Scandal

Scandal
Scandal: Kau orangnya


Kendrick adalah seorang pebisnis handal dan terkenal, Ia membangun kerajaan bisnisnya menggunakan tanganya sendiri. Kendrick juga seorang lelaki yang tegas dan berhati dingin, di usianya yang kini menginjak 36 tahun, Kendrick belum memikirkan untuk memiliki seorang istri dan membangun keluarga. Kendrick malah semakin liar dengan wanita-wanitanya di luaran sana. Wajahnya yang tampan membuatnya mudah untuk menarik perhatian mangsanya. Kendrick lebih suka bermain dengan wanita kelas atas, daripada wanita cantik yang menjual dirinya di club malam atau sebagainya.


Raline mengambil satu buah roti lalu mengoleskan selai kacang di atasnya, sarapannya seperti biasa. Raline memakannya sembari terus menatap wajah Daniel yang tengah focus membaca koran paginya, andai saja hubunganya dengan Daniel baik pasti Raline akan menjadi seorang wanita yang paling beruntung telah mendapatkan seorang suami seperti Daniel.


Daniel pergi ke kantor, seperti biasa Raline selalu mengantarnya sampai pintu mansion walaupun Daniel risih akan tingkahnya namun Raline tak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Daniel. Bagi Raline, ucapan atau perilaku menyakitkan Daniel padanya itu adalah sebuah angin lalu saja. Contohnya kejadian semalam, walaupun Raline sangat kecewa, namun Ia tidak pernah memperpanjang masalahnya, hal itu yang malah membuat Daniel kerepotan. Raline sangat keras kepala, seberapa keras Daniel membentak dan memarahinya, Raline hanya akan kecewa sesaat dan langsung kembali seperti tidak pernah terjadi apa-apa di antara mereka.


Daniel melajukan kendaraanya, Raline melambaikan tangan sampai mobil Daniel benar-benar hilang dari pandangannya. Setelah Daniel pergi, Raline kembali ke dapur untuk melakukan sesuatu. Raline berbicara kepada seorang koki handal di dapur, agar Ia dapat mengajarinya memasak. Raline berniat memanjakan Daniel menggunakan masakannya.


Kendrick yang hanya tersenyum simpul melihat perjuangan seorang wanita yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan cintanya, tak lama Kendrick kemudian meminta semua pelayan keluar mansion dan meninggalkan dirinya dan Raline berdua di sana. Para pelayan itupun menurut, mereka langsung berhamburan pergi ke rumah belakang yang tempatnya khusus untuk para pelayan tinggal. Raline terlalu focus dengan masakannya, sehingga Ia tidak menyadari bahwa Ia di tinggal oleh koki yang tengah mengajarinya memasak.


Raline tengah memotong bawang, potongannya sesuai dengan apa yang koki itu ajarkan. Matanya perih karena memotong bawang terlalu lama, Raline beranjak kemudian mencuci tanganya. Setelah mencuci bersih tanganya, Raline hendak menyentuh matanya yang perih namun Ia terkesiap ketika lengan seseorang menahan lenganya agar tidak menyentuh matanya.


“Buka matamu perlahan, ” Ucap orang tersebut, terdengar seperti suara seorang pria.


Kemudian, Raline membuka matanya perlahan. Rasa pedih di matanya belum hilang, sehingga Ia tidak bisa membuka matanya dengan sempurna. Seseorang di hadapanya kemudian menyeka lembut mata Raline menggunakan sapu tangan yang telah di basahi, kini matanya sudah terasa lebih baik, rasa pedih itu berangsur hilang.


Raline bisa membuka matanya dengan sempurna, Ia terkesiap melihat seseorang yang telah menolongnya tak lain adalah paman suaminya sendiri, yaitu Kendrick. Raline langsung mundur satu langkah dan melepaskan pegangan tangan Kendrick pada tanganya.


“Kau hm ... Bagaimana aku harus memanggilmu? Paman? Atau ... ” Tanya Raline bingung,


“Sayang, panggil aku sayang. ” Ucapnya enteng, Raline membuka lebar kedua bola matanya menatapnya kesal. Jika itu hanya candaan sekalipun, namun tetap tidak lucu bagi Raline.


“Apa maksudmu? ” tanyanya sedikit berteriak.


“Kenapa kau begitu marah, Sayang? ” ucapnya lagi sembari menarik lengan Raline, Raline terkesiap, Ia yang tidak siap itupun langsung terjatuh ke dalam pelukan Kendrick.


Kendrick mendekap tubuh Raline erat, Raline terus meronta, sesekali Ia memukul dada Kendrick. Namun, sekuat apapun dirinya meronta, tidak bisa menggeser seinci pun tubub Kendrick. Kendrick menatap wajah Raline, Raline memang terlihat sangat cantik. Daniel adalah lelaki bodoh yang telah menyia-nyiakan wanita cantik dan sexy seperti dirinya. Setelah kejadian tadi malam, Kendrick semakin memikirkan Raline. Walaupun Ia tahu jika wanita yang tengah Ia pikirkan itu adalah istri keponakannya sendiri, namun pada kenyataanya Daniel tidak pernah menganggapnya. Maka, tidak rugi untuknya bisa mencicipi tubuh Raline.


“Cium aku dan aku akan langsung melepaskanmu, ” Ucap Kendrick enteng, tersenyum simpul ke arah Raline. Sementara Raline terus meronta-ronta.


“Kau gila! Jangan permainkan aku! Aku sudah menikah. ” Kendrick terkekeh setelah mendengarkan perkataan Raline, Raline berkerut kening menatapnya heran.


“Jika kau setia kepada suamimu, kau tidak akan dengan berani menarik pria lain ke atas ranjangmu dan memintanya menidurimu. ” Ucap Kendrick terkekeh, Raline terbelalak. Tiba-tiba jantungnya berdegup dengan kencang, nafasnya menjadi tidak terkendali.


“Apa, apa maksudmu? ”


“Kau sama sekali tidak mengingatnya? Tadi malam, kau dan aku telah melakukannya di dalam kamarmu. ” Kendrick seakan puas melihat raut wajah Raline saat ini, Raline tampak gusar tak terkendali.


“Tidak mungkin! Kemarin malam aku mabuk dan ... dan ... ” Raline terlihat sangat gusar, Ia bahkan tidak mengingat kejadian malam itu. Raline menjadi sangat gelisah, apakah dirinya gila sehingga Ia meminta hal yang tidak wajar kepada paman suaminya sendiri.


“Kau lupa? Kau ingin aku mengingatkannya kembali? ” Raline tertegun, pandanganya tak menentu. Raline tidak percaya itu semua telah terjadi, namun Raline memang ingat sekilas adegan panas yang terjadi tadi malam, di tambah lagi ketika Ia terbangun, Raline mendapati dirinya tertidur tanpa sehelai kain pun. Namun, Raline Ia melakukannya dengan Daniel suaminya. Raline tidak pernah menyangka Ia akan melakukannya dengan seorang pria yang tak lain adalah paman dari suaminya sendiri.


Kendrick membawa tubuh Raline mendekat pada meja makan, kemudian Kendrick mengangkat tubuhnya dan mendudukannya di sana. Raline terus menolak Ia ingin pergi, namu. Kendrick selalu menahanya. Tiba-tiba Kendrick menarik tengkuk leher Raline dan mendekatkannya pada bibirnya. Ia menautkan bibirnya pada bibir Raline, Raline terkejut Ia terus berontak sekuat tenaga, walaupun itu sia-sia. Lidah Kendrick mencoba menerobos mulut Raline, namun Raline terus menutup mulutnya dan menolak. Tiba-tiba Kendrik melakukan hal yang membuat Raline semakin terkejut, Kedrick memegang squish lembut milik Raline. Terpaksa Ralin membuka mulutnya dan membiarkan lidah Kendrick beradu dengan lidahnya.


Permainannya cukup lama, Kendrick semakin liar mempermainkan Raline. Raline menolak atas tindakan Kendrick, namun Ia juga tidak menyangkal bahwa Ia telah tenggelam ke dalam permainannya. Apalagi lengan Kendrick yang terus mempermainkan squish lembut miliknya. Membuat Raline merasakan sentuhan yang tak pernah Ia dapatkan dari Daniel sebelumnya.


Raline tersadar, ini adalah hal yang tidak benar, ini adalah salah. Raline mendorong kuat tubuh Kendrick, namun sia-sia. Terpaksa Raline menggigit bagian pinggir bibir Kendrick dengan kasar. Membuat Kendrick langsung melepaskan ciumannya dan mundur beberapa langkah menjauhi Raline. Raline yang mendapatkan kesempatan itupun langsung berlari menuju kamarnya. Raline menutupnya rapat dan langsung menguncinya. Nafasnya masih terengah, bukan karena Ia berlari ke dalam kamar, tapi karena permainan Kendrick yang di berikan kepadanya.


Gila! Ini gila!


Kendrick memegangi ujung bibirnya yang terluka karena gigitan Raline, gigitannya sangat kasar sehingga menimbulkan bercak darah di sana. Kendrick tersenyum simpul, Ia semakin terobsesi untuk mendapatkan kucing kecil liar itu.


Bersambung...