
Dengan segera orang tersebut menyerahkan hasil tes DNA yang ada ditangannya pada Nyonya Miranda.
"Ini Nyonya."
Miranda mengambil dan memberikan hasil tes DNA tersebut pada Robert. "Dengar baik-baik! Putri yang selama ini kau terlantarkan, putri yang selama ini tidak pernah mendapatkan kasih sayangmu dan putri yang kau hina anak pria lain. Dia adalah putrimu sendiri Robert, Lara putri kandungmu dan aku sama sekali tidak pernah selingkuh dibelakangmu. Kalau kau tidak percaya pada hasil itu, kita bisa melakukan tes DNA ulang." Ucap Miranda dengan penuh amarah lalu meninggalkan Robert untuk mengikuti Lara yang akan dibawa ke ruang rawat.
Robert sendiri hanya diam membaca selembar kertas di tangannya berulang-ulang, memastikan apa yang dilihatnya adalah nyata. Karena hasil yang ia lihat berbeda dengan hasil yang dia dapat saat pertama kali melakukan tes DNA dengan Lara.
"Kenapa hasilnya berbeda?" gumam Robert dengan bingung lalu menatap pada sekitarnya, dimana Miranda telah pergi entah kemana. "Lily dimana Mommy mu?"
Lily tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya dengan tatapan kecewa. "Dad kau sudah benar-benar menyakiti Mom dan Lara."
"Lily, Daddy —"
"Keluarga atas nama Edgar Collins."
Robert pun segera menghampiri dokter yang menangani Edgar, meninggalkan Lily yang masih menatap Robert dengan rasa kekecewaan yang mendalam.
"Dimana Miranda?" Tanya Nelson yang baru selesai mengurus biaya administrasi Lara.
"Mom ada di ruang rawat, ayo kita kesana." Lily hendak pergi dari tempat tersebut, namun langkah kakinya terhenti saat mendengar suara bentakan Dad Robert.
"Golongan darah Anda A sedangkan pasien B jadi tidak mungkin anda mendonorkan darah untuk pasien." Jelas dokter.
"Apa? Ta-tapi bagaimana mungkin golongan darah kami berbeda? Aku Ayahnya dan Edgar putra kandungku." Ucap Robert dengan bingung dan terkejut tentunya. "Apa Anda tidak salah dokter, jelas-jelas golongan darah Edgar A bukan B."
Dokter tersebut mengerutkan keningnya dengan bingung. "Bagaimana mungkin kami salah. Dan kami butuh pendonor secepatnya karena pasien kehilangan banyak darah. Sedangkan golongan darah B langka dan susah untuk di dapatkan."
Robert yang masih bingung dan terkejut hanya terdiam tak tahu harus melakukan apa. Belum juga rasa terkejutnya tentang Lara terselesaikan, kini Edgar putra kebanggaannya justru memiliki darah golongan B padahal jelas-jelas dulu ia yakin golongan darah Edgar A.
Lily dan Nelson yang sejak tadi mendengar perbicangan tersebut juga terdiam dengan pemikiran yang ada dibenaknya masing-masing. Lily yang terkejut Robert tidak bisa mendonorkan darahnya untuk Edgar, sedangkan Nelson ingin mendonorkan darahnya karena kebetulan golongan darah mereka sama yaitu B.
"Robert dimana putra kita? Dimana Edgar?" Tanya Nela dengan menangis setelah sadar dari pingsannya dan segera berlari masuk ke dalam rumah sakit untuk mencari putranya.
Robert hanya diam tidak menjawab pertanyaan Nela, sedangkan Nelson yang melihat kedatangan wanita yang selama ini dicarinya sampai mengusap kedua matanya untuk memastikan penglihatannya benar.
"Nela..."
"Ne.. Nelson." Nela yang masih lemah karena baru tersadar dari pingsannya sampai terjatuh karena tidak kuat menahan beban tubuhnya yang sejak tadi mendapatkan guncangan hebat. Putranya kini yang entah bagaimana keadaannya dan sekarang Nelson tiba-tiba ada dihadapannya. Rasanya Nela tak sanggup jika harus mendapatkan kabar mengejutkan lagi, bisa mati berdiri dirinya karena tak sanggup terus mendapatkan masalah.
Sementara itu Lily yang bingung kenapa teman mom Miranda mengenal Nela, kini menatap kedua orang tersebut bergantian. Sedangkan Robert terlihat sama sekali tidak peduli dengan sekitarnya karena begitu shock dengan kenyataan yang didapatnya hari ini.