
Zu Tiankong merasa kecewa dengan Akademi Xinfeng. Kenapa di sekolah ternama seperti ini memiliki penatua dan murid yang sering kali memiliki hati sebusuk kotoran. Mereka sering mengatakan a walaupun sesungguhnya menginginkan b ataupun juga sebaliknya.
Hal ini yang sering memicunya untuk bertindak semena-mena melawan orang-orang semacam itu. Untuk orang yang munafik, tidak ada yang layak bagi penghormatannya.
Baginya lebih baik menjadi pribadi yang jujur walaupun menyinggung orang lain, dari pada harus memasang wajah baik tapi di belakang menggunakan trik busuk untuk keuntungannya sendiri. Itu adalah hal yang menjijikkan. Dan Ouyang Feng ini adalah contoh penatua yang menjijikkan.
Melihat peluang yang datang, Qing Yue'er ingin mengadukan hal yang telah terjadi kepada Zu Tiankong. Dari pada bersusah payah lebih baik dia mengambil keuntungan dengan menyerahkan semuanya pada orang tua itu, bukan?
"Zu Tua, sebelumnya mereka juga bertaruh denganku menggunakan batu roh. Tapi sepertinya mereka tidak mau menepatinya," ucap Qing Yue'er. Dia sama sekali tidak mempedulikan tatapan tajam Ouyang Feng yang di arahkan padanya.
Tawa Ying Jun pecah di dalam dimensinya. Ternyata tuannya sudah semakin pandai memanfaatkan keadaan. Gadis itu semakin menjadi tidak tahu malu.
Saat mendengar pengaduan Qing Yue'er, wajah Ouyang Feng menjadi lebih gelap. Bahkan kedua ahli alkimia yang berada jauh di belakang Ouyang Feng ikut berkedut. B*ajingan kecil itu benar-benar berani mengadukan hal semacam itu!
"Kamu berani?!"
Qing Yue'er mencibir. "Kenapa aku tidak berani?"
Dia menoleh kepada Wang Lin yang berdiri di sebelah Wang Xun. "Senior Wang Lin, bukankah aku mengatakan kebenaran? Mereka bertiga telah bertaruh 500 batu roh denganku. Namun mereka mengelak dengan mengatakan aku memiliki benda jahat di tanganku."
Wang Lin mengangguk menyetujui perkataan Qing yue'er. Dia hanya menyatakan kejujuran, bukannya berpihak pada salah satu sisi.
Zu Tiankong menjadi semakin marah. Ouyang Feng ini memang tidak bermoral. Selain tidak mau menepati taruhan dia juga memfitnah seorang murid baru. Jika dia tidak menghukumnya maka dia bukanlah Zu Tiankong.
"Feng Tua, cepat meminta maaf pada Qing Yu!"
Wajah Ouyang Feng menjadi semakin tidak sedap di pandang. Bagaimana mungkin dia harus meminta maaf kepada seorang murid yang bahkan tidak memiliki nama di sekolah ini? Tidak bisa, ini namanya penghinaan!
Melihat bagaimana Ouyang Feng masih tidak mau meminta maaf, Zu Tiankong terkekeh. Baginya bukan hal yang sulit untuk membuat orang itu berlutut. Dengan sekali lambaian tangan, tubuh Ouyang Feng langsung jatuh berlutut. Cahaya hijau menyelimuti tubuhnya yang sudah tua.
Murid-murid yang melihat kejadian ini tidak bisa hanya berdiam diri. Mereka langsung berbisik-bisik menumpahkan keluhan tentang Ouyang Feng.
"Sebenarnya walaupun Tetua Feng sangat dihormati, dia memang diakui sangat kejam."
"Kejam seperti apa?"
"Temanku saat itu tidak sengaja menabraknya dan dia langsung membuatnya membayar dengan 100 batu roh."
"Benar-benar tidak tahu malu. Saat itu juga aku pernah mendengar orang lain bercerita tentang Tetua Ouyang yang sering berbuat macam-macam pada gadis muda yang lemah."
"Benarkah? Itu memang sangat tidak bermoral."
"Sssstt ... jangan berbicara terlalu keras."
Ouyang Feng yang sedang berlutut merasa sangat marah dan malu. Ini adalah penghinaan sepenuhnya. Dia benar-benar ingin memberi mereka semua pukulan yang mematikan. Namun dia sungguh tidak berdaya di bawah kendali kekuatan roh Zu Tiankong.
Qing Yue'er ingin tertawa saat mendengar hukuman dari Zu Tiankong. Seorang penatua terhormat dan ahli alkimia diturunkan menjadi pembersih puncak? Ini adalah penghinaan bagi seseorang yang memiliki harga diri tinggi seperti mereka.
"B*jingan! Aku tahu kamu sangat dihargai sebagai guru formasi roh, tapi sikapmu benar-benar sudah melewati garis!" Ouyang Feng berteriak pada Zu Tiankong.
Sisa kesabaran yang dia miliki sudah habis. Bagaimana mungkin dia yang terkenal sebagai dokter terbaik direduksi menjadi tukang sampah? Apa-apaan Zu Tua ini?! Hanya karena dia adalah penatua tamu yang dihormati, dia bisa bersikap kurang ajar kepadanya?
"Apa? Sekarang kamu berani melawanku?!" Zu Tiankong juga menjadi tidak sabar. "Kalau begitu kamu harus merasakan formasi roh yang baru-baru ini aku pelajari."
Ouyang Feng menjadi waspada. Formasi apalagi yang tua busuk ini pelajari? Biasanya formasi roh miliknya digunakan untuk mempermalukan orang lain.
Benar saja, seperti yang Ouyang Feng pikirkan. Dalam sekejap dia telah kehilangan kendali tubuhnya. Otak dan tubuhnya menjadi tidak sinkron.
Qing Yue'er tertawa terbahak-bahak melihat apa yang terjadi di depan mereka. Tetua Ouyang yang biasanya terlihat sangat berbudi luhur sekarang memiliki wajah yang tidak normal. Tubuhnya meloncat-loncat sambil berputar mengelilingi halaman asrama.
Dia tidak pernah berpikir bahwa Zu Tiankong akan memiliki kemampuan humor seperti ini. Orang tua itu ternyata bisa tanpa ampun mempermalukan orang lain.
Bukan hanya Qing Yue'er yang tertawa, tapi murid lain yang melihat hal ini juga diam-diam tertawa di dalam hati mereka. Itu karena mereka tidak memiliki keberanian untuk menyinggung Ouyang Feng. Jadi mereka tidak bisa tertawa dengan keras.
Ouyang Feng mengutuk Zu Tiankong berkali-kali. Harga dirinya benar-benar telah hancur olehnya. "Zu Tiankong, tunggu saja pembalasanku! Selanjutnya kamu yang akan aku permalukan seperti ini!"
Zu Tiankong mendengus. "Aku akan menunggunya."
Akhirnya setelah beberapa saat, Zu Tiankong merasa puas. Dia melepaskan Ouyang Feng namun hukuman untuk membersihkan puncak utama masih tetap berlaku selama satu bulan. Dia juga menarik 500 batu roh dari Ouyang Feng dan dua ahli alkimia lainnya.
Qing Yue'er tentu saja menerima 1500 batu roh dengan senang hati. Wang Lin juga memberikan 500 batu roh kepadanya. Saat ini hatinya benar-benar merasa puas karena telah menjadi orang kaya dengan tiba-tiba.
Saat Ouyang Feng hendak berjalan pergi, dia membisikkan kata yang hanya di dengar oleh Qing Yue'er. "B*jingan kecil, lihat saja nanti. Aku akan membalasmu berkali-kali lipat!"
Qing Yue'er hanya membalasnya dengan senyum. Tidak peduli siapapun musuhnya, dia masih harus menghadapinya. Seperti inilah jalan dao yang sesungguhnya. Kultivasi adalah hal yang menantang surga, ini bahkan belum seberapa jika dibandingkan dengan novel-novel yang telah dia baca di bumi.
Qing Yue'er menangkupkan tangannya di depan Zu Tiankong. Dia ingin mengucapkan terima kasih karena sudah membantunya menyelesaikan masalah.
"Penatua Zu, terima kasih banyak untuk bantuanmu. Suatu hari nanti aku pasti akan membalas kebaikanmu," ucap Qing Yue'er dengan serius.
Zu Tiankong terkekeh sambil melambaikan tangannya. "Kamu tidak perlu sopan denganku. Ini sama sekali bukan masalah besar."
"Qing Yu, aku memiliki sesuatu untuk dikatakan."
Qing Yue'er mengangkat alisnya. Sebenarnya dia heran saat Zu Tiankong mengetahui identitasnya. Namun mengingat kehebatannya dalam kekuatan roh, itu wajar saja jika dia dapat melihat dari balik topengnya.
"Hal penting apa itu?"