Scandal

Scandal
Part 59


Setelah kejadian memalukan yang terjadi di dalam ballroom dimana acara pernikahan tersebut gagal total karena pengantin wanitanya dibawa pergi oleh kakak tirinya sendiri. Kini Robert bersama seluruh keluarganya berkumpul di Mansion milik Miranda, menunggu kedatangan para pengawal yang ia suruh untuk mencari Edgar dan Lara setelah keduanya berhasil melarikan diri dari hotel.


"Bagaimana bisa kalian kehilangan jejak mereka?" hardik Robert pada ketiga orang pengawal pribadinya yang kini menundukkan kepala.


"Maaf Tuan."


Robert yang kecewa menyuruh para pengawalnya yang tidak becus dalam bekerja itu untuk keluar dari ruangan. Tidak lupa ia juga menyuruh ketiganya untuk terus mencari kedua anaknya sampai ketemu.


"Bagaimana ini Robert? Kemana Edgar membawa pergi Lara?" Tanya Miranda sambil menangis. Menangis karena rencananya untuk menikahkan putri tertuanya bersama putra sahabatnya gagal total dengan menghilangnya Rose, dan kini putri bungsunya pun ikut menghilang di bawa lari oleh anak tirinya.


Robert yang ditanya hanya diam tanpa tahu harus menjawab apa. Karena dia sendiri juga bingung dengan apa yang telah terjadi. Putra yang selama ini dibanggakannya justru membuat masalah besar bahkan sampai mencoreng nama keluarga Collins. Terlebih kini putranya itu menghilang setelah membawa Lara pergi dengan omong kosong yang tak dimengerti olehnya.


"Robert kau jangan diam saja. Seharusnya kau itu ikut mencari Edgar. Aku tidak mau sampai keluarga Philip berpikiran yang tidak-tidak dan membatalkan pernikahan Edgar dengan Julia." Nela tidak mau rencananya untuk memiliki perusahaan Exxon, dengan menjadikan Edgar sebagai pemegang saham terbesar hancur berantakan. Dan beruntungnya Nela saat kejadian tadi Julia berserta keluarganya belum datang sehingga tidak melihat langsung bagaimana putranya membawa lari putri Miranda. Meskipun ujung-ujungnya mereka pasti akan tahu kabar tersebut dari berita yang sebentar lagi akan beredar dan pastinya akan menjadi berita scandal terbesar tahun ini.


"Ck, yang ada di pikiranmu itu hanya pernikahan Edgar dan Julia. Apa kau tidak sadar putra kesayanganmu itu sudah menghancurkan rencana pernikahan putriku." Sahut Miranda dengan ketus. Bisa-bisanya Nela masih memikirkan kepentingan pribadinya setelah putra kesayangannya membuat masalah untuknya.


"Kau jangan asal bicara! Yang menghancurkan pernikahan tersebut justru putrimu sendiri. Rose yang sudah membuat masalah dengan melarikan diri sampai putraku yang tidak tahu apa-apa ikut masuk kedalamnya." Ujar Nela tak terima.


"What?" pekik Miranda dengan tak percaya. "Kau itu buta? Putramu yang sudah merusak semuanya dengan membawa Lara pergi." bentaknya sembari menunjuk Nela.


"Putraku tidak membawa Lara pergi. Justru Lara yang membawa Edgar pergi." Nela balik menunjuk Miranda tepat di wajah wanita itu.


Nela yang tak terima membalas perbuatan Miranda dengan mendorong lebih kasar, hingga akhirnya mereka saling dorong mendorong tepat di depan Robert yang kini terlihat begitu emosi.


"Diam kalian!" Bentak Robert dengan menatap tajam kedua istrinya. "Kalian berdua bisa diam tidak?"


"Tidak!" Jawab Miranda dan Nela bersamaan, lalu memalingkan wajah satu dan lainnya.


Robert menghela napas sembari memijat keningnya yang sejak tadi terasa pusing. Sungguh permasalahan yang dihadapinya kali ini benar-benar menguras emosinya. Dan ke-dua istrinya justru asik berdebat dengan menyalahkan satu dan lainnya.


"Yang seharusnya kalian pikirkan saat ini adalah kenapa bisa Edgar membawa Lara pergi dengan alasan yang tidak masuk diakal. Kalian lupa Edgar mengatakan Lara miliknya. Apa jangan-jangan mereka memiliki hubungan spesial?" Robert menatap kedua istrinya bergantian.


Miranda dan Nela kompak menggelengkan kepalanya.


"Robert kau itu bicara apa? Mereka itu kakak adik meskipun beda ibu, jadi tidak mungkin Edgar dan Lara memiliki hubungan spesial." Miranda tertawa, meskipun jauh di lubuk hatinya ia pun mengkhawatirkan hal tersebut setelah melihat bagaimana Edgar memeluk Lara.


"Ya kau benar Miranda. Jadi mana mungkin mereka memiliki hubungan spesial." Sahut Nela dengan menyakinkan dirinya sendiri. Mengesampingkan kenyataan yang dilihatnya saat melihat bagaimana posesif nya Edgar pada Lara.


"Tapi Mom, Tante, kalian tidak lihat bagaimana Edgar memeluk Lara tadi? Dan ayolah masa kalian tidak mengerti arti kata milik?" Sahut Lily yang sejak tadi diam melihat dan menyimak pertengkaran Mom Miranda dan Nela.


Miranda dan Nela kini terdiam. Berusaha menolak keras tuduhan Robert dan Lily, karena tidak ingin hal tersebut menjadi kenyataan. Tidak bisa dibayangkan oleh mereka jika memang benar Edgar dan Lara memiliki hubungan spesial.