Scandal

Scandal
E


tadaaaaaaaaaaa


hahaha aku baleeeekkkk lagi, ini semua demi klean gaesssss


happy reading


****


"Sumpah ya, kamu berat banget, sayang." Kai mengeluh sembari memijat punggungnya setelah berhasil menurunkan Krystal dari gendongannya.


Sesuatu yang langka dan tidak pernah terjadi. Sesampainya mereka di rumah, entah apa yang melatar belakangi Krystal ingin sekali di gendong oleh sang suami hingga masuk ke dalam kamar. Padahal, Krystal itu paling anti sama yang namanya skin ship, bermesraan di depan Kean saja ia rasanya malu, tapi tumben hari ini aura manjanya keluar sekali.


"Nyindir aku!" dengus Krystal kesal. "Aku kan lagi hamil, anak kamu loh, masa gitu banget."


Kai menyengir kaku. "Becanda sayang," ralatnya buru-buru sebelum negara api menyerang. Biasa, emosi Krystal itu mudah tersulut kalau sedang hamil. "Kean masih di tempat Arin?" Kai mengalihkan pembicaraan.


Krystal mengangguk, lalu mengikat rambutnya seraya duduk di depan meja rias. "Katanya mau main sama Naira, Kean juga gak mau pulang katanya."


"Nah, bagus dong," Kai menyeringai. "Biar kita gak ada yang ganggu." Ia menghampiri Krystal, memeluk tubuh wanita yang sedang berbadan dua itu dari belakang. "Sekarang aja, yuk."


"Jangan sekarang deh, capek," tolak Krystal to the point.


Kai mendengus, tapi tidak membuatnya menyerah. Dikecupnya tengkuk sang istri yang tidak terhalang rambut. Tangan Kai merambat ke punggung Krystal, mencari resleting gaun yang ia kenakan dan menariknya turun.


Sontak Krystal terkejut, ia menghindar dan berbalik dengan tatapan tajam. "Gak mau!"


"Nolak suami dosa tahu."


"Dosa aku di tanggung kamu ini," cibir Krystal.


Kai berdecak. Ada saja jawabannya, semakin tua bertambah umur Krystalnya yang polos dan lugi perlahan menghilang. "Mumpung gak ada Kean nih ... kamu tau kan, anak kamu yang satu itu resek, ngegangguin kita terus. Aku kan juga mau berduaan sama kamu."


"Hus, gak boleh cemburu sama anak. Anak sendiri loh itu, kamu yang buat. Gak inget?"


"Enggak." jawab Kai nyeleneh. "Coba ingetin dong cara buatnya gimana?"


Heuhh! Krystal mendesah malas. Kai dan segala isi kepalanya, ada saja yang membuatnya mengarah ke sana. Heran, kenapa ia bisa cinta mati dengan lelaki itu?


"Malem atau gak aku kasih sama sekali!?" ancam Krystal, mendadak Kai menciut. Kalau sudah keluar taringnya seperti itu, Kai mana berani.


"Oke, nanti malem ya, pokoknya harus. Mau Kean ganggu atau engga kamu harus nepatin janji kamu."


Krystal mendelik. "Loh, kalo Kean minta tidur di sini ya mana bisa? Jangan ngaco deh."


"Tuh kan kamu." Kai menggeram pelan. "Alasan banget."


Bola mata Krystal berputar jengah, menatap malas pada sosok lelaki yang sangat mirip dengan anaknya itu. Astaga, Krystal tidak bisa membayangkan kalau anak yang masih berada di dalam perutnya itu menuruni sifat Kai dan Kean, bagaimana hidupnya menjadi perempuan satu-satunya di rumah ini?


"Tumben ngajak liburan? Biasanya harus aku sama Kean dulu yang ajak."


Wajah Kai merengut. "Aku begini demi kamu."


"Bukan demi mau nguasain aku?"


Nah, benar sekali. Sebenarnya itu tujuan awal Kai mengajaknya liburan.


"Yaaa enggak lah," elaknya. "Kan buat bayi di perut kamu, sama buat kamu yang lagi hamil. Katanya liburan bagus buat ibu hamil."


"Alasan," ledek Krystal. Ia lalu berbalik lagi menghadap meja kaca. Mengambil pembersih muka dan menuangkannya ke kapas. "Aku bilang ke Miss Gina dulu, izin biar Kean dapat libur."


Sontak kedua mata Kai terbuka lebar. Pandangannya masih menuju ke arah Krystal dari balik kaca.


"Aku gak ngajak Kean. Kita berdua aja sayang," katanya yang membuat Krystal menghentikan tangannya yang sedang membersihkan muka.


"Ihh, gak mau aku. Masa aku gak bawa Kean."


"Gak bisa dong!" Kai meraih kedua bahu Krystal untuk membalik tubuhnya. "Kalo gitu sama aja kita bakalan diganggu sama penjahat kecil itu."


Krystal menyentil bibir Kai, membuat lelaki itu meringis pelan. "Kalo ngomong! Kean itu anak kamu, bukan anak monster—meski pun kamu kayak monster."


"Terserah kamu, tapi aku mau kita titip Kean sama mama aja. Aku jarang loh berduan sama kamu."


"Gak bisa." Krystal tetap menolak.


"Kenapa?"


"Nanti aku kangen Kean."


Kai mendesah. "Kamu gak ketemu aku seminggu aja sanggup, masa gak ketemu Kean tiga hari aja sampe segitunya."


"Iyalah, aku sih lebih milih gak ketemu kamu dari pada gak ketemu Kean."


Kai terbelalak kaget. Ya Tuhan ... sedih sekali nasibnya.


****


enjoyyyyyy ... betewe usul dong kejadian rumah tangga apa yang kira-kira lucu dan ngegemesin gitu


oh iya, baca cerita aku yang baru juga yaa judulnya the agreement (bukan wedding agreement karena itu udah di larang hahahaha)


thankyuu ❤❤❤