
Sementara itu di ruang rawat lainnya. Miranda terlihat menatap Robert dengan datar tanpa ekspresi, padahal suaminya tengah meminta maaf sambil menangis.
"Maafkan aku Miranda." Entah berapa kali ia meminta maaf pada sang istri, atas kesalahan yang diperbuatnya selama ini. Mengabaikan Miranda dan ketiga putrinya hanya karena kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka. Dengan berpikir kalau Miranda berselingkuh, setelah Nela memberikan semua bukti foto dan tes DNA lara.
Dan karena perselingkuhan Miranda itulah, akhirnya Robert pun mau tidak mau menyetujui kesepakatan yang diinginkan Nela untuk selalu berada disamping wanita itu dan Edgar, agar Nela menjaga rahasia perselingkuhan Miranda dari seluruh keluarga Collins. Alasan lainnya juga karena Robert marah pada Miranda telah mengkhianati cintanya.
"Jadi sekarang kau percaya Lara putri kandungmu?" tanya Miranda masih dengan datar.
Robert menganggukkan kepalanya. "Tentu saja aku percaya." Karena ia ingat betul Nela yang mengambilnya hasil tes DNA nya, jadi kemungkinan besar wanita ****** itu sudah memalsukan hasilnya sama seperti hasil tes DNA dirinya dengan Edgar. "Aku juga akan meminta maaf pada Lara, karena selama ini..." ia tidak bisa meneruskan perkataannya, lalu kembali menangis. Saat teringat bagaimana bodohnya dia mengabaikan putri kandungnya demi menjaga Edgar, demi menjaga anak yang tidak ada hubungan darah sama sekali dengannya.
Tapi meskipun dulu Robert mengabaikan Lara, seharusnya Miranda bisa melihat ia sangat menyanyi anak itu dengan memberikan semua fasilitas yang sama dengan Rose dan Lily.
"Aku juga tidak pernah mengkhianatimu lagi, karena setelah menikah dengan Nela aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali hingga saat ini. Bahkan kamar kami saja berbeda." Jelas Robert. Ia kini membuka semua yang dirahasiakannya selama ini, juga kesakitan yang ia rasakan saat mengabaikan Miranda dan ketiga putrinya.
Robert juga mengaku, awalnya dia tidak terlalu memikirkan anak laki-laki. Karena baginya yang penting hidup bahagia bersama Miranda dan putri-putrinya sudah cukup. Namun karena obsesi keluarganya yang menginginkan penerus Collins membuatnya bimbang, terlebih saat melihat Edgar lahir rasa bangga sebagai seorang pria bisa dirasakan Robert, hingga akhirnya ia lebih mengutamakan Edgar dari pada putri-putrinya.
"Miranda aku mohon maafkan aku." Pinta Robert kembali, karena istrinya itu sejak tadi tidak menjawab permintaan maafnya. "Aku akan menceraikan Nela dan kembali pada kau dan ketiga putri kita."
Miranda masih diam, namun kini kedua sudut matanya meneteskan air mata. "Sudah terlambat Robert, semuanya sudah terlambat. Aku tidak bisa memaafkanmu, apalagi untuk kembali."
"Hatiku sakit Robert, melihat kau menyelamatkan Edgar dengan mengabaikan keadaan Lara yang juga terluka." Ungkap Miranda dengan jujur.
Deg.
"Lara..." Lirih Robert saat menyadari kebodohan yang dilakukannya lagi. "Ya, tuhan apa yang sudah kulakukan pada putriku." Robert ikut menangis. "Bawa aku menemuinya, aku ingin bertemu Lara."
Miranda yang menangis hanya bisa terdiam, tanpa menjawab keinginan Robert. Sampai pintu ruangan terbuka, dan disana ia melihat kedua putrinya berada.
"Kalian..." Miranda mendekat pada keduanya. "Lily kenapa kau bawa adikmu kesini, dia masih sakit."
"Mom aku yang ingin kemari." Lara menatap pada Robert, pada Ayah kandung yang selama ini tidak mengakui keberadaannya. Ya, Lara mendengar semua perkataan Mom dan Daddy nya tadi.
"Lara sayang, ayo kita kembali ke ruangan. "Miranda hendak membawa putri ketiganya itu, namun suara tangis Robert menghentikan langkahnya.
"Lara maafkan Daddy." Ucap Robert dari lubuk hatinya yang terdalam. "Maafkan Daddy mu yang bodoh ini.
Baik Miranda, Lara, dan Lily, menangis bersamaan. Menangisi semua kesakitan yang mereka rasakan selama ini dengan porsinya masing-masing. Miranda dengan segala kesakitannya pada sosok Robert, Lily dengan kesakitannya karena melihat keluarganya hancur, dan Lara dengan kesaktiannya mengetahui Robert mengabaikannya selama ini karena curiga dengan statusnya.