
hellawwww ... memenuhi janji ku kemarin kalau ini akan ada part 2 nya hihi
happy reading
****
Rambutnya kusut, ada luka cakar di lengannya, sementara penampilannya pun berantakan. Krystal hanya menunduk di samping Kai yang sedang fokus mengendarai mobilnya.
Jadi, sebelum Kai tahu bahwa Krystal menemui Devia. Perempuan itu sempat meminta izin ingin pergi ke rumah mama Maria dengan alasan mama rindu dengan cucunya yang baru lahir, yaitu Kalan. Kai sempat menawarkan diri untuk mengantar, tapi Krystal menolak dan meminta diantarkan oleh mang Udin saja.
Tidak ada kecurigaan dari sikap Krystal itu, memang biasanya kalau weekend, Kai sangat malas untuk keluar rumah, jadi Krystal selalu di antar oleh mang Udin jika ingin berpergian. Dan, keanehan itu pun muncul saat satu pesan dari Devia masuk ke dalam ponselnya.
Devia : Aku udah sampai. Gak sabar mau ketemu kamu.
Mulanya Kai berpikir kalau wanita itu telah salah mengirim pesan, namun keanehan justru semakin kuat saat tidak ada satu chat pun yang tersisa di ponselnya dari Devia selain pesan salah kirim itu. Kai sendiri merasa tidak pernah menghapus pesan Devia. Lalu ....
Akhirnya ia menghubungi Airin, dan menanyakan apa kah Krystal ada di sana, tetapi satu jawaban mengejutkan membuat Kai yakin kalau Krystal pasti pergi menemui Devia.
"Krystal tadi ke sini, nitipin Kalan, abis itu pergi lagi. Dia bilang sih mau ketemu temen di Semanggi."
Oke, untuk itu ia tahu apa yang akan terjadi oleh kedua wanita itu di sana, dan benar saja. Saat ia datang dan melihat mang Udin ada di parkiran restoran, Kai tahu bahwa istrinya pasti sedang membuat keributan di dalam.
Begitu ia masuk, ada dua wanita yang sedang saling jambak dan menjadi tontonan semua pengunjung di sana, satu sosok yang sangat ia hafal. Siapa lagi kalau bukan istrinya. Kai melihat Krystal benar-benar berbeda saat itu, tidak ada lagi si sabar yang selalu mengalah setiap di sakiti. Tidak ada lagi si polos yang tidak pernah mengangkat tangannya untuk memukul.
Krystal ... ya Tuhan istrinya itu!
***
Sekarang mereka sudah ada di dalam rumah, hanya ada mereka karena sebelum pergi menjemput Krystal, Kai sudah membawa Kean untuk dititipkan pada Airin. Saat itu, untung saja Airin percaya kalau ia ingin menjemput Krystal dengan alasan mobil yang dibawa mang Udin bocor ban dan bisa menitipkan kedua anak mereka di sana.
Kini lelaki itu sedang berdiri dengan tangan terlipat di depan dada, menatap Krystal yang sedang duduk di sofa sembari menunduk untuk mengobati lengannya yang dicakar oleh Devia.
Berulang kali Kai menarik napasnya dalam dan menghebuskan dengan perlahan agar ucapan yang nanti keluar dari bibirnya tidak menyakiti sang istri.
"Kamu tahu kan yang tadi kamu lakuin itu malu-maluin?"
"Hem." Krystal hanya bergumam tanpa sedikit pun mengalihkan wajahnya dari luka di tangan.
Kai menghela. "Lihat aku kalo aku ngomong."
"Ya udah kamu ngomong aja, aku lagi ngobatin luka aku nih ... ish, kamu sih langsung narik aku gitu aja, padahal aku belum sempet bales nyakar!"
"Ya Tuhan, Krystal." Kai menghampiri dan menarik dagu sang istri untuk menatap ke arahnya. "Apa sih gunanya kamu berkelahi kayak gitu?"
"Aku itu lagi mempertahankan milik aku, Kai."
Oke, pembicaraan mereka akan sangat sengit mengingat Krystal sudah memanggil namanya.
"Gak salah dong?"
Kai mengusap wajahnya seraya menarik napasnya dalam-dalam. "Memang apa sih, yang kalian ributin?"
"Kamu lah, kok pake ditanya." balas Krystal dengan nada nyolot.
Tuh kan, dia jadi ingat kekesalannya pada Devia.
"Krys, aku selamanya milik kamu." Kai berjongkok di depannya, meraih kedua telapaknya untuk digenggam. "Cuma kamu yang boleh milikin aku. Jadi gak perlu bersikap urakan seperti tadi hanya untuk sesuatu yang sia-sia."
"Tapi Devia bilang dia mau ngerebut kamu."
"Aku bukan barang."
"Ya itu ... kamu suami aku, aku gak mau dia ambil kamu."
"Gak akan ada yang bisa dia ambil dari kamu. Sejak awal aku milik kamu, dan akan terus seperti itu. Devia hanya mencoba untuk memancing amarah kamu, dan dia berhasil. Lihat kamu sekarang, luka-luka kan?"
Krystal mengerjap pelan, tidak berkata apa-apa.
"Aku gak akan pergi dari kamu, sayang. Meski ada sepuluh Devia sekali pun, aku cuma milik kamu. Kamu udah berhasil buat aku gak bisa melihat perempuan lain lagi. Jadi berhenti untuk melakukan hal seperti ini ... ya?"
"Gak penting Devia ... cuma kita, Krys. Aku, kamu, sama anak-anak kita. Itu yang penting." Kai meraih dagu Krystal untuk ia kecup bibirnya sebentar. "Aku gak mau kamu sakit kayak gini. Luka-luka."
"Aku gak masalah luka-luka asal kamu tetap jadi milik aku."
"Selamanya aku milik kamu."
"Ck," Krystal mencebik, lalu menghambur memeluk tubuh sang suami. "Kenapa bisa romantis kayak gini, sih? Perasaan dulu gak gini deh."
"Kamu aja bisa ganas kayak gitu, masa aku gak bisa romantis." ledek Kai.
"Ihh..." Krystal mencubit lengan lelaki itu. "Jangan diingetin deh, aku lagi kesurupan kayaknya tadi." ujarnya seraya melepaskan pelukan itu.
Kai terkekeh, tangannya terangkat untuk merapihkan rambut Krystal yang kusut. "Jadi jelek kan nih."
"Tapi tadi aku udah siram dia, jadi senggaknya aku gak kalah-kalah banget lah."
"Dari awal kamu udah menang kok, kan aku maunya sama kamu." ujar Kai sembari mengedip genit.
Kali ini Krystal yang terkekeh sembari menyentuh wajah Kai dengan lembut. Menelusuri setiap inci pahatan Tuhan yang begitu indah. Ia kemudian mengusap bibir tipis sang suami menggunakan ibu jarinya, lalu tersenyum. "Sayang kamu banget. Sayang Kean sama Kalan juga."
"Aku juga, sayang kalian."
Mereka bertatapan beberapa saat, lalu pertemuan dua bibir itu pun terjadi. Awalnya hanya saling menempel, tapi lama-lama bergerak cepat, saling menginginkan dan mendamba.
"Ini ... udah boleh kan, ya?" tanya Kai terengah. "Aku main tindih-tindihan sama kamu?"
"Ya udah lah, kamu aja yang sok gak mau nyentuh aku dari kemarin." balas Krystal sedikit merajuk.
"Aku kan takut kamu masih sakit."
"Udah enggak kok."
"Jadi??" Kai melebarkan seringai mesumnya. "Kita main kuda-kudaan, ya? Mumpung Kean sama Kalan lagi sama Airin, nih. Kapan lagi kita bisa berduaan tanpa diganggu."
Krystal menanggapi dengan anggukan kepala semangat. "Sipp ... tapi, Gucci lagi ngeluarin tas baru, Yah." Ia berujar manja dengan jari telunjuk bermain-main di dada bidang Kai. "Aku mau."
"Siaaaap ... jadiin ini DP, ya?"
"Oke."
Lalu ... hingga tahun-tahun berikutnya, akan ada Gucci, Prada, Chanel, yang selalu menemani Krystal memberikan uang muka pada Kai. Ya, uang muka di atas ranjang mereka.
Sepanjang mereka mengarungi biduk rumah tangga, pasti akan ada badai kecil di dalamnya. Namun, dengan hadirnya Kean dan Kalan membuat keduanya semakin kuat untuk melewati itu.
Kai masih menjadi ayah yang memanjakan kedua jagoannya. Di usia ke lima Kalan, anak laki-laki itu sudah mendapatkan satu set rumah mewah di kawasan elit. Dan apa pun yang diminta Kean, meski itu tidak masuk di akal, Kai akan memenuhinya.
Kean memang tumbuh mirip seperti Kai, wajah tampan dan tegas, copy-an sang ayah sekali. Incaran setiap perempuan di sekolah. Tapi sifatnya berbanding terbalik. Kean memiliki sifat setia dan bertanggung jawab. Ia tidak pernah berniat menyakiti wanita mana pun karena baginya, Bunda nomor satu.
Berbeda dengan sang adik, yaitu Kalan, wajah anak laki-laki itu menuruni semua yang ada pada Krystal, mulai dari bibir, mata bulatnya, dan wajah judes. Tapi kenakalannya malah melebihi sang abang. Kalan sepertinya akan tumbuh menjadi playboy kampus, sifat Kai yang satu itu ternyata turun pada anak kedua mereka.
Krystal masih menjadi wanita paling cantik di antara mereka, tapi itu tidak akan bertahan lama karena sang suami, yang manjanya melebihi kedua anak mereka selalu merengek.
"Krys ... aku mau Kesya."
TAMAT
****
akhirnya .... tamat juga. ada kesan-kesan yang ingin di sampai kan setelah baca cerita mereka yang rumit ini??
Setelah ini mungkin aku akan bercerita tentang Abang Kean ya, jadi jangan di hapus dari Favorit. Abang Kean yang udah kuliah, jadi cassanova di kampus.
terima kasih buat kalian yang udah nemenin aku berjuang bersama Kai dan Krystal. Di mulai dari Krystal yang unyu unyu gemesin, sampai sekarang sudah menghasilkan dua anak hihi
sehat selalu kalian
i love you, dari aku ... Kai, Krystal, Kean, Kalan, dan ... Kesya.