
Mendengar jawaban Mom Miranda, Lily pun menghela napasnya sambil duduk di samping wanita yang melahirkannya itu. Lalu menatap Lara yang terlihat memejamkan kedua matanya dengan tenang tanpa tahu apa yang sudah terjadi.
"Mom ada kabar penting yang ingin aku sampaikan." Kini matanya menatap pada Mom Miranda.
Miranda pun balas menatap putri keduanya dengan kening berkerut. "Apa yang ingin kau sampai?"
Lily menarik napas dan mengeluarkan dengan perlahan, menceritakan semua yang didengarnya tadi dengan begitu rinci tanpa terlewat sedikit pun.
"Nelson mengenal Nela?" Tanya Miranda dengan terkejut setelah mendengar cerita dari Lily.
"Siapa Nelson?" Lily balik bertanya. Namun di detik berikutnya ia menganggukkan kepalanya saat teringat teman Mom Miranda itu bernama Nelson. Setidaknya itulah yang didengar Lily ketika Nela memanggil teman Mom Miranda dengan sebutan Nelson.
Miranda sendiri terdiam setelah melihat Lily menganggukkan kepalanya. Mencerna semua perkataan putri keduanya itu tentang Robert yang tidak bisa mendonorkan darah untuk Edgar, terutama tentang golongan darah Edgar yang berbeda dengan hasil sebelumnya, juga tentang Nelson yang ternyata saling kenal dengan Nela.
"Mom, seandainya Edgar bukan anak Dad Robert bukankah itu berarti Lara dan Edgar bisa—"
"Tidak! Mereka tidak akan pernah bisa bersatu apa pun keadaannya." Potong Miranda dengan penuh amarah.
Meskipun jika benar Edgar bukan anak Robert, tidak akan ia biarkan Lara bersatu dengan Edgar. Sudah cukup baginya berurusan dengan Nela dan Robert, juga dengan segala permasalahan yang diterimanya selama puluhan tahun. Miranda ingin setelah Lara sembuh mereka meneruskan rencana yang sudah disusunnya, yaitu tinggal di luar negeri menjauh dari semua yang berhubungan dengan keluarga Collins
"Tapi Mom, Lara dan Edgar saling mencintai. Apa Mom tega memisahkan mereka." Lily menatap pada adiknya. Ia merasa kasihan dengan nasib Lara yang tidak pernah mendapatkan keadilan di dalam hidupnya. Sejak kecil Lara tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Dad Robert, dan setelah dewasa adiknya justru menjadi korban dari keserakahan Mom Miranda yang ingin membahagiakan semua putrinya. Dan kini disaat Lara jatuh cinta pada seorang pria, dia juga harus dipisahkan dan harus mengalami keguguran di usianya yang sangat muda.
"Ini semua demi kebaikan Lara." Ucap Miranda dengan tegas sambil menatap wajah putri bungsunya. "Li, bisa Mommy minta bantuanmu?" Miranda mengalihkan pandangannya pada putri keduanya.
"Siapkan keberangkatan kita ke mansion Alfredo."
"Mom..."
"Secepatnya Lily!"
"Tapi Mom, jika kita kembali ke sana. Mom dan Dad tidak akan bisa bersatu lagi. Kalian akan berpisah untuk selamanya, dan apakah itu adil? Bisa saja memang benar Edgar bukan anak kandung Dad Robert, otomatis mereka akan bercerai dan Mom akan jadi istri satu-satunya..."
"Mom tidak tertarik. Bagi Mom lebih baik kita kembali ke Mansion Alfredo demi masa depan kalian, terutama Lara."
Ya, Miranda akan menerima amanah yang ditinggalkan kedua orang tuanya untuk tinggal di mansion Alfredo dengan catatan jika sudah berpisah dengan Robert. Karena memang dirinya sudah memutuskan untuk bercerai dengan Robert setelah semua yang terjadi padanya dan ketiga putrinya. Lagi pula berkas perceraian sudah masuk dan tinggal menunggu sidang, setelah itu putusan. Miranda akan menyewa pengacara untuk menangani perceraiannya, karena secepatnya mereka harus pergi dari Indonesia.
...Pengumuman pemenang!!...
...Hai semuanya 🤗 kali ini Mom akan mengumumkan pemenang Give Away Novel Scandal. Dan nama-namanya ada dibawah ini...
...Selamat untuk para pemenang 🎉...
...Segera kirim alamat lengkap kalian, dan no hp kalian yang memenangkan hadiah pulsa. Bagi yang belum beruntung bisa ikutan Giveaway yang akan mom adakan di novel Pernikahan 99 Hari. Yuk pantau terus kisah Alana dan Sky🥰🥰...