperti ini.


“B*jingan!”


Hua Tian merasa jengkel karena tidak bisa menyerang secara tepat. Dalam rasa jengkelnya itu, tiba-tiba dia tersadar. Pandangannya langsung teralih pada tempat di mana Qing Yue'er berada. Bibirnya terangkat membentuk seringaian.


Kemudian dengan cepat dia memutar tubuhnya dan bergerak menuju Qing Yue'er. Kedua matanya berkilat dengan dingin. Tangannya mengacungkan pedangnya dan bersiap untuk menebaskan tepat di depan Qing Yue'er.


Punggung Qing Yue'er menjadi dingin. Pedang di tangan Hua Tian benar-benar mengintimidasinya. Apakah dia akan bertaruh untuk kehidupannya sekarang? Tepat ketika pedang itu hampir mengenainya, tiba-tiba Taotie muncul. Taotie menghentikan tangan Hua Tian dan meluncurkan tendangan di salah satu lututnya.


“Aarghh! Si—”


Hua Tian baru saja ingin mengutuk ketika lutut yang satunya lagi ternyata terkena tendangan lain. Entah kenapa tendangan-tendangan itu rasanya begitu menyakitkan. Seolah-olah yang barusan menendangnya bukanlah manusia melainkan benda mati yang sangat keras.


Boomm! Boomm!


“Aarrggh!”


Hua Tian menjerit saat tendangan yang lain datang dua kali menghantam dadanya. Tendangan itu menciptakan bunyi ledakan yang sangat keras.


Seketika tubuhnya langsung terlempar jauh. Pedang di tangannya pun lenyap tanpa jejak. Dia berlutut di udara seperti bagaimana sebelumnya dia sudah memaksa Qing Yue'er untuk berlutut. Dia mencoba berdiri, tetapi dia tidak bisa melakukannya. Kemarahan dan kebencian langsung merasuk ke hatinya.


“Sial, kamu berani melukaiku?!”


“Kenapa aku tidak berani?” Taotie menjawab dengan senyum tersungging. Dia berjalan mendekati Hua Tian. Setiap langkahnya seperti membawa ketakutan pada hati Hua Tian.


“Apa yang akan kamu lakukan?!” Hua Tian bertanya dengan keras.


Taotie tidak menjawab pertanyaan Hua Tian. Dia bergerak mendekati pria itu. Setelah tiba di depannya, dia mengangkat tangan kanannya ke udara. Saat itu tiba-tiba kuku jarinya tumbuh menjadi panjang dan tajam seperti cakar.


Kedua mata Hua Tian langsung menyusut. Dia menggelengkan kepalanya dengan ngeri. “Jangan bermain-main denganku atau—”


“Atau apa, heh?” Taotie mengejek Hua Tian. Di saat-saat yang kritis seperti itu pun Hua Tian masih mencari waktu untuk mengancam orang lain. Benar-benar mengherankan.


Dia mengangkat tangannya dan dalam sekali gerakan cakarnya yang tajam itu diayunkan ke depan. Cakar itu mengenai wajah Hua Tian dan merobek kulitnya dengan tanpa ampun. Darah segar langsung menetes ke bawah.


Suara jeritan dan lolongan terdengar di udara. Qing Yue'er hanya tersenyum miring saat menyaksikan hal ini. Ternyata Taotie memiliki metode yang cukup menakutkan juga. Tidak seperti biasanya yang hanya mengandalkan rasa laparnya semata.


“Masih menginginkan naga itu, heh?” tanya Taotie.


Hua Tian meratapi wajahnya yang pastinya sudah hancur. Dia tidak berani menyentuhnya sama sekali. Kebencian pun mulai menggerogoti hatinya. “Sekarang ... bahkan jika gadis itu tidak memiliki naga, aku masih akan memburunya!”


Taotie mendengus. “Jadi kamu masih belum menyerah?” Dia kembali mengangkat tangannya dan cakarnya itu kembali merobek kulit-kulit Hua Tian.


“Hahaha ....”


Anehnya Hua Tian malah tertawa terbahak-bahak. Dia tertawa seperti seseorang yang sudah kehilangan kewarasannya. Di samping itu juga ada jejak kesakitan di dalam matanya.


Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Apakah pria itu sedang bermain trik? Rasanya sedikit janggal. Dia pun mengamatinya dengan saksama.


“Apa kamu pikir aku akan menyerah semudah itu?” Hua Tian tertawa lagi.


Taotie menjadi waspada. Dia bersiap untuk menanamkan cakaran lagi tetapi tiba-tiba kabut asap menutup pemandangan di depannya. Dia segera melompat mundur untuk mengantisipasi serangan mendadak.


Dia meningkatkan kewaspadaannya. Namun, setelah beberapa saat tidak ada apa pun yang terjadi. Setelah kabut asap menghilang barulah dia tersadar. Ternyata Hua Tian melarikan diri!


“Sialan!” Taotie mendengus lagi.


Qing Yue'er mengerutkan kening. Dia menjadi merasa sedikit tidak berguna. Jika dia bisa lebih kuat pasti ini tidak akan terjadi. Namun, ini masih beruntung karena dia memiliki Taotie. Setidaknya tidak ada korban di pihaknya.


“Ayolah, jangan pikirkan dia lagi. Lihat dirimu sekarang, tidak terlihat seperti gadis yang elegan sama sekali,” ejek Taotie.


Qing Yue'er hanya bisa menghela napas. Seharusnya Hua Tian tidak akan mengadukan masalah ini pada klannya karena dia pergi ke tempat ini secara diam-diam. Jika dia bercerita maka mungkin dia sendiri yang akan mendapatkan hukuman.


“Ngomong-ngomong itu bagus karena dia datang sebelum kamu tiba di pegunungan Beifeng Xue. Bagaimana jika di sana benar-benar ada Anggrek Salju? Jika itu memang warisan dari keluarganya pasti dia akan mengenalinya ,” ucap Taotie yang langsung mengalihkan perhatian Qing Yue'er.


“Kamu benar juga.”


Qing Yue'er mengangguk. Jika si pewaris rune batu itu memang memiliki hubungan kerabat dengan Hua Tian maka seharusnya dia juga bisa mengenalinya. Itu beruntung karena Hua Tian tidak mengetahui tujuannya datang ke Tongxuan Utara.


“Aku akan menyembuhkan ini dulu.” Qing Yue'er memeriksa perutnya dengan benar. Itu adalah luka yang disebabkan oleh serangan qi spiritual Hua Tian. Mungkin tidak begitu serius, tetapi cukup banyak mengeluarkan darah.


Biasanya serangan qi spiritual akan lebih sering untuk melukai organ dalam pada tubuh manusia. Namun, ini sedikit berbeda.


Akhirnya Qing Yue'er memulihkan dirinya selama beberapa saat. Kedua kakinya masih terasa sakit, tapi setidaknya dia masih bisa menggunakannya untuk berjalan. Jika mengingat bagaiman Hua Tian membuatnya berlutut, dia akan kembali merasa cemberut.


Mungkin di masa depan mereka akan bertemu lagi. Apalagi dia memang akan pergi ke Celestial. Nanti, jika mereka benar-benar bertemu lagi, dia berjanji pasti akan mengembalikan apa yang baru saja dia dapatkan.


Taotie mengamati keadaan Qing Yue'er. Jika Mo Jingtian mengetahui apa yang baru saja terjadi, dia tidak yakin apa yang akan terjadi pada Hua Tian. Apalagi b*jingan itu berhasil merobek pakaian Qing Yue'er. Membayangkan saja sudah berhasil membuatnya bergidik.


“Jangan katakan apa pun padanya.” Seakan mengetahui apa yang dipikirkan oleh Taotie, Qing Yue'er langsung mencegahnya.


“Heh? Aku tidak berpikir untuk mengatakan apa pun.”


“Kalau begitu, bagus. Ayo pergi sekarang.”


“Kenapa terburu-buru?”


“Aku akan memulihkam diri selama perjalanan,” ucap Qing Yue'er. Akhirnya Taotie tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia tidak masuk kembali ke dalam dimensi, tetapi tetap di sana mengikuti Qing Yue'er. Gadis itu sendiri tidak memprotesnya.


“Kenapa kamu tidak memanggil Ying Jun alih-alih memanggilku?” tanya Taotie yang penasaran.


“Tidak apa-apa. Mungkin supaya kamu tidak terlalu lama menganggur,” balas Qing Yue'er.


“Tidak ada makanan, tidak menyenangkan. Seharusnya aku langsung memakan b*jingan itu saja.”


“....”