Scandal

Scandal
Part 115


Setelah pertemuan keluarga dua hari yang lalu, dan gagalnya hubungan ia dengan Edgar. Lara seperti tidak bersemangat menjalani hari-harinya, dan lebih memilih bermalas-malasan di dalam kamar merenungi nasib percintaannya yang gagal.


"Kenapa tidak berangkat kuliah lagi? Kemarin-kemarin kau ribut ingin berangkat?" tanya Miranda sembari duduk di atas ranjang putri bungsunya.


"Mom bilang percuma berangkat kuliah karena nilai ku tetap saja jelek."


Miranda menghela napasnya. "Perkataan Mom itu sudah tidak berlaku. Mulai besok kau harus berangkat kuliah dengan rajin agar nilaimu bagus. Mom ingin melihatmu jadi anak yang pintar, yang bisa Mom banggakan." Jelas Miranda.


Lara hanya diam tidak menimpali perkataan Mom Miranda, karena fokusnya kini kembali pada kegagalan kisah cintanya karena terhalang restu orang tua.


"Lara.., kau dengar tidak apa yang mom katakan?" Miranda menyentuh bahu putri bungsunya hingga membuat Lara terkejut.


"Iya Mom, Lara dengar. Nanti Lara mandi." Jawabnya dengan asal dan berbohong. Karena jujur ia tidak mendengar sama sekali apa yang disampaikan Mom Miranda tadi.


"Mandi?" Miranda menahan kekesalannya karena Lara tenyata tidak mendengar sama sekali perkataannya, jadi percuma saja ia menasehati Lara panjang lebar kalau tidak di dengar sama sekali oleh putri bungsunya itu. "Tunggu dulu, tadi kau bilang mandi? Jangan bilang kau belum mandi?" Tanya Miranda dengan terkejut.


"Iya Mom, sudah dua hari aku belum mandi." Untuk kali ini Lara berbicara jujur. Memang sudah dua hari ia tidak mandi karena males, males karena patah hati.


"Ya Tuhan, Lara!" pekik Miranda dengan kesal. Bagaimana tidak kesal mengetahui putri bungsunya itu ternyata belum mandi selama dua hari. "Kau jorok sekali."


"Aku tidak jorok Mom, hanya malas." Lara pun beranjak dari atas tempat tidur untuk membersihkan diri sebelum Mom Miranda mengeluarkan nyanyian yang membuat telinganya sakit.


"Tunggu Lara!" Miranda menghampiri putri bungsunya. "Apa kau kecewa pada Mommy? Karena Mom, hubungan kau dan Edgar harus berakhir?" Karena sampai detik ini Lara hanya tahu hubungannya dengan Edgar telah berakhir setelah pria itu memilih Nela. Miranda dan semua orang sepakat untuk tidak memberitahu Lara, karena ingin memberikan kejutan untuk putri bungsunya itu.


"Kecewa mungkin iya, tapi bukan pada Mommy tapi pada takdir." Ucap Lara sembari menghela napasnya.


Miranda bukannya bersedih dengan ucapan Lara, ia justru tertawa.


"Tentu aku tahu Mom, takdir itu destiny."


"Kau itu." Miranda mentoyor kepala putri bungsunya dengan kesal. "Itu bahasa Inggris nya."


Lara sendiri tertawa melihat kekesalan di raut wajah Mom Miranda.


"Sudah sana kau mandi, setelah selesai Mom tunggu dibawah. Jangan lupa pakai dress yang mom berikan kemarin!"


"Memangnya kita mau pergi kemana?"Tanya Lara. Karena dress yang diberikan Mom Miranda khusus untuk dipakai ke acara pesta.


"Sudah jangan banyak bertanya, sekarang bersiap dan dandan yang cantik." Miranda keluar dari kamar putrinya dengan tersenyum, sembari mengabari Edgar kalau Lara tengah bersiap.


Ya, hari ini adalah hari spesial yang disiapkan Edgar untuk Lara. Karena hari ini rencananya putra Nela itu akan melamar putri bungsunya itu.


Lara sendiri langsung bersiap tanpa mengetahui apa yang tengah direncanakan Mom Miranda. Lara hanya tahu akan dibawa pergi ke sebuah pesta, tapi entah pesta siapa.


...🍃 Selamat Malam....


...Yang masih setia menunggu update Lara & Edgar, jangan lupa mampir ke Novel dengan judul Menikah Muda, milik Rain & Flo. Kisah dua anak remaja yang masih sekolah namun berstatus sudah menikah. Gambarnya seperti dibawah ini 👇...



...Yuk ramaikan!! Jangan lupa tinggalkan komentar, Like, Poin, dan Vote untuk mendukung karya baru Mommy 🤭 dan jangan lupa untuk ikutan Give Away nya di novel Menikah Muda. Sampai jumpa di kamar Rain&Flo🥰😘...