
heyyyy ... ya ampun aku bawa judul baru ini wkwkwk masih awal-awal, mohon dukungannya yayy
happy reading
****
Keanu Wira Atmadja
Bagiku, cinta itu sempurna. Terlahir di tengah-tengah keluarga yang menjadikan cinta sebagai pondasinya. Melihat ayah dan bunda yang sejak aku lahir hingga sebesar ini masih saling mengasihi dengan penuh rasa sayang. Mereka mengajarkan ku bahwa cinta bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan, tapi sebaliknya cinta itu menenangkan.
Ya ... dan sampai sekarang, yang aku tahu cinta itu menenangkan, bahkan hanya mengamatinya dari jauh saja sudah membuatku tenang.
Dia ... gadis yang entah sejak kapan selalu bersamaku. Mulai dari taman kanak-kanak, sampai kami menjadi mahasiswa di kampus yang sama. Dia yang selalu berhasil membuatku tersenyum hanya karena melihatnya ada di sekitarku. Dia yang selalu menutup bibirnya saat tertawa, dan dia yang selalu berusaha menghargai orang-orang yang berada di sekitarnya.
Dia ....
Tapi, saat kejadian paling buruk menimpa dirinya. Aku tidak pernah lagi melihat senyum itu. Aku tidak pernah lagi mendapati sapaan hangat darinya. Aku yang terlalu pengecut untuk terus berada di sisinya. Aku ... yang merasa bersalah sampai saat ini.
Aku, Keanu Wira Atmadja. Terlahir menjadi anak sulung dari tiga bersaudara, memiliki ayah dan bunda yang hebat. Adik pertamaku bernama Kalandra Wira Atmadja, biasa aku memanggilnya Kalan. Kata orang-orang, wajahku mirip sekali dengan ayah, ketampanan yang diwarisi oleh lelaki itu kini menurun padaku. Tapi berbeda dengan Kalan, adikku itu sangat menuruni wajah bunda.
Selain Kalan, aku juga punya Kesya. Kesya Putri Atmadja. Perempuan tercantik setelah bunda di keluarga kami. Kenapa bunda yang kusebut paling cantik? Karena wanita itu yang sudah melahirkan ku ke dunia. Kadang Kesya akan marah padaku dan tidak segan-segan memukulku jika aku terus menyebut bunda lebih cantik darinya.
Berbeda dengan aku dan Kalan, wajah Kesya adalah perpaduan yang pas dari ayah dan bunda. Matanya sedikit sipit seperti ayah, tapi hidungnya mancung seperti bunda. Kulitnya pun putih seperti susu. Kesya begitu sangat dimanja oleh ayah. Kata bunda, ayah sudah menginginkan Kesya sebelum Kalan lahir. Sesekali aku mendapati adik pertamaku itu terkadang iri dengan Kesya.
Meski ayah sangat menyayangi Kesya, tapi beliau sangat adil pada kita bertiga. Apa lagi padaku. Entah kenapa, apa pun yang aku mau, ayah selalu memberikannya, meski itu sesuatu yang menurutku tidak masuk akal. Dan bunda akan selalu menjadi orang pertama yang menentang, hal itu beliau lakukan sejak aku masih kecil. Bunda bilang, tidak baik memanjakan anak.
Aku memang terlalu dimanja, sebelum Kalan lahir, kasih sayang kedua orang tuaku hanya tercurah padaku, dan itu menjadikan sifatku yang terbentuk sangat buruk. Tapi itu dulu, saat aku masih kecil. Walaupun ada beberapa sifat yang masih aku bawa sampai aku dewasa.
Bagiku, hidup itu sempurna, sesempurna cinta.
****
Ansara Wardhana
Hanya dari nama belakangku, mungkin sebagian orang-orang sudah mengenal diriku. Wardhana adalah nama keluarga dari papaku, keluarga terhormat yang tidak kalah hebat dari konglomerat nomor satu pendiri Atmadja Corp.
Dulu aku pun merasa memiliki keluarga yang sempurna. Papa yang menyayangi mama, dan begitu pun sebaliknya. Aku memiliki kakek yang sangat menyayangiku, saudara-saudara yang begitu perhatian. Terlahir menjadi anak satu-satunya membuatku begitu dimanja oleh papa dan mama.
Tapi itu tak berlangsung lama.
Saat umurku menginjak lima belas tahun, papa membawa wanita lain ke rumah kami. Seorang wanita yang aku tahu bekerja sebagai sekertarisnya. Papa mengatakan pada mama bahwa beliau akan menikahi wanita itu karena sedang mengandung anaknya.
Memalukan. Menjijikan. Bahkan aku merasakan patah hati saat melihat cinta pertamaku lebih membela wanita lain yang berstatus sebagai selingkuhannya dibanding mama yang sudah menangis, mengemis untuk melarang papa menikah lagi.
Aku menyaksikan semuanya, menyaksikan bagaimana cinta menghancurkan hidupku.
Cinta? Bagiku cinta itu adalah pembodohan! Seperti mama yang bodoh masih saja mencintai papa meski sudah dikhianati habis-habisan oleh lelaki itu. Yang masih saja berharap papa akan kembali meski tubuh kurusnya terus menangis.
Ya, papa memilih pergi dari rumah kami, meninggakan dua orang perempuan yang begitu sangat mencintainya hanya demi seorang wanita tidak tahu diri yang tiba-tiba hadir dikehidupannya dan mengatasnamakan perasaan itu sebagai cinta.
Bulshit!
Cinta buatku adalah kemunafikan!
Cinta adalah salah satu cara untuk membuat orang lain menderita.
Cinta ... dan kuharap aku tidak pernah memiliki itu.
Setelah papa pergi, seluruh media menayangkan berita tentang perselingkuhan papa, dan itu berdampak pada perusahan kakek. Kakekku yang tersayang menjadi sakit-sakitan, dan tak lama beliau juga pergi meninggalkan ku.
Oh, menderita sekali hidupku.
Semua orang yang telah berhasil menyentuh hidupku, perlahan meninggalkan ku satu persatu.
Begitupun dengan dia ... satu-satunya manusia terakhir yang kuharap tidak melakukan hal itu padaku,
Dia yang kuharap selalu berada di sisiku. Dia yang sejak kecil selalu bersamaku. Dia ... yang tiba-tiba menjauh karena masalah ini, dia yang tidak akan lagi sama.
Dia yang pergi meninggalkan aku dengan semua luka ini.
Kini Tuhan telah berhasil merubah hidupku menjadi kacau.
Dan bagiku, cinta itu penderitaan.
****
jadi, udah ada yang bisa membayangkan seperti apa cerita mereka?? wkwkwk
berbanding terbalik ya, Kean sama Ara hidupnya.
ya gitu deh, tungguin aja, karena aku masih fokus sama The Agreement, jadi update cerita ini sesuai mood aku yayyy